Pelita Hidup Jangkau Dunia

Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik Melalui Badai Hidup Yang Kita Hadapi

Sumber: Google

Sumber: Google

Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya: “Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat.” Kisah 27:31

Hidup memang tidak adil. Masing-masing kita akan menghadapi berbagai-bagai masalah, kesulitan bahkan mengalami luka hati dalam hidup kita yang berpotensi menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik atau kita berakhir dengan kepahitan. Semua tergantung dari pilihan yang kita pilih. Kita bisa memilih untuk terus bertumbuh melalui semua itu atau malah memilih untuk menyerah. Melalui semua masalah hidup yang kita alami, kita juga dapat memilih untuk menjadi pribadi yang Tuhan kehendaki atau memilih untuk mengeraskan hati kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Anda sendirilah yang harus memutuskan tanggapan yang akan Anda pilih ketika menghadapi masa sukar dalam hidup Anda masing-masing. Lalu, bagaimana cara Anda menghadapi dan mengatasinya?

Ketika semua masalah dan kesulitan hidup tersebut Anda alami, hal penting yang terjadi dalam hidup Anda adalah apa yang terjadi dan berkembang di dalam diri Anda ketika harus menghadapi semua itu, yaitu pembentukan karakter kita. Hal inilah yang akan membawa Anda dan saya menuju kekekalan; yaitu karakter kita yang terbentuk melalui semua masa sukar tersebut..

Dalam Kisah 27, kita belajar tiga hal yang pantang untuk kita lakukan ketika berada dalam masa sukar, yaitu:



1. Jangan Terhanyut

Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing.(Kisah 27:15 ITB).
*courtesy of PelitaHidup.com
Kapal yang membawa Paulus dan tahanan lain ke Roma sedang berada di tengah laut Mediterania dan pada waktu itu matahari tidak muncul selama 14 hari, jadi, mereka tidak punya pegangan apapun dan kapal mulai terhanyut. Ketika menghadapi kesulitan dan masa sukar dalam hidup, beberapa orang mulai membiarkan diri mereka hanyut dalam keadaan. Mereka tidak lagi memiliki tujuan hidup, sesuatu yang ingin dicapai, cita-cita atau impian dalam hidup mereka. Keadaan seperti ini bisa kita ibaratkan sebagai “coasting’ (meluncur ke bawah di atas salju). Masalahnya, dalam coasting Anda meluncur turun dengan cepat. Hidup bukanlah seperti itu. Hidup memang keras, tetapi jangan sampai Anda kehilangan cita-cita dan mimpi Anda ketika kehidupan yang kian keras mendatangi hidup Anda.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

2. Jangan Buang Hal-Hal Berharga Dalam Hidupmu
*courtesy of PelitaHidup.com
Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut.” (Kisah 27:18 ITB)

Penanggung jawab kapal ingin mencoba meringankan beban kapal karena kondisi mereka tersebut, jadi, ia meminta mereka yang ada di kapal untuk membuang muatan yang ada, kemudian mereka juga membuang segala macam perkakas dan makanan. Mereka membuang apa yang mereka butuhkan karena badai telah sangat menjadi begitu hebat

Ketika Anda berada dalam badai hidup dan segala sesuatunya seolah menjadi tidak tertahankan lagi, Anda cenderung untuk membuang dan meninggalkan nilai-ilai hidup dan hubungan tertentu yang tidak akan pernah Anda lakukan ketika segala sesuatunya dalam keadaan baik. Anda berkata, “Saya menyerah dengan keadaan pernikahan saya.” “Saya menyerah untuk tidak lagi bermimpi bisa kuliah.” dll, tetapi Tuhan berkata, “Tetap berada di dalam kapal!”

Sudahkah Anda melakukan apa yang Tuhan katakan tersebut? Sudahkah Anda berkata, “Perceraian bukanlah jalan yang terbaik bagi kami. Kami akan berusaha memperbaikinya dan membuatnya berhasil”? Jika Anda belum melakukan apa yang Tuhan minta untuk tetap berada di dalam kapal, Anda akan selalu tergoda untuk keluar dari keadaan yang sedang melingkupi Anda tersebut. Jika Anda tidak memiliki hati yang rela, maka karakter Anda tidak akan pernah bertumbuh sebagaimana yang Tuhan kehendaki. Satu hal yang harus kita ingat adalah bahwa Allah sanggup mengubah keadaan dan sifat seseorang. Ia sanggup untuk merubah Anda dan saya, tetapi Ia tidak akan melakukannya jika kita terus menerus meninggalkan kapal sementara yang Ia inginkan dari kita adalah tetap berada di dalamnya! Ketahuilah bahwa Allah tidak pernah menginginkan kita untuk melarikan diri dari keadaan kita; sesulit apapun itu. Ia ingin agar kita belajar, bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan berkenan kepadaNya melalui semua itu. Jadi, tetap berada di tempatmu saat ini.

3. Jangan Menyerah

“…. akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.” (Kisah 27:28 ITB)

Setelah selama genap 14 hari berada dalam kegelapan dan sudah membuang muatan kapal, mereka akhirnya menyerah. Sayangnya, mereka melupakan satu hal penting yaitu bahwa Tuhan tetap memegang kendali sekalipun kita berada di tengah badai.  Ia tidak pernah meninggalkan Anda dan saya. Mungkin kita merasa Ia tidak hadir ketika kita berada dalam masa-masa gelap dalam hidup kita, mungkin kita merasa Ia begitu jauh dari kita. Ketahuilah bahwa Allah senantiasa bersama kita, bahkan ketika badai menerjang dan Ia akan membantu kita melewati semua itu. Ia hanya menguji kita apakah kita tetap percaya kepadaNya dalam masa-masa seperti itu. Apakah Anda dan saya akan lulus ujian tersebut?
*courtesy of PelitaHidup.com
Tetap taruh iman dan percaya kita kepadaNya karena Ia yang memegang kendali atas hidup kita. Sesulit dan sekeras apapun badai hidup yang sedang kita alami, Ia senantiasa meyertai kita dan memberi kekuatan kepada kita supaya kita bisa melewatinya. Dengan demikian, iman dan karakter kita akan terbangun kuat sebagaimana yang Ia kehendaki dalam hidup kita. Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktuNya.

 

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” Pengkhotbah 3:11

 

 

Sumber: rickwarrendotorg

 


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 1 respon

  1. Lebih teliti saja dalam penulisan ayat firman. Dalam ayat firman Tuhan dibagian 3.Jangan Menyerah tertulis ayat Kisah 27:28.Isi firman:”…akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.”

    Isi firman Tuhan itu seharusnya terdapat dalam ayat kisah Para Rasul 27:20b. Trimakasih buat renungannya sangat memberkati.Gbu

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: