Pelita Hidup Jangkau Dunia

Serahkan Semuanya Kepada Yesus

Mengampuni dan melupakan merupakan salah satu hal yang paling sulit untuk kita lakukan. Tetapi tahukah Anda bahwa setiap kali kita dengan rela hati menyerahkan luka hati kita kepada Yesus dan berkata kepadaNya, “Tuhan Yesus, tolong ambil luka hatiku. Aku tidak menginginkannya lagi. Aku capek dengan semua itu.” Maka Ia akan membalut semua luka dan sakit hati kita dengan kasihNya dan menjadikan kita utuh dan baru kembali?

Tuhan mengerti kondisi hati serta semua keadaan yang dialami oleh setiap manusia. Kita mungkin tidak dapat memahami mengapa seseorang melakukan perbuatan tertentu atau melakukan sesuatu yang menyakitkan hati kita; tetapi ini bukan masalah apakah kita memahaminya atau tidak. Ini masalah mengampuni. Namun, pada kenyataannya, seringkali kita menemukan bahwa mengampuni seseorang itu sangat sulit untuk kita lakukan. Tindakan mengampuni seseorang tidak timbul dengan sendirinya. Itulah sebabnya mengapa Tuhan mengatakan kepada kita bahwa kita membutuhkan pertolonganNya untuk melakukan tindakan mengampuni tersebut. Hanya oleh karena kasih dan karuniaNya saja kita memiliki kemampuan untuk mengampuni sesama.

Setiap orang pasti pernah mengalami hal yang buruk dalam hidupnya. Yang penting adalah bagaimana cara kita mengatasi masalah yang ada, menyelesaikan persoalan yang muncul, mengatasi rasa sakit hati dan kekecewaan yang timbul dari peristiwa buruk tersebut. Ketika kita memilih untuk memiliki perasaan yang sensitif dan mudah tersinggung dengan apa yang melukai hati kita, sikap tersebut akan membawa kita kepada kepahitan. Dan jika kita membiarkan kepahitan terus berkembang dalam hati kita, maka kita akan menjadi makin lemah secara roh.
*courtesy of PelitaHidup.com
Seiring dengan berjalannya waktu, hati dan pikiran kita akan menjadi lebih mudah untuk memilih memikirkan dan menerima hal-hal yang buruk dan negatif dari keadaan sekitar maupun pribadi seseorang. Kepahitan itu seumpama bajak yang disiapkan untuk menanami hati dengan benih-benih kekecewaan dan patah semangat. Jika Anda tidak merelakan kepahitan tersebut dengan menyerahkannya kepada Tuhan Yesus, maka pada akhirnya ia akan menghancurkan hidup Anda dan bahkan mungkin menyebabkan banyak masalah serta merugikan orang lain di sekeliling Anda selama Anda tetap menyimpannya dalam hati.

Jika Anda memiliki kepahitan atau sakit hati yang masih tersimpan dalam hati, biasanya Anda menjadi kurang peka dalam memandang segala sesuatu. Bahkan hal-hal istimewa sederhana yang Anda terima atau kado kecil dari Tuhan menjadi tidak berarti buat Anda karena kepahitan tersebut membutakan hati Anda sehingga Anda tidak dapat melihat hal-hal yang baik semacam itu. Tetapi, begitu Anda menyerahkan kepahitan Anda kepada Tuhan, maka Anda akan dapat melihat dan merasakan serta mengalami kasih Tuhan secara lebih berlimpah.

Dalam hal ini bukan berarti kita mengingkari rasa sakit dan luka hati akibat peristiwa tertentu, tetapi Tuhan sanggup mengubahkan semua itu – kesedihan, sakit dan luka hati, ketidakadilan dan lain sebagainya – menjadi sesuatu yang indah bagi hidup Anda.



Memang pada kenyataannya peristiwa buruk telah terjadi dalam hidup Anda, tetapi dampak yang Anda alami karena peristiwa tersebut dapat diubah. Luka dan sakit hati yang dialami akibat dari peristiwa buruk tersebut dapat dikubur, ditinggalkan, ditutup dan kemenangan akan berpihak kepada Anda. Kebaikan dapat muncul dari peristiwa buruk sekalipun dan Anda akan menemukan kebebasan ketika Anda rela untuk melepaskan semua itu.

Ketika Anda sungguh-sungguh menyerahkannya pada Tuhan, maka Ia sanggup untuk mencurahkan sepenuh kasihNya yang memiliki kuasa untuk menyembuhkan kepada Anda. Ia dapat membalut, membebat dan menyembuhkan segala sakit dan luka hati bahkan luka masa lalu Anda, dan Ia akan melakukannya untuk Anda. Anda hanya perlu merelakan semuanya itu dan menyerahkannya kepadaNya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Ada baiknya juga bagi masing-masing kita untuk mengingatkan diri kita bahwa kita pribadi juga membutuhkan pengampunan. Tuhan Yesus mengatakan bahwa jika kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita maka Bapa di Surga juga akan mengampuni kita.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

“Dan jikalau kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. [Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.]” Markus 11:25-26
*courtesy of PelitaHidup.com
Ketika Anda dan saya menyadari bahwa kita juga pernah dan telah melukai orang lain sehingga kita memerlukan pengampunan dan belas kasihan dari Tuhan, maka hal ini akan membantu kita untuk memberikan pengampunan dan belas kasihan kepada sesama.

Perlu kita perhatikan bahwa sekali Anda menyerahkannya kepada Tuhan, maka Anda harus terus menyerahkannya kepadaNya. Sekali Anda mengampuni dan melupakan, Anda harus menjaga roh Anda dengan hati-hati dan memerangi pikiran-pikiran yang dapat menimbulkan luka hati dan kepahitan kembali di masa mendatang. Anda harus belajar untuk menentang dan melawan godaan untuk tetap berada dalam kondisi terluka atau tetap memiliki pemikiran yang buruk terhadap mereka yang telah melukai hati Anda. Semua sikap negatif semacam itu hanya akan merugikan diri sendiri karena akan membuat Anda merasa tidak bahagia, tidak puas, selalu merasa kurang, kecewa dan kepahitan.

Mari kita terus datang kepada Tuhan dan mengasihi Dia serta berkomitmen untuk menyerahkan segala sesuatunya kepadaNya karena Ia adalah Allah yang setia, selalu ada untuk kita dan tidak pernah mengecewakan kita. Jika orang-orang yang kita percayai mengecewakan kita, keadaan yang Anda alami juga mengecewakan, bahkan Anda merasa bahwa sepertinya Anda gagal, ingat selalu bahwa Allah tidak pernah gagal dan Ia tidak pernah mengecewakan kita! RencanaNya tidak pernah gagal, kasihNya tidak mengecewakan dan tanganNya senantiasa menopang Anda dan saya. Jika Anda percaya akan hal ini dan bertindak berdasarkan fakta tersebut, maka hidup Anda dan saya akan lebih bahagia dan tenang.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yesaya 29:11

Mengampuni dan melupakan, tinggalkan kepahitan dan terus melangkah maju, maka Allah akan mencurahkan Roh KudusNya untuk memenuhi hati kita, Ia akan memberikan kepada masing-masing kita hati yang penuh kasih, hati yang lembut, penuh pengampunan,  dan rela memberi. Ia akan menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih kuat dan lebih baik. Allah juga akan menjadikan Anda dan saya sebagai alat untuk menyatakan kasihNya kepada dunia serta menjadikan Anda dan bsaya sebagai tempat bernaung bagi sesama. Dengan kata lain, Allah akan menjadikan Anda dan saya menjadi seperti Dia! Amin….

 

 
*courtesy of PelitaHidup.com
Sumber: letjesushelpyou


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: