Pelita Hidup Jangkau Dunia

Perlukah ‘Menyetem” Kehidupan Kita?

Sumber: Google

Sumber: Google

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119:105

Bagi kita yang terbiasa memainkan alat musik, entah itu gitar, piano, biola maupun alat musik lainnya, tentunya kita sangat familiar dengan kata ‘setem’. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, kata ‘setem’ tersebut artinya cek setala; selaras; sesuai (tt nada suara). Jadi, alat musik yang kita miliki, secara berkala harus kita setem agar dapat berfungsi dengan baik serta menghasilkan nada indah sesuai yang kita harapkan. Jika kita jarang atau bahkan tidak pernah menyetem alat musik kita, maka nada yang dihasilkan akan menjadi sumbang dan tidak enak didengar. Untuk mendapatkan hasil setem yang akurat, kita harus menyelaraskan nada alat musik kita dengan tuner atau garpu tala sebagai acuan standarnya. Dengan rutin dan teratur melakukan ‘setem’ terhadapt alat musik yang kita miliki, maka kita akan dapat menikmati rangkaian nada indah yang dihasilkan ketika kita memainkan alat musik tersebut.
*courtesy of PelitaHidup.com
Seperti halnya alat musik yang harus disetem secara rutin dan berkala, kehidupan kita pun harus disetem dan diselaraskan dengan Firman Tuhan sebagai tuner atau garpu talanya. Firman Tuhan menjadi pelita dan penunjuk jalan bagi langkah hidup kita. Dalam kitab Matius 22:37-39 Tuhan Yesus mengajar kita untuk menempatkan Tuhan sebagai yang paling utama dalam hidup kita.

“Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Matius 22:37-39

Hanya Dialah yang menjadi Tuhan dan pusat kehidupan kita. Selanjutnya, kasih kita kepada Tuhan kita tunjukkan dengan mengasihi sesama.



Apabila kita jarang atau bahkan tidak pernah menyetem kehidupan kita, maka nada kehidpan yang kita hasilkan akan terdengar sumbang dan tidak enak dinikmati oleh siapa saja. Kita tidak bisa menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita. Kita tidak bisa menjadi garam dan terang bagi lingkungan sekitar kita karena apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan firman Tuhan. Dengan tidak menyetem kehidupan kita, maka kita menjadi tidak selaras dengan frekuensi Tuhan yang dapat membuat kita melenceng dari kehendak dan rencana Tuhan atas hidup kita.

Mari, mulai hari ini, kita senantiasa menyetem dan menyelaraskan kehidupan kita dengan firman Tuhan agar kita makin selaras dengan rencana dan kehendakNya. Dengan menyetem kehidupan kita, maka nada kehidupan yang kita hasilkan akan dapat dinikmati oleh banyak orang dan menjadi berkat bagi mereka yang berada di sekitar kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
 

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” I Timotius 4:12
*courtesy of PelitaHidup.com
 

Sumber: renunganwasiat


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 1 respon

  1. Tuhan Yesus terima kasih atas renungan pagi ini,kiranya aku bisa menjadi berkat bagi sesama ku dan hidup ku selaras sesuai Firman MU .Amin

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: