Pelita Hidup
Pemulihan: Mengatasi Rasa Bersalah Untuk Bangkit Pemulihan: Mengatasi Rasa Bersalah Untuk Bangkit
Mazmur 51:3-12 3. Kasihanilah aku, ya, Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! 4. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah... Pemulihan: Mengatasi Rasa Bersalah Untuk Bangkit

pemulihan-mengatasi-rasa-bersalah-untuk-bangkitMazmur 51:3-12

3. Kasihanilah aku, ya, Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! 4. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! 5. Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. 6. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kau anggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. 7. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. 8. Sesungguhnya, engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. 9. Bersihkanlah aku dari pada dosaku  dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! 10. Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kau remukkan bersorak-sorai kembali! 11. Sembunyikanlah wajahMu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! 12. Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

Apakah saudara  merasa bersalah hari ini atau pada hari-hari yang sudah berlalu ? Minggu ini saya merasa bersalah karena tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dapat saya lakukan, tidur  terlalu larutsehingga membuat kepala saya pusing, saya telah batal mengunjungi seseorang yang sedang berada di rumah sakit. Rasa bersalah itu dapat saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari karena kita tidak  melakukan sesuatu yang seharusnya, misalnya  telah berbicara menyinggung/menyakiti hati  orang lain, telah marah secara berlebihan, tidak mengendalikan lidah, terlalu curiga, terlalu khawatir, tidak terbuka, tidak jujur, telah mencemaskan sesuatu yang tidak terjadi, tidak belajar ketika akan menghadapi ujian sekolah dan lain-lain.

Apakah rasa bersalah itu ?

Rasa bersalah adalah sebuah perasaan yang tidak merasa bahagia,tidak merasa ada damai  dan tidak tentram. Perasaan yang buruk, salah, tidak berharga, merasa gagal, merasa malu dan kalah karena sesuatu perbuatan yang telah dilakukan. Para ahli psikologi berpendapat bahwa perasaan bersalah itu muncul karena kegagalan untuk mencapai standar-standar perilaku yang telah kita tetapkan sendiri. Misalnya ketika kita telah mengecewakan atau menyakiti hati seseorang, itu merupakan suatu perilaku yang buruk atau dosa.

Maka solusinya adalah kita belajar cara hidup yang  baik agar tidak merugikan oranglain atau siapapun. Jika ini kita lakukan tentunya kita tidak akan merasa bersalah. Pandangan seperti ini melihat bahwa dosa itu adalah masalah horizontal saja, yaitu hubungan sesama antar manusia.Berbeda dengan pandangan Alkitab,bahwa dosa itu juga memiliki dimensi vertikal, yaitu hubungan manusia dengan Allah.

Rasa bersalah itu sebagaimana yang telah dilakukan oleh Daud, adalah merupakan suatu dosa.Dosa itu menyakiti hati Allah.Alkitab mengatakan bahwa pada dasarnya kita semua bersalah.“Tidak ada yang benar, seorangpun tidak”, (Roma 3:10).Artinya kesalahan itu sifatnya universal atau umum.Di mata Allah semua manusia bersalah, karena manusia cenderung tidak mau dipimpin oleh Allah dan memberontak terhadap-Nya.

Apa yang  Daud telah ungkapkan dalam Mazmur  51 ini, adalah sebuah pengakuan dosa dari Daud. Nabi Natan telah diutus Tuhan datang kepada Daud supaya membeberkan dosa perjinahan yang telah dilakukan Daud dan pembunuhan yang telah direncanakan/dilakukan oleh Daud, dalam kisah 2 Sam.12 : 1-13. Dalam kisah ini, Daud  telah melakukan perjinahan dengan istri Uria bernama Batsyeba, dan karena hendak mengambilnya menjadi istrinya maka Daud dengan sengaja merencanakan dan membiarkan Uria mati dalam peperangan.

“Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria dibarisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati”, 2 Sam 11:15. Ini merupakan sebuah rencana pembunuhan yang dibuat oleh Daud terhadap Uria dan  Uriapun mati dalam pertempuran. Maksudnya ialah supaya ia dapat memiliki Batsyeba, mengambilnya menjadi isterinya.

Nabi Natan kepada Daud, dan ia menceriterakan  kepada Daud tentang seorang kaya yang mengambil anak domba satu-satunya kepunyaan orang miskin untuk menjamu tamu orang kaya tersebut,maka marahlah Daud, agar supaya orang kaya itu dihukum mati karena tidak mengenal belas kasihan. Melalui cerita itu Natan menegur Daud bahwa Daudlah orang itu.

“Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat di mataNya?”, 2 Samuel 12: 9a. Akhirnya Daud sadar akan apa yang telah diperbuatnya, keadaan itu membuat Daud menjadi gelisah dan tidak tenang, hidupnya diliputi oleh rasa bersalah. Apa yang tidak berkenan dan yang jahat bagi  Allah telah ia perbuat.  Daud merasa hidupnya sudah tidak nyaman lagi karena ia terus dibayang-bayangi oleh perbuatannya yang berdosa itu.  Ia merasa bersalah, dan hatinya tidak tentram. Daud menginginkan ketenangan itu kembali dalam hidupnya, namun hal tersebut tidak akan diperolehnya sebelum ia membuat pengakuan yang jujur dengan sepenuhnya kepada Allah. Bagaimanakah Daud mengatasi rasa bersalahnya untuk bangkit kembali ?

Ada 4 hal yang dilakukan oleh Daud, yaitu:

  1. Bergumul melawan  dosa

Daud tidak langsung bertobat ketika ia berselingkuh dengan Batsyeba. Memerlukan beberapa waktu lamanya  sampai hal yang telah dilakukannya itu menjadi suatu pergumulan dalam hatinya. Setelah nabi Natan datang kepada Daud dan menceriterakan kisah tentang seorangkayayang  mencuri domba dari  seorang miskin, barulah Daud mengerti tentang kesalahannya. Mendengar kisah ini Daud baru sadar akan kejahatan yang telah ia perbuat itu.

Untuk memperoleh pengampunan dan pembaharuan dari Allah atas kesalahan dan dosa yang telah diperbuat itu tidaklah mudah. Apalagi jika seseorang itu telah mengalami keselamatan dan kemudian terjerumus ke dalam suatu kesalahan atau dosa maka akan mungkin mengalami pergumulan rohani yang panjang untuk mengalami pertobatan dan pemulihan. Pengampunan selalu ada pada Allah, yang Ia kehendaki ialah  supaya kita belajar untuk menjadi lebih baik lagi.

Dari Daud kita dapat belajar bahwa betapa menakutkan melukai hati Allah yang kudus setelah kita diberkati oleh Allah. “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku”, ayat 5. Ini merupakan suatu kesadaran tentang tanggungjawab pribadi atas kesalahannya. Kata yang sering muncul dalam bacaan Firman Tuhan di atas ialah pelanggaranku, kesalahanku, dan dosaku.

Daud tidak mencari-cari alasan atau pembelaan, dan pembenaran terhadap dirinya mengapa iasampai berbuat dosa. Daud juga tidak menyalahkan pada keadaan yang membuat kesempatan itu terjadi, juga dia tidak  mempersoalkan ketidak-pengetahuan, atau karena kebutuhan, karena godaan, juga dia tidak melibatkan Batsyeba yang harus ikut menanggung kesalahan dalam perjinahannya, sehingga pembunuhan itupun terjadi.

Kesalahan yang dilakukan Daud itu adalah tanggungjawab Daud sendiri. Pengakuan yang sejati itu ialah mengakui kesalahannya dengan tidak mencoba berdalih. Daud tidak mau tinggal terus menerus dalam dosanya, karena itu ia datang kepada Allah untuk memohon pengampunan supaya dipulihkan.  “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”, 1 Yohanes 1:9

Kita harus bergumul melawan dosa, sebab dosa itu melawan Tuhan.Jangan biarkan dosa itu tetap tinggal dalam hidup kita tapi lawan dan perangilah itu.Hadapi dosa itu,dengan bersikap terbuka dan jujur dihadapan Allah.Jangan ada yang disembunyikan akuilah semua kesalahan dan dosa itu kepada Allah.Allah pasti mendengarkan semua beban kita, karena Ia selalu setia terhadap kita. Ia mengasihi kita.

Membiarkan dosa dan tidak mengakuinya, ini mencegah kita untuk menikmati hubungan dan persekutuan dengan Allah dan dengan sesama. Orang yang menyangkal dosanya atau berusaha menyembunyikannya, tidak mau mengakuinya, tidak menyesali dan meninggalkannya, tidak akanmerasa tenang dalam hidupnya dan tidak akan bertumbuh secara rohani. Pengampunan dan kemurahan Allah itu tersedia bagi semua orang yang mau datang kepadanya dengan sungguh hati untuk menerima pemulihan. “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi”, Amsal 28:13.

2. Mengakui bahwa dosa itu melawan Tuhan

Setelah Daud menyadari kesalahanyang telah ia perbuat kepada manusia, ia juga menyadari bahwa terutama dosanya itu ialah kepada Allah. Firman Tuhan mengatakan bahwa dosa itu adalah perbuatan yang jahat dimata Allah.“Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat di mataNya?Uria, orang Het itu, kau biarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kau ambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kau biarkan dibunuh oleh pedang bani Amon”, 2 Samuel 12:9.

Terlepas dari perbuatan Daud terhadap Batsyeba dan Uria suaminya, maka tindakan Daud itu pada akhirnya adalah menentang Allah. “Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kau anggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu”, ayat 6. Daudpun membuat sebuah pengakuan kepada Allah yang tanpa tersembunyi tentang kesalahan yang telah diperbuatnya. “Dosaku kuberitahukan kepadaMu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku”, dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku, Mazmur 32:5.

Mengakui dan memberitahukan dosa dengan hati yang tulus dan sungguh-sungguh akan menghasilkan pengampunan.Dengan pengakuan tersebut apabila Allah menjatuhkan hukumanNya atas orang berdosa Allah tidak boleh dituduh kejam.Daud mengakui bahwa Allah itu adil dalam segala keputusanNya.Resiko akibat dosa yang telah diperbuatnya itu dapat diterima oleh Daud sebagai maksud baik Allah.

Ada resiko yang harus diterima oleh Daud akibat dari perbuatan dosanya itu, yaitu anaknya yang dikandung oleh Batsyeba itu ditulahi oleh Allah sehingga sakit dan akhirnya mati. Sekalipun Daud telah berpuasa dan menangis untuk  berdoa minta belaskasih Allah agar anak itu tetap hidup tetapi keputusan Allah tetap terlaksana. Allah mau menunjukkan keadilanNya walaupun hati Daud terluka oleh kematian anak tersebut, karena itu Daud sangat menyadari bahwa keputusan Allah adalah baik apapun juga.  Sekalipun Daud bersedih tetapi ia tidak bisa menolak kehendak Allah dan Daud  merima keputusan Allah itu sebagai sesuatu yang baik.

Sebab itu ketika anaknya itu mati, Daud bangkit dan menyembah Tuhan.Daud tetap menyembah Tuhan disaat luka dihatinya masih ada akibat kesalahannnya itu.“Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah Tuhan dan sujud menyembah”, 2 Samuel 12:20a.

Kesalahan itu mengandung resiko yang harus ditanggung. Saudaraku, bila saat ini engkau sedang mengalami suatu sakit, luka atau derita akibat kesalahan yang telah diperbuat di masa yang lampau anggaplah itu sebagai bentuk perhatian dan kasih Allah. Terimalah luka atau penderitaan yang wajar kita tanggung itu karena  akibat dosa atau  kesalahan kita, tapi jangan pandang  itu sebagai hukuman yang berkelanjutan, namun pandanglah itu sebagai sebuah proses penyembuhan yang akan terjadi kemudian setelah kita mengalami perubahan dalam hidup kita. Jika kita menyadari bahwa sesuatu beban yang kita terima/pikul saat ini adalah sebagai akibat dari kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat, maka hal itu  harus kita terima sebagai sesuatu keputusan yang adil dari Tuhan.  Jadikan hal itu sebagai suatu peringatan atau sebagai kenangan indah untuk kita merasakan kasih Allah.

Jangan kecewa, jangan putus asa, tetaplah menyembah Dia. Dia mengasihi, sangat mengasihi sekalipun kita orang berdosa. Sebab tidak selamanya kita dibiarkan menderita. Justru dengan resiko yang diterima itu kita dapat merasakan betapa besar kasih dan keadilanNya.Ia pasti menyediakan yang terbaik lagi di masa yang akan datang sesuai proses perubahan hidup yang kita jalani. Dia akan mengubahkan keadaan yang buruk untuk menjadi sebuah kebaikan.

3. Menyadari orang berdosa  memerlukan pengampunan Allah

Daud mengakui bahwa sejak dari kandungan atau lahir dia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Daud menyatakan bahwa manusia itu sifatnya berdosa, dengan kata lain setiap orang itu sejak dari lahir memiliki suatu kecenderungan untuk melakukan suatu kesenangan dan keiinginan diri sendiri, yang bahkan dapat menyebabkan orang lain menderita.

“Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku”, ayat 7. “.. hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar!’, ayat 3. Hapuskan artinya ‘dikikis’ dibersihkan seperti sebuah tulisan dihapuskan, sehingga tidak kelihatan lagi. “Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!”, ayat 4. Dosa dilihat sebagai sesuatu yang berurat berakar secara dalam yang memerlukan pengobatan intensif, yaitu dengan membuang habis dosa sehingga menjadi tampak bersih.

Kecenderungan berdosa ini hanya dapat dibersihkan dari kehidupan kita melalui penebusan di dalam Yesus Kristus yang telah membayar, menebus kita dengan kematiannya di kayu salib dan oleh tuntunan Roh Kudus.Kita membutuhkan pertolongan Tuhan, sebab usaha kita hanyalah sia-sia jika bukan karena Tuhan yang menolong untuk membebaskan kita.Pengampunan yang diberikan Tuhan itu akan memulihkan keadaan kita. Bersyukurlah kepada Tuhan yang telah menyediakan pertolongan itu melalui kematianNya di kayu salib. Oleh sebab itu siapa yang datang dan percaya kepadaNya akan diselamatkan.

4. Penyerahan diri kepada Allah untuk dibaharui

Kita sebagai orang percaya sangat memerlukan Roh Allah mendiami kita untuk menciptakan di dalam diri kita hati yang selalu menjauhi dan membenci dosa. Roh Kudus itu akan membaharui kita untuk selalu merindukan dan melakukan kehendak Allah dalam hidup kita. Hanya Allah saja yang dapat membuat  kita menjadi ciptaan baru dan memulihkan kehidupan kita. “Jadikanlah aku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!”, Mazmur 51: 12.

Kita harus datang kepada Allah dan meminta pengampunanNya karena terhadap Allah kita telah berdosa. Daud mengakui kedalaman yang sebenarnya dari kesalahannya itu sebagai keadaan manusia sejak dilahirkan.Hanya Allah yang dapat membersihkan, hanya Allah pula yang dapat melaksanakan pemulihan jiwa dan tubuh secara sempurna dari kehancuran dan akibat dosa.“Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! (ayat 9-10).

Daud tidak akan merasa tenang sebelum ia mengutarakan segala dosanya dihadapan Allah. Perasaannya perih oleh penyesalannya atas keterlibatannya dalam pembunuhan terhadap Uria, Daud membawa jiwanyayang hancur itu kepada Allah sebagai persembahan yang sejati. “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur , hati yang patah dan remuk tidak akan Kau pandang hina ya Allah”, Mazmur 51:19. Tanpa jiwa yang hancur tampaknya segala korban itu tidak bermakna.Setelah Daud membuat pengakuan dosanya, maka nabi Natan langsung mengumumkan pengampunan dari Allah. Allah mengampuni Daud dan  Daud sadar tentang keajaiban kasih dan pengampunan yang begitu indah diberikan Allah kepadanya atas kesalahannya yang sangat besar itu.

Tidak mudah bagi Daud mengakui dosanya itu kepada Allah, namun ia berjuang melawan ungkapan hati terdalamnya itu kepada Allah sekalipun diliputi oleh rasa malu, direndahkan dan dipatahkan oleh rasa bersalahnya. Namun  akhirnyaia ditolong dari keputus-asan itu oleh  iman penyesalannya di dalam kasih Allah.

Dampak dari rasa bersalah itu memang sangat dalam seperti  perasaan ditolak, ketidakmampuan untuk mengatakan tidak, munculnya depresi, kecemasan, dan kehilangan keintiman rohani dengan Allah. Kita bukanlah sebagai orang yang pertama merasakannnya. Jangan lari dan menghukum diri menjadi korban rasa bersalah, sebab jika ini dibiarkan maka keputus-asaan dan kegagalan akan mendatangi kita. Alkitab telah mencatat dalam kitab Mazmur, tentang  gambaran keputus-asaan itu, “Sebab kesalahanku telah menimpa kepalaku; semuanya seperti beban berat yang menjadi terlalu berat bagiku”, Mazmur 38:5.

Saudaraku, Allah mengerti beban berat itu, dan Ia menyediakan jalan untuk mengatasinya.  Oleh kematian Yesus Kristus di kayu salib, Ia menyatakan kita tidak bersalah dan ditebus dari dosa.  Jika kita terus saja berpegang pada rasa bersalah itu, maka kita seolah-olah lebih tahu dari pada-Nya, dan kita menyia-nyiakan pengorbananNya yang rela mati buat kita.Tuhan meminta kita untuk memperbaharui pikiran kita dengan kebenaran FirmanNya untuk membantu kita supaya terhindar dari ganjaran yang tidak menyenangkan.Keadaan memang tidak berubah tapi Allah akan memperbaharui kita dengan memberi kekuatan yang baru serta ia akan mengubah hidup kita menjadi manusia yang baru bagiNya, karena walaupun kita berdosa tapi dapat dibenarkan olehNya karena iman kita kepadaNya kepada kasihNya.

Secara emosional kita mungkin hidup begitu lama dibawah rasa bersalah sehingga menghukum diri sendiri dan tidak merasa ada kebebasan lagi  untuk menjadi baik. Bangkitlah, hadapi rasa bersalah itu, akui dihadapan Tuhan dengan terbuka, dengan jujur dan minta pengampunan dari Tuhan dan bertobat. Jangan berhentimencoba untuk dipulihkan, buang putus asa itu dan rasa ketidakbergunaan itu, datanglah kepadaNya sebab Allah selalu menunggu kita dengan setia.Berserahlah dan minta pengampunan dari Allah. Curahkan semua isi hati, tekanan-tekanan dan beban-beban berat yang menghimpit itu.Meraunglah, menangislah, menjeritlah kepada Tuhan, Dia menunggu dan mendengarkan. Bawalah seluruh jiwa dan hati yang hancur itu kepada Tuhan. Tuhan pasti meringankan beban itu dan memberikelegaan serta bebaskan dari semua beban berat yang menindih itu.  Allah tidak ingin membinasakan umatNya, Ia selalu menawarkan pengampunan jika kita mau bertobat. Pengampunan itu disediakan bagi semua orang , yang sekalipun telah berbuat dosa. “Sekalipun dosamu merah seperti kermizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun  berwarna  merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih  seperti bulu domba, Yesaya 1:18.

Jika  ini sudah datang mengakui kesalahan itu kepada Tuhan dengan rendah hati yang tulus, rasakan betapa besar pengampunan yang diberikanNYa itu, rasakan betapa besar kasihNya itu. Allah adalah kasih.Dia Allah mengasihi, mengasihi orang berdosa.  Dia merindukan orang berdosa datang kepadaNya untuk dipulihkan.  Iblis memang suka mematahkan semangat, dan mengintimidasi kitasebagai orang tidak berguna orang berdosa, sekarang katakan kepada iblis bahwa engkau  telah dibebaskan dan dipulihkan Allah.Engkau sudah dibebaskan, sudah dimerdekakan oleh kasih karunia Tuhan.

Hiduplah sebagai seorang anak Allah yang telah diampuni. Buang rasa malu itu karena  hanya membuat jurang pemisah dalam hubungan kita dengan sesama dan Allah.Terimalah kebebasan dari rasa bersalah itu dalam kasih Allah yang telah dikaruniakanNya melalui pengampunanNya.  Bangkitlah sebagai seorangpemenang yang telah dibebaskan dan dibaharui dalam kasihNya. Berjalanlah dalam terang Firman Allah dan Roh Kudus, sebab di dalam Tuhan, masa depan itu sungguh ada. “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang”, Amsal 23:18. Tuhan mengasihimu.

.

“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis didalamnya, sebab waktunya sudah dekat”, Wahyu 1:3.

Rita Ribka Tarigan

 adalah salah satu kontributor di Pelita Hidup.

  • christine

    September 12, 2011 #1 Author

    thaks y buat renungannya.. 1 hal dr renungan ini bahwa sy patut bersyukur punya Allah yang begitu peduli, kiranya renungan ini jd berkat semua yg membacanya.. Jesus Bless u..

    Reply

  • BAMBANG

    September 12, 2011 #2 Author

    terima kasih bu ribka anda menjadi saluran berkat bagi kami , lewat firman ini kami di sadarkan siapakah aku ini ,siapakah manusia ini tidak lain manusia yang tidak layak di hadapan Tuhan ,

    Reply

  • paulus niman

    September 11, 2011 #3 Author

    Terima kasih Pelita Hidup, Ibu. Ribka. Tuhan Yesus memberkati senantiasa.
    Soli Deo Gloria

    Reply

  • iwan

    September 11, 2011 #4 Author

    Memang pada hakekatnya manusia itu tidak sempurna adanya artinya selama kita hidup didunia ini banyak kesalahan yang kita lakukan dihadapan Allah tapi kita jangan terus terpuruk dengan kesalahan kita sehingga membuka peluang kepada iblis untuk masuk tetapi kita harus bangkit melawannya (1petrus 5:8-11) ingat Allah kita memberikan kepada kita Roh Penolong yaitu ROH KUDUS yang siap menolong kita untuk melangkah menjadi benar dimata Allah amin

    Reply

  • Deddy

    September 9, 2011 #5 Author

    Thx Jesus Christ coz You have forgive my sin. I trust You forever to be my savior.GBU!

    Reply

  • Adi Susanto

    September 8, 2011 #6 Author

    Terima kasih atas renungannya,
    JESUS BLESS US.

    Reply

  • waris hari satriya

    September 8, 2011 #7 Author

    Bangkit merupakan kata kunci untuk menjadi sadar akan kesalahan kita, untuk menjadi sadar kita perlu pertolongan Tuhan, karena hanya Dia yang sanggup mengampuni kesalah kita.Puji Tuhan , mari kita mlakukannya di dalam kehidupan kita.

    Reply

  • Nontje Sundana

    September 7, 2011 #8 Author

    Thx renungannya ibu, renungan ini sangat bermanfaat bg sy…berkaryalah terus diladang Tuhan, GBU

    Reply

  • Bosar Daniel Siburian

    September 7, 2011 #9 Author

    1 2 3 yes…Allah kita Maha Baik Hidup dan Berkuasa , jadi berterimakasih lah dan sadar lah kita akan hal itu, Tuhan sanggup mengubah hidup kita, senantiasa andalkan Tuhan Yesus dalam pergumulan kita, Amin

    Reply

  • david

    September 6, 2011 #10 Author

    Tq renungannya semoga selalu membawa pencerahan dan pembaruhan bg semua anak2 Tuhan spy tidak terbelenggu dari rasa bersalah yg bisa juga “dipakai” oleh Iblis supaya kita tidak bisa bertumbuh kearah Kristus Yesus… salam utk bu Ribka agar hikmat dan pewahyuan baru menyertai anda GBU

    Reply

  • johny rohi

    September 6, 2011 #11 Author

    trimakasih atas renungan yg menyejukkan ini …..
    terkadang kita terlalu ego u mengakui kelemahan dan dosa kita, padahal Tuhan selalu setia dalam ketidaksetiaan kita …….
    betapa indahnya dunia bila kita meninggalkan Tuhan, tapi betapa hancurnya masa depan kita bila Tuhan meninggalkan kita ……
    Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita …..

    Reply

  • c_la

    September 5, 2011 #12 Author

    trima kasih ibu Rita Ribka, renugan ini sangat baik… rasa bsala itu tipu muslihat iblis utk mjauhkan kata dr TUHAN…GBU smua.

    Reply

  • Elsje

    September 5, 2011 #13 Author

    Puji Tuhan, Sungguh DAHSYAT ALLAH kita, sebesar apapun dosa kita, asal kita mau bertobat dan mau KEMBALI padaNYA, TANGANNYA selalu TERBUKA menyambut kita kembali dalam DEKAPANNYA.

    Reply

  • slamet

    September 5, 2011 #14 Author

    Renungan yg memberkati pertumbuhan rohani. Tuhan Yesus memberkati pelayanan Ibu Ribka

    Reply

  • lia

    September 5, 2011 #15 Author

    saya bersyukur sudah mendapat renungan ini karena justru dengan adanya renungan ini saya bisa bangkit kembali karena sudah sekian lama saya sempat berpikir optimis dosa akan terus mengendap walaupun saya sudah memohon ampun pada Tuhan tapi melalui renungan ini saya tau saya harus bangkit jadi manusia baru yang sudah Tuhan pulihkan untuk menyenangkan hati Tuhan

    God Bless

    Reply

  • sudarmi

    September 5, 2011 #16 Author

    Terima kasih Tuhan, engkau sangat peduli dengan kami, ketika kami engkau tegur melalui teman seiman kami kadang membuat kami tidak nyaman, tetapi kami masih engkau berikan kesempatan untuk introspeksi diri, ampuni kami Tuhan, Jika apa yang kami lakukan itu menyakiti hati orang lain, tetapi maksud kami tidak demikian Tuhan, kami menyadari bahwa manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, yang diberi kelebihan kepandaian Tuhan tau tentu saja tidak akan menjadi sombong dengan meremehkan orang yang berkekurangan (terbatas kemampuannya), demikian juga bagi kami yang terbatas kemampuannya tentu tidak menjadi minder, karena manusia dihadapan Tuhan adalah sama. Jika manusia diberikan talenta dari Tuhan sesuai takarannya masing-masing , seyogyanya tak perlu melihat dan memperbesar kekurangan orang itu dihadapan umum, lebih tepat jika disampaikan dengan melalui teguran secara pribadi, jika tidak dihiraukan ajaklah 2 orang terdekat anda untuk diajak menegur, jika hal itu tidak dihiraukan juga bawalah kepada penetua gereja, jika tidak dihiraukan juga, serahkanlah kepada Tuhan (Markus 18: mulai ayat 12).

    Reply

  • dwiati

    September 4, 2011 #17 Author

    benar dalam menghalau rasa bersalah memerlukan waktu dan proses untuk memperbaiki karakter, dengan kekuatan kita sendiri pasti kita tidak mampu, oleh sebab itu mohon kekuatan Tuhan Roh Kudus untuk selalu membimbing dan memberikan kemampuan. Tuhan adalah Penjunan dan kita adalah tanah liat, biarlah Dia yang turut bekerja dalam hidup kita agar kita menjadi bejana yang Indah di dalam Pandangan Tuhan Amin.

    Reply

  • elieser mose

    September 3, 2011 #18 Author

    Terimakasih banyak atas kiriman renungan Pemulihan Mengatasi Rasa Bersalah, saya sangat diberkati dan saya akan memberkati org lain.GB

    Reply

  • Oji

    September 3, 2011 #19 Author

    Kasih Tuhan Yesus Kristus selalu baru dalam hidupku. Terima Kasih Ibu Ribka atas renungan ini Tuhan Yesus Memberkati…

    Reply

  • yanti

    September 3, 2011 #20 Author

    berkat Firman Tuhan yang menguatkan ku…terima kasih Yesus. Thanks & God bless “PELITA HIDUP”

    Reply

  • septi

    September 3, 2011 #21 Author

    terimakasih melalui renungan ini saya dikuatkan merasa dpt pegangan kembali untuk bangkit dari perasa an bersalah yang sangat mengganggu hidupku selama ini.Tuhan memberkati.

    Reply

  • yunus langkah

    September 2, 2011 #22 Author

    Pengakuan dengan JUJUR dihadapan Allah adalah awal dari pemulihan yang Tuhan kerjakan atas hidup kita. Sebab Tuhan Ia adalah setia dan adil. Dia bukanlah manusia sehingga Ia berdusta. Bravo Pelita Hidup. JBU

    Reply

  • Bagus Pristiwanto, S.Th

    September 2, 2011 #23 Author

    Manusia punya kecenderungan untuk berbuat salah, tetapi bermodal kerendahan hati dan permohonan ampun kepada Tuhan, merupakan kunci untuk mendapatkan pemulihan dari Tuhan. God is Good all the time.

    Reply

  • cornelius

    September 2, 2011 #24 Author

    Renungan ini memberi semangat buat kita agar kita selalu ingat betapa besarnya kasih tuhan kepada umatnya yang mau bertobat, selamat atas renungan yang baik ini semoga tuhan memberkati kita semua amin .

    Reply

  • F. Mujiyono

    September 1, 2011 #25 Author

    Sangat bagus untuk direnungkan setiap orang yang mau diubahkan, terus maju dan Pelita hidup
    menjadi penerang orang yang mau mengakui dosanya. Thanks and Gbu

    Reply

  • Syen Sam

    August 30, 2011 #26 Author

    Terima kasih atas renungan diatas, ia menyadarkan saya…Thanks pelita Hidup.. God bless all of us…

    Reply

  • nurdelima lase

    August 30, 2011 #27 Author

    Mengakui kesalahan itu membutuhkan kerendahan hati dan kebesaran jiwa utk berkata aku salah,kalau kepada Tuhan mungkin tidak terlalu sukar tetapi kepada sesama yg mungkin kita sakiti berat,maka bersama2 kita belajar supaya pemulihan Tuhan terjadi dalam hidup kita,trimakasih kepada pelita hidup yg telah mengirim email pada saya ,Tuhan memberkati plyn ini,utk kemuliaanNYA

    Reply

  • Yohanes Bely

    August 30, 2011 #28 Author

    Terima kasih ut renungannya…Sebagai manusia tentu kita tidak lepas dari kesalahan dan dosa, belajar dari kehidupan Daud bahwa ada resiko yg kita terima akibat dosa tetapi yakinlah bahwa apa yg kita terima itu sebagai bukti bahwa Tuhan sangat mengasihi kita. bukti nyata kasihNya adalah Kematian Tuhan Yesus di kayu Salib. Sukses ut Pelita Hidup..Tuhan Yesus memberkati. Shalom

    Reply

  • yefta

    August 30, 2011 #29 Author

    thx bnxk bwt rnunganx,,,
    mga sy dn sdra sma bsa mneladani Daud…mnjadikan Tuhan sbg shabt…kr Ia adalah sahabat yg paling setia n penuh kasih…

    Reply

  • Marthinus Patalala

    August 30, 2011 #30 Author

    Satu hal yang saya dapatkan lewat renungan ini, bahwa kasih Tuhan itu sepanjang perjalanan hidup kita. IA memakai Firman Tuhan, orang-orang disekitar kita, situasi dan keadaan yang kita alami, untuk terus-menerus mengingatkan..menegur..dan mengoreksi kita..sehingga ketika kebenaran-kebenaran itu membuka mata kita…satu hal yang IA harapkan untuk kita lakukan..dilepaskan agar dipulihakan…Sehingga sukacita Allah memenuhi kehidupan kita. Trima kasih Ibu Ribka, kami diberkati lewat renungan ini..Syalom

    Reply

  • Dominic b. Linggu

    August 30, 2011 #31 Author

    Terima kasih atas renungannya yang begitu baik, melalui pembacaan ini saya telah mendapat kekuatan dan harapan yang beru dari Tuhan kita Yesus Kristus, saya sangat diberkati, terima kasih sekali lagi, Tuhan memberkati kita semua amin.

    Reply

  • yussick

    August 29, 2011 #32 Author

    renungan di atas sngat menginspirasi saya…saya sangat bertrimakasih pada penulis…
    sungguhlah benar jika kita mau mengakui semua kesalahan kita dengan sungguh2 dan segenap hati…
    maka Tuhan akan mengampuni kita.
    namun disini yg kta sering hadapi adalah KESUNGGUHAN, MENGAKUI, TULUS sangatlah tidak gampang untuk dilakukan…
    terutama mereka yang berada dalam lingkungan yang kurang mendukung, betul adanya semuanya harus datang dari diri sendiri…namun atmosphare disekitar kita merupakan salah satu unsur pendukung..
    maksud yang hendak saya sampaikan adalah …mari kita sebagai umat kristus mau merangkul mereka yang yang belum memiliki atmosphare kasih Kristus…kembalikan kepercayaan diri mereka,,,GBU

    Reply

  • candra

    August 29, 2011 #33 Author

    pertobatan harus dilakukan setiap saat, krn kita manusia yg tdk pernah luput dari kesalahan & kekhilafan. Terimakasih Yesus yg telah menyelamatkan kita, yaitu yg percaya kepadaNya.

    Reply

  • Semli

    August 29, 2011 #34 Author

    txh utk renungan hari ini…sungguh sesuatu yg sangat membangun…saya akan selalu setia menunggu renungan lainnya di email saya..thx utk Pelita Hidup…Yesus menyertai kita semua…

    Reply

  • hendra

    August 29, 2011 #35 Author

    Artikel yang akan sangat berguna untuk orang-orang yang terbelenggu dosa.
    Jangan lupa minta Roh Kudus untuk mengingatkan dan memberi kekuatan kepada kita agar diperbarui.
    Thanks utk renungannya.

    Reply

  • Jaransen Purba

    August 29, 2011 #36 Author

    Bukan karena kebetulan saya mengupdate pelita hidup hari ini, tapi karena Tuhan adalah penyayang, dan tetap memperhatikan saya dan kita semua umatNya. Oleh karena pelita hidup ini, hidup saya lebih berarti, lebih percaya diri, dan lebih memiliki pengharapan. Tuhan adalah penolongku, takkan kekurangan aku. Tuhan maha pengampun….GBU

    Reply

  • jan

    August 29, 2011 #37 Author

    haleluya, puji Tuhan, bertobatlah karena kerajaan surga sudah dekat. Tuhan kita baik adanya
    walaupun sering kita berbuat dosa tapi Tuhan selalu mengampuni kita

    Reply

  • lia

    August 28, 2011 #38 Author

    Syalom,Puji Tuhan melalui renungan ini sy sangat diberkati…perasaan bersalah membuat semangat jadi patah…thanks renungannya bu Ribka,kiranya Yesus memakai ibu lebih lagi….GBU

    Reply

  • karel

    August 28, 2011 #39 Author

    renungan ini sangat membantu saya

    Reply

  • elizabethSjk

    August 28, 2011 #40 Author

    Saya merasa amat bersukacita diatas sharing diatas.Bersyukur punya Tuhan Allah Bapa yang pengampun..saya juga memang ada perasaan bersalah tetapi saya sudah diberi semangat yg baru setelah membaca sharing diatas….Tuhan itu luar biasa,oelh darahNYA dikayu salib saya sudah di bebaskan,dimenangkan dan diampuni!! terima kasih Tuhan atas anugerahMU….saya percaya tuhan memberi yang terbaik bagi kita tapat pada waktunya.Ayuh saudara ku dalam kristus,mari kita bangkit dan lawankan iblis yg selalau membuat kita rasa tertolak..Tuhan telah memerdekakan kita!!Haleluyah….

    Reply

  • irianto

    August 28, 2011 #41 Author

    xie 2

    Reply

  • Roland Hutajulu

    August 28, 2011 #42 Author

    Pada awalnya Daud merasa tidak bersalah sebelum nabi Natan datang padanya, Daud merasa wajar mendapatkan Batsyeba dengan adanya hak verogatif dia sebagai raja, dapat melakukan segala apa yang diinginkan. Demikian juga kita yang pernah berbuat salah merasa tidak melalukan kesalahan, sekalipun sudah ada orang lain yang jadi korban, akibat perbuatan kita. Tapi Tuhan tidak tinggal diam dengan perbuatan kita yang sebenarnya sudah melakukan kesalahan. Marilah kita menyadari sebelum Tuhan menegor kita, dengan cara introspeksi dan rendah hati. Tuhan maha pengampun

    Reply

  • Corina Dusinta

    August 28, 2011 #43 Author

    Tulisan ini menyadarkan saya, bahwa saya harus jujur dan terbuka mengakui dosa-dosa di hadapan Tuhan. Tidak cukup minta pengampunan kalau belum berani menyebutkan dosa apa saja yang ingin dihapuskan.

    Reply

  • suryadiniaga

    August 28, 2011 #44 Author

    Terima kasih Tuhan Yesus atas Firman dan Renungan yang telah Engkau berikan, karena Firman Mu adalah kekuatan bagi kami dalam menjalani kehidupan yang semakin sulit dan sukar ini, agar kami senantiasa kuat di dalam iman kami bahwa Yesus adalah Juruselamat kami. dan kami memperoleh piala yang sudah disiapkan Tuhan bagi kita sekalian Amin. Tuhan memberkati

    Reply

  • tri har

    August 28, 2011 #45 Author

    Tuhan sungguh baik, dengan renungan ini saya semakin diberkati

    Reply

  • tri har

    August 28, 2011 #46 Author

    Tuhan itu sungguh baik,dengan membaca renungan ini saya semakin diberkati

    Reply

  • yuli

    August 28, 2011 #47 Author

    kita sudah dimerdekakan oleh kasih karunia Tuhan, oleh karena itu janganlah berbuat dosa..trims bu ribka renungannya …GBU

    Reply

  • wury

    August 28, 2011 #48 Author

    Thanks Jesus. Kemarin2 stiap kl sy dtg ke Tuhan sy ngerasa ngga layak, ngga layak krn dosa yg sdh sy buat. Dan sy bersykur sama Tuhan lwt renungan ini, Tuhan menyatakan kasihNya kepada sy, orang yang brdosa.sy merasakan pembebasan ,kelegaan dan dapat kekuatan baru untuk bangkit. Gbu

    Reply

  • petrus ginting

    August 28, 2011 #49 Author

    Terimakasih TUHAN,masih ada hambamu yang mau mengingatkan firmanMU. Thanks ribka. Renungan ini seperti yang kualami. aku hanya bisa mengaku di hadapan TUHaN tapi dihadapan manusia aku ga berani.Ampuni aku TUHAN.

    Reply

  • febry

    August 27, 2011 #50 Author

    selain yang terutama kepada Tuhan,, kepada siapa saja wajib kita akui dosa kita?? dan bagaimana trik mudah untuk bisa mengatasi agar tidak jatuh dalam dosa yang sama??

    thx buat renungannya,, sungguh TUHAN itu pengampun dan setia terhadap kita,, serta penuh dengan keadilan…

    Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *