Pelita Hidup Jangkau Dunia

Sediakan Ruang dan Waktu Untuk Tuhan

Sumber: Google

Sumber: Google

“Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.” (Mazmur 42:1)

Pernahkah Anda merasa begitu sibuknya sampai-sampai tidak tahu lagi apa yang harus Anda lakukan? Seringkali, jika kita tidak berhati-hati, maka jadwal kegiatan harian kita bisa menjadi tidak terkontrol, benar bukan? Sepanjang hari, kita dituntut secara terus menerus oleh berbagai pesan dari iklan di media massa maupun online untuk melakukan lebih dari yang sudah kita lakukan dan menjadi sesuatu untuk lebih banyak orang dengan beragam cara yang tentu saja terasa sangat melelahkan kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Hal di atas tentu membuat kita merasa bahwa kita sedang membawa beban berlebih dan mengalihkan perhatian kita. Berapa banyak waktu yang Anda curahkan di sosial media hari ini? Berapa lama waktu yang Anda habiskan di depan komputer atau HP anda? Hari-hari ini, adalah sesuatu yang umum terjadi jika perhatian kita teralihkan; dan hal ini mencuri waktu kita untuk memiliki hubungan yang lebih intim dengan Tuhan.

Seorang hamba Tuhan senior, Lisa Bevere pernah berdoa meminta kepada Tuhan agar ia merasa lapar dan haus akan Dia secara lebih lagi. Tuhan menjawab doanya yang kemudian menjadi titik balik kehidupannya.

Waktu itu, ia adalah seorang ibu dari 4 anak laki-laki yang merasa sangat lelah dengan hidupnya dan berjuang agar bisa melalui hari-hari hidupnya. Suaminya, John Bevere, menghabiskan sebagian besar waktunya melakukan perjalanan dari kota ke kota untuk berkothbah. Lisa merasa sudah sangat kewalahan dan dia tahu bahwa ia membutuhkan pertolongan agar dapat melewati masa-masa berat dalam hidupnya tersebut. Ia merasa bahwa ia perlu lebih banyak kehadiran Tuhan dalam hidupnya, itulah sebabnya Lisa menaikkan doa di atas, yaitu ia ingin agar bisa merasa lebih lapar dan haus akan Tuhan



Suatu hari, suara Roh Kudus memberi pengertian kepada Lisa, “Jika kamu tidak merasa lapar dan haus akan Aku, itu karena hidupmu telah dikenyangkan oleh banyak hal.”

Agar kita merasa lapar dan haus akan Tuhan, kita harus berpuasa. Karena pada saat itu Lisa sedang menyusui anaknya, ia tidak dapat berpuasa dalam arti tidak makan; tetapi yang ia lakukan adalah berpuasa terhadap hal lain yang telah mengeyangkan dia yaitu dengan cara mengesampingkan semua hal yang mengalihkan perhatiannya terhadap Tuhan. Hal-hal itu meliputi apa saja yang ia lakukan ketika ia merasa kesepian, bosan, terluka atau marah. Lisa merasa bahwa jika ia benar-benar ingin merasa lapar dan haus akan Tuhan, maka ia harus dapat melepaskan semua hal tersebut dan menyediakan ruang dan waktu untuk Tuhan.
*courtesy of PelitaHidup.com
Ia tidak menonton TV, tidak membaca novels, majalah dan buku-buku lain. Ia tidak menjawab panggilan telepon masuk. Rasa tidak nyaman yang ia rasakan sebagai seorang ibu muda yang seringkali ditinggal pergi suaminya dia lepaskan dan mulai mencari hadirat Tuhan.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Tentu saja hal itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan baik oleh Lisa maupun oleh setiap kita. Namun peristiwa yang terjadi dua puluh tahun lalu itu,telah menjadi titik balik kehidupan Lisa dimana Allah menempatkan hidupnya pada jalur yang berbeda. Itulah waktu dimana ia selalu mengutamakan untuk mencari Tuhan ketika ada hal-hal yang terjadi di luar kendalinya dan bukan mencari solusi cepat untuk membantunya melewati hari itu.
*courtesy of PelitaHidup.com
Dari pengalaman Lisa di atas kita dapat belajar banyak hal, tidak peduli siapapun kita. Mungkin saat ini kita adalah seorang pelajar yang sedang mencari sekolah atau universitas, mungkin juga sekarang kita baru saja menikah atau bahkan kita adalah orang tua baru yang sedang belajar untuk menjalani peran tersebut. Sebagian dari kita mungkin bahkan sudah lama menikah dan sedang membesarkan putra putri kita. Ada juga diantara kita yang memiliki anak-anak yang sudah tumbuh dewasa dan memiliki keluarga sendiri.

Apapun keadaan dan masalah Anda, ketahuilah bahwa Anda tidak sendiri dalam menghadapi perubahan yang terjadi dalam hidup Anda. Yang Anda perlukan adalah hadirat Tuhan untuk menuntun Anda melewati setiap masa tersebut dengan berkemenangan. Jika diantara kita mencoba mencari solusi singkat untuk membantu kita melewati hari demi hari hidup kita, maka Anda harus rela untuk berkorban.

Kita semua tahu dan merasakan bahwa pengalihan perhatian yang ada saat ini melebihi kemampuan kita untuk menanggulanginya dibandingkan dengan kondisi katakanlah sepuluh tahun yang lalu. Namun, perlu kita ingat bahwa kita harus memutuskan untuk membuat sebuah keputusan dan menyediakan ruang dan waktu untuk Tuhan dalam keseharian kita. Jika saat ini kita tidak merasa lapar dan haus akan Tuhan, mungkin ini saatnya bagi Anda dan saya untuk berhenti sejenak dan bertanya, “hal apakah yang telah menggantikan rasa lapar dan hausku akan Engkau, Tuhan?

Seperti perempuan Samaria yang ada di sumur dalam kisah di Yohanes 4, kita seringkali berusaha untuk minum dari sumur yang tidak dapat memuaskan dahaga kita yang sesungguhnya dan kita perlu kembali kepada Dia yang memberikan kita air hidup yang dapat melepaskan dahaga jiwa kita dan minum sepuasnya dari sumber itu.

Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,  tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yohanes 4:13-14)

Tuhan Yesus adalah sumber hidup kita. Di masa mendatang, memiliki rumah yang sempurna tidak lagi menjadi sesuatu yang penting lagi. Serial film terbaru yang ada di Netflix atau yang sedang tayang di bioskop-bioskop akan ketinggalan jaman, ribuan “likes” yang Anda dapat di sosial media akan memudar dan waktu yang Anda habiskan di depan komputer maupun HP adalah sesuatu yang sia-sia.

Anda dan saya adalah penjaga gerbang dari kehidupan kita masing-masing. Berhati-hatilah dengan apa yang kita ijinkan untuk memasuki dunia kita. Ketika kita membuang semua hal yang mengalihkan perhatian kita dari Tuhan dan menyedian ruang dan waktu untukNya, kita akan merasakan rasa lapar dan haus akan Tuhan sebagaimana yang Ia rindukan. Kita akan dibawa ke tempat rahasia di dalam hadiratNya dimana kita dapat menemukan apa yang selama ini kita butuhkan dan rindukan. Siapkah Anda untuk hal ini?
*courtesy of PelitaHidup.com
“Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.” (Mazmur 63:2-5)

 

Sumber : messengerinternationaldotorg


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 2 respon

  1. Terimakasih atas renungan ini
    sedikit cerita pribadi, mungkin ada pertolong Tuhan melalui hamba Tuhan yang lain

    mungkin sama dengan pengalaman Ibu Lisa seperti penggalan renungan di atas, sering kali aku ingin mengenal Yesus Lebih jauh lagi, untuk modal hidup ku setiap harinya dalam menjalani kesibukan, hanya saja ada rasa kurang puas akan pengertian, penjelasan dari setiap aku membaca renungan atau pun membaca Alkitab langsung pada saat aku mengalami kesedihan, mood yang kurang baik atau pun pada saat aku ingin mengintrospeksi diri. apakah ada yang salah dari cara memahami ku.

  2. Amin Thanks Jesus berilah rasa haus dan lapar akan Engkau dan biarlah jiwaku selalu merindukan hadiratMu.
    Renungan yg sangat memberkati 
    puji nama Tuhan haleluya

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: