Pelita Hidup Jangkau Dunia

Meraih Hari Esok Yang Penuh Harapan

Meraih Hari Esok Yang Penuh Harapan“Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
“Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”

Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.”

Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.”
*courtesy of PelitaHidup.com
Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”

Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.

Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”


Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.” 1 Raja-raja 17:8-16
*courtesy of PelitaHidup.com
Pada saat itu sedang terjadi kekeringan yang dahsyat karena hujan tidak turun selama tiga setengah tahun. Kelaparan juga melanda seluruh negeri itu (Luk 4:25-26). Lalu Tuhan menyuruh Elia untuk pergi ke Sarfat. Disanalah Tuhan menyatakan mujizatNya melalui seorang janda.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Keadaan perempuan tersebut sudah sangat memprihatinkan. Dia hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak. Sisa sedikit bahan tersebut adalah bahan makanan terakhir yang akan diolah dan dimakan bersama dengan anaknya. Setelah itu dia telah pasrah pada apa yang akan terjadi pada dirinya dan anaknya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Perempuan tersebut sudah tidak punya harapan lagi selain kepada apa yang dimilikinya. Hanya sedikit bahan makanan-lah yang menjadi harapan terakhir untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kekeringan dan kelaparan yang sedang melanda bukan merupakan keadaan yang bisa mendatangkan keuntungan. Sangatlah sulit untuk mendapatkan air maupun bahan makanan.

Tetapi Tuhan mengutus Elia kepada perempuan tersebut untuk menyatakan kemuliaanNya.

Ada beberapa hal yang membuat mujizat terjadi dalam kehidupan perempuan janda tersebut:

1. Tidak Takut

“Tetapi Elia berkata kepadanya: ‘Janganlah takut’ ” 1 Raja-raja 17:13a

Elia meminta perempuan itu untuk membuatkan sepotong roti baginya. Tentunya perempuan tersebut berpikir, bagaimana mau membuatkan roti untuk orang lain sedangkan untuk dirinya sendiri saja pas-pasan.

Tetapi Elia mengatakan kepada perempuan itu untuk tidak takut, karena Tuhan akan mencukupi segala kebutuhan mereka hingga masa kelaparan tersebut berlalu.

Janganlah takut atau kuatir atas apa yang sedang kita alami saat ini. Kekurangan atau masalah yang sedang kita alami harus kita jalani dengan hati yang tenang. Ketakutan atau kekuatiran tidak akan menyelesaikan masalah.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Matius 6:27

Dengan ketenangan maka kita akan dapat menjalani setiap masalah yang ada dengan pikiran yang lebih jernih. Jangan takut dan jangan kuatir, karena Tuhan ada bersama dengan kita.

“Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.” Yosua 1:8

.

2. Pegang Janji Tuhan

“Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.” 1 Raja-raja 17:14

Elia menyatakan janji Tuhan bahwa Tuhan akan memberikan hujan sehingga kekeringan dan kelaparan akan berhenti. Janji ini menjadi pengharapan baru bagi perempuan tersebut. Walaupun keadaan masih tetap sama, tetapi tanpa keraguan sedikitpun dia melakukan apa yang Elia perintahkan. Matanya memandang kepada janji Tuhan yang indah bagi kehidupannya dan hari esok yang penuh harapan.

Keadaan yang kita alami mungkin belum berubah menjadi baik. Tetapi Tuhan memberikan janji kepada kita bahwa ada hari esok yang penuh harapan bagi kehidupan kita. Dan Dia tidak akan lalai menepati janjiNya.

Oleh karena itu peganglah janji Tuhan dalam hati kita. Jangan pernah lepaskan apa yang telah Tuhan janjikan, karena Dia tidak akan berlambat-lambat menggenapi apa yang telah Dia firmankan bagi kita.

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia 29:11
*courtesy of PelitaHidup.com
.

3. Melangkah Dengan Iman

“Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.” 1 Raja-raja 17:15-16

Perintah Elia untuk membuatkan roti terlebih dahulu bagi dia merupakan hal yang kelihatan tidak masuk akal. Logika manusia sudah pasti tidak sesuai dengan hal yang Elia katakan.

Tetapi perempuan janda itu tidak membantah apa yang Elia katakan. Dia tidak meragukan apa yang akan terjadi. Setelah mendengar janji Tuhan, dia langsung melakukan perintah Elia. Dia melakukannya dengan penuh keyakinan. Dia yakin bahwa Tuhan benar-benar ada dan akan melakukan hal yang baik bagi kehidupannya.

Dan kita melihat keyakinan imannya membuahkan hasil. Tepung dan minyak yang dia miliki tidak berkurang sedikitpun, walaupun untuk sekian lama digunakan untuk mencukupi kebutuhan bagi mereka bertiga. Kuasa Tuhan dinyatakan dalam kehidupannya. Mujizat terjadi!

Apa yang harus kita lakukan dalam berbagai masalah: keadaan kekurangan, sakit-penyakit, doa yang belum dijawab, belum dapat jodoh, belum dapat pekerjaan, pekerjaan yang kurang bagus, bisnis yang tidak berkembang dan masih banyak lagi?

Kita harus tetap mencari, tetap bekerja, tetap berusaha, tetap melakukan yang terbaik dan tetap konsisten dalam melakukan segala upaya. Lakukan dengan iman, lakukan dengan penuh keyakinan, dan lakukan dengan penuh pengharapan. Tuhan akan menyatakan mujizatNya pada saat kita melangkah.

Keadaan tidak akan berubah jika kita tidak mau melangkah dengan iman. Tetapi pada saat kita melangkah dengan iman, maka kuasa Tuhan akan menyertai setiap langkah yang kita jalani. Dia akan memampukan kita, Dia akan memberi kekuatan bagi kita untuk melalui semuanya. Dia juga yang akan membawa kita kepada kemenangan.

“Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” Yakobus 2:21-22

.

Janganlah kita menyerah atas apa yang sedang kita alami. Semua yang terjadi merupakan ujian bagi kita untuk dapat lebih dekat lagi kepada Tuhan. Dengan mencontoh perempuan janda di Sarfat, yaitu dengan tidak takut, memegang janji Tuhan dan melangkah dengan iman, maka kita dapat berjalan lebih kuat lagi untuk meraih hari esok yang penuh harapan. Haleluya!

.

“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” Yeremia 17:7-8


Riva Sinjal
Riva Sinjal adalah penulis & pendiri Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 35 respon

  1. Amin Tuhan Yesus selalu menmberi kekuatan dalam menjalani hidup ini

  2. Firman yang menguatkan tatkala menghapi masalah berat menjadi lebih ringan dan memberi harapan hidup yg lebih baik

  3. Sangat bagus, membangun iman, memberikan motivasi untuk bertindak dengan iman, serta kuat dalam mengandalkan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati

  4. Puji Tuhan saya sangat di berkati dengan artikel di atas, yang membuka pikiran dan hati saya untuk tetap mempercayai Tuhan , karena DIA pasti akan bertindak.
    Tuhan memberkati

  5. Puji Tuhan dgn renungan ini sy dikuatkan kembali utk menapaki hari esok yang penuh harapan, Tuhan Yesus Memberkati

  6. segala puji syukur buat renungan nya,Biarlah semua orang percaya tetap mempercayai janji janji ALLAH di tengah zaman yang susah dan sukar ini
    Tuhan memberkati pk Riva Sinjal

  7. suatu renungan yang hebat pada saat kita merasakan beban untuk memposisikan diri dng dampak kenaikan BBM tetapi antara perbuatan dan iman yang tdk dapat dipisahkan memberikan dampak dan semangat hidup dan Tuhan memberkati

  8. SANGAT MEMBANGUN DAN MENGUATYKAN IMAN BAGI SETIAP PEMBACA,…MARI KITA TERUS BERJUANG UNTUK MERAIH MAHKOTA KEHIDUPAN YANG TELAH DIJANJIKAN OLEH TUHAN

  9. matheos sabneno
    Monday 3 June 2013, 5:34 am

    Haleluyah = puji Tuhan yg luar biasa bagi mereka yg taat melakukan firmanNya Karena bukan kehendak kita kita hadir di bumi, jadi bila setiap orang tahu bahwa Allah yg menghendakinya hidup di bumi, tidak usah khawatir akan hari esok karena semuanya telah disediakan Tuhan bagi kita atas kehendakNya

  10. Membuat hati kita semakin damai dan tidak takut menghadapi tantangan. Tuhan Yesus Berkati

  11. Puji Tuhan, renungan ini menguatkan iman saya dan membawa saya untuk yakin bahwa mujizat Tuhan nyata dalam setiap kehidupan :) Tuhan Yesus memberkati

  12. hanya pada Tuhan ada pengharapan akan hari esok yang lebih baik.tq bwt renungannya.GBU

  13. Tuhan pasti buka jalan bagi setiap kita yang selalu berserah kepadaNYA???

  14. haleluya…..
    firman yang luar biasa yang menjadi inspirasi saya.I like it.
    Jesus bless us

  15. Sabar dan bertekun dalam Tuhan kita Yesus Kristus… Pasti semuanya indah pada waktu-Nya

  16. memberikan saya kekuatan untuk tetap bersabar menanti jawaban Tuhan Yesus dalam Pergumulan Hidup Saya dan keluarga Amen……….

  17. puji Tuhan,,,,Firman ini sungguh luar biasa,,memberikan saya kekuatan untuk tetap bersabar menanti jawaban Tuhan Yesus dalam Pergumulan Hidup Saya dan keluarga

  18. Puji Tuhan dan Terima kasih. Saya sangat dikuatkan denganb renungan ini;
    Tuhan memberkati

  19. Puji Tuhan dan terima kasih atas renungannya, Tuhan Yesus memberkati, amin

  20. Amin buat FirmanNya.

    Tuhan Yesus memberkati.

  21. amin haleluya firmanMU berkata Kau besertaku maka kuat roh dan jiwaku

  22. Terima kasih pak buat Firman Tuhan yang dibagikan. Saya sangat diberkati sekali. Membuat saya semakin percaya dan mau melakukan Firman Tuhan ini dengan setia. Tuhan Yesus memberkati.

  23. Puji Tuhan asal kita taat dan setia pasti ada Mujizat setiap hari yg terjadi dlm hidup ini…Amin

  24. puji Tuhan

  25. puji Tuhan , triimakasih atas renunganya..

  26. Yonathan Agung Setiawan
    Wednesday 30 January 2013, 4:01 pm

    Memang sangat sangat luar biasa Janji dan Pemeliharaan Allah, semuanya PASTI, tidak ada keraguan pun di dalamNya. PertolonganNya memang sungguh tidak pernah terlambat sampai kita anak-anakNya dipermalukan, juga tidak pernah terlalu awal sehingga bisa membuat kita lupa pada Tuhan dan mengandalkan kekuatan sendiri. FirmanNya ini memang hidup kalau kita benar-benar percaya kepadaNya. Tuhan selalu baik, bahkan sangat baik sehingga perintah-perintahNya pun kalau kita mau belajar melakukannya menjadi tidak berat lagi karena berkat di balik semuanya itu sangat banyak dan nyata.

  27. Terimakasih untuk renungan ini karena sangat menguatkan saya yang mengalami kepedihan yang dalam karena ditinggalkan istri tersayang yang dipanggil Tuhan

  28. Kezia Angel Patras
    Friday 18 January 2013, 9:13 am

    Amin aku percaya apa bila kita berama Tuhan,kita tidak takutenghadapi tantangan hari esok

  29. Puji Tuhan, saya sangat terberkati dengan tulisan diatas, smoga kita smua diberkati. “Amin”

  30. Sangat indah… Apakah saya bisa di kirimkan Renungan setiap hari ke alamat Email saya ?Trima KaSih sebelumnya. Tuhan Yesus Memberkati

  31. Puji Tuhan, karya meriah hari esok yang penuh pengharapan sedikit banyak membantu diri saya menghadapi pergumulan yang sedang saya hadapi. terima kasih kepada penulis karya ini kerana menyedarkan dan menguatkan iman saya kepada Tuhan. sepertinya karya ini diciptakan buat saya kerana saya sangat membutuhkan kata-kata motivasi untuk mengatasi dan menghadapi segala ujian yang datang. Puji Tuhan.

  32. Untuk menjadi orang beriman, saya masih takut, takut kehilangan, banyak membuat alasan. tapi terima kasih pencerahannya

  33. Terima kasih untuk renungan firman Tuhan ini yang sqngat memberkati saya dan saya yakin pasti memberkati juga bagi orang yang haus dan lapar akan kebenaran.
    Tuhan Yesus memberkati.

  34. terima kasih renungan menguatkan hidup kita Tuhan Yesus memberkati …

  35. Bagus dan menguatkan iman. Tuhan Jesus memberkati,

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: