Pelita Hidup
Berani Mengorbankan Harta Yang Paling Berharga Berani Mengorbankan Harta Yang Paling Berharga
“Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada... Berani Mengorbankan Harta Yang Paling Berharga

Berani Mengorbankan Harta Yang Paling Berharga

Berani Mengorbankan Harta Yang Paling Berharga

Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” ” Kejadian 22:2

Kisah Abraham yang diperintahkan Tuhan untuk mempersembahkan anaknya Ishak sebagai korban persembahan merupakan kisah yang sangat sering kita dengar. Kisah ini mempunyai makna yang sangat dalam yang dapat menggambarkan betapa besarnya iman percaya Abraham sehingga dia disebut sebagai bapa orang beriman.

Abraham sendiri juga merupakan manusia biasa yang ketika dijanjikan Tuhan akan menjadi bapa segala bangsa dan mempunyai banyak keturunan di muka bumi ini, tidak langsung percaya begitu saja. Bahkan Abraham sempat mengambil keputusan untuk mengambil jalan singkat dengan mengambil Hagar sebagai istrinya supaya beroleh keturunan.

Tetapi Tuhan mempunyai rancangan sendiri bagi Abraham, sehingga hanya melalui rahim Sara-lah diberikannya keturunan bagi Abraham yaitu Ishak. Ishak menjadi anak yang sangat disayanginya karena Abraham yakin bahwa melalui anak inilah keturunannya akan menjadi sangat banyak.

Dapat dipahami betapa kagetnya ketika Tuhan meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak, yaitu keturunan satu-satunya, sebagai korban. Perasaan yang campur aduk seperti takut, gelisah, kuatir, marah, kecewa dan lainnya, pasti memenuhi hati Abraham.

Tetapi kita tidak melihat Abraham menunjukkan hal itu. Karakter yang baik telah terbentuk dalam dirinya. Dan itu dibuktikannya melalui sikap dan tindakannya.

Banyak hal yang kita alami dalam kehidupan kita merupakan proses yang Tuhan ijinkan terjadi agar setiap janji-janji Tuhan dapat digenapi dalam hidup kita.

Proses-proses yang kita lalui merupakan bagian dari pembentukan karakter yang sedang Tuhan kerjakan, sebagaimana yang Tuhan lakukan kepada Abraham. Ada hal-hal yang berharga dalam hidup kita perlu kita lepaskan agar mata kita dapat tetap tertuju kepada Tuhan.

.

Mari kita belajar dari Abraham beberapa poin penting yang dia lakukan sehingga dia berani mengorbankan Ishak yang pada saat itu merupakan harta yang paling berharga bagi dirinya:

1. Taat

Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.” Kejadian 22:3

Abraham tidak membantah atau bahkan tidak mengeluarkan satu pertanyaanpun kepada Tuhan mengapa Tuhan memerintahkan hal itu. Mungkin saja perasaan Abraham bergejolak saat itu. Tetapi dia tidak menunjukkan atau melampiaskan perasaannya sedikitpun. Malah dengan penuh penundukan diri dia melakukan apa yang Tuhan perintahkan.

Ketaatan sangat penting kita lakukan. Banyak hal yang Tuhan inginkan agar kita lepaskan karena hal-hal tersebut dapat mengalihkan pandangan kita kepada Tuhan.

Segala kenikmatan, kesenangan, hobi, pekerjaan dan apapun yang kita anggap berharga, bukan merupakan hal utama dalam hidup kita. Tuhan tidak melarang kita untuk dapat menikmati semuanya itu. Tetapi Tuhan ingin agar kita rela mengorbankan apa yang kita anggap berharga, dan mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan.

Masing-masing dari kita mengetahui apa yang paling berharga dalam hidup kita. Bisa juga hal itu merupakan harta, pekerjaan/bisnis, keluarga kita sendiri, pasangan/pacar atau mungkin anak kita seperti halnya Abraham. Ada saat-saat dimana Tuhan ingin agar kita tidak memegangnya seerat mungkin, tetapi melepaskannya dan menyerahkannya kepada Tuhan.

.

2. Iman

Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu.” ” Kejadian 22:5

Kalau kita memperhatikan dengan seksama ayat di atas, Abraham mengatakan bahwa, “kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu”. Dia tidak mengatakan, “kami akan sembahyang, sesudah itu saya kembali kepadamu”.

Walau belum mengetahui apa yang akan terjadi, Abraham tetap beriman bahwa Tuhan pasti akan memberikan jalan keluar atas masalah yang dihadapinya. Ya, Abraham tahu bahwa anaknya akan mati untuk dijadikan korban. Abraham tahu jika anaknya jadi korban, maka dia tidak akan pulang kembali bersama dengan anaknya.

Tetapi di sini kita lihat bahwa Abraham mengandalkan iman percayanya kepada Tuhan. Apa yang telah dijanjikan Tuhan bahwa melalui Ishak-lah keturunannya akan menjadi banyak di muka bumi ini, tetap dipegangnya. Dan Abraham tahu kalau Tuhan telah berfirman, maka Dia sanggup untuk melaksanakannya dan pasti akan digenapi.

Seberapa banyak janji Tuhan yang telah kita terima selama kita mengenal Kristus dalam hidup kita? Seberapa banyak kita tetap beriman bahwa Tuhan pasti akan menggenapinya dalam hidup kita? Tidak peduli seberapa berat masalah yang kita hadapi, Tuhan tetap memegang kendali atas hidup kita.

Kita dapat melihat semakin Abraham melangkah ke tempat pengorbanan, maka waktu untuk membunuh anaknya semakin dekat. Secara jasmani-pun Abraham tidak melihat jalan keluar baginya. Tetapi dia tetap beriman bahwa Tuhan pasti akan menolongnya.

Mari kita tetap memegang teguh janji-janji yang telah Tuhan berikan bagi hidup kita. Walaupun keadaaan dan kondisi di sekitar kita semakin memburuk dan bahkan tidak seperti yang kita harapkan, biarlah kita mengimani bahwa Tuhan pasti akan menolong kita. Dan janji Tuhan adalah ya dan amin. Dia tidak akan lalai untuk menepati janji-janjiNya.

.

3. Percaya dengan Teguh

“Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.” Kejadian 22:8

Ishak menanyakan dimanakah korban yang akan mereka persembahkan. Dapat kita rasakan betapa sedihnya perasaan Abraham ketika ditanya seperti itu.

Ketika kita dalam kondisi terjepit dan melihat tidak ada jalan keluar, banyak sekali orang-orang di sekeliling kita yang akan bertanya dimanakah Allah kita. Bahkan mereka akan mengejek kita karena kita tidak mendapat pertolongan sedikitpun dari Tuhan.

Hal ini dapat membuat iman kita menjadi goyah. Banyak orang yang tidak tahan pada titik ini sehingga menjadi marah dan kecewa terhadap Tuhan dan terhadap orang-orang di sekelilingnya. Teman, keluarga, isteri dan anak yang bukan penyebab masalah-pun dapat menjadi sasaran amarah kita.

Biarlah kita mau belajar dari Abraham yang tetap teguh percaya kepada Tuhan dan tidak goyah dalam imannya. Abraham tetap bersikap tenang dan yakin. Abraham tidak menjadi marah atas kondisi yang dia alami. Abrahampun tidak kecewa kepada Tuhan, karena dia akan kehilangan hal yang paling berharga.

Tetap teguh dalam iman percaya kita. Tuhan telah menyediakan upah bagi kita yang setia sampai akhir.

.

Tuhan mau agar kita dengan rela berani melepaskan apa yang kita anggap paling berharga dalam hidup kita. Mungkin kita berpikir apa jadinya nanti jika tidak ada jalan keluar? Apa yang akan dikatakan oleh orang lain terhadap kita? Apa yang akan terjadi kepada diri kita? Apa yang akan terjadi terhadap pekerjaan/bisnis kita? Apa yang akan terjadi terhadap keluarga, isteri dan anak-anak kita?

Tuhan tetap pegang kendali atas seluruh aspek kehidupan kita. Jangan takut dan jangan kuatir, karena Tuhan sedang memproses kehidupan kita sehingga kita dapat memiliki karakter seperti Kristus.

Relakan hati kita untuk dapat dibentuk oleh Tuhan. Beranilah untuk mengorbankan apa yang Tuhan minta dari hidup kita. Kita bahkan tidak akan kehilangan sedikitpun di hadapan Tuhan. Kita melihat betapa diberkatinya Abraham setelah dia dengan rela dan berani mempersembahkan hartanya yang paling berharga.

.

“Kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.” ” Kejadian 22:16-18

Riva Sinjal

 adalah penulis & pemilik Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

  • Jossy

    November 17, 2010 #1 Author

    Apa yang telah dilakukan Bapa Abraham adalah contoh yang paling terbaik bagi kehidupan beriman kita untuk terapkan dalam kehi dupan kita

    Reply

  • Tandi

    November 17, 2010 #2 Author

    Sungguh Tuhan kita tau apa yang kita butuhkan dalam setiap keadaan. Allahku luar biasa

    Reply

  • vence yacub

    November 17, 2010 #3 Author

    firman TUHAN yg luar biasa,abraham naik membawa persembahan yg terbaiknya,abraham pulang membawa berkat yg melimpah sampai kepada keturnannya.amin luar biasa firman Tuhannya

    Reply

  • vitalis

    November 17, 2010 #4 Author

    Mari kita bersama sama merenungkan perkara yang telah dilakukan oleh Abrahan.
    key di sini adalah TAAT DAN SETIA. AMEN

    Reply

  • dyna simanjuntak

    November 16, 2010 #5 Author

    Terpujilah Yesus kristus
    Hosana

    Reply

  • Rudy

    November 16, 2010 #6 Author

    Allah kita adalah Allah yg pencemburu,Dia menguji IMAN & KASIH orang2 yg dikasihi Nya. Dia ingin kita mengasihi Nya LEBIH dari apapun atau siapapun. Ketika Abraham membuktikan IMAN & KASIH nya yg luar biasa HANYA utk Allah,melebihi kasihnya kpd anaknya terkasih (Ishak). Maka ALLAH BERSUMPAH utk MEMBERKATI Abraham & KETURUNANnya sampai akhir zaman… !!! Inilah TELADAN yg harus kita perbuat bila kita ingin Allah mengasihi & memberkati kita beserta keturunan kita. JANGAN MENGASIHI anak,isteri,uang,materi,kedudukan,pangkat & jabatan,apapun atau siapapun melebihi KASIH kita kpd Allah. MARI BUKTIKAN kpd Allah kalau kita sungguh MENGASIHI DIA. GBU

    Reply

  • Niken

    November 16, 2010 #7 Author

    Memberikan apa yang paling berharga dan harus mengorbankan untuk Tuhan bukan perkara yang mudah, tetapi satu hal bahwa Tuhan yang menolong menguatkan dan memberi pengertian agar kita bisa melakukannya.Amin

    Reply

  • wiwik

    November 16, 2010 #8 Author

    Puji Tuhan…renungan ini sangat membuat smakin tumbuh keimanan dan setia kepada Yesus. Terima kasih bapa…saya percaya renungan ini adalah jawaban dari Tuhan atas pergumulan saya. GBU all…

    Reply

  • rema

    November 16, 2010 #9 Author

    nats ini sangat menguatkan iman saya dimana harta yang paling berharga bagi kita, harus rela kita korbankan demi memuji Yesus, karena apapun yang kita miliki saat ini semuanya bersumber dari padaNya. Amin.

    Reply

  • catur wimanto

    November 16, 2010 #10 Author

    Teladan dan kesetiaan yang dilakukan Abraham sungguh sangat sulit bagi kita lakukan dalam kehidupan spt masa kini karean banyak tantangan dan pernik-pernik kehidupan duniawi, akan tetapi sebagai orang percaya harus memiliki iman dan ketaatan sebagaimana Abraham telah tunjukkan kpd kita….Yesus Kristus Tuhan, telah menjadikan dirinya sebagai korban tebusan atas dosa-dosa kita…terima kasih Tuhan..Amin

    Reply

  • aleksander

    November 16, 2010 #11 Author

    Puji Tuhan renungan ini membuat imanku tambah kuat.tx.gbu.

    Reply

  • Nazalus Benjamin

    November 16, 2010 #12 Author

    Pak, terima kasih atas renungan yang sangat membangunkan iman saya ini, moga di berkati terus pelayanan kelian,GBU

    Reply

  • Yanti

    November 16, 2010 #13 Author

    Terima kasih Bapa kerana Engkau melayakkan aku melayani Mu. segala perbuatan yang berdosa yg membuat Engkau murka ampuni ku…bersyukur kerana Firman ini banyak perkara yg tidak dapat saya lepaskan harus saya lepaskan. merelakan Tuhan yang memimpin jalan ku…

    Reply

  • wancik

    November 16, 2010 #14 Author

    Jujur, memang kadang orang dunia sering mengejek kita yang masih belum pulih dari masalah bisnis & keuangan, yang katanya punya “Yesus yang luar biasa”, jelas ini korban perasaan ! Tapi saya tetap imani bahwa dalam Tuhan, Yesus selalu beserta kita. Puji Tuhan ! Jalan sudah mulai dibukakan ! Tks. Yesus. Tuhan Berkati, Amin.

    Reply

  • Dewi Barus

    November 16, 2010 #15 Author

    Puji Tuhan……renungan ini sangat menguatkan….mengajarkan sy untuk berani mengorbankan apa pun dalam hidup ini demi Tuhan Yesus…..
    Terima kasih Bapa….ajari aq tuk selalu mampu bersyukur dan berkorban demi kemulian namaMu….
    Amin………………

    Reply

  • Mey

    November 16, 2010 #16 Author

    Thanks buat renungan yg sangat memberkati pribadiku…yg selalu menegur,mengajarkan bahkan menguatkan pribadi saya…biarlah hati qt jgn melekat pada Harta yg kita miliki akan tetapi mau melekat pada Yesus sumber pemberi Berkat..krn janji Tuhan ya dan Amin.

    Reply

  • De Kusuma

    November 16, 2010 #17 Author

    kerennnnnnnnnnnnnnnnn dan mantappppppppppppp hehehe

    Reply

  • Sunarko

    November 16, 2010 #18 Author

    Bukan main iman Abraham, sampai saat ini belum ada yang seperti itu seandainya saja saya dapat melakukannya pasti banyak yang menentang. Dalam hidup kita saat ini juga bisa berkorban dlam segala hal untuk melayani TUHAN dari waktu kita , harta kita sampai kesempatan berkumpul dengan keluargapun hilang dan itulah suatu pengorbanan dan TUHAN akan memberikan kembali apa yang hilang tadi kepada kita Amin terima kasih untuk renungan hari ini.

    Reply

  • Pardamean Panjaitan

    November 16, 2010 #19 Author

    Itulah sebabnya Tuhan sangat memuliakan Opung Abraham. (“_”)

    Reply

  • ARNOLD SIMANJUNTAK

    November 16, 2010 #20 Author

    Tak dapat ku bayangkan betapa beratnya hati ini untuk mengikat tangan dan kaki anakku, apalagi untuk memotong leher dan membakarnya menjadi persembahan, mungkin aku menjawab” TUHAN BIARLAH AKU YG DI POTONG DAN DI BAKAR UTK MENJADI PERSEMBAHAN”

    Reply

  • evinita Lase

    November 15, 2010 #21 Author

    satu-satunya yang berharga yang kita miliki untuk dipersembahkan kepada Bapa adalah Totalitas Hidup kita seutuhnya. seperti paulus katakan “persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenanan kepadaNya bnd Roma 12:1. ini hal yang harus dilakuakan sebagai anak-anak Tuhan. amin

    Reply

  • sarjono

    November 15, 2010 #22 Author

    Puji Tuhan sore ini saya tersirami dengan firman yang sangat menjadikan pegangan kami untuk lebih menguatkan iman dan meneguhkan iman kami , yang sering mudah terlena akan hal-hal duniawi, walaupun itu memang tdk bisa ditinggalkan namun Firman ini harus saya jadikan kekuatan kami untuk melangkah sesuai perintah Tuhan…………. GBU

    Reply

  • Daud

    November 15, 2010 #23 Author

    Ketaatan membuat IMAN kita bisa bertumbuh dengan baik, sehingga kepercayaan yang teguh bisa kita miliki oleh karena kasih Kristus, semoga perenungan ini selalu menggugah hati kita untuk relah berkorban untuk sesama kita tanpa pamrih. Penulis akan di Berkati Tuhan selalu dalam kehidupannya. A M I N

    Reply

  • nanang

    November 15, 2010 #24 Author

    Bejana Allah adalah rumah terbaik berada didalam hati jiwa kita, ketika bejana itu hancur berantakan dengan apakah tubuh kita menjadi bait Allah……

    Reply

  • eddy

    November 15, 2010 #25 Author

    Selama 10 th berturut turut usaha saya selalu gagal, dan sekarang benar2 mengalami krisis, apa ini ujian yang diberikan Tuhan kepada saya. Namun setelah saya membaca firman melalui Pelita Hidup saya merasa dikuatkan. Semoga saya tetap setia seperti Abraham dalam situasi yang bagaimanapun kepada Tuhan dan berpegang teguh akan janji dan FirmanNya. JBU

    Reply

  • Nofi

    November 15, 2010 #26 Author

    Renungan yg mengajarkan untuk terus taat dan berharap kepada Tuhan. Disaat kita tak berdaya Tuhan mau kita berserah penuh kepada Dia. “Berbahagialah orang yang miskin dihadapanNya “.

    Reply

  • Ria

    November 15, 2010 #27 Author

    Taat,Iman dan percaya sungguh…sungguh teladan yang luar biasa dari Abraham..manusia biasa seperti kita tapi punya hal yang luar biasa….Thanks pelita

    Reply

  • Alfred D

    November 15, 2010 #28 Author

    Hanya orang yang beriman kepada Tuhan saja yang dapat melakukan segala sesuatu. Tetapi iman yang datang daripada manusia sendiri tidak akan dapat melakukannya.

    Reply

  • marciana

    November 15, 2010 #29 Author

    Hidup ini tidak semudah yang kita sangkakan…oleh itu kita harus mengorbankan apa saja yang terpenting dalam hidup walau ianya sekali melibatkan nyawa kita dan penundukan diri itu juga terlibat sama.Apa yang dibanggakan dalam hidup kita itu hanyalah bersifat sementara,jangan biarkan egois dan kepentingan diri menguasai hati kita.Biarlah segala pengorbanan yang kita lakukan melalui ketulusan hati kita yang murni,tanpa disembunyikan perasaan yang menyakitkan hati,kerana apa yang kita selindungkan dari diri kita Tuhan amat mengetahuinya….Percayalah Pada Tuhan Yesus yang senantiasa berserta kita…Amin.Helaluyah

    Reply

  • ferry

    November 15, 2010 #30 Author

    Pak Rivai trima kasih buat renungannya.saya sangat diberkati,karena beberapa bulan ini saya sangat kuatir akan kebutuhan keluarga saya yg sepertinya jauh dari berkat.Tapi dgn membaca renungan ini iman saya kembali dikuatkan utk tidak kuatir lagi.Tuhan ingatkan saya kalau Abraham Dia berkati,maka saya juga Dia Berkati.Sekali Lagi Trims ya Buat renungannya. GBU

    Reply

  • yosep brustito

    November 15, 2010 #31 Author

    Abraham Okey…jarang ada yang seperti itu…!! Zaman sekarang..??? jangankan korbankan anak, beri persembahan/sumbangan untuk kegiatan gereja saja…”berhitung/mengeluh”. Thanks pelita hidup…mengingatkan kami soal ketaatan,iman seperti Abraham…biarlah kami dapat meneladani kehidupan beriman Abraham….GBU

    Reply

  • umi

    November 15, 2010 #32 Author

    Thks buat renungannya yg luar biasa, tidak mudah untuk mempertahankan iman kita saat kita menghadapi krisis,beban, sakit penyakit, kehilangan org yg kita cintai dsb ketika kita dihadapkan dng hal tersebut jujur mungkin kita tdk sehebat Abraham yg mempunyai ketaatan dan iman yg luar bisa.
    Namun saya katakan melalui renungan ini saya pribadi dibukakan dan paling tidak kita siapkan iman yg luar biasa ini untuk menghadai kemungkinan hal sekecil sekalipun yg akan kita hadapi kedepan.
    So… bersama Yesus tak ada yg tak mungkin amin GBU All…………

    Reply

  • Debora

    November 15, 2010 #33 Author

    Trima kasih buat renungannya hari ini yg mengingatkanku kembali bahwa Tuhan Allah yg ku sembah adalah sumber segala galanya, Dialah Yehova yg sanggup melakukan segala sesuatu.GBU ALL.

    Reply

  • Regina

    November 15, 2010 #34 Author

    Di masa sekarang, sangat sulit untuk dapat memiliki iman seperti bapak Abraham..

    Reply

  • dede

    November 15, 2010 #35 Author

    terima kasih untuk renungannya hari ini…saya diingatkan terus untuk mempercayakan segala sesuatu nya didalam kendali Tuhan..

    Reply

  • ani

    November 15, 2010 #36 Author

    Pak Riva Sinjal, terima kasih atas renungan yang sangat sangat membantu sekali untuk menyadarkan kami yang sering lupa betapa Tuhan selalu mengasihi dan menjaga kita.
    Kiranya berkat melimpah senantisa menyertai Bapak dan keluarga.

    Reply

  • Evelien S

    November 15, 2010 #37 Author

    tqT

    Reply

  • serma

    November 15, 2010 #38 Author

    saya terberkati dengan renungan ini, aku menyadari sudah terlalu jauh aku melangkah tanpa doa dan baca firman, mengikuti keinginan daging dan pikiran. saat ini yang aq lakukan harus membangun kembali hubunganku dengan Tuhan Yesus dan taat dengan firman kebenenaran-Nya. Thanks Mr. Riva yg tdk henti2nya mengirimkan email Pelita Hidup kepada saya. Tuhan Yesus Memberkati.

    Reply

  • St. Bonarsius Saragih

    November 15, 2010 #39 Author

    Hanya manusi milik Allah yang mau dan mampu mengorbankan harta yang paling berharga, karena yang berkorban adalah orang yang telah menerima pengorbanan Yesus Kristus.

    Reply

  • murni dorkas

    November 15, 2010 #40 Author

    Syalom,
    Yach… renungan hari ini sangat menantang kita, bagaimana tidak sebagai manusia yang duniawi sebagian besar hati melekat pada harta.
    Tetapi dengan iman yang percaya kita dapat mengalahkan harta kita, karena harta tak mungkin kita bawa mati.

    Reply

  • Endah

    November 15, 2010 #41 Author

    …..ditengah-tengah pergumulan kita hadapi, 3 hal yang dimiliki Abraham memang patut kita teladani dan lakukan…Allah pasti memberikan yang terbaik dan DIA tidak pernah terlambat menolong umatNya…Amin.GBU

    Reply

  • susie

    November 15, 2010 #42 Author

    Pagi Hari ini saya berdoa TUHAN saya sudah capek dan lelah,sepanjang jalan dr rumah ke tempat kerja saya menangis betapa beratnya beban ini. apakah saya masih bisa bertahan. Tapi melalui renungan hari ini saya percaya Tuhan sedang membentuk dan mendidik saya. Dengan Imam kita bisa keluar dari segala perkara yang kita hadapi.
    Terima kasih saya percaya renungan hari ini adalah jawaban dari Tuhan atas pergumulan saya

    Reply

  • Jack

    November 15, 2010 #43 Author

    Thanks Pak Riva dan Pelita Hidup. Firman pagi ini sangat “pas” menyentuh kehidupan saya secara khusus dan setiap umat Tuhan di Magelang pada umumnya yg pada saat ini mengalami musibah bencana Merapi. Sekalipun kami diizinkan mengalami hal tsb, tapi kami juga masih diberkati untuk memberkati para pengungsi korban bencana dengan harta yg kami miliki, sekalipun mungkin bukan harta yang paling berharga. Doakan kami, agar iman dan ketaatan kami tidak goyah ketika menghadapi bencana ini. Amin.

    Reply

  • Benyamin

    November 15, 2010 #44 Author

    Suatu teladan yang luar biasa dari Abraham yg perlu diteladai semua yang mengaku
    bahwa mereka adalah “anak-anak Abraham” (Orang beriman)

    Reply

  • Lakisan Lamangis

    November 15, 2010 #45 Author

    Terima kasih untuk renungannya. Sangat memberkati dan menguatkan, serta mengingatkan kita, banyak perkara berharga yang perlu dilepaskan untuk lebih fokus pada tujuan utama kita – mengasihi, mentaati, mengimani dan tetap teguh dalam kepercayaan kepada Tuhan. Kemampuan Abraham menjadi orang yang lebih mengutamakan Tuhan lebih dari kepentingan pribadinya, membuktikan kita juga sebenarnya bisa melakukannya. Abraham hanya manusia biasa seperti kita juga.

    Reply

  • Suwarno

    November 15, 2010 #46 Author

    Nice, Betapa kita sering kali merrasa berat untuk memberikan apa yg kita miliki meskipun sesungguhnya kita dalam kelebihan
    Tetapi kita belajar dari seorang Abraham yg rela memberi yg terbaik, Bravo, Bapa Abraham, pantaslah disebut Bapa orang beriman

    Reply

  • daniel

    November 15, 2010 #47 Author

    itu 3 hal yang di butuhkan oleh kita org percaya pada hari2 ini.
    tetap jaga terus iman percaya dalam Yesus Kristus.
    Gbu all….

    Reply

  • dede

    November 15, 2010 #48 Author

    judul renungan ini sangat menyentuh hati

    Reply

  • Jono

    November 15, 2010 #49 Author

    Karena kenal AllahNya Abraham, taat, beriman dan percaya dengan teguh. Pengenalan kita kepada Allah berbanding lurus dengan ketaatan, iman dan kepercayaan yang teguh kepadaNYA

    Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *