Pelita Hidup Jangkau Dunia

Kesaksian: Percaya Membawa Mujizat Bagi Anakku

Kesaksian dari pembaca Pelita Hidup

Di jaman serba modern seperti ini, banyak orang mulai meragukan keberadaan mukjizat Tuhan. Kesaksian ini saya tulis, semata-mata Demi Lebih Besarnya Kemuliaan Tuhan (AMDG).

Anak ini adalah mujizat
*courtesy of PelitaHidup.com
Tidak cukup kata-kata yang bisa mendeskripsikan pengalaman keluarga saya selama 9 bulan terakhir ini, akan saya ceritakan sejak awal sampai di titik klimaks lahirnya anak kedua saya.

Baru 10 minggu berlalu sejak saya dinyatakan mengandung. Anak pertama kami, Ieva pulang sekolah dengan wajah berbintik merah. Saya mendapat firasat kurang baik, dan segera ke dokter.

Hati ini rasanya tidak tenang dan di kepala saya sudah terpikir sebuah penyakit yang sangat ditakuti wanita hamil, yaitu virus Rubella. Dokter berkata bahwa anak ini hanya alergi.


Namun hati saya tetap cemas, besok siangnya saya berinisiatif memeriksakan darahnya ke lab. Hasil lab menyatakan Ieva positif terkena rubella. Kami serumah diliputi kepanikan. Bagi ieva sendiri virus ini hanya campak biasa yang akan sembuh sendiri. Namun kalau virus ini sampai masuk ke badanku yang sedang hamil, akibatnya bagi janin bisa fatal (silakan browsing sendiri di Google apakah rubella itu dan akibatnya).

Malam hari itu juga, setelah hasil lab Ieva keluar, saya segera mengungsi ke rumah saudara di kota yang sama. Saya berusaha untuk tidak membuat suami menjadi panik, karena saya tahu pekerjaannya di pulau lain sedang padat juga.
*courtesy of PelitaHidup.com
Inilah kali pertama sejak melahirkan Ieva, saya meninggalkan Ieva. Berat dan sedih, tapi demi calon adiknya, saya harus bertahan. Kalau di rumah yang sama, resiko saya tertular akan semakin besar.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Hari-hari tanpa Ieva benar-benar berat dan menguras emosi. Tapi dia anak yang tabah, campaknya belum sembuh, dia hanya diam saja dan berpikir sendiri. Tidak menangis teriak-teriak, walaupun ditinggal mamanya sampai 3 minggu.
*courtesy of PelitaHidup.com
Sudah amankah? Tidak, menjelang weekend di minggu kedua, di badan saya muncul bintik-bintik merah,mulai dari tangan, wajah, leher, menyebar ke perut. Saat itu saya betul-betul panik dan putus asa. Ternyata virus itu tetap menular, karena masa inkubasinya bisa 2-3 minggu sebelum gejala ruam merah muncul.

Siangnya saya langsung cek lab, namun hasil lab baru keluar 2 hari kemudian. Malam hari saya kabari suami tentang bercak merah ini, kami betul-betul kehilangan arah. Sampai akhirnya besok subuhnya suami saya langsung memutuskan untuk pulang ke jawa, dan saya berangkat ke jakarta, jadi kami bertemu di jakarta.

Kami mencari dokter-dokter terbaik dalam kasus rubella ini lewat internet. Saat mencari itu, otomatis juga menemukan berbagai artikel mengerikan dari virus ini. Air mata yang terkuras sudah tidak terhitung banyaknya, membayangkan berbagai kemungkinan mengerikan yang bisa terjadi pada anak kami.

Proses selanjutnya tentu sama seperti orangtua lain pada umumnya, berusaha menyelamatkan calon bayinya. Beberapa nama dokter yang kami browsing dari internet, kami datangi. RS Bunda Jakarta tempat Ieva lahir dulu, jadi RS pertama yang kami datangi, kebetulan ada dokter ahli juga yang istilahnya mengurus “fetomaternal”/kelainan janin.

Di ruang dokter, kami mendapat banyak pandangan dari dokter. Ada kata-katanya yang membekas di hatiku, “Bu, tanpa rubella pun, kalau 9 bulan ibu USG semua baik dan normal, lalu tiba-tiba waktu lahir terjadi masalah, apa mau dibuang juga?”.

Rasanya pengen nangis waktu ditanya begitu. Iya ya… Dokter menyerahkan kembali ke saya dan keluarga apa yang harus dilakukan pada calon anak kami yang ke–2 ini, apakah kandungan ini akan diaborsi atau dilanjutkan.

Kemungkinan virus rubella mengenai janin pada kehamilan seperti ini sekitar 80%! Jadi saya hanya punya kesempatan 20% (secara hitungan manusia/ilmu medis).
*courtesy of PelitaHidup.com
Beberapa keluarga, saudara, teman yang mengetahui kejadian ini, tidak sedikit yang menganjurkan untuk terminasi langsung. Siang itu, di tengah kebingungan dan putus asa, saya mendengar satu suara yang sangat jelas, sampai saya yakin itu bukan suara dari pikiranku. Bunyinya “Kenapa kamu tidak percaya kepadaKu?”.

Saya cukup lama tertegun mendengarnya. Saat saya sampaikan pada suami, dia menguatkan saya untuk terus melanjutkan kehamilan ini. Suami saya adalah supporter terbesar, my soulmate…

Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk tidak melakukan aborsi karena kami berpikir bahwa aborsi tidak diperbolehkan secara agama dan kami lebih baik berserah kepada Tuhan untuk menjaga dan menyembuhkan janin yang di kandung. Kemudian dokter memberikan obat dan suplemen untuk menghambat penyebaran virus itu.

Menjalani kehamilan dengan penuh penghargaan, itu yang saya jalani sekarang ini. Saat hamil anak pertama, saya jarang peka merasakan campur tangan Yang Di Atas, beda banget sama yang kali ini. Waktu lebih banyak dihabiskan untuk berdoa pagi sampai malam, dibantu keluarga, teman, saudara, doa-doa itu makin terasa “keampuhan”nya dari hari ke hari.

Saya percaya tidak ada yang melebihi kekuatan Tuhan, prediksi manusia masih bisa punya banyak kesalahan. Saya bukan orang yang “beriman teguh” atau aktif dalam rohani di kehidupan sehari-hari, tapi membaca banyak kesaksian orang di internet, Tuhan tidak pilih-pilih waktu menyelamatkan manusia, siapapun bisa diselamatkan asal percaya.

Beberapa kejadian “menakjubkan” terjadi dalam beberapa bulan itu:

  • Puluhan ayat “muncul” dengan sendirinya saat kami membuka Alkitab, dan bunyinya selalu pas, selalu menunjukkan arah apa yang harus kami lakukan.
  • Bulan Desember 2011 saya pernah memesan sebuah buku kepada seorang penulis Kristiani, judulnya “Mukjizat Kehidupan”. Namun setelah memesannya, saya lupa. Sampai akhirnya tanggal 8 Desember’11 pagi saya berdoa ingin Tuhan beri hadiah di hari ultah pernikahan keempat kami. Siang harinya buku tersebut tiba. Di dalamnya ada 2 buku mungil, gratis diberi oleh penulisnya, isinya tentang doa-doa untuk kesembuhan, sesuatu yang sangat saya butuhkan saat ini. Sungguh ajaib, seakan Tuhan sendiri yang mengirim bacaan-bacaan itu untuk saya, tanpa saya minta.
  • Saya mengontak beberapa orangtua yang mengalami kasus sama (hamil terkena rubella), ajaibnya Tuhan mempertemukan saya dengan para orangtua yang semua anaknya “selamat”, semua anaknya normal, dan mereka semua sangat pro-life, mendukung untuk meneruskan kehamilan.
  • Intensif berdoa, ajaib, angka titer virus pada bulan ke 5 menurun drastis, bahkan saat bulan ke 7 angkanya sudah negatif! Secara medis tidak banyak yang bisa mengalami itu. Kebanyakan saat melahirkan, angka titer virus di badan si ibu masih positif mengandung virus. Saya percaya ini berkat Tuhan.
  • Saat bingung memilih nama bayi sampai berbulan-bulan saya dan suami belum sreg. Sepupu saya menyarankan untuk mendoakan dan meminta nama dari Tuhan. Untuk nama belakang saya sudah menentukannya, karena 3x ditunjukkan melalui ayat Alkitab. Untuk nama depan, 2 hari setelah didoakan langsung muncul nama yang cocok, nama yang indah menurut kami.
  • Setiap detik selama 7 bulan itu kami menekan perasaan manusiawi, yaitu kecemasan. Setiap kali takut, saya berusaha cepat mengalihkan pikiran dengan berdoa. Doa apa saja, menyampaikan ketakutan saya, berkeluh-kesah pada Tuhan, dan bersyukur untuk hari itu. Doa adalah jalan yang ampuh untuk mencari kedamaian. Saat kandungan 8 bulan pun sempat beberapa kali flek, diberi obat penguat kandungan, dan setelah berdoa, tidak lama fleknya hilang.

Tidak terasa 9 bulan berlalu cepat, Dokter terus memantau perkembangan janin melalui USG. Bulan demi bulan,dan tiba saat melahirkan.

Seminggu sebelum rencana operasi, saya sudah ke Jakarta. Akhirnya Minggu, 6 Mei 2012 pkl 12.27 di RS Bunda Jakarta anak kedua kami lahir dan kami beri nama Imelda Elianna. Imelda artinya “pejuang yang tangguh”, Elianna artinya “Tuhan telah menjawab”.

Dan memang betul Tuhan menjawab doa kami. Selama 5 hari kami di rumah sakit, macam-macam tes dilakukan, dari mata, telinga, jantung, darah. Semua tes lolos dengan baik, kecuali telinga sebelah kiri akan diulang 6 bulan lagi.
*courtesy of PelitaHidup.com
Namun dari tes darah, dokter menyatakan virus tersebut tidak sampai ke Imelda. Puji Tuhan, Engkau sungguh besar! Sungguh kami berterima kasih kepada Tuhan atas segala kebaikanNya dan belas kasihNya.

Dan saat menulis kesaksian ini, saya kembali ke masa-masa sukar itu, di antara pilihan meniadakan atau mempertahankan anak saya. Di saat itu saya mendengar Ia berkata, “Kenapa kamu tidak percaya kepadaKu?”.

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!” Mazmur 139:13-17

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” 1 Korintus 10:13

Renungan ini disumbangkan dari pembaca Pelita Hidup.


Penulis Tamu
Penulis Tamu_Tulisan ini disumbangkan oleh pembaca Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 78 respon

  1. YESUS DAHSYAT….. AMIN

  2. Saya sangat dikuatkan sekali cerita dari Ibu Irene,dimana saya mengalami hal yang sama.Saya saat ini sedang hamil 8 minggu. Selasa kemarin hasil dari lab menyatakana bahwa saya positif terkena virus rubella.Saya dan suami kuatir akan kondisi janin dalam kandungan saya.Banyak kolega saya di kantor yang mengharapkan janin ini digugurkan,sampai mereka menginformasikan hal hal buruk dari penyakit rubella jika janin ini terkena.Tetapi dalam hati kecil saya dan suami masih menginginkan untuk mempertahankan janin ini.Saya terus berdoa agar mujizat Tuhan nyata dalam keluarga kami.Ketika dalam keadaan bimbang,saya menemukan ayat mas, 1 Tes 5:16-18. Ayat ini cukup mengutakan saya.

  3. Kesaksian ibu menguatkan iman saya ! ternyata…
    Justru dalam pergumulan kita menikmati kasih dan indahnya anugrah Tuhan

  4. Dear pembaca PH semuanya yang terkasih dalam Tuhan, saat ini anak saya Imelda Elianna menginjak usia 1 tahun. Kondisinya sangat baik, sehat, lucu. Sungguh titipan Tuhan pada keluarga kami ini banyak membawa berkat bagi kami. Usai kelahirannya, berturut berkat terus datang kepada kami, bahkan Tuhan kini beri rumah tinggal bagi kami. Imelda sedikit terlambat di motorik kasarnya dan sedang diterapi di klinik tumbuh kembang (belum bisa berdiri), namun kami sangat percaya Tuhan selalu menyertai dia. Terima kasih atas berbagai komentar dari Bapak/Ibu semuanya, percaya bahwa Tuhan Yesus sangat baik, tidak ada yang mustahil dalam doa!

  5. Terpujilah Yesus Tuhan kita, sy terharu dan dikuatkan imanku atas kesaksiannya,
    karena apa yang dialami oleh Bpk dan Ibu pernah sy alami cm kasusnya berbeda, tapi sy mo katakan bahwa “Doa” kepada Yesus dgn penuh harapan tidaklah sia2 karena yang mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi Yesus Tuhan yang ajaib. Buktinya anak saya yg ke 2 pernah divonis oleh dokter sungsang( hasil usg dan pemeriksaan manual ) waktu itu kami tdk punya uang untuk op. tapi kami(sy dn istri) berdoa dikamar dan pasrahkan proses kelahiranx dlm byg2 biaya op. yg mahal wkt itu. Ajainya..! pd saat proses persalinan baru dimulai bidan yang menangani mengatakan posisi bayi normal tdk ada gangguan sama sekali akhirx persalinan dilaksanakan secara normal. Skrg anak kami sdh 13 thn sehat, normal dan selalu berprestasi di sklh. Doaku hal yang sama akan terjadi buat anak ibu Amin.

  6. DOA BISA MENEMBUS BATAS KEMUSTAHILAN

    Rafael buala.larosa
    Ini ank ke 2 kami di mana anak pertama kami seorang putri dan saat ini berusia 6 thn.setelah 4 tahun kami ingin mempunyai anak lg,akhirnya TUHAN menjawab doa kami pada bulan january 2012 setalah istri periksa ke dr.kandungan dan istri saya di nyatakan hamil.begitu bahagia nya kami pada saat itu dan berharap agar janin di dlm kandungan istriku ini laki2 agar sepasang.setiap bulan kami rutin periksa ke dokter kandungan. Pada saat usia kandungan 4 bulan dokter kandungan mulai sedikit ragu(saya lihat raut wajahnya)tetapi beliau salalu mengatakan kepada kami kandungan istri ku baik2 saja,pada saat usia kandungan 5 bulan seperti biasa kami kembali memeriksakan kandungan istri dan pada saat itu dokter kandungan menyarankan agar usg 4 dimensi(dgn sedikit memaksa)lalu saya tanya ada apa dok?dan dokter mengatakan berdasarkan hasil usg kepala anak di dalam kandungan istri tidak mengalami pertumbuhan,di mana lingkar kepalanya tidak sesuai dgn usia janin 5 bulan.

    Saya dan istri mulai bertanya tanya ada apa dgn kandungan istriku.setelah memepertimbangankan rekomendasi dokter agar istriku melakukan usg 4 di mensi kami memutuskan untuk tidak.dgn keyakinan bahwa kandungan istriku baik2 saja.pada saat itu istriku sudah mulai khawatir dgn kondisi janin dlm kandungan nya,walaupun saya jg sdh mulai khawatir dgn kondisi janin dlm kandungan istriku,tetapi waktu itu saya tidak menunjukan perasaan khawatir di dpn istri agar kesehatan istri tidak terganggu,tetapi satu hal yang saya katakan pada istriku waktu itu MA…JGN DI PIKIRKAN AP YG DOKTER KATAKAN,MAMA JAGA KESEHATAN DAN TOLONG JG JAGA ANAK KITA,URUSAN SEHAT ATAU TIDAK. ITU URUSAN TUHAN,DAN PERCAYA TUHAN PASTI KASIH YANG TERBAIK

    Usia kandungam istriku memasuki usia 6 bulan dan seperti biasa kami kembali memeriksakan ke dokter kandungan.dan hasil usg memperlihatkan kepala tidak mengalami pertumbuhan(kecil)dan kembali dokter menyarankan agar usg 4 dimensi krn di indikasikan ada masalah di seputar saraf otak,lalu saya tanya ke dokter apakah klo kami usg 4 di mensi dapat merubah keadaan anak di dalam kandungan istriku,lalu dokter menjawab,maaf pak usg 4 di mensi hanya utk mengetahui ada apa yang terjadi di otak janin di dlm kandungan istri bapak,lalu saya jawab klo begitu tidak usah dok usg 4 di mensi.lalu dokter bercerita klo di negara eropa untuk kasus ini negara dan dokter melegalkan untuk di gugurkan,semata untuk kualitas manusia yang akan di lahirkan,tetapi klo di indonesia itu tidak di ijinkan.

    setelah kami pulang ke rumah istri membahas apa maksud dokter memberi tahu klo di neraga eropa utk kasus janin kami boleh di gugurkan,lalu istri mengatakan apa dokter secara tidak langsung menyuruh kita menggugurkan kandungan ini?,ada apa dgn anak kita,lalu saya jawab, kita serahkan semuanya dlm doa kepada TUHAN,dia sanggup merubah segalanya(ini jg lah salah satu alasan kenapa saya tidak mau usg 4 di mensi saya tidak mau istri saya tau lebih jelas kondisi janin dlm kandungannya,krn saya fikir itu akan membuat dia semakin stres) saya juga stres saya menangis saya berontak,krn sedikit saya mulai mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dgn janin di dlm kandungan istriku(saya cari info di geogle)tetapi di dpn istri saya tdk menunjukan sikap2 apa2.selalu saya bilang TUHAN mampu merubah segalanya

    Usia kandungan istriku memasuki usia 7 bulan dan seperti biasa kami periksa ke dokter,dan di sinilah dokter kandungan memfonis bahwa benar anak di dlm kandungan istriku. Lingkar kepalanya tidak ada pertumbuhan,kemungkinan infeksi(TOKSO atau RUBELLA).dan dokter mengatakan untuk kasus ini dia belum pernah tangani sebelumnya(langka)hanya ada dua opsi di lahirkan lebih awal(7 bulan prematur) dgn tujuan siapa tau setelah lahir ada pertumbuhan lingkar kepala(saraf otak)atau kita tunggu sampai usia 9 bulan.pada saat itu dunia seakan berhenti berputar mata saya gelap melihat seisi ruang praktek dokter,badan saya gemetar,istri menangis dan merasa bersalah,lalu saya sadar saya menenangkan istri dan kembali menguatkan dia,saya katakan mama tidak salah(istriku merasa berslah krn kata dokter anak kami terkena infeksi antara tokso atau rubella)ingat ini pemberian TUHAN,kita harus terima,lalu dokter menyarankan agar kami kontrol tiap 2 minggu.

    Apa yang kami rasakan waktu itu seakan semua jalan tertutup,istri selalu merasa bersalah,lalu saya dan istri berdoa TUHAN berikan kami yang terbaik,dalam hati saya juga berdoa TUHAN saya siap menerima pemberian mu,satu hal yang saya mohon kami ingin anak kami ini lahir dengan selamat,dan dalam doa kami berjanji bila TUHAN berkehendak biarlah anak di dlm kandungan istriku ini kelak menjadi IMAM-boleh menjadi pelayan TUHAN
    Lalu kembali kami periksakan kandungan istriku,pada saat itu dokter mengatakan pak istri bapak harus saya rujuk ke rscm,krn saya belum pernah menangani kasus ini dan baiknya bapak segera usg 4 di mensi(pada saat itu dokter tersebut mengeluarkan surat rujukan ke rscm)dgn kata lain dia tdk berani ambil resiko.lalu kami pulang ke rumah berembuk bersama keluarga kecilku,dan istri sedikit takut untuk di rujuk ke rscm,lalu kami putuskan utk usg 4 di mensi di salah satu rs di kota bekasi.di sinilah dokter yang melakukan usg 4 di mensi mengatakan bahwa janin di dlm kandungan istriku belum terbentuk dgn sempurna(kepala)bahkan dokter mengatakan kemungkinan lahir dgn kondisi wajah tidak terbentuk dgn sempurna,dan bahkan di layar monitor dia menunjukan mata sebelah kiri tidak ada,dan dagu jg belum terbentuk(usia janin 7 bulan)dan kemungkina akan lahir dgn kondisi buta,dan biasanya anak dgn lahir mikrosefali akan mengalami kelumpuhan.

    lalu saya diam2 ke beberapa rumah sakit dan berkonsultasi tanpa membawa istri saya,saya hanya menunjukan hasil usg 4 di mensi,dan semua dokter kandungan mengatakan untuk kasus mikrosefali dokter tidak bisa berbuat banyak,nanti saja klo sudah lahir di pantau kondisi bayi nya.lalu saya tanya istri mau lahiran di rs mana,dan istri saya mau dgn dokter yang selama ini memeriksanya,lalu saya jawab,kan dokternya sudah kasih rujukan,tetapi kelihatan nya istriku lebih tertarik ke dokter tersebut.lalu pada usia kandungan 8 bulan kami datang ke dokter yang selama ini memeriksa istriku,sedikit kaget dokternya,lalu saya jelaskan dok,istri saya maunya lahiran sama dokter dan kami siap dgn segala resikonya,kalau perlu kami siap buat surat pernyataan,lalu dokter menjawab baik pak,klo itu keputusan bapak saya akan melakukan yang terbaik,dan kita tunggu sampai lahir normal(mateng)usia kandungan 9 bulan.

    Tiba lah hari yang kami tunggu dgn perasaan cemas istriku masuk ruang persalinan dan dgn kuasa TUHAN istri melahirkan normal dan tanpa kendala.dan setelah anak kami di tangani oleh dr.anak dinyatakan anak kami mikrosefali(PENGECILAN OTAK) lahir dgn lingkar kepala 28 cm(normalnya 32)sangat2 kecil.secara fisik anak kami sehat,lucu dan ganteng.satu doa kami yang sudah terkabulkan anak kami wajahnya sempurna tidak seperti hasil usg 4 di mensi
    Setelah anak kami usia 2 minggu kami mulai melihat dia agak rewel dan sedikit klo nangis tegang.lalu kami periksakan ke dokter anak dan dokter anak mengatakan memang anak lahir mikrosefali seperti itu dan di rujuk ke bagian fisioterapy

    Pertumbuhan anak kami semuanya baik,dan pada usia 2 bulan di fonis mengidap EPILEPSI dan SPACTIS.dan di suruh minum obat EPILEPSI dan vitamin otak dalam kurang waktu yang tidak di tentukan.dan apa yang kami takutkan mengenai mata anak kami,TUHAN juga mendengarkan doa kami anak kami bisa melihat,bisa merespon,bisa senyum,sekarang putra kami sudah berusia 5 bulan kondisi kesehatan nya baik,kami rutin fisioterapy.kami sudah beberapa kali ke dokter spesialis saraf anak,dan semua mengatakan tidak ada obat,tindakan terhadap anak mikrosefali.memang saat ini pertumbuhan paru2nya belum sempurna,dan dia masih sering SPACTIS dan sekarang lingkar kepalanya 33 cm(normal usia 5 bulan 39)fakta medis mengatakan anak yang mikrosefali akan mengalami keterlambatan pertumbuhan motorik,keterlambatan mental,lumpuh,dll
    Tetapi kami percaya suatu saat nanti anak kami akan sembuh TOTAL,krn DOA BISA MENEMBUS BATAS KEMUSTAHILAN mohon DUKUNGAN DOA untuk pertumbuhan putra kami atau ada informasi mengenai anak EPILEPSI dan SPACTIS
    — edited by admin —
    Saat ini jg dia belum kuat utk angkat kepala,dan klo berdiri masih jinjit(tdk mau napak)
    IMMANUEL

    • Bapak, jangan putus asa, saya yakin TUhan selalu dengar doa Bapak sekeluarga, percaya Tuhan akan selalu menemani kita…

    • yesus memang sangat luar biasa..pak jgn pernah berhenti doakan anak bpk…3 th lalu anak saya jg wkt  lahir badanx biru krn ke minum air ketuban, akhirnya masuk ICU hampir sebulan pake alat pernafasan(ventilator)..kata dktr dan perawat anak saya tdk boleh kena debu dan tdk boleh bersentuhan dgn benda yg berbulu,krn akan berbahaya bt kesehatannya,juga pertumbuhan anak kami tdk akan baik krn pengaruh terlalu lama pake ventilator.pas 1 jan 2012 anak kami bs pulng.tp kami sempat kuatir krn anak kami tdk bisa melihat keseblah kanan krn sejak lahir pake oksgen dan alat2 yg lain selalu miring kekiri.bahkan anak kami sering melihat keatas sampe2 bagian hitamnya tinggal sedikit sx kelihtnya..tp setiap hari kami doakan,tumpang tangan dibagian matanya.dan kami jg putuskan semua efek samping dr penggunaan alat sewtk di ICU.dan pj Tuhan sampe skrg anak kami bertumbuh sangat sehat,pintar jg.bahkan skrg kami tinggl ditempat yg sangat banyak debunya,tp kami melihat luar biasa Tuhan plihara anak kami…..bpk dan kel harus tetap percaya dr awal Tuhan sudah kerjakan sesuatu yg luar biasa,maka sampe kapanpun DIA pasti akan selalu kerjakan hal itu……tetap bersyukur,tetap sukacita dan tetp semangat….doa kami berka2t yg luar biasa akan selalu tercurah melimpah buat anak bpk….

  7. nama saya juga melda. ketika saya membaca kesaksian ibu, saya sangat diberkati bahwa bukan kebetulan nama itu diberikan kepada saya. saya tadinya hampir putus asa menghadapi tantangan dalam studi saya, namun ketika sedang membaca kesaksian ibu khususnya di bagian pemberian nama, tiba-tiba TUhan berkata : itu namamu, dan saya merasa dikuatkan kembali bahwa dalam TUhan dan bersama Tuhan, saya adalah pejuang yang tangguh.terima kasih

    • ibu Imelda, sungguh saya terharu mendengar komentar ibu, imelda adalah nama yang sangat indah, sampai saat ini anak saya tumbuh dengan baik, semua orang sayang sama dia, dan terutama semua orang bilang “namanya bagus sekali”. nama anak yang didoakan pada Tuhan, Tuhan sendiri yang kasih untuk kita, karena kita spesial di mata TUhan. Gbu :)

  8. Terimakasih kesaksiannya yang menguatkan….pada NYA ada segalanya

  9. Tuhan luar biasa,,,,,,,,tidak ada duanya

  10. Kesaksian yang sangat luar biasa dan nyata…Tuhan sangat Ajaib Tiada yang Mustahil BagiMU …Kesaksian yang menguatkan iman kita kepadaNya supaya kita terus tetap percaya dan yakin bahwa Tuhan memberikan masalah dalam kehidupan dan harus kita yakini bahwa jalan keluarnyapun sudah disediakanNya….jangan kuatir serahkan segala kekuatiran kepadaNya. Tuhan Yesus Engkau sangat baik.

  11. Sungguh Luar biasa karya Tuhan. Biarlah dengan kesaksian ini maka makin bertambah dan bertambah lagi iman kita. Tiada yang mustahil bagi Tuhan

  12. Haleluyah! Allah yg sungguh luar biasa, jamahanNya tidak hanya menyembuhkan tapi menghidupkan. Amin

  13. Halleluya, Istri saya juga pernah mengalami hal yang sama dengan ibu, sejak usia kehamilan anak kami yang pertama berjalan 2 bulan di kaki istri saya ada bercak warna merah dan kalau ditekan sakit. Lalu kami memeriksakannya ke dokter dan juga periksa darah ke lab, ternyata istri saya terkena virus Rubella dan CNV. Kami sangat stres dan takut sekali. Lalu kami meminta doa dari teman- teman di gereja dan pelayanan tuk mendaoakan kami supaya tetap kuat menghadapinya. Kami juga tidak lupa berdoa setiap hari bersama dan mendoakan kandungan istri saya. Satu firman yang menjadi pegangan kami adalah dalam yoh 10:10 bahwa pencuri datang hanya untuk mencuri membunuh dan membinasakan, tetapi Aku datang untuk memberikan HIDUP…… Puji Tuhan .. Ketika anak kami lahir kami melihat mukjijat Tuhan. Anak kami lahir sempurna dan sehat. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  14. Segala Hormat,Kemulian dan Kebeseran bagi Tuhan. Untuk Emelda – Kasih Setia, Kemurahan dan kebaikan Tuhan menyertai kamu hari ini dan untuk selamanya, AMEN.

  15. Love u Jesus…trima ksih kerna sllu memperhatikn kehidupn orang2 percaya kpdMu..

  16. sungguh luar biasa Tuhan kita…Bagi Tuhan tidak ada yang ,mustahil…makasih buat kesaksian yang sangat memberkati..

  17. Memang Orang yang takut dan setia kepada Tuhan Yesus ….segala perkara dapat diatasi sebab tidak ada yang mustahil bagi Dia…Tuhan Yesus is the Bess..

  18. Puji Tuhan Kesaksian yang harus dikongsi bersama pembaca PH dan disekitar kita bahawa Tuhan itu baik sekali….Ia tidak membiarkan kita dicubai melebihi kemampunan kita, dan sya juga pernah mengalami berkati ini. Amin

  19. Allah itu dasyat….
    Trima ksh bwt kesaksiannya…,dgn kesaksian ini menguatkan sy yg sedang mengalami suatu penyakit…
    sy menjadi yakin bahwa mujizat itu nyata ketika kita berserah sepenuhnya Pada Tuhan Yesus…
    Tlg bantu doa buat sy agar penyakit ini bisa disembuhkan dgn Mujizat dr Tuhan….Amin

  20. Haleluya, dimuliakan Nama Tuhan, Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini sampai selama-lamanya! MujizatNya sungguh nyata,Amien.

  21. Kesaksian yang sangat memberkati – Tetap percaya dan yang kuat karena janji dan pertolongan Tuhan tidak setengah-setengah. Dia menyelesaikan dgn sempurna. Pengalaman saya ketika bermasalah dgn proses kelahiran anak pertama juga secara medis sangat membahayakan keduanya, tetapi Tuhan tolong dgn sempurna, anak saya sudah lesai kuliahnya dan sekarang sudah bekerja, sehat dan tidak ada masalah, Tuhan Yesus Kristus sungguh ajaib – Amen. Tuhan memberkati kita semua

  22. Amin… sungguh kami diberkati dengan kesaksian ini
    Terpujilah nama Tuhan…..

  23. Luar biasa………. Tuhan Yesus kita emang KEREN abisssssssss
    Rencananya selalu indah bagi orang-orang yang tak pernah berhenti brharap dan brsandar padaNya. Tuhan Yesus Memberkati kita semua.

  24. Selamanya Yesusku Dasyat…..I Love Jesus

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: