Pelita Hidup Jangkau Dunia

Miliki Hati Yang Baru

Sumber : Google

Sumber : Google

Takut akan pendapat orang, mengakibatkan kesusahan. Percayalah kepada TUHAN, maka engkau akan aman. “ Amsal 29:15 (BIS)

Jika masing-masing kita ingin mengambil kendali atas amarah kita, maka kita harus meletakkan dasar dari jati diri kita dalam Kristus Yesus. Kita harus benar-benar mengerti dan memahami bahwa Kristus sungguh-sungguh mengasihi kita tanpa syarat, kita harus sadar bahwa kita adalah milikNya, sadar bahwa kita sangat berharga di matanya dan bahwa Ia memiliki kehendak dan rencana atas hidup kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Jika kita membangun jati diri kita pada hal lain selain Kristus, maka kita akan berjuang terus menerus seumur hidup kita untuk mendapatkan rasa aman. Mungkin kita membangun jati diri kita di atas pekerjaan kita, tetapi kita sadar bahwa suatu saat kita dapat kehilangan pekerjaan tersebut. Atau bisa saja kita membangun jati diri kita atas wajah kita yang cantik atau ganteng, tetapi suatu saat kita dapat saja kehilangan ketampanan atau kecantikan kita. Dapat juga kita bangun jati diri kita atas suami atau istri kita, tetapi suatu saat mereka akan meninggal. Mungkin kita lebih memilih untuk membangun jati diri kita pada ketenaran yang kita miliki baik sebagai artis, politikus, negarawan, gembala, aktivis gereja dan lain sebagainya, namun sdarilah bahwa kita tidak selamanya terkenal dan tenar.

Jika kita membangun jati diri kita pada sesuatu yang dapat direbut dari kita, maka kita akan merasa tidak aman seumur hidup kita dan rasa tidak aman tersebut adalah akar dari segala kemarahan yang kita rasakan dalam hidup kita. Jika kita berada di zona tidak aman tersebut, maka orang-orang di sekitar kita dapat dengan mudah memojokkan kita. Ketika kita mengetahui dengan pasti siapa diri kita yang sebenarnya dan kita ini milik siapa, maka tidak ada seorangpun yang dapat memojokkan kita. Mereka tidak dapat menjangkau untuk merendahkan atau memojokkan kita. Kemarahan dan rasa tidak aman berjalan beriringan. Semakin Anda merasa tidak aman, semakin besar amarah yang akan Anda rasakan.

Ketika kita marah, mulut kita akan mengungkapkan apa yang ada di dalam hati kita. Perkataan kasar yang keluar dari mulut kita menunjukkan bahwa kita memiliki amar dalam hati kita. Perkataan yang bersifat negatid, menunjukkan bahwa hati kita dipenuhi dengan ketakutan. Perkataan yang bernama sombong, menunjukkan bahwa hatinya penuh dengan rasa tidak aman. Perkataan yang berlebih-lebihan menunjukkan bahwa hati orang tersebut tidak memiliki ketenangan. Perkataan yang selalu mengkritik, menunjukkan kepahitan yang dimiliki orang tersebut. Perkataan yang selalu menghakimi menunjukkan bahwa hati orang tersebut penuh dengan rasa bersalah. Perkataan yang kotor mencerminkan hati yang tidak murni.



Sebaliknya, perkataan yang menguatkan berasal dari hati yang bahagia, perkataan yang lemah lembut berasal dari hati yang penuh kasih dan perkataan yang bijaksana datang dari hati yang damai.

“ Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” Matius 12 :34B – 3
*courtesy of PelitaHidup.com
Tahukah Anda apa yang Anda perlukan untuk membuang rasa amarah yang ada dalam diri Anda? Jawabnya adalah transplantasi atau cangkok hati. Bersyukurlah kita karena Allah adalah ahlinya dalam hal transplantasi hati yang kemudian lebih kita kenal dengan istilah keselamatan! Allah tidak hanya memberi kita hati yang baru tetapi juga jati diri yang baru. Kita tidak lagi perlu mencari jati diri kita di pekerjaan kita, atau di rekening tabungan kita atau dalam hubungan pribadi kita dengan orang lain atau mencari jati diri kita dalam ketampanan dan kecantikan fisik dan wajah kita lagi. Jati diri kita yang sebenarnya adalah apa yang Tuhan firmankan tentang kita.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan 3 hal yang menjadi peyebab amarah dalam hidup kita yaitu luka hati, keputusasaan dan ketakutan. Ia sanggup dan akan menyembuhkan hati kita yang terluka dengan kasihNya, tidak peduli seberapa dalam dan parahnya luka hati yang kita rasakan. Ia juga sanggup dan akan menggantikan rasa putus asa dalam hidup kita dengan damai sejahteraNya. Tuhan Yesus pun sanggup menggantikan rasa tidak aman yang kita rasakan dengan hati yang penuh kasih dan kekuatan dariNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Seperti halnya seorang ibu yang menggendong bayinya yang sedang menangis karena sesuatu hal dan mendekapnya erat dalam pelukannya demikianlah yang Allah lakukan terhadap masing-masing kita. Ketika sang bayi merasakan dekapan sang ibu yang penuh kasih dan ia merasa hangat dan nyaman, maka bayi tersebut akan berhenti menangis dan tidak marah lagi. Ketika kita merasakan rasa damai dan rasa aman dalam Kristus dan bahwa Ia menerima dan mengasihi kita apa adanya, maka amarah yang mengamuk dalam diri kita akan hilang.

 

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 4:23

 

 

Sumber : rickwarrendotorg

 
*courtesy of PelitaHidup.com
 


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 2 respon

  1. Shallom,

    terima kasih untuk media ini karena sangat baik untuk pertumbuhan kerohanaian anak-nak Tuhan.

  2. Izin copas bisa tdk …Biar aku sebari firman tuhan dimana mana

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: