Pelita Hidup Jangkau Dunia

Sudahkah Kita Menjadi Garam Dan Terang Dunia?

Sumber: Google

Sumber: Google

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Matius 3:13-14

Pernahkah Anda bertemu, berkenalan atau bahkan bergaul dekat dengan seseorang yang memiliki pengaruh kuat terhadap orang-orang yang berada di sekitarnya? Mungkin sosok tersebut adalah seorang hamba Tuhan, presiden, guru atau dosen, dokter, pengusaha sukses atau bahkan seseorang yang selalu dikelilingi oleh teman-temannya. Sosok tersebut masing-masing memiliki cara yang unik dalam mempengaruhi keputusan orang-orang di sekitarnya. Sadarkah Anda dan saya bahwa Allah memanggil kita untuk menjadi sosok tersebut; yaitu menjadi seseorang yang berbeda dan mampu memberi pengaruh baik terhadap setiap orang yang kita temui?
*courtesy of PelitaHidup.com
Kitab Matius menyebutkan bahwa kita adalah garam dan terang dunia. Garam tidak hanya digunakan untuk menambah rasa pada masakan, tetapi juga digunakan untuk mengawetkan dan membersihkan makanan dari kuman. Efek samping yang terjadi jika kita mengkonsumsi terlalu banyak garam adalah rasa haus yang teramat sangat. Jadi, bagaimana kita membandingkan hidup kita dengan garam? Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk melestarikan kebaikan di lingkungan tempat kita berada serta menghalangi terjadinya segala macam bentuk korupsi, kecurangan maupun hal-hal menyimpang yang ada didalamnya. Kita membantu orang-orang yang berada di sekitar kita untuk membersihkan hidup mereka dan menemukan pengharapan baru dalam Kristus Yesus yang kemudian akan menciptakan sebuah rasa haus dan dahaga untuk senantiasa bertemu dan berada di dekat dan bersama Tuhan

Terang memungkinkan kita untuk berjalan dalam gelapnya malam. Kitab Matius menggambarkannya sebagai sebuah kota yang berada di atas bukit karena terang dari kota tersebut dapat dilihat dari jarak yang jauh dan menerangi jalan orang-orang yang melaluinya. Ketika kita menjadi pengikut Yesus yang adalah Terang, maka kita memantulkan terang-Nya dan menunjukkan kepada orang lain jalan yang yang harus mereka tempuh sesuai dengan yang Tuhan arahkan.

Jadi sekarang, mari kita pusatkan perhatian kita tentang bagaimana caranya menjadi garam dan terang dunia dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita dapat memulainya dengan melakukan sesuatu yang luar biasa seperti keluar dari zona aman kita dan mengenalkan kasih Kristus kepada teman kita yang belum mengenal-Nya, atau mungkin mengundang seseorang makan malam atau sekadar minum kopi dan menjadi pendengar yang baik bagi dia, terutama karena dia sedang mengalami masalah atau kejadian yang buruk dalam hidupnya. Biarlah segala yang kita lakukan, baik itu hal yang kecil dan sederhana maupun tindakan luar biasa yang membutuhkan waktu, tenaga, pikiran dan biaya dari kita dapat menjadikan kita sebagai garam dan terang dunia untuk memancarkan kasih dan keselamatan Kristus kepada mereka yang berada di sekitar kita.



Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!” Filipi 4:5

 
*courtesy of PelitaHidup.com
Sumber: messengerinternationaldotorg


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 2 respon

  1. Terima kasih atas makanan rohani yang disajikan bagi kita semu di sini. Kiranya setiap orang yang membaca setiap artikel yang ditulis disini semakin bertumbuh dalam Tuhan dan menghasilkan buah yang baik bagi banyak orang demi kemuliaan Tuhan.

    Mohon agar penulis renungan ini memperhatikan ayat firman Tuhan di atas karena ada salah penulisan. Yang benarnya adalah Matius 5 : 13-14. bukan Matius 3 ; 13-14. Terima kasih.

  2. Maaf.  Mengkoreksi ayat diatas adalah matius 5:13-14.   Bukan ayat 3 :).  Tuhan berkati.  

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: