Pelita Hidup Jangkau Dunia

Proses Ketika Tuhan “Hancurkan” Hidup Kita

Sumber: Google

Sumber: Google

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” Roma 8:29

 Bacaan: Roma 8:28-31
*courtesy of PelitaHidup.com
Adalah sesuatu yang sangat menggiurkan bagi kita untuk berpikir bahwa masing-masing kita hanya membutuhkan sedikit perbaikan dalam diri kita. Jika kita melihat sekeliling, maka kita akan mendengar banyak orang membernarkan bahwa mereka hanya memerlukan sedikit “perbaikan” pada satu atau dua bidang masalah dalam hidup mereka. Sudah pasti bahwa mereka memilih jenis ‘perbaikan” yang tidak menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman bagi mereka. Namun, tetap saja sebagian dari mereka akan menambahkan, “Tetapi saya orang baik-baik, lho.” Mari kita berusaha agar jangan pernah tertipu dengan keadaan seperti di atas, Allah Bapa tidak pernah bersedia untuk menerima visi kemanusiaan berupa mentalitas “cukup baik” yang tidak memadai.

Sejatinya Allah Bapa adalah perancang interior diri kita. Ia melihat setiap umat percaya sebagai pribadi masa depan masing-masing mereka, ketika mereka percaya dan berserah penuh kepada Kristus Yesus. Ia juga kemudian merancang untuk menggenapi rencanaNya atas masing-masing umat percaya tersebut melalui renovasi secara menyeluruh pada masing-masing pribadi saat ini agar menjadi serupa dengan gambar PutraNya.

Sebuah langkah penting yang Allah lakukan dalam proses menata kembali pribadi kita adalah dengan membuang apapun yang dianggap tidak perlu, rusak atau sudah ketinggalan jaman. Pada kasus kita, apa yang harus kita buang adalah hal-hal yang berada dalam wilayah kemauan diri kita. Berdasarkan pengalaman, kita semua pasti setuju bahwa menjadi seseorang yang ‘sedang dalam perbaikan’ sangat tidak nyaman! Tuhan akan mengarahkan perhatianNya pada kebiasaan kita, tingkah laku kita dan bahkan hubungan pribadi kita dengan orang lain yang tidak berada atau berjalan sesuai dengan rencana dan kehendakNya. Ia akan memberikan tekanan dan masalah untuk mengarahkan perhatian kita pada wilayah tersebut dan membuat kita menyerahkan semuanya ke dalam kehendak dan kendaliNya. Bahkan, Tuhan akan mengambil segala sesuatu yang kita anggap terlalu berharga dalam hidup kita jika itu memang menghalangi rencanaNya dalam membentuk diri kita! Ia akan melakukannya sampai kita datang kepadaNya dengan kerendahan hati dan bertanya kepadaNya, “Menurut Bapa, apa yang harus aku serahkan kepadaMu?



Menyelaraskan keinginan pribadi kita dengan kehendak Tuhan akan mengubah diri kita. Memang benar, ketika kita sedang berada dalam masa perubahan dimana Tuhan sedang mengerjakan rancanganNya dalam hidup kita, rasa sakit yang kita rasakan dari sesuatu yang Tuhan pakai untuk membentuk kita, dapat secara sementara mengaburkan pandangan kita akan keindahan rancanganNya atas hidup kita. Namun, tidak ada yang lebih indah bagi Tuhan selain umatNya yang memiliki komitmen dan bersedia mentaati seluruh kehendakNya dengan segenap hatinya. Jadi, mari kita berserah kepadaNya agar Ia dapat membentuk kita kembali menjadi anak-anak yang dikasihiNya, seturut dengan kehendakNya .

 
*courtesy of PelitaHidup.com
Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!” Yeremia 18:6b

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

 
*courtesy of PelitaHidup.com
 

Sumber: intouchdotorg

 


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 3 respon

  1. sy berterimakasih buat renungan ini melalui hambaNya yang menulis renungan , sy sangat diberkati dan semakin ingin bersemangat malayani dan berserah terhadap proses yang dikerjakan oleh Tuhan dalam saya walaupun tidak nyaman sama sekali tapi saya diberi pengertian mengenai rencana Nya.luar biasa.

  2. shalom.., saudaraku dalam Kristus, aku sangat berterima kasih dengan renungan ini, dan sepertinya ini sedang terjadi dalam hidupku, renungan ini sungguh menguatkan aku dan memberi aku pelajaran yang sangat berharga.

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: