Pelita Hidup Jangkau Dunia

Bagaimana Agar Berhasil Mengatasi Badai Hidup?

Sumber: Google

Sumber: Google

“Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.” Markus 4:39

 
*courtesy of PelitaHidup.com
Bacaan: Markus 4:1-41

Tuhan tidak pernah memperhadapkan sebuah badai hidup kepada kita tanpa memberi kemampuan, kekuatan dan kuasa kepada kita agar kita berhasil mengatasinya. Mari kita tanamkan kebenaran ini di dalam hati kita masing-masing, karena kebenaran ini akan memberi kekuatan kepada kita ketika kita harus menghadapi masa sukar dalam hidup!

Jangan Anda berpikir bahwa pernyataan tersebut hanyalah sebuah pemikiran yang membesarkan harapan saja. Pernyataan tersebut adalah kebenaran Allah dan digambarkan dengan penuh kuasa dalam kehidupan Yesus pribadi. Suatu hari, setelah sepanjang hari mengajar orang banyak, Yesus merasa lelah. Malam mulai menjelang dan Ia bersiap-siap untuk beristirahat dan tidur, tetapi Roh Kudus menggerakkan hati Yesus agar menyuruh murid-muridNya naik ke perahu dan menyeberang. Di seberang sana ada seseorang yang dikuasai oleh roh jahat yang harus mereka layani.



Mereka semua naik ke perahu dan Yesuspun tertidur. Namun, sebuah badai yang besar mengamuk dan mengombang-ambingkan perahu mereka. Empat dari 12 murid Yesus adalah nelayan yang berpengalaman yang telah menghabiskan sebagian besar hidup mereka di laut. Tentunya mereka mengenal berbagai masalah yang berhubungan dengan kelautan serta cara menanganinya. Tetapi badai yang mereka hadapi kali ini bukanlah badai biasa. Setelah perahu mereka diombang-ambingkan ombak selama beberapa waktu, mereka akhirnya membangunkan Yesus dan berteriak, “Tidakkah Engkau peduli kalau kami hampir mati?”. Mereka melihat bahwa badai tersebut benar-benar tidak memberi kesempatan bagi mereka untuk bertahan hidup.

Tapi, mari kita jeda sebentar. Apakah Anda berpikir bahwa Allah Bapa dan Roh Kudus merasa panik ketika badai berlangsung? Apakah Allah Bapa dan Roh Kudus bingung mengapa muncul badai dan menyesal telah menyuruh Yesus menyeberang? Tentu saja tidak! Roh Kudus tahu pasti bahwa badai akan datang karena Ia tahu segala sesuatu dari awal sampai akhir. Allah berkata,
*courtesy of PelitaHidup.com
“Dari permulaan Kuberitahukan hal-hal yang kemudian, sejak dahulu Kuramalkan apa yang akan terjadi. Kata-Ku: Keputusan-Ku akan terlaksana, kehendak-Ku pasti Kulakukan!” Yesaya 46:10 (BIS)

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Allah telah mengarahkan Yesus untuk naik perahu dan menyeberang dan mengetahui dengan pasti bahwa badai akan menghadang. Tetapi Ia tidak akan pernah membawa kita menghadapi sebuah badai tanpa memberi kemampuan, kekuatan dan kuasa kepada kita agar kita berhasil mengatasinya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Setelah terbangun, Yesus berjalan ke depan perahu dan menghardik badai itu agar tenang. Angin dan ombak langsung mentaati apa yang Yesus perintahkan kepada mereka. Yesus lalu berpaling kepada muris-muridNya dan berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”(Markus 4:40)

Mengapa Yesus mengoreksi murid-muridNya yang adalah nelayan yang berpengalaman yang telah berjuang keras untuk tetap bertahan hidup di lautan dengan perkataan yang tegas? Mengapa Ia dengan tegas menekankan pada mereka bahwa mereka “tidak memiliki iman”?

Karena sebelum mereka menyeberang, Ia berkata kepada mereka, “Marilah kita berlayar ke seberang danau.” (ay. 35, BIS). Yesus tidak berkata kepada mereka, “Marilah kita berlayar separuh jalan dan tenggelam”

Dengan mengenal Yesus secara pribadi, murid-murid seharusnya memiliki kepercayaan bahwa ada kuasa dalam setiap ucapanNya yang mampu membawa mereka sampai ke seberang danau. Seharusnya mereka berdiri di anjungan dan berkata dengan lantang, “Hai badai, kamu tidak akan dapat membunuh atau menghentikan kami! Kami akan berhasil menyeberang danau karena Guru kami berkata, “Pergilah ke seberang”. Jadi, pergi sana!”

Allah tahu bahwa badai akan datang menghadang dan Ia bukan penyebab dari masalah yang ada. Tetapi Ia membiarkan Yesus dan murid-muridNya menghadapi badai tersebut karena Ia tahu bahwa Ia telah memberikan otoritas dan kuasa untuk menguasainya.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” I Korintus 10:13

Dan di sinilah terletak kunci utama yang membedakan mereka yang dikalahkan oleh badai hidup dengan mereka yang mampu menguasai hidup dengan segala macam badai dan tantangan yang ada di dalamnya; yaitu mengetahui bahwa masalah, tantangan, badai hidup dan konflik tidak dapat dihindari, namun demikian, sebagai umat percaya kita memiliki kuasa untuk mengatasi apapun yang datang menghadang kita. Jadi, kita dapat dan harus berjuang tanpa henti hingga kita menang atas semua itu.
*courtesy of PelitaHidup.com
Apakah Anda merasakan bahwa badai hidup sedang mendera hidup Anda saat ini? Mari kita belajar dari renungan di atas dan melihat kemenangan ada di genggaman tangan kita karena Dalam Yesus, Ia telah mengaruniakan anugerahNya pada kita agar kita berhasil mengatasi badai hidup dan apapun yang terjadi dalam hidup kita!

 

“Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya.” II Korintus 2:14a

 

Sumber: messengerinternationaldotorg

 


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 2 respon

  1. luar biasa firman Tuhan ini, terimakasih sdh menguatkan kembali untuk tetap percaya pd Tuhan

  2. Terima kasih…. renungan ini memberi kekuatan dalam kehidupan saya dan keluarga. Tuhan memberkati

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: