Pelita Hidup Jangkau Dunia

Alasan Mengapa Kita Gagal

Courtesy of dreamstimedotcom

Courtesy of dreamstimedotcom

“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Yohanes 14:15

Ketika orang tua bertanya kepada anak-anak mereka mengapa anak-anak tersebut tidak melakukan apa yang disuruhkan oleh orang tua kepada mereka, tanggapan umum yang biasa kita dengar dan mereka utarakan biasanya berupa sebuah alasan, misalnya, “kakak ga dengar mama bilang begitu,” atau “adek lagi ga ada waktu, Ma,” atau mungkin “kirain ga harus langsung dikerjakan sekarang”.
*courtesy of PelitaHidup.com
Tahukah Anda bahwa kita memiliki kecenderungan yang sama dengan anak-anak kita tersebut ketika Bapa di Surga meminta kita melakukan sesuatu? Kita cenderung mengajukan banyak sekali pembenaran atas tindakan kita sebagai alasan karena kita tidak melakukan sesuai yang Bapa kehendaki atau minta. Alasan adalah usaha untuk mengalihkan tanggung jawab yang kita miliki (atau sesuatu yang gagal kita lakukan) kepada  orang lain atau sesuatu .

Ada beberapa hal lain yang membuat kita gagal untuk menggenapi rencana Tuhan dalam hidup kita selain kecenderungan kita untuk berdalih atau beralasan, diantaranya:

  • Serakah

Keserakahan dan sikap mementingkan diri sendiri tidak akan membuat kita mencapai hasil yang baik dalam hubungannya dengan kerajaan Tuhan. Tetapi dengan memiliki sifat murah hati seperti memberi kepada sesama sesuai dengan perintah Tuhan, menguatkan mereka yang membutuhkan melalui kata-kata penghiburan atau meluangkan waktu kita untuk membantu orang lain; hal-hal inilah yang akan membawa berkat mengalir dalam hidup kita.

  • Bertindak Di Luar Kesadaran Kita

Halangan lain yang membuat kita gagal untuk menggenapi rencana Tuhan atas hidup kita adalah melakukan sesuatu di luar kesadaran kita. Hal ini akan membuat kita memiliki pikiran ganda dimana kita merasa bersalah karena tindakan kita tersebut tetapi di sisi lain kita tetap ingin melakukannya kembali secara berulang-ulang. Dalam kondisi semacam ini, konsentrasi kita menjadi berkurang sehingga membuat kita tidak dapat memaksimalkan pengalaman, kemampuan dan talenta yang begitu kaya untuk tugas yang sudah Tuhan percayakan kepada kita.

  • Tegar Tengkuk

Dalam bahasa Jawa dikenal kata “ndableg” yang artinya tidak menurut, semau sendiri, tetap melakukan sesuatu walaupun sudah tahu itu salah, tidak mau belajar dari kesalahan. Bangsa Israel berjalan di padang gurun selama kurang lebih empat puluh tahun lamanya hingga generasi yang dianggap oleh Tuhan tegar tengkuk meninggal semua, barulah generasi berikutnya melanjutkan perjalanan dan masuk ke tanah perjanjian (Yehezkiel 20). Dalam hal ini mereka tidak dapat menerima, menikmati dan menggenapi janji Tuhan karena sifat buruk yang mereka pertahankan walaupun mereka mengenal betapa luar biasanya Allah yang mereka sembah. Kiranya apa yang terjadi dengan bangsa Israel ini memberi pelajaran bagi kita agar kita dapat membuang sifat tergar tengkuk dari hidup kita dan mencapai keberhasilan dalam setiap janji Allah yang sudah Ia sediakan bagi kita.

  • Kemalasan

Hal terakhir yang menghalangi kita untuk berhasil adalah kemalasan. Kemalasan sendiri pada umumnya dibarengi dengan mengajukan berbagai jenis alasan dan berakhir pada ketidaktaatan kepada Tuhan. Contoh paling mudah yang sering kita lakukan adalah Tuhan memerintahkan kepada kita untuk “hidup dalam kasih dengan sesama” (Roma 12:9-16), tetapi seringkali perintah yang satu ini kita abaikan karenatidak mudah bagi kita untuk melakukannya

Mari kita mawas diri dan mulai mengenali hal negatif apakah yang selama ini membebani kita dan menghalangi kita untuk mencapai keberhasilan dalam Tuhan.



Memang dengan kekuatan kita sendiri kita tidak dapat melakukannya, tapi kita bersyukur karena Allah mengetahui keterbatasan kita dan memberi kita penolong yaitu Roh Kudus untuk memampukan kita mengatasi semua kecenderungan kita untuk melakukan hal-hal negatif tersebut sehingga kita dapat menggenapi setiap rencanaNya dalam hidup kita.

Mari siapkan hati untuk menerima sepenuh berkat dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Amin. GBU
*courtesy of PelitaHidup.com
tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Yohanes 14:26

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

 
*courtesy of PelitaHidup.com
Sumber: intouchdotorg

 


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: