Pelita Hidup Jangkau Dunia

3 Hal Yang Harus Dihindari Ketika Marah

Sumber: Google

Sumber: Google

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa:.” (Efesus 4:26a)

Masing-masing kita tentunya pernah marah di sepanjang hidup kita. Hanya saja, setiap pribadi memiliki cara yang berbeda dalam menangani kemarahan tersebut. Perlu kita ketahui bahwa tidak satupun dari antara kita yang mampu menghindari kemarahan. Namun, kita harus sadar bahwa walaupun kita sedang marah, bukan berarti kita boleh berbuat dosa.
*courtesy of PelitaHidup.com
Rasul Paulus dengan jelas menyebutkan dalam ayat di atas agar jangan membiarkan kemarahan yang kita rasakan menyebabkan kita berbuat dosa. Hal ini berarti bahwa amarah tidak harus merupakan sebuah dosa. Sejatinya, kita dapat menangani kemarahan kita dengan cara yang benar atau tidak benar, tergantung pilihan yang kita pilih.

Sayangnya, sebagian besar dari kita cenderung mengungkapkan kemarahan dengan cara-cara yang justru menjauhkan kita dari tujuan utama kita dan bukan malah membuat kita mencapai hasil yang kita ingini.

3 Hal Yang Harus Kita Hindari Ketika Marah



Hindari Untuk Memendam Amarah Anda

Jangan pernah menyimpan kemarahan Anda di dalam hati. Ketika Anda memendam amarah Anda tanpa mengutarakannya dengan cara yang benar, hal ini sama saja dengan mengambil sebotol atau sekaleng minuman soda dan mengocoknya. Suatu hari kemarahan tersebut akan muncrat keluar! Kemarahan yang dipendam pada akhirnya akan mempengaruhi kondisi jasmani kita. Banyak dokter yang menyatakan bahwa beberapa penyakit pada tubuh manusia seringkali disebabkan oleh kemarahan yang dipendam.
*courtesy of PelitaHidup.com
 Hindari Untuk Menahan Amarah Anda

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Ketika Anda menahan amarah Anda, itu sama artinya dengan menyangkal bahwa amarah tersebut ada. Ketika Anda menahan kemarahan Anda berulang kali dengan intensitas yang terlalu sering, maka dapat dipastikan bahwa Anda akan merasa tertekan. Seorang hamba Tuhan yang sudah belasan tahun melakukan konseling kepada banyak jemaatnya mendapati bahwa banyak diantara mereka yang mengatakan bahwa hidup mereka tertekan, padahal sejatinya mereka sedang marah. Mereka berpikir bahwa menjadi Kristen berarti tidak boleh marah, jadi mereka berusaha untuk menahan kemarahan tersebut. Menyangkal sebuah kemarahan adalah dosa karena hal itu berarti kita berbohong atau berdusta.
*courtesy of PelitaHidup.com
 Hindari Mengungkapkan Amarah Dengan Cara-cara yang Tidak Pantas

Kita dapat mengungkapkan kemarahan kita dalam berbagai cara yang tidak pantas. Kita dapat memilih untuk merajuk atau ngambek, mengeluarkan kata-kata kasar yang menyakitkan hati, memanipulasi orang lain atau melakukan hal-hal bodoh seperti mabuk-mabukan, menyeleweng dengan pria atau wanita lain dan lain sebagainya. Tetapi, sadarkah kita bahwa semua itu tidak membawa kita kepada kebaikan dan hasil yang benar-benar kita inginkan?

Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan kemarahan kita tersebut?

 Akui Kemarahan Kita

Jangan hanya mengakui kemarahan yang sedang Anda rasakan, tetapi usahakan untuk mengakui penyebab dari kemarahan tersebut. Katakan kepada Tuhan atau kepada pribadi yang membuat Anda marah apa yang Anda rasakan; bahwa Anda merasa frustasi atau merasa terancam. Kejujuran akan mempermudah jalan Anda untuk menemukan akar dari penyebab kemarahan Anda tersebut dan hal ini akan membawa kepada hubungan yang dipulihkan.

Kabar baik mengenai amarah Anda adalah bahwa Anda mungkin tumbuh dalam keluarga yang terbiasa mengungkapkan kemarahan dalam cara-cara yang tidak sepantasnya dilakukan, tetapi Anda tidak perlu meniru cara tersebut dalam hidup pribadi Anda. Atau dengan kata lain tinggalkan kebiasaan tersebut. Kemarahan yang tidak pada tempatnya umumnya kita pelajari dari rumah tempat tumbuh kembang kita. Jika kemarahan merupakan sesuatu yang kita pelajari, maka kitapun dapat belajar untuk meninggalkan kebiasaan tersebut. Kita tidak harus menjadi sama dengan kebiasaan keluarga kita; kita dapat memilih untuk BERUBAH!!!

 
*courtesy of PelitaHidup.com
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12:2

 

Sumber: rickwarrendotorg

 

 


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 1 respon

  1. Aku sangat tersanjung dengan bunyi renungan ini semoga pembuat renungan ini diberkati

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: