Pelita Hidup
Syukur adalah komponen ikhlas yang pertama dan terpenting dalam hidup kita. Namun demikian, banyak orang yang masih keliru dalam menerapkan rasa syukur. Mereka hanya...

Syukur adalah komponen ikhlas yang pertama dan terpenting dalam hidup kita. Namun demikian, banyak orang yang masih keliru dalam menerapkan rasa syukur. Mereka hanya sekedar mengucapkan atau mengakui, bukan merasakan perasaan syukur itu; sekedar di bibir, bukan mencoba memasukkannya ke dalam hati.

Rasa syukur adalah kemampuan kita menikmati apa yang sedang kita alami. Intinya adalah rasa nikmat di dalam hati. Bersyukur adalah menikmati perasaan syukur itu.

Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil.” Mazmur 119:7

Mengucap syukur tanpa benar-benar menikmati perasaan syukur itu sama artinya dengan tidak jujur dengan diri sendiri, karena mengatakan apa yang tdak dirasakan.

Dan ternyata banyak juga orang yang hanya (benar-benar) bersyukur jika yang dperolehnya adalah hal-hal yang dianggap menyenangkan saja. Mestinya bersyukur itu kan kita lakukan setiap kali kita menikmati sesuatu (menyenangkan atau tidak) mengingat segala sesuatu itu datangnya dari Tuhan.

Anda pasti ingat apa yang diungkapkan Paulus supaya hatimu penuh melimpah dengan syukur.

Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Kolose 2:7

Ungkapan itu justru harus hadir bukan pada saat semua berjalan menyenangkan, tetapi pada saat yang sulit dan pada saat dia mengalami penderitaan. Dengan kata lain, bersyukur itu sama pengertiannya dengan menerima dan merasakan nikmat pada setiap keadaan yang kita alami.

Kecenderungan manusia yang sulit untuk mensyukuri dan menikmati apa yang ada di tangannya karena selalu mengharapkan yang belum dimilikinya.

Anda ingat ketika Tuhan Yesus menyembuhkan sepuluh orang yang penyakitan kusta? Dari sepuluh orang yang sudah mendapatkan dan merasakan kesembuhan, hanya satu orang yang datang untuk bersyukur (Lukas 17: 11-19).

Mengapa mereka tidak mau bersyukur dan berterima kasih atas kesembuhan yang telah diterima? Itu karena yang aktif bekerja adalah pikirannya, bukan hatinya. Akibat dari sulit bersyukur adalah mengeluh, mengeluh dan mengeluh; sama seperti bangsa Israel yang sedang di padang gurun, dicatat dalam Perjanjian Lama, yang selalu mengeluh.

Lalu bagaimana cara terbaik untuk kita bersyukur? Cara terbaik untuk bersyukur adalah adalah dengan mengenali dan menghayati rasa nikmat sekecil apapun dalam dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sambil mengungkapkan dengan kata-kata, (syukur, Timakasih, puji Tuhan dan istilah apapun itu).

Apapun yang sedang terjadi, baik maupun buruk, hayatilah dan nikmati saja. Pastikan apa yang terucap dari mulut kita adalah apa yang kita rasakan di dalam hati, inilah arti sebenarnya kata jujur. Dengan kata lain, bersyukur yang tepat itu kalau kita melakukannya dengan jujur.

Bersyukur itu juga memberi pengaruh kepada ketenangan jiwa. Sebab pada hakikatnya, bersyukur adalah mengingat Dia yang Maha memberi, dan Dia yang Maha pemurah, Dia yang Maha pengasih, Maha segalanya. Dan dengan terus mengingat segala kebesaran dan kebaikan Tuhan itu kita bisa menemukan ketenangan jiwa.

Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.” Mazmur 116:7

Trimakasih Tuhan, untuk kasih setiamu
Yang kualami dalam hidupku
Trimakasih Yesus, untuk kebaikanMu
Sepanjang hidupku
Trimakasih Yesusku, Buat anugrah yang Kau b’ri
S’bab hari ini, Tuhan adakan, syukur bagiMu..
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik, Bahwasanya Tuk selamanya, kasih setia-Nya
(1 Taw. 16: 34)

Salam syukur saya kepada Tuhan dan anda semua,
Ariamsah Purba Dasuha
FB: http://www.facebook.com/amsahdasuha

Renungan ini disumbangkan dari pembaca Pelita Hidup.

Penulis Tamu

_Tulisan ini disumbangkan oleh pembaca Pelita Hidup.

  • idiana totting

    February 17, 2014 #1 Author

    Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik, bahwasanya kasih setiaNya selama-lamaNya, semestinya setiap saat kita bersyukur kendati kita mungkin mengalami hal yang tidak menyenangkan tapi kita percaya segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia, sebab itu bersyukurlah …..sekali lagi kukatakan bersyukurlah….

    Reply

  • Herman

    July 17, 2012 #2 Author

    Tuhan buatlah hatiku selalu bersyukur, senantiasa memandang dan merasakan KemuliaanMu, AnugerahMu, KasihMu, PertolonganMu, Berkatmu, KebaikanMu dan KemurahanMu. Amin

    Reply

  • PiterBp

    July 10, 2012 #3 Author

    Bersyukurlah selalu dalam segala hal dengan penuh penyerahan, baik sukacita atau duka cita sekalipun, baik sukses ataupun kegagalan yang dihadapi karna dibalik itu ada rancangan Tuhan yang paling terINDAH akan kita nikmati. Amin.

    Salam Buat S. Edison Sambeta.

    Reply

  • Bonardo Napitu

    July 10, 2012 #4 Author

    Renungan ini telah mengingatkan saya untuk selalu bersyukur dalam situasi apapaun,.. saya merasa diberkati dengan renungan ini yang telah merubah pola pikir saya ke arah yang lebih baik,.. terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati.

    Reply

  • condrat

    June 21, 2012 #5 Author

    terima kasih untuk renungannya, sy terus diberkati dengan pelbagai renungan yang telah dikirimkan oleh PH Newsletter. karena dengan renungan yang dikirimkan itu saya semakin kuat dan semakin berintropeksi diri, sehingga di dalam segala saya dalam proses belajar untuk mengucap syukur

    Reply

  • yohanes

    June 18, 2012 #6 Author

    saat aku bersukur ku ucapkan PUJI TUHAN lalu kubagikan senyuman pada setiap orang dengan sopan dan mereka bertanya mengapa kamu tertawa ku jawap aku tersenyum karena TUHANKU BAIK

    Reply

  • Monika

    June 18, 2012 #7 Author

    Haleluya, puji Tuhan di atas berkat Firman Tuhan yg bgitu indah ini…sya rsa dbrkati dan trdorong di dlm pngrtian arti brsykur yg sbnarnya yg menynangkan hti Tuhan…Tuhan Yesus Kristus, Bapa kta di syrga akan trus mmbrkti stiap frman yg di beritakan…Amen!

    Reply

  • RHINO

    June 15, 2012 #8 Author

    Kadang kita sebagai manusia selalu melihat hal yang bersifat materi sebagai acuan untuk rasa syukur kita, padahal kesehatan terutama napas hidup adalah satu pemberian yang tidak boleh dilupakan untuk disyukuri setiap hari, bukan kalau dapat harta, jabatan saja….jadikan syukur gaya hidup setiap hari. Tuhan Yesus memberkati.

    Reply

  • S.Edison Sambeta

    June 11, 2012 #9 Author

    Bersyukur adalah hal yang sudah sering dilakukan, namun sadar atau tidak sadar itu adalah karunia Tuhan kepada kita yang seolah-olah adalah kebiasaan, padahal itulah berkat Tuhan, untuk itulah agar semakin kita dalami maka perlunya kebiasaan bersyukur, seperti halnya dalam setiap bertindak.
    Hidup kita yang benar haruslah mengucap syukur……..

    Reply

  • Roy Takalamingan

    June 11, 2012 #10 Author

    Syalom…. terima kasih atas renungannya…. Syukur dan Pujian disampaikan kepada Tuhan Yesus yang telah memberi kemampuan kepada penulis renungan ini untuk dibagikan kepada pembaca semua sehingga ada berkat pengertian tentang syukur yang kami terima dan membuat kami lebih diteguhkan iman dan pengharapan kepada Tuhan Yesus. Amin

    Reply

  • christianus

    June 3, 2012 #11 Author

    Renungan diatas sangat bagus, Kita memang seharusnya kita selalu bersyukur dan bersyukur . Coba saudaraku kita selalu memperhatikan sekeliing kita apa yang kita lihat pada hari ini. Baru saja saya membuka pintu ketika mau keluar berolah raga , saya lihat pemulung mengambil bekas botol aqua yang dibuang orang sembarangan. Kalau dia bisa makan dari botol aqua bekas yang dibuang orang, berapa banyak botol aqua yang harus dia kumpulkan untuk dapat makan nasi satu piring komplit dengan ayam goreng dan sayur asem. Lalu jam berapa nanti itu akan terpenuhi , berapa kilo meter dia bisa mendapatkan botol aqua sebanyak itu? betapa capeknya yang dia rasakan . Ketika kita melihat orang yang sakit , bukan kah hari ini saudara dan saya dalam keadaan sehat ? Kalau kita sehat kita itu bukan karena kehebatan , kepandaian kita menjaga kesehatan , tetapi karena Allah yang maha Agung mengaruniakan kesehatan kepada kita sadarilah hal itu. Orang sering berpikir bahwa karena dia hebat bisa maka dia selalu sehat. Bukankah sehat juga dimiliki orang2 gelandangan yang tidur di kolong jembatan yang makan dari buangan sampah yang kadang2 baunya sampahnya saja kita tidak tahan apa lagi harus memakannya. Sadaraku kalau hari ini kita masih sehat ,masih bisa makan, masih pakai baju, masih bisa berjalan , dan masih banyak lagi yang dapat kita perbuat sadarilah itu semua kerena begitu besarnya kasih Allah kepada kita , bukan kerena hebatnya kita. Marilah kita selalu bersyukur dan bersyukur mulai dari bagung tidur mata kita masih bisa melihat , ketika kita turun dari tempat tidur kaki kita masih bisa berjalan, ketika kita masih bisa makan mulut kita masih bisa membuka dan masih dapat merasakan nikmatnya makanan yang kita makan dan masih banyak lagi karunia Allah kepada kita. Oleh sebab itu selalu bersyukurlah kepada Tuhan jangan penah berhenti bersyukur mulai dari bangun tidur sampai kita mau tidur lagi. Dia begitu besar kasihnya kepada kita dan janganlah menjauh dari tuhan Yesus juru selamat kita. Baca Yoh 3:16 (Karena begitu besar……………………………) Semoga Allah memberkati kita semua yang selalu bersyukur dan bersyukur, Amin.

    Reply

  • titien’s

    June 2, 2012 #12 Author

    wah renungan yang bagus…mengingatkan supaya menikmati hidup dalam segala hal.:)GBU

    Reply

  • Non Ratoekoreh

    June 2, 2012 #13 Author

    Thanks buat renungan yg begitu menyentuh, sebagai orang beriman sudah sepatutnya kita selalu mengucap syukur ats apa yang sudah Tuhan buat bagi kita, mengucap syukur bukan hanya sekedar berkata-kata saja, tapi yang terutama harus dari hati nurani kita yg terwujud dam setiap perbuatan kita etiap hari.

    Reply

  • Sugito hidayat

    June 1, 2012 #14 Author

    Terima kasih atas renungannya dan saya mau terus belajar mengucap syukur , taat karena rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera masa depan penuh harapan GBU

    Reply

  • james waropen

    June 1, 2012 #15 Author

    Hidup tanpa SYUKUR maka berkatNYA. Tadak akan megalir bagaikan mata air yang pernah kering.. Tetapi bila dengan tulus kita syukuri berkat Tuhan yang nyata dalam hidup ini.. Maka berkatNYA pun semakin dan selalu ada.. AMIN

    Reply

  • Herodion

    May 31, 2012 #16 Author

    Bersyukur merupakan ungkapan ikhlas menerima kehendak Allah dalam situasi apapun, dan tulus untuk berbagi berkat kepada yang berkekurangan. Bersyukur tanda penyerahan hidup kepada pemeliharaan Allah Bapa.

    Reply

  • sonya

    May 31, 2012 #17 Author

    Bersyukur memang dahsyat kuasanya…
    kuasa untuk mendatangkan kebaikan…
    Kebaikan yang langsung dapat kita nikmati,
    jadi..bersyukurlah..& lihat..betapa nikmat & indahnya hidup kita
    jika kita senantiasa bersyukur..

    Reply

  • Frits Sohilait

    May 31, 2012 #18 Author

    Terima kasih atas Renungan ini , ………Ucapan Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus itu Harus…. setiap saat dimana selagi masih menghirupkan napas gratis dari Tuhan Yesus Kristus dan masih diberi kekuatan ,berkat,jasmani dan rohani sebagai makluk ciptaanNya wajib…………karena bersyukur itu membuat kita lebih tenang ,damai dan sukacita ……dan ucapan syukur itu harus benar -benar dari hati yang paling dalam jangan ada keterpaksaan ,dan jangan dibibir aja karena Tuhan Yesus Menebus Kita di Kayu Salib Dia tidak melihat siapakah yang harus ditebus . A M I N GBU.

    Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *