Pelita Hidup Jangkau Dunia

Dibentuk oleh Sang Penjunan Agung

Sumber: Google

Sumber: Google

“Sungguh seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tanganKu, hai kaum Israel!” (Yeremia 18:6b)

Bacaan: Yeremia 18:1-6
*courtesy of PelitaHidup.com
Pernahkah Anda memperhatikan cara kerja seorang penjunan (pembuat gerabah/keramik) seperti yang tertulis pada bacaan kita hari ini dari Yeremia 18:1-6? Jika kita mengikuti proses pembuatan sebuah gerabah atau keramik dari awal, kita akan terkagum-kagum dengan keindahan dari keramik atau gerabah yang dihasilkan hanya dari seonggok tanah liat. Yang ingin Tuhan ajarkan kepada nabi Yeremia adalah bahwa bangsa Israel (termasuk setiap manusia yang diciptkanNya dari semula) dibentuk oleh tanganNya sendiri. Kita semua adalah seonggok tanah liat yang menunggu sentuhan tangan Sang Penjunan Agung.

Ketika tanah liat diletakkan pada meja putar pembuat keramik, sang penjunan telah memiliki rancangan khusus dalam pikirannya untuk masing-masing tanah liat tersebut. Hal yang sama juga berlaku terhadap masing-masing kita. Tuhan telah menetapkan sebuah rencana untuk masing-masing kita dan menentukan peran kita masing-masing untuk turut serta dalam membangun kerajaanNya.

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10)



Ia membentuk masing-masing pribadi kita dengan tanganNya sendiri. Terkadang Ia harus “memotong” kita dengan alat yang Ia miliki dengan tujuan agar karakter kita menjadi serupa dengan Putra TunggalNya, Kristus Yesus. Masing-masing kita akan dibentuk dengan cara yang berbeda agar dapat menjalankan pelayanan khusus yang sudah Ia tentukan sebelumnya bagi setiap pribadi kita.  Namun demikian, walaupun masing-masing kita dibentuk secara khusus, tetapi setiap pribadi kita memiliki cap khusus dari Sang Penjunan Agung.

Terlalu sering kita terpaku pada banyak talenta dan kemampuan yang dimiliki oleh mereka yang berada di sekeliling kita dan berharap kita adalah salah satu dari mereka. Tahukah Anda bahwa setiap kita pribadi telah dirancang secara sempurna oleh Allah untuk rencana dan tujuan yang telah Ia tetapkan bagi kita? Dan Allah tidak pernah salah dengan keputusanNya. Jika kita menghabiskan waktu kita dengan berharap memiliki talenta orang lain yang tidak sesuai dengan rencanaNya atas hidup kita, atau kita menolak untuk mendayagunakan karunia rohani yang Allah berikan kepada kita, itu sama artinya dengan kita membuat semua usaha yang sudah Allah lakukan bagi setiap pribadi kita menjadi sia-sia. Hal ini juga berarti kita menyia-nyiakan kesempatan untuk melayani Tuhan
*courtesy of PelitaHidup.com
Sang Penjunan Agung sangat berbangga hati dengan setiap detil rancangan dan kemampuan yang Ia peruntukkan bagi masing-masing kita, ciptaanNya. Ia telah mencurahkan seluruh diriNya bagi kita. Sebagai alat yang sudah Ia bentuk dan ciptakan, cara kita untuk menghargai karya Sang Penjunan Agung adalah dengan tunduk dan berserah untuk dibentuk dan dipakai sesuai dengan kehendakNya.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

“Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tanganMu.” (Yesaya 64:8)
*courtesy of PelitaHidup.com
 

Sumber: intouchdotorg

 

 


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: