Pelita Hidup Jangkau Dunia

Sengsara Membawa Nikmat

Allah melihat kekurangan kita sebagai manusia serta kelemahan kita sebagai pribadi dan menenun semua itu ke dalam rencanaNya yang indah bagi kehidupan kita  masing-masing. Tidak ada satu kejadianpun yang berada di luar kendaliNya. Dengan kerelaan hati kita untuk bekerja sama dalam memujudkan rencanaNya tersebut, Allah mampu menjadikan segala sesuatu menjadi kebaikan bagi kita, bahkan ketika kita harus mengalami peristiwa buruk dan kesengsaraan sekalipun.

Sejatinya, masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan kita seringkali lebih merupakan sebuah batu loncatan bagi kita untuk sesuatu yang jauh lebih besar dan lebih baik dan bukan merupakan penghalang dalam kehidupan kita seperti yang seringkali kita pikirkan.

Mari kita lihat dan belajar dari contoh-contoh nyata kisah kehidupan para tokoh Alkitab di bawah ini:

  • YUSUF

Yusuf percaya kepada Allah baik dalam keadaan senang maupun susah, dan pada waktunya masalah-masalah yang dihadapinya menempatkan Yusuf dalam posisi dimana ia membantu keluarga dan bangsanya. (Kejadian 37–47).
*courtesy of PelitaHidup.com
Kakak-kakak Yusuf menjualnya kepada orang asing untuk dijadikan budak dimana pada akhirnya Yusuf  dipercaya mengawasi harta benda Potifar yang merupakan pekerja di istana raja dan seorang komandan penjaga Firaun. Yusuf bangkit dan sangat menonjol dalam kedudukan barunya. Namun, ketika istri Potifar menyebar fitnah bahwa Yusuf berusaha untuk merayunya, Yusuf dimasukkan dalam penjara.

Walaupun di penjara, Yusuf bangkit dan menempati posisi sebagai penanggungjawab di situ. Ketika ia dengan tepat dapat mengartikan mimpi dari juru minum Firaun, si juru minum berjanji bahwa ia akan meminta kepada Firaun untuk membebaskannya. Sayangnya, juru minum tersebut dengan segera lupa akan janjinya setelah ia kembali mengecap kehidupan istana. Hal ini membuat Yusuf tetap tersiksa berada di penjara selama dua tahun lagi. Sepertinya segala sesuatu menjadi makin buruk bagi kehidupan Yusuf yang malang.

Namun ketika Firaun memiliki dua buah mimpi yang membuatnya gelisah dan tidak seorangpun dapat mengartikan kedua mimpi tersebut, juru minuman raja lalu teringat kepada Yusuf dan menceritakan tentang Yusuf kepada Firaun. Ketika pada akhirnya Yusuf dapat mengartikan kedua mimpi Firaun tersebut dengan tepat, sang raja tidak hanya membebaskannya dari penjara saja, ia bahkan mengangkat Yusuf menjadi menjadi Perdana Menteri dan wakilnya dalam memerintah seluruh Mesir. Pada akhirnya Yusuf menemukan dirinya berada di posisi dimana ia menjadi penyelamat bagi rakyat Mesir dan keluarganya. Sebagian besar wilayah tersebut terbebas dari tujuh tahun masa kelaparan karena peran Yusuf dan akhirnya Yusuf disatukan kembali dengan keluarganya.



Yusuf mengatakan bahwa Allah dapat membuat kejahatan saudara-saudaranya menjadi kebaikan walaupun ia juga harus mengalami berbagai masalah dan tantangan ketika itu, termasuk tuduhan dari istri Potifar, juru minum yang tidak tahu berterimakasih dan melupakannya serta kelaparan.

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku (Yusuf), tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memlihara hidup suatu bangsa yang besar” (Kejadian  50:20).
*courtesy of PelitaHidup.com
 

  • TUHAN YESUS

Melalui korban kematianNya di kayu salib, Tuhan Yesus telah membayar lunas semua dosa kita dan membuat kita semua dapat menikmati hidup kekal bersamaNya di Sorga.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Para ahli agama dan pemimpin Yahudi menuduh Yesus melakukan penghujatan terhadap Allah, mereka memutuskan bahwa Ia harus dihukum mati dan kemudian menyerahkan Yesus kepada Pontius Pilatus yang merupakan Gubernur di daerah Yudea. Pilatus sendiri tidak dapat menemukan kesalahan apapun pada Tuhan Yesus sehingga Ia layak untuk dihukum, tetapi karena ia takut kepada rakyat banyak yang berkumpul di sana maka ia membiarkan mereka yang memutuskan nasib dari Tuhan Yesus. Karena terhasut oleh para pemimpin mereka, rakyat menuntut “Salibkan Dia”.
*courtesy of PelitaHidup.com
Yesus dicaci maki, dipukuli dan diludahi. Ia dicambuk, dan ujung cambuk yang berupa bola berduri yang terbuat dari tulang dan besi tajam melukai dan merobek dagingnNya. Sebuah mahkota duri dikenakan di atas kepalaNya. Ia ditelanjangi dan menjadi terlalu lemah untuk memanggul salibNya ke lokasi penyaliban akibat dari semua siksaan tersebut. Seorang dari massa yang menyaksikan Yesus dipaksa membawakan salib tersebut.

Setibanya di bukit Golgota, tangan dan kaki Yesus dipaku di kayu salib. Ia ditempatkan diantara dua orang penjahat. Yesus digantung di kayu salib selama enam jam dimana para tentara yang menjagaNya saling membuang undi atas pakaianNya sedangkan orang-orang yang menyaksikanNya berteriak-teriak menghinaNya. Hampir semua teman dan pengikutNya meninggalkan Dia. Merasa benar-benar sendiri, Yesus berseru kepada BapaNya, “AllahKu, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Tetapi ketika Yesus menghembuskan napas terakhirNya, Ia menyatakan “Sudah genap.” Dosa-dosa kita sudah ditebus. Keselamatan telah datang.

  • PAULUS & SILAS

“Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yang Kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu.” (Kisah Rasul 4:27–28).

Segala sesuatu tampaknya berubah menjadi mengerikan bagi Paulus dan Silas di Filipi (Kisah 16:16–40).

Ketika rasul Paulus membebaskan seorang wanita peramal dari kuasa gelap yang membelenggunya, atasan peramal tersebut yang marah karena peristiwa itu menggerakkan massa untuk melawan para pengajar Kristen, menyeret mereka ke hadapan pihak berwenang setempat serta membawa saksi palsu untuk menuduh mereka. Mereka ditelanjangi, dipukuli, dipasung dengan pasung besi dan dimasukkan ke dalam penjara oleh pihak berwenang tanpa dipedulikan hak-hak mereka sebagai warga Negara Roma. Malam itu terjadi sebuah gempa bumi yang dahsyat sehingga tembok penjara mulai runtuh dan semua pintu penjara terbuka.

Setelah Paulus dan Silas menyelamatkan nyawa kepala penjara dengan tidak meninggalkan penjara, kepala penjara tersebut kemudian mengaundang mereka ke rumahnya, menyajikan makanan untuk mereka, membalut luka mereka serta mendengarkan perkataan mereka. Malam itu juga ia dan seisi rumahnya memilih untuk percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka. Keesokan harinya, Paulus dan Silas dibebaskan dengan permohonan maaf dari pengadilan.

“…Dan ia sangat bergembira bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.” (Kisah Rasul 16:34B).

 
*courtesy of PelitaHidup.com
Jika saat ini Anda merasa sedang berada dalam masalah yang berat dimana sepertinya tidak ada seorangpun yang peduli dan jalan keluarnya pun seolah-olah hampir mustahil untuk kita temukan; ingat bahwa Allah sedang mengerjakan sesuatu yang besar dalam hidup Anda. Mari kita belajar dari tokoh Alkitab di atas dan Ia akan menjadikan semua indah pada waktuNya karena segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi kita yang percaya kepadaNya.

“Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” Roma 8:28

 

 

Sumber: letjesushelpyoudotcom

 

 


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 4 respon

  1. Berkat  yg di beriKan Tuhan Yesus, selalu nyata dlm hidupku

  2. Puji Tuhan atas semua artikel yg memberkati..Tuhan Memberkati

  3. Firman Mu pelita bagi kakiku. Sangat terberkati

  4. LUARBIASA MEMBANTU KAMI MEMAHAMI KEBENARAN FIRMAN TUHAN MELALUI SETIAP RENUNGAN ATAUAPUN ARTIKEL YANG DI POSTING.. TERIMA KASIH YG TULUS,KAMI HATURKAN.. KIRANYA AKAN TERUS MENJADI BERKAT BAGI SESAMA DEMI KEMULIAAN NAMA TUHAN… SHALOM

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: