Pelita Hidup Jangkau Dunia

Kenapa Takut Akan Masa Depan?

Kenapa Takut Akan Masa Depan?

photo by: h.koppdelaney, flickr.com/photos/[email protected]/6955304661

“Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” Matius 6:26.

Oleh Tina Yamaguchi
*courtesy of PelitaHidup.com
Aku sudah bicara dengan banyak orang yang takut akan masa depan, terutama peristiwa akhir zaman seperti yang dijelaskan dalam kitab terakhir Alkitab, kitab Wahyu. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka takut membaca bagian dari Alkitab tersebut dan lebih suka untuk tidak memikirkan hal itu, seperti seorang anak kecil yang menutup matanya saat dia takut, berharap masalah tidak akan melihat dia.

Harus kuakui bahwa aku dulu juga takut pada peristiwa yang akan datang. Meskipun aku telah diajarkan seumur hidupku tentang kuasa Allah dan rencana-Nya untuk melindungi umatNya pada masa-masa yang gelap, kadang aku lupa akan jaminan tersebut saat aku mulai kuatir. Ada suatu kejadian yang mengubah semuanya itu.

Dua setengah tahun yang lalu aku mengetahui bahwa aku hamil, dan bulan yang sama Tuhan memanggilku dan suami untuk menjadi misionaris ke Afrika. Ini merupakan hal yang sangat mengejutkan karena aku telah lama tinggal di Jepang dan sangat aktif terlibat dalam program konseling bagi mahasiswa serta kegiatan amal lainnya. Aku sudah lancar berbahasa Jepang, bahagia dan puas. Dan aku merasa bahwa aku telah menetap di tempat yang Tuhan sediakan bagi aku. Tetapi kemudian Dia berkata bahwa Dia punya beberapa hal lainnya untuk diajarkan kepadaku. Hal ini mengubah semuanya!



Setelah mengatasi keterkejutan dan beradaptasi dengan rencana baru, aku menjadi bersemangat untuk pergi ke suatu tempat yang sama sekali berbeda. Beberapa bulan kemudian kami memulai perjalanan kepindahan kami. Kami berhenti di Eropa untuk mengunjungi keluarga suamiku, dan sementara kami berada di sana kami menghubungi beberapa anggota The Family yang sudah di Afrika dan kami rencanakan untuk bekerjasama dengan mereka.

Mereka mendesak kami untuk membawa segala sesuatu yang kami butuhkan untuk bayi kami nantinya, karena mungkin akan sulit untuk mencari peralatan dan kebutuhan bayi di Afrika. Hal yang lebih buruk lagi, saat itu dalam keadaan musim dingin di Eropa, sedangkan bayi kami akan lahir dalam suasana iklim tropis di Afrika. Tidak ada yang menyediakan pakaian bayi untuk musim panas.
*courtesy of PelitaHidup.com
Aku mulai merasakan beban yang berat. Aku mulai merasa gila dan merasa tidak bertanggung jawab untuk pergi ke Afrika dengan membawa bayi. Bagaimana aku mendapatkan semua yang kubutuhkan dalam waktu singkat dan dengan begitu sedikit uang? Kenapa aku?! Aku mulai menangis.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Aku merasa terpuruk, tapi sebenarnya itu bukanlah hal yang buruk. Kadang-kadang kita perlu berada dalam keadaan seperti itu untuk dapat melihat ke atas. Aku membaca ayat Alkitab pada topik kekuatan dan pemeliharaan Allah, dan mulai menyadari bahwa sebagaimana aku mencintai anakku dan hanya ingin yang terbaik untuknya, begitu juga dengan Tuhan yang peduli tentang kami bahkan lebih dari itu. Ia lebih dari sanggup untuk memberikan segala yang kami butuhkan.
*courtesy of PelitaHidup.com
Aku hanya perlu beristirahat dalam pelukan-Nya dan mendengarkan ketika Ia berkata:

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” Matius 11:28-30.

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” Matius 6:26.

Terhibur oleh Firman Tuhan tapi masih tidak tahu bagaimana Dia akan menyediakan semua yang kami butuhkan dalam waktu singkat, kami memutuskan untuk melihat pasar loak. Mungkin kami bisa menemukan pakaian bayi dengan kualitas yang baik. Aku menemukan satu iklan yang kelihatan bagus: “Furniture dan pakaian anak-anak.” Kami pergi dengan beberapa teman, tetapi ternyata hampir tidak ada apapun yang kami temukan kecuali barang antik dan lukisan-lukisan tua. Hanya ada satu kios yang menjual dua buah baju bayi.

Aku berdiri dengan perasaan yang benar-benar kecewa dan putus asa, dimana teman-teman kami malah bergembira karena menemukan apa yang mereka cari. Aku pikir, baiklah, kalau menemukan dua atau tiga baju bayi lagi juga sudah cukup. Tapi aku mengingatkan diriku bahwa Tuhan Allah adalah Bapa-ku dan Dia tidak akan membiarkan aku.

Lalu mereka menemukan satu kios yang entah bagaimana telah kulewatkan sebelumnya. Di sana ada seorang pria yang menjual satu set lengkap baju bayi dari baru lahir hingga berumur satu tahun. Semuanya dalam kondisi hampir sempurna dan sebagian besar baju-baju itu untuk musim panas! Ada beberapa mainan juga dan barang-barang bayi lainnya yang kami perlukan. Ketika si penjual mengetahui bahwa kami akan ke Afrika sebagai misionaris, ia langsung memberikan semuanya kepada kami!

Kemudian, adik iparku, yang bekerja untuk sebuah perusahaan farmasi, memberi kami segala sesuatu yang kami perlu-vitamin, krim, bubuk, dan masih banyak lagi. Pada saat kami berangkat ke Afrika, kami tidak kekurangan apapun!
*courtesy of PelitaHidup.com
Apa yang harus dilakukan dengan kekuatiran akan akhir zaman? Sekarang, setiap kali aku dihadapkan dengan ketakutan tersebut, terutama yang berhubungan dengan anak perempuan kami, aku selalu ingat pada pengalaman di atas.

Jika Anda memiliki rasa takut juga, pikirkan tentang seberapa banyak Anda mencintai anak-anak Anda dan apa yang akan Anda lakukan untuk melindungi dan menyediakan bagi mereka, lalu kalikan itu dengan satu juta. Sebanyak itulah apa yang akan Tuhan lakukan bagi Anda. Allah adalah Bapa terbaik yang kita miliki. Kita hanyalah manusia, sehingga tak terelakkan jika kita kadang mengecewakan anak-anak kita dan jauh dari orangtua yang sempurna. Tetapi Tuhan tidak akan pernah gagal. Kita aman dalam pelukan-Nya selamanya!

Sumber: letjesushelpyou.com


Penulis Tamu
Penulis Tamu_Tulisan ini disumbangkan oleh pembaca Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 22 respon

  1. Dia terlebih besar di dalam hidup ini Tuhan menyediakan apa yang kita minta apa yang kita butukan pada saat kita haus dia beri kita minum ketika kita lapar dia beri kita makan siapakah yang mempunyai kuasa seperti dia.Dia Tuhan siapa yang bisah menandingi kuasa Tuhan? hanya dia harapan hidup ini saya percaya akan kebesaran Tuhan dan ke Agungan kasinya yang selalu menyetaikita sebab Firmanya berkata ” Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan dan menaruh harapannya kepada Tuhan,,,.Amin Syalom untuk semua Good Blees You

  2. Tuhan Yesusku Luar Biasa…!!! penuh Kuasa dan Mujizat yang dahsyat, serta Ajaib…Ia mampu melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaNya yang gagal….Ia sanggup menolong kita, Ia sanggup membebaskan kita dari segala ketakutan dan kekuatiran, Ia sanggup mengampuni,memulihkan dan menyelamatkan hidup kita….!!! ketakutan dan kekuatiran itu merupakan bentuk intervensi “iblis” dalam hidup kita

  3. Terima kasih renungannya. saya menjadi kuat dan tidak takut mengahadapi masa depan saya dan keluarga saya.sesuai dengan firman Tuhan di ayat FILIPI 4:19
    “Allah-ku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus”. Ini janji yang melegakan hati saya . Dan saya akan pegang janji Allah ini.

  4. Amen,,TUHAN BAIK…

  5. Terima kasih atas renungan yang sangat menguatkan, terkadang kekwatiran datang menghantui terutama atas masa depan keluarga saya (anak2 saya), namun mulai saat ini saya harus yakin bahwa Tuhan sangat peduli dengan saya dan keluarga saya, Amin..

  6. renungan ini menguatkan iman dan kepercayaanku pada janji Tuhan yang akan mencukupkan semua yang dibutuhkan cucu-cucuku yang baru saja ditinggal ayahnya menghadap Tuhan,trimakasih….

  7. Terima kasih atas berkatnya, beberapa hari ini saya tidur tidak nyenyak karena memikirkan anakku yang besar akan sekolah SMU di Yogya, sementara kami sekeluarga ada di Cina (bekerja dan melayani pekerjaan Tuhan), saya kuatir akan keamanan, pergaulan dll saat dia di Indonesia, tapi Firman ini menguatkan saya, amin…

  8. Terimakasih buat renungan ny yg luar biasa,
    Skrng aq mw bljar kuat dlm sgala keadaan ku dgn prcaya YESUS adlh BAPA trbaik yg kumiliki,dan tak akn prnah m’mbiarkan ku.,tRImakasih YESUS. buat pnghiburan yg KAU berikan spanjang hidup ku.
    Amen

  9. salom, setiap kita TUhan telah siapkan apa yang menjadi kebutuhan kita dari hal duniawi
    sampai kepada hidup kekal ber.sama Tuhan yesus kristus, hanya Dengan berkomitmen untuk setia melanyani Dia. jangn pernah takut Tuhan sediakan semua bagi kita. yes…… Jbu

  10. amin. terima kasih renungannya, sangat menegur dan mengingatkan saya yang saat ini dalam kondisi khawatir akan masa depan kami karena status pekerjaan saya yang belum jelas. Tapi renungan ini menguatkan saya bahwa Allah yang mengantar kami dan memelihara kami selama ini, tidak akan pernah meninggalkan kami, di balik kesulitan saat ini aku yakin tangan Tuhan sendiri bekerja menyelesaikan segalanya bagi kami.amen

  11. Terima kasih renungannya, benar-benar memberkati dan menguatkan aku dan rumusnya yang indah kebaikan orang tua dikalikan 1 juta maka = sebanyak itu kebaikan Allah. GBU

  12. Tuhan kita Yesus Kristus jauh LEBIH BESAR dari semua masalah terbesar kita sekalipun. Amin

  13. Sebuah pengalaman yang luar biasa,dan renungan ini akan menginspirasi bagi kita orang percaya yang membacanya.

  14. Tuhan ku dashyat dan berkuasa atas hidup ku. makasih ya atas renungannya yang sangat memberkati saya dan saya sadar bahwa saya tidak takut akan masa depan karana saya tahu Tuhan selalu ada, bagi Dia tak ada yang mustahil. JBU

  15. Yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang_orang yang paling berbahagia di antara semua orang lainnya di muka bumi ini. Sepanjang mempercayai Tuhan Yesus maka tidak ada satu hal pun yang kita takutkan sekalipun itu kematian. Renungan ini sungguh luar biasa..Gbu

  16. Amin. Terima kasih renungannya yang sangat memberikan support. Tuhan Yesus memberkati

  17. Terima kasih…

  18. trimakasih buat renungannya, kini aku semakin percaya bahwa Yesuslah Bapa yg terbaik dan tak akan membiarkan hidupku dlm kekuatiran, ataupun kekurangan.thanks Lord Jesus

  19. trima kasih utk renungannya yg sngt mmberkati saya saat ini….Gbu

  20. amin…
    Renungan yg sangat memberkati.

  21. Shalom, Terimakasih atas kiriman renungan “Kenapa Takut Akan Masa depan?” yang sangat menguatkan kami dalam menghadapi masa depan kami yang menurut kami sebagai manusia yang penuh dengan dosa sangat suram. Tetapi setelah membaca renungan diatas, Puji Tuhan kami mulai sadar bahwa kita tidak perlu takut karena ada Tuhan yang mengatur segalanya untuk kita manusia, dan saya yakin Tuhan akan selalu memberi yang terbaik.

  22. Tuhan itu Allah yg Maha kuasa,DIA Allah yg hidup tentu sanggup mencukupkan bahkan lebih dari yg kita perlukan.jika Tuhan ijinkan kita berada pada situasi yg kurang baik,bahkan situasi sulit..ttp aku kan percaya bwh Allah akan menyediakan yg terbaik bagiku,sebab bagi Tuhan tak ada yg mustahil.~?»?·???·????????? ?m!? ??????·???·???«??~

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: