Pelita Hidup Jangkau Dunia

Pemulihan: Mengatasi Rasa Bersalah Untuk Bangkit

pemulihan-mengatasi-rasa-bersalah-untuk-bangkitMazmur 51:3-12

3. Kasihanilah aku, ya, Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! 4. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! 5. Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. 6. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kau anggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. 7. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. 8. Sesungguhnya, engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. 9. Bersihkanlah aku dari pada dosaku  dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! 10. Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kau remukkan bersorak-sorai kembali! 11. Sembunyikanlah wajahMu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! 12. Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

Apakah saudara  merasa bersalah hari ini atau pada hari-hari yang sudah berlalu ? Minggu ini saya merasa bersalah karena tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dapat saya lakukan, tidur  terlalu larutsehingga membuat kepala saya pusing, saya telah batal mengunjungi seseorang yang sedang berada di rumah sakit. Rasa bersalah itu dapat saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari karena kita tidak  melakukan sesuatu yang seharusnya, misalnya  telah berbicara menyinggung/menyakiti hati  orang lain, telah marah secara berlebihan, tidak mengendalikan lidah, terlalu curiga, terlalu khawatir, tidak terbuka, tidak jujur, telah mencemaskan sesuatu yang tidak terjadi, tidak belajar ketika akan menghadapi ujian sekolah dan lain-lain.
*courtesy of PelitaHidup.com
Apakah rasa bersalah itu ?

Rasa bersalah adalah sebuah perasaan yang tidak merasa bahagia,tidak merasa ada damai  dan tidak tentram. Perasaan yang buruk, salah, tidak berharga, merasa gagal, merasa malu dan kalah karena sesuatu perbuatan yang telah dilakukan. Para ahli psikologi berpendapat bahwa perasaan bersalah itu muncul karena kegagalan untuk mencapai standar-standar perilaku yang telah kita tetapkan sendiri. Misalnya ketika kita telah mengecewakan atau menyakiti hati seseorang, itu merupakan suatu perilaku yang buruk atau dosa.

Maka solusinya adalah kita belajar cara hidup yang  baik agar tidak merugikan oranglain atau siapapun. Jika ini kita lakukan tentunya kita tidak akan merasa bersalah. Pandangan seperti ini melihat bahwa dosa itu adalah masalah horizontal saja, yaitu hubungan sesama antar manusia.Berbeda dengan pandangan Alkitab,bahwa dosa itu juga memiliki dimensi vertikal, yaitu hubungan manusia dengan Allah.


Rasa bersalah itu sebagaimana yang telah dilakukan oleh Daud, adalah merupakan suatu dosa.Dosa itu menyakiti hati Allah.Alkitab mengatakan bahwa pada dasarnya kita semua bersalah.“Tidak ada yang benar, seorangpun tidak”, (Roma 3:10).Artinya kesalahan itu sifatnya universal atau umum.Di mata Allah semua manusia bersalah, karena manusia cenderung tidak mau dipimpin oleh Allah dan memberontak terhadap-Nya.

Apa yang  Daud telah ungkapkan dalam Mazmur  51 ini, adalah sebuah pengakuan dosa dari Daud. Nabi Natan telah diutus Tuhan datang kepada Daud supaya membeberkan dosa perjinahan yang telah dilakukan Daud dan pembunuhan yang telah direncanakan/dilakukan oleh Daud, dalam kisah 2 Sam.12 : 1-13. Dalam kisah ini, Daud  telah melakukan perjinahan dengan istri Uria bernama Batsyeba, dan karena hendak mengambilnya menjadi istrinya maka Daud dengan sengaja merencanakan dan membiarkan Uria mati dalam peperangan.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria dibarisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati”, 2 Sam 11:15. Ini merupakan sebuah rencana pembunuhan yang dibuat oleh Daud terhadap Uria dan  Uriapun mati dalam pertempuran. Maksudnya ialah supaya ia dapat memiliki Batsyeba, mengambilnya menjadi isterinya.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Nabi Natan kepada Daud, dan ia menceriterakan  kepada Daud tentang seorang kaya yang mengambil anak domba satu-satunya kepunyaan orang miskin untuk menjamu tamu orang kaya tersebut,maka marahlah Daud, agar supaya orang kaya itu dihukum mati karena tidak mengenal belas kasihan. Melalui cerita itu Natan menegur Daud bahwa Daudlah orang itu.
*courtesy of PelitaHidup.com
“Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat di mataNya?”, 2 Samuel 12: 9a. Akhirnya Daud sadar akan apa yang telah diperbuatnya, keadaan itu membuat Daud menjadi gelisah dan tidak tenang, hidupnya diliputi oleh rasa bersalah. Apa yang tidak berkenan dan yang jahat bagi  Allah telah ia perbuat.  Daud merasa hidupnya sudah tidak nyaman lagi karena ia terus dibayang-bayangi oleh perbuatannya yang berdosa itu.  Ia merasa bersalah, dan hatinya tidak tentram. Daud menginginkan ketenangan itu kembali dalam hidupnya, namun hal tersebut tidak akan diperolehnya sebelum ia membuat pengakuan yang jujur dengan sepenuhnya kepada Allah. Bagaimanakah Daud mengatasi rasa bersalahnya untuk bangkit kembali ?

Ada 4 hal yang dilakukan oleh Daud, yaitu:

  1. Bergumul melawan  dosa

Daud tidak langsung bertobat ketika ia berselingkuh dengan Batsyeba. Memerlukan beberapa waktu lamanya  sampai hal yang telah dilakukannya itu menjadi suatu pergumulan dalam hatinya. Setelah nabi Natan datang kepada Daud dan menceriterakan kisah tentang seorangkayayang  mencuri domba dari  seorang miskin, barulah Daud mengerti tentang kesalahannya. Mendengar kisah ini Daud baru sadar akan kejahatan yang telah ia perbuat itu.

Untuk memperoleh pengampunan dan pembaharuan dari Allah atas kesalahan dan dosa yang telah diperbuat itu tidaklah mudah. Apalagi jika seseorang itu telah mengalami keselamatan dan kemudian terjerumus ke dalam suatu kesalahan atau dosa maka akan mungkin mengalami pergumulan rohani yang panjang untuk mengalami pertobatan dan pemulihan. Pengampunan selalu ada pada Allah, yang Ia kehendaki ialah  supaya kita belajar untuk menjadi lebih baik lagi.

Dari Daud kita dapat belajar bahwa betapa menakutkan melukai hati Allah yang kudus setelah kita diberkati oleh Allah. “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku”, ayat 5. Ini merupakan suatu kesadaran tentang tanggungjawab pribadi atas kesalahannya. Kata yang sering muncul dalam bacaan Firman Tuhan di atas ialah pelanggaranku, kesalahanku, dan dosaku.

Daud tidak mencari-cari alasan atau pembelaan, dan pembenaran terhadap dirinya mengapa iasampai berbuat dosa. Daud juga tidak menyalahkan pada keadaan yang membuat kesempatan itu terjadi, juga dia tidak  mempersoalkan ketidak-pengetahuan, atau karena kebutuhan, karena godaan, juga dia tidak melibatkan Batsyeba yang harus ikut menanggung kesalahan dalam perjinahannya, sehingga pembunuhan itupun terjadi.

Kesalahan yang dilakukan Daud itu adalah tanggungjawab Daud sendiri. Pengakuan yang sejati itu ialah mengakui kesalahannya dengan tidak mencoba berdalih. Daud tidak mau tinggal terus menerus dalam dosanya, karena itu ia datang kepada Allah untuk memohon pengampunan supaya dipulihkan.  “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”, 1 Yohanes 1:9

Kita harus bergumul melawan dosa, sebab dosa itu melawan Tuhan.Jangan biarkan dosa itu tetap tinggal dalam hidup kita tapi lawan dan perangilah itu.Hadapi dosa itu,dengan bersikap terbuka dan jujur dihadapan Allah.Jangan ada yang disembunyikan akuilah semua kesalahan dan dosa itu kepada Allah.Allah pasti mendengarkan semua beban kita, karena Ia selalu setia terhadap kita. Ia mengasihi kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Membiarkan dosa dan tidak mengakuinya, ini mencegah kita untuk menikmati hubungan dan persekutuan dengan Allah dan dengan sesama. Orang yang menyangkal dosanya atau berusaha menyembunyikannya, tidak mau mengakuinya, tidak menyesali dan meninggalkannya, tidak akanmerasa tenang dalam hidupnya dan tidak akan bertumbuh secara rohani. Pengampunan dan kemurahan Allah itu tersedia bagi semua orang yang mau datang kepadanya dengan sungguh hati untuk menerima pemulihan. “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi”, Amsal 28:13.

2. Mengakui bahwa dosa itu melawan Tuhan

Setelah Daud menyadari kesalahanyang telah ia perbuat kepada manusia, ia juga menyadari bahwa terutama dosanya itu ialah kepada Allah. Firman Tuhan mengatakan bahwa dosa itu adalah perbuatan yang jahat dimata Allah.“Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat di mataNya?Uria, orang Het itu, kau biarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kau ambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kau biarkan dibunuh oleh pedang bani Amon”, 2 Samuel 12:9.

Terlepas dari perbuatan Daud terhadap Batsyeba dan Uria suaminya, maka tindakan Daud itu pada akhirnya adalah menentang Allah. “Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kau anggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu”, ayat 6. Daudpun membuat sebuah pengakuan kepada Allah yang tanpa tersembunyi tentang kesalahan yang telah diperbuatnya. “Dosaku kuberitahukan kepadaMu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku”, dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku, Mazmur 32:5.

Mengakui dan memberitahukan dosa dengan hati yang tulus dan sungguh-sungguh akan menghasilkan pengampunan.Dengan pengakuan tersebut apabila Allah menjatuhkan hukumanNya atas orang berdosa Allah tidak boleh dituduh kejam.Daud mengakui bahwa Allah itu adil dalam segala keputusanNya.Resiko akibat dosa yang telah diperbuatnya itu dapat diterima oleh Daud sebagai maksud baik Allah.

Ada resiko yang harus diterima oleh Daud akibat dari perbuatan dosanya itu, yaitu anaknya yang dikandung oleh Batsyeba itu ditulahi oleh Allah sehingga sakit dan akhirnya mati. Sekalipun Daud telah berpuasa dan menangis untuk  berdoa minta belaskasih Allah agar anak itu tetap hidup tetapi keputusan Allah tetap terlaksana. Allah mau menunjukkan keadilanNya walaupun hati Daud terluka oleh kematian anak tersebut, karena itu Daud sangat menyadari bahwa keputusan Allah adalah baik apapun juga.  Sekalipun Daud bersedih tetapi ia tidak bisa menolak kehendak Allah dan Daud  merima keputusan Allah itu sebagai sesuatu yang baik.

Sebab itu ketika anaknya itu mati, Daud bangkit dan menyembah Tuhan.Daud tetap menyembah Tuhan disaat luka dihatinya masih ada akibat kesalahannnya itu.“Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah Tuhan dan sujud menyembah”, 2 Samuel 12:20a.

Kesalahan itu mengandung resiko yang harus ditanggung. Saudaraku, bila saat ini engkau sedang mengalami suatu sakit, luka atau derita akibat kesalahan yang telah diperbuat di masa yang lampau anggaplah itu sebagai bentuk perhatian dan kasih Allah. Terimalah luka atau penderitaan yang wajar kita tanggung itu karena  akibat dosa atau  kesalahan kita, tapi jangan pandang  itu sebagai hukuman yang berkelanjutan, namun pandanglah itu sebagai sebuah proses penyembuhan yang akan terjadi kemudian setelah kita mengalami perubahan dalam hidup kita. Jika kita menyadari bahwa sesuatu beban yang kita terima/pikul saat ini adalah sebagai akibat dari kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat, maka hal itu  harus kita terima sebagai sesuatu keputusan yang adil dari Tuhan.  Jadikan hal itu sebagai suatu peringatan atau sebagai kenangan indah untuk kita merasakan kasih Allah.

Jangan kecewa, jangan putus asa, tetaplah menyembah Dia. Dia mengasihi, sangat mengasihi sekalipun kita orang berdosa. Sebab tidak selamanya kita dibiarkan menderita. Justru dengan resiko yang diterima itu kita dapat merasakan betapa besar kasih dan keadilanNya.Ia pasti menyediakan yang terbaik lagi di masa yang akan datang sesuai proses perubahan hidup yang kita jalani. Dia akan mengubahkan keadaan yang buruk untuk menjadi sebuah kebaikan.

3. Menyadari orang berdosa  memerlukan pengampunan Allah

Daud mengakui bahwa sejak dari kandungan atau lahir dia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Daud menyatakan bahwa manusia itu sifatnya berdosa, dengan kata lain setiap orang itu sejak dari lahir memiliki suatu kecenderungan untuk melakukan suatu kesenangan dan keiinginan diri sendiri, yang bahkan dapat menyebabkan orang lain menderita.

“Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku”, ayat 7. “.. hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar!’, ayat 3. Hapuskan artinya ‘dikikis’ dibersihkan seperti sebuah tulisan dihapuskan, sehingga tidak kelihatan lagi. “Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!”, ayat 4. Dosa dilihat sebagai sesuatu yang berurat berakar secara dalam yang memerlukan pengobatan intensif, yaitu dengan membuang habis dosa sehingga menjadi tampak bersih.
*courtesy of PelitaHidup.com
Kecenderungan berdosa ini hanya dapat dibersihkan dari kehidupan kita melalui penebusan di dalam Yesus Kristus yang telah membayar, menebus kita dengan kematiannya di kayu salib dan oleh tuntunan Roh Kudus.Kita membutuhkan pertolongan Tuhan, sebab usaha kita hanyalah sia-sia jika bukan karena Tuhan yang menolong untuk membebaskan kita.Pengampunan yang diberikan Tuhan itu akan memulihkan keadaan kita. Bersyukurlah kepada Tuhan yang telah menyediakan pertolongan itu melalui kematianNya di kayu salib. Oleh sebab itu siapa yang datang dan percaya kepadaNya akan diselamatkan.

4. Penyerahan diri kepada Allah untuk dibaharui

Kita sebagai orang percaya sangat memerlukan Roh Allah mendiami kita untuk menciptakan di dalam diri kita hati yang selalu menjauhi dan membenci dosa. Roh Kudus itu akan membaharui kita untuk selalu merindukan dan melakukan kehendak Allah dalam hidup kita. Hanya Allah saja yang dapat membuat  kita menjadi ciptaan baru dan memulihkan kehidupan kita. “Jadikanlah aku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!”, Mazmur 51: 12.

Kita harus datang kepada Allah dan meminta pengampunanNya karena terhadap Allah kita telah berdosa. Daud mengakui kedalaman yang sebenarnya dari kesalahannya itu sebagai keadaan manusia sejak dilahirkan.Hanya Allah yang dapat membersihkan, hanya Allah pula yang dapat melaksanakan pemulihan jiwa dan tubuh secara sempurna dari kehancuran dan akibat dosa.“Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! (ayat 9-10).

Daud tidak akan merasa tenang sebelum ia mengutarakan segala dosanya dihadapan Allah. Perasaannya perih oleh penyesalannya atas keterlibatannya dalam pembunuhan terhadap Uria, Daud membawa jiwanyayang hancur itu kepada Allah sebagai persembahan yang sejati. “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur , hati yang patah dan remuk tidak akan Kau pandang hina ya Allah”, Mazmur 51:19. Tanpa jiwa yang hancur tampaknya segala korban itu tidak bermakna.Setelah Daud membuat pengakuan dosanya, maka nabi Natan langsung mengumumkan pengampunan dari Allah. Allah mengampuni Daud dan  Daud sadar tentang keajaiban kasih dan pengampunan yang begitu indah diberikan Allah kepadanya atas kesalahannya yang sangat besar itu.

Tidak mudah bagi Daud mengakui dosanya itu kepada Allah, namun ia berjuang melawan ungkapan hati terdalamnya itu kepada Allah sekalipun diliputi oleh rasa malu, direndahkan dan dipatahkan oleh rasa bersalahnya. Namun  akhirnyaia ditolong dari keputus-asan itu oleh  iman penyesalannya di dalam kasih Allah.

Dampak dari rasa bersalah itu memang sangat dalam seperti  perasaan ditolak, ketidakmampuan untuk mengatakan tidak, munculnya depresi, kecemasan, dan kehilangan keintiman rohani dengan Allah. Kita bukanlah sebagai orang yang pertama merasakannnya. Jangan lari dan menghukum diri menjadi korban rasa bersalah, sebab jika ini dibiarkan maka keputus-asaan dan kegagalan akan mendatangi kita. Alkitab telah mencatat dalam kitab Mazmur, tentang  gambaran keputus-asaan itu, “Sebab kesalahanku telah menimpa kepalaku; semuanya seperti beban berat yang menjadi terlalu berat bagiku”, Mazmur 38:5.

Saudaraku, Allah mengerti beban berat itu, dan Ia menyediakan jalan untuk mengatasinya.  Oleh kematian Yesus Kristus di kayu salib, Ia menyatakan kita tidak bersalah dan ditebus dari dosa.  Jika kita terus saja berpegang pada rasa bersalah itu, maka kita seolah-olah lebih tahu dari pada-Nya, dan kita menyia-nyiakan pengorbananNya yang rela mati buat kita.Tuhan meminta kita untuk memperbaharui pikiran kita dengan kebenaran FirmanNya untuk membantu kita supaya terhindar dari ganjaran yang tidak menyenangkan.Keadaan memang tidak berubah tapi Allah akan memperbaharui kita dengan memberi kekuatan yang baru serta ia akan mengubah hidup kita menjadi manusia yang baru bagiNya, karena walaupun kita berdosa tapi dapat dibenarkan olehNya karena iman kita kepadaNya kepada kasihNya.

Secara emosional kita mungkin hidup begitu lama dibawah rasa bersalah sehingga menghukum diri sendiri dan tidak merasa ada kebebasan lagi  untuk menjadi baik. Bangkitlah, hadapi rasa bersalah itu, akui dihadapan Tuhan dengan terbuka, dengan jujur dan minta pengampunan dari Tuhan dan bertobat. Jangan berhentimencoba untuk dipulihkan, buang putus asa itu dan rasa ketidakbergunaan itu, datanglah kepadaNya sebab Allah selalu menunggu kita dengan setia.Berserahlah dan minta pengampunan dari Allah. Curahkan semua isi hati, tekanan-tekanan dan beban-beban berat yang menghimpit itu.Meraunglah, menangislah, menjeritlah kepada Tuhan, Dia menunggu dan mendengarkan. Bawalah seluruh jiwa dan hati yang hancur itu kepada Tuhan. Tuhan pasti meringankan beban itu dan memberikelegaan serta bebaskan dari semua beban berat yang menindih itu.  Allah tidak ingin membinasakan umatNya, Ia selalu menawarkan pengampunan jika kita mau bertobat. Pengampunan itu disediakan bagi semua orang , yang sekalipun telah berbuat dosa. “Sekalipun dosamu merah seperti kermizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun  berwarna  merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih  seperti bulu domba, Yesaya 1:18.

Jika  ini sudah datang mengakui kesalahan itu kepada Tuhan dengan rendah hati yang tulus, rasakan betapa besar pengampunan yang diberikanNYa itu, rasakan betapa besar kasihNya itu. Allah adalah kasih.Dia Allah mengasihi, mengasihi orang berdosa.  Dia merindukan orang berdosa datang kepadaNya untuk dipulihkan.  Iblis memang suka mematahkan semangat, dan mengintimidasi kitasebagai orang tidak berguna orang berdosa, sekarang katakan kepada iblis bahwa engkau  telah dibebaskan dan dipulihkan Allah.Engkau sudah dibebaskan, sudah dimerdekakan oleh kasih karunia Tuhan.

Hiduplah sebagai seorang anak Allah yang telah diampuni. Buang rasa malu itu karena  hanya membuat jurang pemisah dalam hubungan kita dengan sesama dan Allah.Terimalah kebebasan dari rasa bersalah itu dalam kasih Allah yang telah dikaruniakanNya melalui pengampunanNya.  Bangkitlah sebagai seorangpemenang yang telah dibebaskan dan dibaharui dalam kasihNya. Berjalanlah dalam terang Firman Allah dan Roh Kudus, sebab di dalam Tuhan, masa depan itu sungguh ada. “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang”, Amsal 23:18. Tuhan mengasihimu.

.

“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis didalamnya, sebab waktunya sudah dekat”, Wahyu 1:3.


Rita Ribka Tarigan
Rita Ribka Tarigan adalah salah satu kontributor di Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 85 respon

  1. Shalom… Trimakasih Tuhan Yesus,,, Trimakasih bu Ribka atas Renungannya…Tuhan Yesus Memberkati Pelayanan,kehidupan dan keluarga ibu…?

  2. Shalom..
    Terima kasih dan puji syukur bagi Tuhan kita Yesus Kristus. Melalui renungan ini sungguh sy sangat diberkati tiba” seperti td Tuhan berbicara pada sy keputusan apa yg harus sy ambil krn kesalahan yg sdh sy buat  dan yg telah banyak membuat repot bahkan merugikan sy sendiri dan banyak org termasuk keluarga sy. Terima kasih Yesus Kau telah menggerakkan sy utk membuka renungan ini sehingga sy mengerti maksud dan kehendakmu krn mslh sy ini. Dan sekarang sy mampu mengambil keputusan kalau sy harus tetap berjalan bersamaMu dany berharap tanpa ada rasa bersalah lg yg menghantui sy. Skrg sy berani berkata bahwa sy telah bebas n merdeka krn sy memang ditetapkan menjadi manusia yg lebih dr pemenang krn kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Buat penulis tetap semangat  melayani Tuhan dg menulis renungan seperti ini krn sdh memberkati banyak org n biar Roh Kudus terus memberi hikmat yg luar biasa untuk menulis renungan” selanjutnya yg lebih dahsyat lg. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua :)

  3. Luar biasa renungan Firman Tuhan perihal perbuatan dan pengakuan dosa Raja Daud dihadapan Allah.
    Pertama kita harus bersyukur kepada Tuhan Allah kita yang kasih-Nya sangat luar biasa, sebab dosa sebesar apapun juga masih ada pengampunan dan penghapusan dosa…luar biasa Tuhan kita.
    Berbicara mengenai melakukan dosa, sebesar apapun juga, seakan-akan bukan hal yang aneh atau meng- herankan khususnya diakhir zaman ini, sebab dosa mempunyai daya tarik atau magnit untuk manusia melakukannya hari-lepas hari dan tampa disadarinya dosa merupakan kebutuhan hidupnya yang artinya hidupnya terikat dengan dosa dan tidak pernah merasa bersalah.
    Tapi kita patut bersyukur kepada Tuhan Allah didalam Tuhan Yesus Kristus yang selalu mencelikkan mata kita untuk cepat sadar dan adakan pemberesan dihadapan Tuhan….haleluyah…puji Tuhan Yesus Kristus
    Thanks….God Bless

  4. Puji Tuhan saya dapat menemukan renungan ini… aku sadar betapa sombongnya saya meskipun menurut saya , sayalah yang paling benar . Slaku manusia biasa , terkadang sadar satu tidak , terjatuh karena ke angkuhan ku . dengan renungan ini aku sangat terinspirasi untuk introspeksi diriku … dalam hidup HUKUM TUHAN YANG KU TAKUTKAN , hukum dunia adalah HUKUM RANCANGAN MANUSIA yang penuh Rekayasa ….Terima kasih ya Tuhanku Engkau telah menyelamatkanku …. kini Hidupku ku serahkan Dalam Rancangan Mu Tuhan . amin.

  5. Terima kasih atas bacaan ini. Sungguh saya merasa :-) :-D :-) :-D :-) :-D… tidak tau ungkapan apa yang lebih pantas untuk menyatakan rasa bahagia ini. Terima kasih sudah membuka ‘mata saya’ bahwa sungguh ada pengampunan yang diberikan Tuhan untuk setiap pengakuan akan dosa yang telah saya perbuat.
    Thanks :-) God Bless Us :-)

  6. terimakasih atas renungannya…saya selama ini hdp dlm dosa…bahkan saya melakukan smua dosa yg dilarang oleh TUhan…dgn adanya renungan ini itu sangat membantu saya utk mengakui dosa2ku kpd Tuhan..ya Tuhan,ampunilah saya org yg berdosa ini..saya mau bertobat dan kembali kejalnmu yg bnr.saya selama ini org yg paling banyak dosa dri smua manusia yg ada didunia ini.tlg ubah hidup saya menjadi yg baru..putih seperti salju..mari Tuhan..bertahtalah dlm hatiku..agar aq bisa mnjadi ankmu ,saya telah lama menjauhkan diri drimu..skrg saya mau menyerahkan hidup saya sepenuhnya kedlm tanganmu,utk dipakai utk kmuliaan nmmu..amin

  7. Puji Tuhan…FirmanNya sungguh luar biasa, membuat aku boleh bangkit kembali dari keterpurukan dan dosa dosa yang telah ku perbuat. Tuhan, Engkau sangat baik , mau menopangku ketika aku terjatuh, mau mengangkat ku , ketika aku berada dalam kegelapan. Kalau bukan hanya firmanMu yang menguatkan ku, aku tidak akan sadar. Namun dengan pertolongan Tuhan, walaupun aku sudah sangat hina, tetapi Engkau masih menyayangiku. Trimakasih Tuhan akan kasih setiaMu yang tidak pernah berhenti padaku. Biarlah aku juga mampu untuk saling memafkan dengan yang pernah ku sakiti lewat doa doa ku dan doa doa nya. Bapa…pakailah kami menjadi anakMu yang mau sungguh-sungguh bertobat dan kembali ke jalanMu…Berikan kekuatan kepadaku Bapa untuk lebih tulus lagi dalam pelayananMu..,aku mau ikut bersama Yesus..Jauhlah rasa takut & bersalah dari kku mulai hari ini sampai selamalamnya…,Trimakasih kpd hamba Tuhan yang telah me rilis nats ini. God bless you forever…salam

  8. trimakasih buat renungan yang boleh menguatkanq…….
    Terimakasih Tuhan Bwt pengampunan yang kau berikan padaku

    hampir aq merasa tdk berguna dihadapan Tuhan setelah pelanggaran yang aku perbuat.
    aq males k gereja males playanan
    krna pelanggaran yang aku perbuat karena aku merasa tidak layak di Hadapannya dan melayani di altarnya.
    berkat renungan ini kini aku mengerti aku sadar
    Tuhan masih mengasihi aku pengampunannya masih ada buat aku.

    trims

    Gbu…..

  9. tk PH atas renungannya, membuat saya memahami akan arti hidup dalam pertobatan yang membutuhkan jiwa yang besar untuk mengakui segala pelanggaran yang telah dilakukan dalam hidup ini, saya banyak melakukan pelanggaran dalam hidup saya karena kebodohan saya, tidak memahami firmana Tuhan, apa yang Tuhan harapkan akan hidup ini sehingga saya selalu hidup dalam pelanggaran-pelanggaran yang mana dimanta Tuhan menjijikkan, mohon saudara-saudaraku doakan saya agar saya boleh dan dapat memahami yang Tuhan kehendaki dalam hidup saya. Tuhan memberkati.. Haleluyah

  10. Daud mendapatkan kasih setia yg luar biasa dari Tuhan karena ketulusan dan kerendahan Hatinya mengakui dengan jujur segalah Dosanya.Renungan yg sangat memberkati. Jangan dengar kata Iblis… Tuhan sedang menunggu kita untuk jujur mengakui kesalahan dan Dosa kita, Dia adalah Setia dan Adil. Haleluya…!!!. Tuhan memberkati Penulis dan kita semua.

  11. 3 hari ini, tidak ada sukacita dalam hatiku karena kegagalanku dalam sidang proposalku,,
    malu sangat sama teman2 ku, dosen pembimbingku, dosen pengujiku,…
    saya mnghukum diri sendiri,,merasa bersalah atas apa yang terjadi,,

    AMPUNILAH AKU YA ALLAH,,,

    • puji tuhan ….renungan yang sy baca di atas telah diberkati sy,.walaupun sy orang berdosa pikiran sy di pengaruhi oleh dosa tetapi ,firman tuhan katakan bahwa kalau kami mengaku dosa kami di hadapan bapa pasti tuhan akan apuni kami dan bersikan dosa kami seperti salju yang putih dan saya merahkan bahwa sy sudah di ampuni oleh bapa qu(.terima kasih untuk renugan ini tuhan memberkati pelayanaa selanjutnya).

  12. syukur puji tuhan utk renungan hari ini…..supaya kita slalu dikuat dlm sgala halll

  13. syukur puji tuhan dgn adanya pelita hidup setiap saat/hari kita boleh slalu disegarkan dgn renungan rohani…..

  14. sangat memberkati.

  15. Sebenarnya mengungkapkan perasaan bersalah itu memeng tidaklah mudah, tetapi kita bisa menyangkali bahwa perasaan bersalah itu membuat kita tidak tenang bahkan terasa ada jarak antara kiita dengan Tuhan sepanjang itu tidak diakui.Namun ketika kita sudah mengakuinya perasaan bersalah suadah tidak lagi menguasai kita.Terima kasih atas suguhan makanan rohani ini.

  16. Amin Trima kasih untuk renungan ini sangat di berkati

  17. Tuhan……..
    Trimakasih atas pekerjaan-Mu dalam hidup ku.
    Ajari gheaa untuk selalu bersyukur dan bangkit atas segala keterpurukan dalam hidup gheaa…
    Ajari ku setia melayani-Mu Bapa ku…….

  18. Trimakasih buat renungan Pelita Hidup, say a SANGAT membutuhkan renungan2 ini, terms menjadi Berkat Dan Tetaplah semangad …. Untuk Kerajaan Sorga. Imanuel

  19. laurentius sri handono
    Monday 30 January 2012, 5:04 am

    terima kasih Yesus,aku tdk dapat hidup tanpa ENGKAU, Terima kasih YAHWEH, Engkau harta terbesar bagiku….

  20. Terima Kasih ibu Ribka Tuhan Memberkati Pelayanannya …. Sekarang sy bisa bangkit lagi…… Puji Tuhan.

  21. MUSTIKAWATI BUNTORO
    Tuesday 22 November 2011, 4:01 pm

    Kita ,saya kadang bodoh,menghukum diri ,dengan rasa bersalah,padahal TUHAN YESUS yg saya percayai ,sudah bebaskan saya dari belenggu dosa,terima kasih TUHAN ,mengarahkan arah langkah ,untuk memaknai hidup ini ,jalan masih panjang ,banyak hal masih akan kita alami ,tapi 1 hal yg PASTI,,TUHAN YESUS ,ALLAH PENGAMPUN ,ADIL,DIDIK ,PENUNTUN kita .

  22. Thank you for posting…
    Sungguh menguatkan

  23. Trimakasih atas lawatan Tuhan lewat tulisan ini.

  24. Shalom….Trimakasih untuk renungan ini yang membawa kita tetap terus bertumbuh dalam iman yang semakin teguh……supaya kita tidak juga kehilangan keintiman rohani dengan Tuhan……Haleluyah…Amin…Tuhan Yesus Memeberkati.

  25. Trimakasih buat renungannya,terimakasih buat Pelita Hidup,sy telah menemukan jawaban atas persoalan yang kuhadapi selama ini.

  26. Suatu renungan yang sangat berharga dan powerful….Trimakasih Tuhan buat renungan ini…Pakai lebih lagi hambaMu yang telah menyampaikan ini dan berkati…

  27. Ya Tuhan, ampunilah kesalahan2 saya yang telah say perbuat di masa lalu dan dosa2 saya yang masih sering saya lakukan yang menyakiti hatiMu. Tolong mampukan saya melalui masa2 sulit ini dan angkatlah saya dari keterpurukan ini, saya merasa tidak berguna dan tidak ada harganya lagi. Mampukan saya untuk bangkit dan menjadi pemenang serta dapat menjadi hamba Mu yang lebih berkenan di hatiMu. Ampunilah saya yang berdosa dan tidak berterima kasih ini Bapa.

  28. Sy bertrimaksih pada Tuhan melalui artikel ini. sy mendapat kekuatan untuk bangkit dari masalah yg slama ini mengikat dan sangat sulit untuk lepas. smoga artikel ini bermanfaat bg yang mengalami masalah spt sy atau raja Daud.

  29. saya mengucap syukur pada Tuhan lewat renungan ini. Melalui renungan ini, saya mendapat jawaban dan kelegaan atas rasa bersalah karena telah melanggar printah Allah. skar sy mengerti apa yang harus dilakukan agar bisa bangkit spat Daud, tetapi kadang kekuatan untuk itu sangat sulit skali. walaupun demikian sy bersyukur, karna jelas apa yg hrs dikerjakan. Untuk itu, trimakasih banyak, Tuhan memberkati kita semua.

  30. Mengakui kesalahan adalah sesuatu yang berat bagi manusia, manusia cenderung menutupinya, Daud sendiripun memerlukan waktu utuk mengakuinya. Melalaui renungan ini kita belajar dengan apa yang dilakukan oleh Daud. Jangan menunda minta ampun kepada Tuhan, sehingga ada masa kita tetap tinggal dalam dosa. Terima kasih renunganya. GBU.

  31. Syalom…!
    Dari renungan yang saya baca di atas saya merasa penguatan, bahwa Allah mau mengampuni dosa kita asalkan kita mau mengaku dosa kita. renungan di atas mirip dengan apa yg saya alami, jika saya suda berbuat dosa kepada Tuhan maka saya sering tidak berdoa untuk meminta pengampunan karena merasa malu karena tidak layak datang padaNya. Timakasi ya Tuhan karena suda mengutus hambaMu untuk membuat renungan yang menguatkan ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua…..Amin

  32. Baru saya baca renungan ini setelah satu bulan saya abaikan, ternyata Tuhan itu baik yang memakai hambanya untuk menulis renungan ini pikiran dan hati saya terbuka. selama ini saya membiarkan dosa ini ada dalam diri saya dan saya tidak melawannya. melalui renungan ini memotivasi saya untuk datang pada Tuhan, Thank’s Tuhan Yesus memberkati.

  33. Thanks God….
    Renungan yang sangat memberkati hidup saya, pas dengan keadaan yang saya alami hari2 ini, melalui renungan ini saya benar2 dikuatkan, thanks buat Pi Je n juga penulis yang di beri hikmat Tuhan. Love U All

  34. Thanks untuk renungan ini .

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: