Pelita Hidup Jangkau Dunia

Pertandingan Iman: Memenangkan Mahkota

pertandingan-iman-memenangkan-mahkota“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.” 1 Korintus 9:25

Dalam setiap pertandingan olahraga, selalu ada hadiah yang disediakan bagi pemenang. Dan setiap peserta pertandingan/perlombaan akan berusaha dengan maksimal agar mereka dapat memperoleh apa yang mereka kejar.

Merupakan suatu kebanggaan yang tak ternilai ketika kemenangan itu dapat diraih. Bahkan kita dapat melihat satu kota atau satu negara yang merayakan kemenangannya jika tim yang mewakili mereka dapat meraih juara. Tim tersebut akan dielu-elukan dan diarak ke seluruh kota.
*courtesy of PelitaHidup.com
Tentunya mereka meraih posisi juara bukan tanpa perjuangan. Berbagai latihan keras mereka jalani agar mendapatkan performa yang maksimal. Kedisiplinan dalam berlatih harus terus dipertahankan agar mereka dapat menjadi juara. Berbagai teknik dan strategi diterapkan agar mereka dapat bersaing dengan lawannya dan memenangkan pertandingan.

Dan bagi mereka yang benar-benar mempersiapkan latihannya dengan sangat baik akan memperoleh juara dan menerima piala/medali atas kemenangannya.

Dalam hal kerohanian, ternyata kita juga harus menjalankan/mengikuti pertandingan/perlombaan iman. Kita tidak hanya menerima keselamatan dari Kristus saja, tetapi kita diwajibkan untuk mengikuti perlombaan iman.



Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” Ibrani 12:1

Tentu saja kita tidak sekedar mengikuti perlombaan itu tanpa memperoleh hasil. Sama dengan perlombaan/pertandingan olahraga, mahkota juara juga disediakan Tuhan bagi setiap kita yang dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik. Dan mahkota yang disediakan bukan sekedar mahkota yang fana dan dapat pudar seperti piala/medali yang diperoleh olahragawan, tetapi merupakan mahkota yang kekal dan abadi, yang jauh lebih mulia dan berharga dibanding mahkota di dunia ini (1 Kor 9:25).
*courtesy of PelitaHidup.com
.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Bagaimana kita dapat mengikuti pertandingan/perlombaan yang diwajibkan ini dan bahkan meraih mahkota yang Tuhan sediakan?

1. Menanggalkan semua beban dan dosa

Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita.” Ibrani 12:1
*courtesy of PelitaHidup.com
Jika seorang olahragawan mengikuti pertandingan dengan membawa sebuah tas yang tidak diperlukan dalam pertandingan tersebut, maka tas tersebut justru akan menjadi beban bagi dia dalam bertanding. Beban itu akan menganggu performanya sehingga akan mempersulit dia untuk meraih posisi juara.

Sama juga dengan beban hidup kita dan juga dosa yang masih kita perbuat, akan menganggu kerohanian kita. Beban hidup bisa berupa amarah, kekecewaan, sakit hati, iri hati, kesombongan, keputusasaan, keras hati dan lain sebagainya.

Jika kita masih membawa beban-beban tersebut dan melakukan dosa dalam kehidupan kita, maka kita akan kesulitan untuk dapat bertanding secara iman. Kita akan sulit berdoa, sulit membaca Firman Tuhan, sulit mengasihi sesama, sulit mengampuni dan masih banyak hal lagi yang akan menjadi sulit untuk dilakukan ketika masih ada beban dan dosa dalam hidup kita.

Bagaimana mungkin kita dapat mengikuti pertandingan iman bahkan meraih mahkota jika kita masih membawa beban hidup dan melakukan dosa?
Mari tanggalkan segala beban dan dosa yang dapat menghalangi kita untuk menjalani pertandingan iman.

.

2. Melatih diri

Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.” 1 Korintus 9:26

Pertandingan bagi seorang olahragawan tidak hanya berpusat kejuaraannya saja, tetapi merupakan proses. Proses dimulai dari latihan fisik, latihan beban, latihan teknik, latihan strategi, kerjasama tim, pola makan yang baik, pola hidup yang baik, pola tidur yang baik dan lainnya. Semua aspek dijalani dengan baik dan terencana agar dapat memperoleh performa yang maksimal ketika bertanding.

Demikian juga dalam pertandingan iman, kita harus menjalani kehidupan rohani kita dengan seksama. Kita harus melatih hidup kita agar kita menjadi kuat dalam iman. Iman yang kuat dan bertumbuh tidak diperoleh dalam sekejap saja, tetapi merupakan iman yang dibina hari lepas hari dengan tuntunan Firman Tuhan.
*courtesy of PelitaHidup.com
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” Ibrani 10:25

Melalui ibadah, doa, pembacaan Firman Tuhan, mengasihi sesama, mengampuni orang yang menyakiti kita, membantu sesama, menghormati orang tua, menjalankan pekerjaan dan bisnis secara jujur, tidak kompromi dengan dosa, menjaga kekudusan pernikahan, tidak mengikuti pergaulan yang buruk dan masih banyak lagi yang dapat kita lakukan untuk melatih hidup kita agar dapat menjalani pertandingan iman dengan baik.

Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” 1 Timotius 4:7b-8

.

3. Berlomba dengan tekun

“…. dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” Ibrani 12:1

Kesuksesan dalam pertandingan tidak diraih dalam waktu singkat. Banyak olahragawan yang memulai pelatihannya sejak usia dini dan mereka juga banyak menemui kekalahan dalam pertandingan-pertandingan yang dijalaninya. Tetapi kekalahan yang mereka alami tidak membuat mereka putus asa dan mundur. Jika mereka mengalami kekalahan, mereka akan kembali berlatih dan lebih giat lagi berlatih agar mereka dapat meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya.

Ketekunan yang mereka jalani pasti akan membuahkan hasil yang manis pada waktunya. Olahragawan-olahragawan sukses yang berada di sekitar kita merupakan sosok-sosok yang bertekun dalam berlatih, bangkit dari kekalahan dan terus berlatih hingga meraih kemenangan.

Kegagalan dalam kehidupan kita merupakan hal yang biasa terjadi. Tidak ada kesuksesan yang tanpa diawali dengan kegagalan. Bahkan Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali sebelum dia sukses menemukan lampu pijar. Dan setelah itu dia menemukan banyak alat dan telah dipatenkan semuanya dengan jumlah 1.093 penemuan. Dia mengatakan bahwa:

“Saya sukses, karena saya telah kehabisan apa yang disebut dengan kegagalan”

“Jenius adalah 1 persen ide cemerlang dan 99 persen kerja keras”

Ketekunan dalam menjalani pertandingan iman yang diwajibkan bagi kita merupakan hal yang penting. Jangan menyerah ketika kita menemui berbagai masalah yang berat, jangan menyerah ketika kita disakiti oleh orang terdekat kita, jangan kecewa ketika keadaan tidak seperti yang diharapkan, jangan putus asa ketika tidak ada jalan keluar. Tuhan pasti akan memberikan kita kekuatan untuk menanggung semua yang kita alami.
*courtesy of PelitaHidup.com
Tetap setia mengiring Yesus, tetap tekun berdoa dan beribadah, tetap mengasihi sesama kita, tetap mengampuni orang yang menyakiti hati kita, tetap melayani walaupun banyak yang mengecewakan.

Ketekunan kita pasti akan membuahkan hasil. Tuhan akan memberikan upah bagi setiap orang yang setia. Iman kita akan bertumbuh menjadi kuat. Dan setiap kegagalan yang kita alami justru akan mempersiapkan kita untuk sesuatu yang lebih besar, untuk meraih kemenangan dan sekaligus mahkota yang abadi.

.

Mari jalani pertandingan iman yang diwajibkan bagi kita, persiapkan diri kita untuk dapat menjalani pertandingan dengan baik dan jalani pertandingan dengan tekun, maka kita akan melihat karya Tuhan yang luar biasa terjadi dalam kehidupan kita. Haleluya!

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.” Ibrani 12:2-3

Baca juga:
http://www.pelitahidup.com/2008/04/09/perlombaan-iman-bag1/
http://www.pelitahidup.com/2008/04/10/perlombaan-iman-bag2/
http://www.pelitahidup.com/2009/09/27/3-rahasia-menjadi-prajurit-yesus-yang-tangguh/


Riva Sinjal
Riva Sinjal adalah penulis & pendiri Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 61 respon

  1. trima kasih atas renungannya…dalam kehidupan saya sekarang di hadapi 2 pilihan dalam pertandingan olahraga..saya dulu lthn keras semasa kecil hingga remaja, byk kekalahan dan kemenangan yg saya dapat, sehingga di masa saya berjaya atau selalu menang saya menjadi cepat puas. Tuhan mungkin maha mengetahui akan hidup saya, dan memberi ujian hidup, Tuhan punya beribu cara untuk mengetahui perlombaan Iman saya, dan saya masih perlu banyak2 sekali latihan. saya pun redup dalam prestasi saya hingga berhenti.
    Pada akhirnya dimana saya sdah kembali menata hidup saya kembali, saya ingin mencoba kembali memulai latihan saya walaupun tidak sesering dahulu, tapi saya tau masih tersimpan mental yg dahulu dan sisa2 pengetahuan yg saya dptkan dlu, pada hari ini saya diberika pilihan untuk mengikuti pertandingan atau tidak, saya dilema krn mungkin saya sudah tidak hebat seperti dahulu dan akan kalah yg mempengaruhi tanggapan org lain sehingga berpikir utk tidak mengikuti pertandingan, dan yg ke 2 dalam hati kecilku ada dorongan yg kuat utk mengikuti pertandingan sebagai langkah awal saya dalam menilai kemampuan yg saya miliki dulu..dan saat ini lewat renungan ini, saya akan coba mengikuti pertandingan olagraga, dan olahraga iman..mana saya akn bertnding menghadapi rasa takut saya, rasa malu saya, rsa khawatir saya, dan mencoba menerima kemampuan yg saya miliki..

  2. saya percaya dalam dunia ini dalam pertandingan tentu ada yang menang ada juga yang kalah artinya yang kalah harus pulang dengan tanpa membawa hadiah tapi yang dinyatakan sebagai pemenang pulang membawa hadiah dalam hal pertandingan iman kita tidak bertanding dengan sesama manusia tetapi pertandingan kita adalan berpacu dengan waktu jadi jika kita inginkan menjadi pemenang kita harus dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin jangan sampai akir dari pertandingan kita justru tidak memelihara iman dengan benar sehingga kita tidak dapat membawa MAHKOTA KEHIDUPAN YANG KEKAL yang perlu kita kejar dalam pertandingan iman adalah 1. Keadilan 2. IBADAH 3. Kesetiaan . 4. Kasih . 5. kesabaran dan 6. Kelembutan ( 1 Timotius 6 : 11-12 )

  3. Terima kasih buat renungan hari ini yang memberikan motivasi bagi saya untuk terus berlomba mendapatkan mahkota kehidupan yang kekal tentunya dengan perjuangan yang besar tapi saya yakin Tuhan tetap ada mendampingiku.
    Gbu

  4. Wah luar biasa…
    Pertandingan Iman harus meninggalkan beban dosa, senantiasa berlatih dan bertanding dengan tekun!
    Tq..Immanuel

  5. Luarbiasa, thx untuk artikel yang sangat memberkati

  6. Amin . Tetap percaya dan setia pada Tuhan, akan memampukan kita memenangkan perlombaan sampai akhir. Tq Bror buat renungannya. GB. JK

  7. tetap semangat dan setia didalam Tuhan. pertolongan hanyalah padaNya. artikel yang sangat memberkati. thanks. Haleluyah

  8. Terpuji lah Tuhan,!!!, Terima Kasih banyak2 kpd pak Riva, renungan ini sangat memberkati saya, dan saya yakin akan ramai yang di berkati dengan renungan pelita hidup. GOD BLESS YOU.

  9. Yuanita Maria Dewi
    Friday 20 May 2011, 1:11 pm

    PUJI TUHAN ! Renungan yg sangat memberkati dan menguatkan.
    KETAATAN terhadap kehendak TUHAN yg tertulis dalam Firman-NYA merupakan “Kunci Kemenangan” dlm menyelesaikan pertandingan hidup dgn gemilang.
    Sama seperti YESUS yg telah menyelesaikan pertandingan hidup-NYA dgn gemilang di kayu salib dan bangkit dari antara orang mati, dlm perjalanan hidup-NYA sbg Manusia Sejati, YESUS pun telah belajar menjadi taat kepada BAPA-NYA.

    Dlm rupa-NYA sebagai Manusia, YESUS jg dpt merasa takut dan gentar seperti ketika menjelang penangkapan-NYA (Matius 22:42-44); tetapi YESUS lebih memilih utk mentaati kehendak BAPA-NYA yg mengharuskan-NYA utk menebus dosa2 manusia dgn cara mati di kayu salib, sehingga IA menjadi pokok keselamatan yg abadi bagi setiap org percaya yg taat kepada-NYA (Ibrani 5:7-10).
    Jadi, bagian kita selama di bumi yg telah dibebaskan-NYA dari perbudakan dosa ialah utk TAAT kepada Firman-NYA.
    Firman-NYA memampukan kita utk menguasai diri dlm segala hal selama pertandingan iman berlangsung hingga kita mampu mencapai garis finish dengan gemilang.
    Karena itu, berpegang teguh pd Firman-NYA adalah penting, sbb sewaktu-waktu iblis dpt menyerang dari 3 arah (keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup) yg mengaburkan pandangan kita ke depan sehingga tdk lagi fokus kepada KRISTUS (1 Yohanes 2:15-17).
    PUJI TUHAN ! AMIN !

  10. Puji TUHAN,telah diingatkan,bahwa hidup adalah pertandingan,yang finihnya saat kita dijemput Tuhan Yesus

  11. tak ada piala tanpa pertandingan, tanpa masalah kita tidak akan mendapat solusi

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: