Pelita Hidup
“Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!” Mazmur 141:3 Bacaan : 2 Timotius 2:23-26; 3:1-5 Gosip seringkali dianggap sebagai semacam hiburan yang tidak...
Sumber: Google

Sumber: Google

“Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!” Mazmur 141:3

Bacaan : 2 Timotius 2:23-26; 3:1-5

Gosip seringkali dianggap sebagai semacam hiburan yang tidak berbahaya atau merugikan, terutama jika dibandingkan dengan ‘dosa besar’ yang lain seperti membunuh atau mengkhianati pasangan hidup dengan cara selingkuh. Iblis telah menanamkan kepada manusia bahwa bergosip adalah sesuatu yang tidak merugikan atau membahayakan; tetapi jika kita mengupas lebih dalam tentang kebohongan yang Iblis tawarkan kepada kita mengenai hal ini, maka kita akan menemukan sebuah fakta buruk tentang bergosip dan berbicara omong kosong. Di dalam Alkitab, Allah menyebut gosip sebagai salah satu dari dosa yang paling bejat.

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.” Roma 1:28-31

Kita harus sadar bahwa gosip merupakan sesuatu yang sangat berbahaya dan merugikan. Entahkah kita dengan sengaja membicarakan sesuatu yang jahat tentang orang lain atau hanya sekedar menyampaikan pemikiran kita yang belum tentu benar, kita dapat mempermalukan pribadi yang bersangkutan, atau bahkan melukai perasaannya.

Ada seseorang yang mencoba melacak kembali sumber dari gosip dan berita miring mengenai dirinya. Ia bertanya kepada masing-masing orang pertanyaan berikut, “Darimana Anda mendengar berita tersebut?” Setelah ia berbicara dengan tujuh belas hamba Tuhan, akhirnya ia menemukan pribadi yang menjadi sumber atau biang gosip mengenai berita miring tentang dirinya tersebut.  Si biang gosip mengakui bahwa ia berbicara hanya berdasarkan spekulasinya tentang sebuah masalah yang tidak benar-benar ia ketahui. Perhatikan bahwa, sebuah reaksi berantai yang merusak dimulai hanya dari seseorang yang menyimpulkan sesuatu dengan salah ketika sedang berbicara dengan orang lain.

Walaupun si korban tidak pernah tahu tentang semua percakapan yang terjadi di belakangnya mengenai kabar miring tentang dirinya, gosip tetap memiliki konsekuensi. Mereka yang menjadi biang gosip menunjukkan apa yang sebenarnya ada dalam hati dan pikirkan mereka.

“Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. “  Matius 12:34b

Lidah yang mengeluarkan kata-kata keji mengalir keluar bersama rasa iri hati, dendam dan keangkuhan yang berdiam di dalam hati orang tersebut.

Gosip memiliki kekuatan untuk melukai perasaan orang lain, menghancurkan nama baik seseorang, merusak hubungan persahabatan serta memecah belah gereja. Kita tidak punya hak untuk membawa kehancuran semacam itu ke dalam hidup orang lain. Kita harus sadar bahwa hanya Allah, satu-satunya Pribadi tempat kita berpaling ketika kita mendengar sebuah gosip atau berita miring lainnya tentang seseorang. Mereka yang sedang mengalami masa sukar maupun pencobaan dalam hidup, lebih membutuhkan doa-doa dan kasih kita daripada omongan-omongan dan gosip tentang pergumulan dan kemalangan yang tengah mereka alami.

“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” Galatia 6:2

Jadi, mulai hari ini, mari kita belajar untuk lebih bijaksana dengan setiap ucapan dan perkataan yang keluar dari mulut kita.

“Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.” Yalobus 3:5

 

Team PH

_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

  • hari nur idhiawati

    July 2, 2016 #1 Author

    apa rencana Tuhan untuk hidup ku dan anak-anakku yg asih kecil setelah Dia engambilnya dari kam
    i ?

    Reply

  • aston ritonga

    June 15, 2016 #2 Author

    Terimakasih buat renungannya

    Reply

  • sri restianingsi

    June 14, 2016 #3 Author

    thankyou so much for your new updated every day in my email. it is very wonderful to me. God bless You..Keep spirit

    Reply

  • susi

    June 7, 2016 #4 Author

    Puji Tuhan utk renungan hari ini saya di berkati. Roh kudus ingatkan saya melalui FirmanNya terima kasih Tuhan Yesus terus memberkati Pelita hidup utk menerangi setiap jalan org percaya agar ttp hidup dlm kebenaran FirmanNya

    Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *