Pelita Hidup
Kerendahan Hati: Belajar Melepaskan Hak Kerendahan Hati: Belajar Melepaskan Hak
“Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!” Mazmur 22:27 Daud memiliki... Kerendahan Hati: Belajar Melepaskan Hak

“Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!” Mazmur 22:27

Daud memiliki hati yang luar biasa. Dia dikenal sebagai orang yang berkenan di hadapan Allah. Hanya dua tokoh di Alkitab yang disebut sebagai yang berkenan di hadapan Allah Bapa, yaitu Daud dan Tuhan Yesus sendiri.

Berbagai masalah dilalui oleh Daud dengan penuh penderitaan tetapi juga selalu penuh dengan kemenangan. Kuncinya ada di kerendahan hati yang Daud miliki. Kerendahan hati membuat Tuhan berkenan kepada kita. Dia melihat orang-orang yang rendah hati dan mencurahkan berkatNya bagi mereka.

Ada beberapa kejadian yang menimpa Daud, dimana dia menunjukkan kerendahan hatinya dalam masalah yang dia hadapi. Mari kita lihat kisahnya.

Lalu datanglah seseorang mengabarkan kepada Daud, katanya: “Hati orang Israel telah condong kepada Absalom.”

Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem: “Bersiaplah, marilah kita melarikan diri, sebab jangan-jangan kita tidak akan luput dari pada Absalom. Pergilah dengan segera, supaya ia jangan dapat lekas menyusul kita, dan mendatangkan celaka atas kita dan memukul kota ini dengan mata pedang!” ” 2 Samuel 15:13-14

Absalom melakukan kudeta kepada Daud yang pada saat itu duduk sebagai raja. Sebagai raja, Daud tidak menggunakan kekuasaannya, kekuatannya, massa-nya dan semua sumber daya yang dia miliki untuk melawan, mengalahkan dan menangkap Absalom. Daud bisa saja menang jika dia menggunakan seluruh kekuatan yang dia miliki saat itu. Tetapi Daud justru menyingkir dan “mengalah” dari Absalom.

Melihat rajanya menyingkir dari kota, para imam Lewi juga turut serta pergi dengan Raja Daud sambil membawa tabut Allah. Tetapi Daud justru menyuruh mereka untuk kembali ke kota.

Lalu berkatalah raja kepada Zadok: “Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya.

Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya.” ” 2 Samuel 15:25-26

Daud tidak memaksakan kehendaknya sendiri agar apa yang dia miliki dapat tetap terus berada di dekatnya. Daud tidak merasa bahwa dia memiliki hak untuk membawa tabut Allah ikut beserta dengan dia.

Daud menyadari bahwa segala yang terjadi adalah dengan seijin Tuhan. Hingga dia sanggup berkata bahwa jika Tuhan mengijinkan dia kembali, maka dia pasti akan kembali dan melihat tabut Allah kembali. Bahkan dia juga sanggup berkata bahwa jika Tuhan tidak mengijinkan dia kembali, maka itulah yang terbaik Tuhan berikan baginya.

Sungguh luar biasa sikap yang ditunjukkan oleh Daud. Seberapa banyak dari kita yang selalu ingin memaksakan kehendak kita begitu kita tidak memperoleh apa yang kita inginkan. Apalagi jika hal itu sudah lama kita impi-impikan dan kita rindukan. Sebagian dari kita pasti tidak mau melepaskan apa yang seharusnya menjadi hak kita. Tetapi Daud mengajarkan kita untuk melepaskan apa yang sebenarnya menjadi hak kita.

Memang tidak mudah untuk melepaskan apa yang seharusnya menjadi hak kita, apa yang seharusnya kita peroleh dan apa yang seharusnya kita raih. Tetapi ada saat-saat tertentu yang memang Tuhan ijinkan agar kita dapat belajar bahwa kerendahan hati jauh lebih penting dari segala apa yang kita inginkan di dunia ini.

Mari kita lihat satu kejadian lagi tidak lama setelah apa yang Daud alami di atas.

Ketika raja Daud telah sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk.
Daud dan semua pegawai raja Daud dilemparinya dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri kanannya.” 2 Samuel 16:5-6

Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: “Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya.”

Tetapi kata raja: “Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?”

Pula kata Daud kepada Abisai dan kepada semua pegawainya: “Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian.

Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini.” ” 2 Samuel 16:9-12

Mengagumkan sekali sikap yang ditunjukkan oleh Daud pada saat ada orang yang mengutuki dan melempari dia dengan batu. Jika hal ini terjadi pada jaman sekarang dimana ada orang yang menghina secara langsung pemimpin negara dan melemparinya dengan benda-benda keras, kita tentu sudah dapat membayangkan apa yang akan terjadi dengan orang tersebut.

Tetapi sekali lagi Daud menunjukkan bahwa dia tidak menggunakan kekuasaannya, posisinya dan haknya sebagai raja untuk menangkap, menghukum atau bahkan menghabisi nyawa orang tersebut.

Daud mengerti bahwa tidak ada segala sesuatu yang terjadi tanpa kendali dari Tuhan. Semua yang terjadi adalah seijin Tuhan.

Mari kita belajar dari kerendahan hati yang dimiliki oleh Daud. Tidak seharusnya kita mengeraskan hati kita jika ada hal yang terjadi di luar kehendak kita. Belajarlah untuk mengucap syukur untuk keadaan apapun yang terjadi dalam hidup kita. Ketahuilah bahwa ketika kita tertindas dan kita merespon dengan segala kerendahan hati, maka Tuhan akan melihat keberadaan kita.

Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” Yesaya 57:15

Jagalah hati kita untuk tidak cepat bereaksi ketika menghadapi hal-hal yang tidak kita inginkan. Mintalah kekuatan dari Tuhan dan damai sejahteraNya agar tetap melingkupi hidup kita. Dia yang adalah sumber dari segala yang ada di dunia ini akan memberikan kita kedamaian dan kekuatan untuk menghadapi hal-hal yang jauh di luar kekuatan kita. Just let it go, surrender to God. Haleluya!

.

“Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.” Mazmur 37:11

Riva Sinjal

 adalah penulis & pemilik Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

  • Paulus

    March 19, 2012 #1 Author

    Puji Tuhan, Aleluya
    Janji Tuhan YA dan AMIN. seperti Tuhan memberkati Daud, Dia selalu memberkati kita sekalian yang berani belajar melepas hak.
    GBU

    Reply

  • Paulus

    March 19, 2012 #2 Author

    Puji Tuhan Aleluya…………..
    Janji Tuhan YA dan AMIN. Seperti Allah sudah memberkati D

    Reply

  • terry

    March 19, 2012 #3 Author

    terima kasih atas renungan yang telah dikirimkan kepada saya. saya menjadi diberkati melalui renungan ini. saya belajar banyak hal melalui kisah Raja Daud tentang kerendahan hati.
    Tuhan Yesus Memberkati. 😉

    Reply

  • priskila sari mariati

    March 18, 2012 #4 Author

    thx pelita hidup
    buat renungan ini
    sari sangat bersyukur dan mrasa dimenangkan
    krn ini membangkitkan smangat ku untuk melaksanakan pelayanan ku
    aq harus tap rendah hati.
    thx Lord.
    GBU

    Reply

  • priskila sari mariati

    March 18, 2012 #5 Author

    trimakasih pelita hidup
    saya sangat bersyukur dengan renungan ini
    because hal2 inilah yg harus saya terapkan untuk melancarkan pelayanan ku.
    GBU

    Reply

  • Yusuf

    March 18, 2012 #6 Author

    Puji Tuhan Dengan Renungan Ini Saya Dapat Diberkati

    GBU……

    Reply

  • mery

    March 18, 2012 #7 Author

    Puji Tuhan, Terimakasih atas renungannya yang memberkati saya, memang tidak mudah untuk melepaskan apa yang menjadi hak kita,milik kita begitu saja walaupun kita mendapatkannya dengan kerja keras, dengan tetap bersyukur dan rendah hati untuk menerima apa yang telah terjadi dalam hidup saya……………..Thanks, Pak… Syalooom.

    Reply

  • Sampe Samosir, S.Pd

    March 17, 2012 #8 Author

    Trimakasih buat artikelnya, semoga berguna bagi saya pribadi.God Bless You

    Reply

  • robert ridwan

    March 17, 2012 #9 Author

    sungguh indah saya bisa bisa membaca Belajar melepaskan hak ini.akan selalu kurenungkan.

    Reply

  • Yohanes

    March 16, 2012 #10 Author

    Terimakasih ut renungannya, renungan ini mengajarkan saya akan pentingnya kerendahan hati, karena dengan kerendahan hatilah kita layak dihadapan Allah. Tuhan Yesus, tolonglah hambaMu ini untuk melaksanakan Tirman Tuhan

    Reply

  • widyo

    March 16, 2012 #11 Author

    salom pak, mohon di koreksi ayat firmanNya di Mazmur 22:26 bukan ayat 27, Gusti berkati

    Reply

  • Adolf Laihad

    March 16, 2012 #12 Author

    Pada zaman persaingan makin ketat seperti ini, melepaskan hak rasanya sesuatu yang mustahil. Kadangkala peluang di depan mata dianggap sebagai berkat yang disediakan Tuhan, sehingga tanpa pertimbangan akan apa yang sedang Allah kerjakan dalam hidup kita dan dalam situasi kita sekarang ini sering kita abaikan. Daud sedang dalam masalah, tentu emosinya bisa dengan mudah meledak. Namun Daud tahu apa yang sedang terjadi dengannya, sehinga ia ‘harus menjauh dari berbuat dosa’ (menambah dosa). Bagi Daud Allah lebih penting dari pada masalah yang datang mengganggu hidupnya yang sedang konsentrasi kepada Tuhan. Petunjuk Allah, kehendak Allah jauh lebih utama dari pada mempertahankan hak dan harga diri. Pekerjaan Iblis adalah mengalihkan perhatian kita dari Tuhan. Itulah sebabnya ia mengusik harga diri kita dengan mengangkat masalah mempertahankan hak. Memang kerendahan hati adalah cara terbaik dan satu-satunya melawan godaan dan tipu daya Iblis. “Melepaskan hak bukan berarti kehilangan hak.” Terima kasih atas renunganngannya yang membuka wawasan saya sehinga dapat memberi komentar ini. Dan melalui komentar ini sesungguhnya saya sedang berbicara pada diri saya sendiri untuk menanamkan kebenaran firman Tuhan ini. Hari ini saya sungguh diberkati oleh firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

    Reply

  • Peter Yoshua S.

    March 16, 2012 #13 Author

    Kecenderungan manusia adalah mempertahankan haknya,itulah sebabnya benih kerendahan hati tdk pernah bertumbuh dan terimbas oleh keangkuhan,kesombongan,egoisme,sehingga jiwa manusia menjadi kering.Tetapi puji Tuhan ada kebenaran Firman Tuhan bagaikan embun yang menyegarkan hati dari Pelita Hidup.com yang mau menyadarkan kita untuk hidup dng kerendahan hati dengan berani melepaskan hak kita untuk kemuliaan nama kRISTUS.Thanks so much,Jesus Blees You All.

    Reply

  • Julhan H

    March 16, 2012 #14 Author

    Sekalipun sebagai seorang raja, Daud sangat tau betul siapa dia dihadapan Tuhan dan dari mana semua berkat dan segala yang dia miliki, Daud adalah teladan bagi kita dalam hal ini, terima kasih Pelita Hidup, Tuhan memberkati pelayanannya.

    Reply

  • Gunawan Lohanda

    March 16, 2012 #15 Author

    Memang ada pribahasa yang mengatakan adalah lebih mudah berkata-kata dari pada melakukannya namun “kerendahan hati” bukanlah kata-kata yang harus kita ucapkan tetapi lebih dari pada pakaian apa yang akan kita pilih untuk kita kenakan setiap hari. Memang sulit untuk kita mengambil pilihan ini namun berdoalah bahwa Tuhan masih sanggup dan Dia memiliki banyak cara untuk menolong kita.

    Reply

  • seti

    March 15, 2012 #16 Author

    Shallom, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas email renungan ini.
    Puji Tuhan dengan renungan diatas memberkati sekali. mengajarkan saya dan melatih saya untuk memiliki hati yang ikhlas dan merendahkan hati. Semoga kita dapat terinspirasi oleh sikap dan perbuatan dari DAUD.
    Tuhan memberkati kita semua

    Reply

  • Singgus

    March 15, 2012 #17 Author

    Singgus Says:
    Saya diberkati,
    yang saya dapatkan dari renungan ini bahwa segala sesuatu terjadi karna Tuhan, bukan manusia. GBU All…………..

    Reply

  • natalia

    March 15, 2012 #18 Author

    saat kita di perhadapkan dengan situasi yang sulit tuk memaafkan atau tidak, Tuhan kasih pulihan ,dengan renungan ini kita sangat di berkati dan membuat kita semakin mencintai Tuhan, karna segalanya adalah milik Tuhan.GBU

    Reply

  • SUTRISMAN

    March 15, 2012 #19 Author

    PUJI TUHAN SAYA SANGAT DIBERKATI MELUI RENUNGAN INI YANG MANA SAYA BARU SAJA MENERIMA CERCAAN DAN HINAAN TAPI PUJI TUHAN ALLAH TELAH MENGAJARKAN KEPADA SAYA UNTUK RENDAH HATI MELALUI RENUNGAN INI SAYA SEMAKIN DITEGUHKAN GBU

    Reply

  • nike

    March 15, 2012 #20 Author

    makasih buat renungannya,yang mengingatkan juga mengoreksi saya ..
    GBU

    Reply

  • Rick

    March 15, 2012 #21 Author

    Sekali lagi ucapan syukur kepada Tuhan Kita Yesus Kristus kerana melalui PH ini Ia mengingati kita semua pembaca 2 bahawa sikap melepaskan hak seperti Raja Daud wajar diikuti dan bertumbuh berakar dalam kehidupan kita yang percaya…seorang Raja yang berkuasa…. namum mengambil tindakkan tidak menghukum rakyat yang bersalah hanya kerana ingin merendahkan hatinya…oh luar biasa dan amat sukar ianya berlaku zaman ini….tapi itulah hakikatnya sikap Raja Daud sehingga ia berkenan dihadapan TUHAN .

    Reply

  • Pieter Sipahelut

    March 15, 2012 #22 Author

    Puji Tuhan saya sangat diberkati dengan renungan ini, barusan saya diperhadapkan dengan suatu situasi yang sangat tidak dikehendaki, saya dihina, difitnah walu itu via pesan singkat tapi Puji Tuhan sedikitpun saya tidak membalasnya, akhirnya saya sadar bhw justru dalam tenang dan dalm doa, kita dikuatkan, bahkan sanggup menghadapinya. Karna Roh Allah hanya bekerja ketika kita memberikan kesempatan itu kepadaNya. Terima kasih. Tuhan memberkati hambaNya Bpk Sanjaya dalam Tugasnya untuk melayani Firman Tuhan. Amin.

    Reply

  • lia

    March 15, 2012 #23 Author

    Belajar untuk melepaskan hak kita memang bukan perkara yang mudah,yang pasti akan sangat menyakitkan…tapi semua itu TUHAN izinkan sekalipun itu menyakitkan bagi kita,namun dibalik semua itu pasti ada hadiah indah yang TUHAN sediakan buat anak2-NYA…kiranya TUHAN selalu memberi kekuatan,sukacita n damai sejahtera selalu agar kita sanggup belajar untuk berani merendahkan hati kita…renungan yang sangat memberkati…thanks Pa Riva….GBU ALL

    Reply

  • chisqa

    March 14, 2012 #24 Author

    saya sangat diberkati…
    pas banget dengan kondisi hatiku saat ini.
    thank you ya…

    Reply

  • marthyn pilatus ruly

    March 14, 2012 #25 Author

    syalom ,.terimah kasih atas renungan dari pelita hidup dengan ketekunan saya membaca renungan ini membuat aku lebih mengenal Tuhan lebih dalam dengan kehidupan saya,. jangan menyerah untuk melayani Tuhan ,..dan berkarya,. Tuhan Yesus memberkati,..

    Reply

  • nona

    March 14, 2012 #26 Author

    terima kasih untuk renungan ini, ini mngajarkan kepada saya untuk rendah hati jangan sombong dan selalu mengandalkan Tuhan dalam hidup ku. Trima kasih Tuhan.

    Reply

  • Handy Mosey

    March 14, 2012 #27 Author

    kalo anda emas, mengapa engkau takut dibakar??? justru ketika dibakar, emas makin dimurnikan. kenali kekuatan kita dan biarkan pergumulan memurnikan kita

    Reply

  • henrina

    March 14, 2012 #28 Author

    Trimakasih renungannya, yang mengingatkan akan kerendahan hati, … dimana pada kenyataannya sangat sulit untuk dilakukan dalam kondisi skarang dimana semua berlomba menunjukkan ‘aku” nya… smoga kita khususnya saya dapat melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. GBU

    Reply

  • ugat

    March 14, 2012 #29 Author

    emng qt harus melepaskan hak qt, coz qt adl org ciptaanNYA, yg g bisa menuntut hak, coz semuanya dari DIA & utk DIA

    Reply

  • ugat

    March 14, 2012 #30 Author

    saya sangat diberkati melalui pelayanan yang ada..
    God Bless You All…

    Reply

  • Mega

    March 14, 2012 #31 Author

    Terimakasih untuk Renungannya..Meski terkadang tak mampu melakukannya ,namun ku percaya Tuhan pasti sanggupkan aku.walau kadang merasa kecewa tapi Tuhan selalu melawatku.
    Bapa selalu memberikanku kekuatan baru untuk bangkit dan bangkit untuk kemuliannya.
    Bersama Yesus kurasakan kedamaian.Thanks GOD.
    Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua

    Reply

  • ince

    March 14, 2012 #32 Author

    terima kasih buat renungannya.melalui renungan ini, banyak hal yang dapat saya pelajari sebagai pembaharuan hidup.saya dapat belajar untuk tetap merendahkan diri, tidak sombong dengan apa yang dimiliki dan selalu menempatkan Tuhan sebagai awal dari setiap pekerjaan.selain itu juga melalui renungan ini,saya diingatkan melalui Firman Tuhan untuk selalu dan tetap menjadi inspirasi buat sesama.
    Syalom,,,,

    Reply

  • mega

    March 14, 2012 #33 Author

    Hidup Rendah hati hendaklah menjadi bagian dalam hidup baik dalam keluarga, maupuan dalam persekutuan…….dengan demikian hidup tenang, sukacita dan damai kita rasakan…..dan itulah yg dikehendaki Tuhan…….Aminnnn……

    Reply

  • camelia

    March 14, 2012 #34 Author

    Puji Tuhan, saya bisa bertobat dan menjadi rendah hati sekarang, Haleluya. God Bless All

    Reply

  • Poppy S.

    March 14, 2012 #35 Author

    Bersyukur adanya Pelita Hidup Newsletter. Tuhan memberkati P’Riva Sinjal beserta semua staff-nya. 🙂

    Reply

  • wilhem. medan

    March 14, 2012 #36 Author

    Terpujilah Tuhan !
    Saya sangat diberkati melalui renungan ini.
    Ujian bagi orang besar adalah kerendahan hatinya.

    Reply

  • Roy Takalamingan

    March 14, 2012 #37 Author

    Terima kasih atas renungannya…. Tuhan Yesus tolonglah hambaMU untuk dapat mengucap syukur dalam segala hal.. Amin… maju terus bapa Riva… Tuhan Yesus memberkati. Amin

    Reply

  • marina

    March 14, 2012 #38 Author

    Aku suka renungannya.
    tetap berkarya terus untuk slalu melayani Tuhan, GBU

    Reply

  • Andre Mangindaan

    March 13, 2012 #39 Author

    KERENDAHAN itu merupakan kekuatan ” inner power ” yang luar biasa, karena disana tidak ada KEANGKUHAN, ia dapat menyelesaikan perkara-perkara yang besar.
    Renungan ini sangat memberikan kekuatan bagi saya…amin, terimakasih.

    Reply

  • suryani silaen

    March 13, 2012 #40 Author

    melepaskan hak kita dgn kerendahan hati,mungkin tidak mudah bagiku Bapa.tapi aq tidak akan melepaskanMu Bapa hanya untuk mempertahankan hak aq yang bersifat duniawi.

    Reply

  • Frits Sohilait

    March 13, 2012 #41 Author

    Terima Kasih atas renungan ini yang mana kita sebagai anak Tuhan harus merendahkan diri seperti nabi Daud ,kalau kta melihat tingka laku nabi Daud- itu dia tidak berkenaan kepada Tuhan karena dia adalah orang berdosa juga : Contoh, dia pernah mengitip orang mandi tetapi dia mau merendahkan diri dan dia mulai bangkit, dan mulai meninggalkan kehidupan yang lama ,kebiasaan yang buruk dan kembali kekasih mula mula dimana dia selalu memuji Nama Tuhan dan Tuhan Berkenaan kepadanya .dan kita sebagai anak anak Tuhan dimana diantara organ organ tubuh yang sudah ditebus dengan dara yang makhal ini kita harus jaga terutama ……jaga ……. HATI ……. jaga HATI……………………..karena hati inilah terpacar kehidupan dan pandanglah Wajah Tuhan Yesus. AMIN GBU.

    Reply

  • Ana

    March 13, 2012 #42 Author

    sifat seperti inilah yang dibanggakan oleh orang- orang kristen. yaitu kasih dan rendah hati. Untuk melepaskan hak yang seharusnya sudah menjadi hak kita sangat sulit saya rasakan. Akan tetapi jika hubungan saya dengan Tuhan seperti dahan yang melekat ke batang tentu ini tidak sulit. Firman ini sangat memotivasi saya untuk belajar terus bagaimana saya untuk tidak mengutamakan hak- hak saya di dalam segala hal. Tuhan memberkati kita semua Amin..

    Reply

  • Rohani Bakara

    March 13, 2012 #43 Author

    Terima kasi atas renungan dari pelita hidup , renungan ini dapat mengajarjar saya untuk selalu menerioma sesuatu dan semua seijin Tuhan ,sehingga apa yang dilakukan Daud dapat saya terapkan dalam kehidupan saya.: Praise The Lord .”

    Reply

  • antok

    March 13, 2012 #44 Author

    Mari kita fokus untuk memiliki kerendahan hati, minta pertolongan Tuhan, apa yang dilakukan terus menerus akan menjadi kebiasaan dan selanjutnya menjadi KARAKTER kita seperti teladan raja Daud dan Yesus Kristus, Gb all..

    Reply

  • Osa

    March 13, 2012 #45 Author

    terima kasih buat renungannya semoga kita selalu di beri kekuatan baru dan mempunyai hati yang luar biasa seperti Daud

    Reply

  • jarinsen saragih

    March 13, 2012 #46 Author

    Dari pada Sombong dan tinggi hati kan lebih baik rendah hati….

    Reply

  • jarinsen saragih

    March 13, 2012 #47 Author

    Sombong dan tinggi hati tampaknya jalan lurus dan mulus tapi berujung gak ngenakin….

    Reply

  • Eben Heiser

    March 13, 2012 #48 Author

    Thanks renungan yg luar biasa.Bukan secara kebetulan renungan ini menyapa semua pembaca. di tengah kondisi hidup dimana semakin banyak konflik ternyata salah satu faktor penyebabnya adalah sudah tidak adanya kerendahan hati.mat melayani pengurus Pelita Hidup

    Reply

  • sandra

    March 13, 2012 #49 Author

    Trimakasi untuk renungan dmn kita d ingatkan untuk sll berserah pd Tuhan ~Tuhan berkati

    Reply

  • rachmat mulyono

    March 13, 2012 #50 Author

    Terima kasih Tuhan Engkau begitu baik bagi hidup ku, dimana hamba membaca renungan ini sangat
    sesuai dengan apa yang hamba mu alami, terkadang hamba tidak kuat untuk slalu berbicara dengan
    MU Tuhan, ….ya bisa dibilang agak agak kecewa dengan keadaan yang hamba alami.
    slamat berkarya Tuhan Yesus memberkati slalu

    Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *