Pelita Hidup Jangkau Dunia

Belajar Mengingat Kebaikan Orang Lain

 

 “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.” (Filipi 1:3)

Apa yang Anda ingat tentang seseorang? – pengalaman baik bersama dia atau pengalaman buruknya? Rasul Paulus mengatakan “Aku suka mengingat-ingat hal yang baik dari seseorang, memusatkan perhatian pada hal-hal baik dan menyenangkan yang sudah kami lalui dan mengingat semua pengalaman indah kami.”
*courtesy of PelitaHidup.com
Ketika Rasul Paulus mengatakan hal ini, ia sedang mengalami kesukaran di Filipi. Kisah Rasul 16 mengatakan bahwa ketika Rasul Paulus pergi ke Filipi, ia ditahan secara ilegal, dicambuk, dihina dan dipenjara sebelum akhirnya ia dipaksa untuk meninggalkan kota. Namun, Rasul Paulus tetap mengatakan,  “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.” (Filipi 1:3).

Paulus bisa saja berorientasi pada hal-hal negatif. Ia bisa saja hanya mengingat-ingat peristiwa menyakitkan yang dialaminya, tetapi ia memilih untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang membuatnya dapat mengucap syukur.

Mungkin dulu – atau bahkan baru-baru ini – Anda pernah dilukai dan disakiti oleh pasangan atau orang tua Anda, dan Anda masih memegang erat rasa sakit tersebut hingga saat ini. Akibatnya, kini Anda tidak dapat menikmati kebersamaan Anda bersama mereka. Anda masih memusatkan perhatian pada hal-hal negatif.



Mengucap syukurlah untuk setiap kebaikan yang dimiliki seseorang. Kenangan yang indah sejatinya adalah sebuah pilihan. Kita dapat memilih apa yang akan kita ingat tentang masa lalu.

Perlu diperhatikan bahwa hal ini bukan berarti bahwa kita menyangkal luka dan rasa sakit yang dialami karena peristiwa tersebut atau kita menyetujui kesalahan dan kelemahan orang lain yang menyebabkan Anda terluka tersebut. Kedua hal tersebut tidak sehat secara psikologi. Yang dimaksud di sini adalah kita memusatkan perhatian pada hal-hal yang baik saja dan memilih untuk memberikan penekanan lebih pada kebaikan tersebut.
*courtesy of PelitaHidup.com
Kita sering mendengat kata-kata para istri seperti berikut, “Suamiku seorang laki-laki yang baik, tapi …” Setiap kali Anda mendengat kata “tapi,” berarti penekanannya adalah pada hal yang negatif, bukan pada hal positif. Bersyukurlah atas pasangan hidup Anda. “Suami Sempurna” tidak ada di dunia ini.  Hal yang sama juga sering kita dengar dari para suami, tetapi “Istri Sempurna” juga tidak ada di dunia ini!

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Jika Anda ingin menikmati hubungan Anda dengan orang lain, Anda harus memusatkan diri pada kebaikan mereka, bukan pada kekurangan yang mereka miliki. Memang ada pribadi tertentu yang membuat Anda berusaha lebih keras untuk dapat mewujudkan hal ini, tetapi Anda akan selalu dapat menemukan kebaikan dalam diri seseorang.
*courtesy of PelitaHidup.com
 

Untuk Kita Renungkan

  • Pengalaman menyakitkan apa yang menghalangi Anda dalam menunjukkan kasih sayang Anda secara penuh kepada seseorang?
  • Apa yang akan Anda doakan hari ini sehingga Anda dapat merelakan kenangan atas peristiwa tersebut dan melanjutkan hidup Anda?
  • Bagaimana dengan pribadi yang sudah menyakiti Anda tersebut? Apakah Anda dapat mengucap syukur atas dia?

 

 

Disadur dari: rickwarrendotorg


Team PH
Team PH_Tulisan ini dipersiapkan oleh Team Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 1 respon

  1. Terimakasih untuk mengigatkan kita agar mengingat kebaikan bukan kejahatan yg kita terima

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: