Pelita Hidup Jangkau Dunia

Langkah Pertama Agar Mujizat Terjadi

Sumber: Google

Sumber: Google

“….Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Markus 9:23b)

Bacaan: Markus 6:34-37
*courtesy of PelitaHidup.com
 Jika Anda ingin Allah melakukan mujizat dalam hidup Anda, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengakui bahwa Anda memiliki masalah yang belum terpecahkan.

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulaimalam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.” Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya: “Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?” (Markus 6:34-37)

Dari bacaan di atas kita belajar bahwa respon yang biasa kita berikan terhadap masalah yang sulit diselesaikan dalam hidup adalah: kita menangguhkan masalah tersebut, kita melempar tanggung jawab kita atas masalah tersebut dan kita merasa kuatir terhadap masalah tersebut.



Mari kita bahas ketiga respon tersebut secara lebih detil:

  • Menangguhkan Masalah

Kisah di atas terjadi pada waktu hari sudah mulai senja ketika pada akhirnya murid-murid Yesus menyampaikan masalah yang ada kepadaNya. Mereka telah sepanjang hari memikirkan berbagai cara menurut kemampuan dan kepandaian mereka bagaimana caranya memberi makan 5.000 orang dengan apa yang mereka miliki.

Ketika kita memiliki masalah yang tidak dapat kita selesaikan, kita cenderung untuk menangguhkan masalah tersebut. Kita menundanya. Kita berpura-pura bahwa masalah tersebut tidak ada. Kita mengalihkan pandangan dan perhatian kita kepada hal yang lain sehingga masalah tersebut tidak lagi kita pikirkan.
*courtesy of PelitaHidup.com
Adakah masalah yang sedang Anda hindari dalam pernikahan Anda? Adakah masalah keuangan yang sedang Anda tangguhkan dan tunda? Adakah masalah dengan kesehatan tubuh Anda yang tidak segera Anda tindak lanjuti? Menangguhkan masalah hanya akan memperburuk masalah yang ada.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Belajar dari kisah murid-murid tersebut, kita harus segera meyerahkan dan memberitahukan masalah kita kepada Tuhan karena Ia memiliki cara yang ajaib untuk menyelesaikan setiap masalah kita, sesulit apapun itu.

  • Melempar/Melepas Tanggung Jawab

Ini juga merupakan respon yang paling sering kita lakukan ketika kita menghadapi masalah, yaitu melempar tanggung jawab kita atas masalah yang ada dengan menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi dalam hidup kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Bukannya mencoba menyelesaikan masalah yang ada, murid-murid Yesus pada kisah di atas malah menyuruh orang banyak tersebut untuk pulang. Mereka berpikir bahwa, :Kami kan tidak menyuruh kalian untuk datang ke sini. Kami kan tidak pernah berjanji untuk memberikan makanan pada kalian.” Jadi mereka merasa tidak bertanggung jawab terhadap adanya kebutuhan untuk memberi makan orang banyak tersebut. Pernahkah Anda melakukan hal ini pada salah satu masalah yang Anda hadapi dalam hidup Anda?

  • Merasa Kuatir

Hal ketiga yang paling umum kita lakukan sebagai respon kita terhadap sebuah masalah adalah merasa kuatir. Kita menjadi resah, galau dan tertekan. Ketika Yesus berkata kepada para murid agar mereka memberi makan orang banyak yang mengikuti mereka, maka kekuatiran mereka makin menjadi-jadi. Mungkin kita bayangkan seorang Petrus melakukan analisa biaya “Lima ribu orang? Yang benar saja …Bagaimana caranya kita mendapat makanan untuk orang sebanyak itu dengan uang yang kita miliki, membagi-bagikannya kemudian membersihkan sisa-sisanya?”

Seperti halnya dengan kita semua ketika menghadapi masalah yang tidak dapat kita selesaikan, para murid juga menangguhkan masalah tersebut, melempar/melepas tanggung jawab dan kuatir. Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah Alkitab di atas? Para murid berada sangat dekat dengan Yesus; Pribadi yang mampu merubah sebuah batu menjadi roti jika memang itu yang harus Ia lakukan, tetapi ketika Yesus meminta mereka untuk melakukan sesuatu, mereka berkata, “Tuhan, pada kenyataannya secara keuangan, secara logika dan secara manusia hal itu mustahil!”

Pernahkah Tuhan meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang sepertinya mustahil dan Anda menjawab, “Tuhan, saya tidak punya waktu atau uang atau tenaga atau latar belakang pendidikan yang cukup untuk melakukan hal itu?”

Tuhan ingin Anda melakukan sesuatu yang mustahil untuk memperbesar kapasitas iman Anda. Ketika Anda menghadapi sebuah masalah yang tidak dapat Anda selesaikan, akui semua di hadapanNya, dan tunggu saatnya ketika Tuhan merubah yang mustahil menjadi sebuah mujizat dalam hidup Anda.

 

Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” Matius 17.20

 
*courtesy of PelitaHidup.com
 

 

 

Sumber: rickwarrendotorg

 


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 1 respon

  1. seperti udara segar yg tiada habis, hari berganti hari tetap slalu kulihat kasihmu dan tak pernah berahir di hidup ku/kita semua yg PERCAYA dalam sikap iman dan intelektual dan pengharapan’. firman Nya :“….Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Markus 9:23b) gbu 😀

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: