Pelita Hidup Jangkau Dunia

Siapakah Diri Kita Sebenarnya?

Sumber: Google

Sumber: Google

“Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.” Mazmur 139:14-16

 
*courtesy of PelitaHidup.com
Apakah Anda penggemar film Terminator yang dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger dan Linda Hamilton? Inti cerita dari film ini adalah ada seorang wanita yang merasa bingung ketika tiba-tiba muncul seorang pembunuh dari masa depan yang ingin mengakhiri hidupnya. Wanita yang diceritakan bernama Sarah ini hanyalah seorang wanita biasa yang bekerja sebagai seorang pramusaji dan memiliki satu orang anak laki-laki yang ia besarkan sendiri. Ia dengan keraguan menemukan kebenaran dari seorang pemandu yang juga berasal dari masa depan dengan tugas untuk melindungi dirinya, bahwa ia, Sarah, adalah seorang pahlawan. Ketika Sarah berkata kepada sang pemandu bahwa ia tidak pernah melakukan apapun, sang pemandu menjawab, “Memang kamu belum melakukan apapun sekarang. Tapi nanti kamu akan melakukan sesuatu yang besar yang menjadikanmu pahlawan.”

Berkaca dari kisah tersebut, kita sadar bahwa Iblis yang adalah musuh kita seringkali mengenal siapa diri kita sebenarnya, jauh sebelum kita mengenal jati diri kita sendiri. Inilah saatnya bagi kita untuk belajar 2 hal dari tokoh Sarah di atas, yaitu bahwa:

  1. Anda dan saya adalah sasaran musuh
  2. Anda dan saya ‘mungkin’ adalah seorang pahlawan

Mengapa kata ‘mungkin’ dipilih dalam konteks ini? Karena pilihan untuk menjadi atau tidak menjadi pahlawan, sepenuhnya ada di tangan kita masing-masing.

Peran yang Anda dan saya pilih dalam peperangan ini semuanya tergantung kepada kehendak kita. Di satu sisi, si jahat tidak akan pernah diam, berhenti dan akan terus menerus berusaha untuk menghancurkan kita. Sedangkan di sisi lain, Allah yang adalah Kasih dengan kasihNya yang tak berkesudahan juga tiada henti bertekad untuk membuat Anda dan saya menyadari jati diri kita yang sesungguhnya sesuai dengan apa yang Ia telah rencanakan dan ciptakan dari semula. Apakah kita memilih untuk menjadi seorang warga sipil yang tidak bersenjata, memilih untuk menjadi korban, memilih menjadi tawanan perang atau kita memilih untuk menjadi pahlawan?



Tentu saja setiap kita pastinya ingin menjadi sesosok pribadi yang luar biasa, anak-anak dari Allah Yang Maha Tinggi yang senantiasa bertingkah laku dalam kebenaran, bertindak dewasa dan hidup dengan keinginan untuk meningkatkan kehidupan orang lain.

Mengenal jati diri kita sebagaimana yang Allah rencanakan membuka jalan bagi kita untuk menjadi calon-calon pahlawan Allah. Jati diri yang Allah berikan kepada kita merupakan serangan sekaligus perlindungan terbaik kita terhadap semua strategi musuh. Ketika kita mempersenjatai diri kita dengan jati diri yang Allah tentukan bagi masing-masing kita, maka kita dapat dengan berani melawan setiap serangan musuh.
*courtesy of PelitaHidup.com
Mari, hari ini, kita mengurangi sejenak kesibukan harian kita dan menyediakan waktu khusus untuk belajar mendengar suara Allah yang akan membukakan kepada masing-masing kita jati diri kita yang sebenarnya. Sebagian besar dari kita mungkin akan terkejut dengan hasilnya. Mungkin kita memandang diri kita sebagai pribadi yang lemah, tetapi Allah memanggil kita untuk menjadi pahlawan yang gagah perkasa dan pemimpi handal. Sebagian kita pasti mendengar Allah menyebutkan bahwa kita memiliki kasih yang tidak bersyarat, pemberi yang murah hati dan seorang visioner yang pemberani.  Dan tentu saja, daftar jati diri kita akan terus bertambah!

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Seperti tokoh Sarah di atas, kita bisa saja bertanya-tanya mengapa dunia bisa hancur berantakan karena kita bingung dengan siapa diri kita sebenarnya. Atau kita memilih untuk bersiap dan maju menghadapi peperangan tersebut karena kita memiliki kepercayaan diri yang kuat terhadap jati diri kita. Ini saat yang tepat untuk menentukan posisi diri kita masing-masing
*courtesy of PelitaHidup.com
“Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” I Yohanes 4:4

Mari kita terima dan wujudkan jati diri kita yang sesungguhnya sebagaimana yang sudah Allah tentukan dari semula, karena hanya dengan cara ini maka kita akan diperlengkapi dan dipersenjatai untuk menghadapi peperangan kita. Semakin kita mengerti jati diri kita yang sesungguhnya di dalam Allah, kita akan semakin kuat dalam menghadapi pertempuran kita. Mari angkat pedang kita dan menjadi pahlawan-pahlawan Allah yang gagah perkasa seperti yang sudah Ia tentukan bagi masing-masing pribadi kita!

 

“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; “ Efesus 6:10-11

 

 

Sumber: messengerinternationaldotorg
*courtesy of PelitaHidup.com
 

 

 


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 2 respon

  1. Saya merasakan itu. TUHAN tak pernah sekalipun membiarkan saya berjalan sendirian. Terima kasih Tuhan Yesus.

  2. mENJADI BERKAT BAGI SAYA

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: