Pelita Hidup
Tidak Menjadi Tawar Hati Karena Penderitaan Tidak Menjadi Tawar Hati Karena Penderitaan
“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” Amsal 24:10 Ketika kita sudah percaya kepada Yesus dan mengakuiNya sebagai Tuhan dan juruselamat hidupnya,... Tidak Menjadi Tawar Hati Karena Penderitaan

Tidak Menjadi Tawar Hati Karena PenderitaanJika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” Amsal 24:10

Ketika kita sudah percaya kepada Yesus dan mengakuiNya sebagai Tuhan dan juruselamat hidupnya, ini bukan berarti bahwa kita tidak akan menghadapi masalah. Bukan berarti juga bahwa kita bebas dari masalah dan kita akan langsung diberkati secara berkelimpahan baik dalam keluarga, pekerjaan, bisnis, usaha, pendidikan, di lingkungan dan lainnya.

Justru pada saat kita memutuskan mengikut Yesus, iblis akan berusaha untuk menarik kita kembali agar jatuh ke dalam dosa, karena dia tidak suka dengan keputusan yang kita ambil.

Berbagai masalah juga tetap akan datang menerpa kehidupan kita tanpa habis-habisnya selama kita masih bernafas.

Seringkali juga kita menyerah atas persoalan yang sedang menimpa kita. Kita berharap bahwa Tuhan segera menolong dan memberi jalan keluar atas masalah yang kita hadapi. Pada kenyataannya jawaban Tuhan tidak datang juga, sehingga kita menjadi tawar hati. Kita tidak tahu bahwa Tuhan sedang menguji dan memproses hidup kita agar kita dapat benar-benar percaya dan berserah kepada Tuhan dengan segenap hati kita.

Rasa tawar hati sering diikuti dengan perasaan kecewa dengan kondisi hidup kita dan bahkan ada juga yang kecewa kepada Tuhan, hingga tidak pergi lagi ke gereja.

Kondisi ini akan membuat kita semakin lemah dan tidak mempunyai kekuatan untuk dapat melangkah maju menghadapi masalah yang ada.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami
.” 2 Korintus 4:16-17

Rasul Paulus dalam penderitaannya yang begitu banyak dia alami, juga tetap menjaga hatinya agar tidak tawar hati. Walaupun secara lahiriah dia semakin lemah, tetapi manusia rohaninya semakin kuat di dalam Tuhan. Dia tahu bahwa apa yang telah Tuhan sediakan bagi dia jauh lebih besar dari apa yang dia alami. Inilah kekuatan yang memampukan Rasul Paulus untuk tetap setia mengiring Tuhan sampai akhir hidupnya.

Tawar hati justru akan membuat kita semakin lemah dan membuat hidup kita tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menjalani masalah yang ada. Kita membutuhkan pengharapan kepada Yesus untuk tetap dapat kuat menghadapi masalah yang ada.

Jangan biarkan rasa tawar hati itu datang atau bahkan berlarut-larut melingkupi hidup kita. Cari wajah Yesus, maka Dia akan memberikan pengharapan dan kekuatan baru bagi kita untuk menjalani langkah hidup kita.

Doa:

Tuhan, berikanlah kami kekuatan agar sanggup menjalani hari-hari kami yang penuh dengan berbagai masalah. Biarlah terang FirmanMu yang menuntun jalan kami agar kami dapat tetap bersemangat di dalam kasih Tuhan, sehingga kami dapat menjadi pemenang dalam masalah yang kami hadapi.

Langkah iman:

  • Perkatakan Firman Tuhan dalam hidup kita, sehingga itu menjadi kekuatan bagi kita.
  • Tolak segala rasa tawar hati maupun rasa kecewa yang ada.
  • Percaya bahwa Tuhan telah menyediakan yang terbaik bagi kita tepat pada waktuNya.

Riva Sinjal

 adalah penulis & pendiri Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

  • Nathaniel, Sangihe

    June 3, 2013 #1 Author

    Trima kasih buwat firman kebenaran ini.. semoga dengan firman kebenaran ini membuwat iman, pengharapan dan kasih kita pada Tuhan YESUS Kristus semakin teguh… Amien..

    Reply

  • Bob Lucas Stoule

    August 26, 2012 #2 Author

    sangat renbtan sekalijika saya menganggap bahwa segala sesuatu sangat mudah diatasi sebab tingkat kesukarannya memang berbeda pada bagan yg paling sulit sampai batasan nadir terendah jika keputusa asaan tiba apabila saya memandang kepad Tuhan Jesus maka selalu ada jalan keluar yang IA sediakan namun itu berarti sya pun harus bersedia menjalani karena keadaan sulit diriku semakin cakap menanggung karena Jesus ada bersamaku …..pasti akan tuntas tepat pada waktu yg Tuhan sediakan (I Kor 10:13)

    Reply

  • Bob Lucas Stoule

    August 26, 2012 #3 Author

    siapkah yang meraswakan ia sempurna, kuat, mampu , memiliki segala kelebihan dan tak berkekurangan ksemombongan sekali ia diterpa kesulitan, tantangan maka bingung dan pusing mencari jawaban karena it jika kita tak mengulurkan danmengharapkan tangan Tuhan yg perkasa niscaya kebinasaan serta merosotnya nilai2 keiamanan

    Reply

  • joseph tan

    June 6, 2012 #4 Author

    renungan yang membawaku menuju “next level” hubunganku dng Tuhan….Amin dan tetap semangat !

    Reply

  • ranto lumban gaol

    May 21, 2012 #5 Author

    Renungannya sungguh luar biasa,dahsyat…!!! semenjak saya berumur 6 tahun sampai sekarang saya selalu mengalami penderitaan,yaitu semenjak kedua orang tua saya kembali ke pangkuan Bapa di surga,banyak problema hidup yg saya hadapi,terutama sampai saya berumahtangga dengan segudang permasalahan.Tetapi syukur saya ucapkan kepada PENDERITAAN,Karena Penderitaan Menempa karakter saya untuk selalu bersabar dalam segala hal,untuk selalu menyerahkan segala pergumulan hidup saya kepada BAPA KITA DI SURGA.Bila saya perhitungkan penderitaan saya dgn penderitaan yesus,maka penderitaan saya tidaklah seberapa,walaupun orang 2 terdekat saya menghina saya,saya teringat bagaimana Yesus dihianati sahabat terdekatNya,Untuk kita semua,jangan pernah menyerah akan keadaan,tetapi mari kita serahkan sepenuhnya kepada Bapa kita yg maha dahsyat,dan pemngasih..SENGSARA ITU MEMBAWA HIKMAT.

    Reply

  • Cinta Yesus

    February 21, 2012 #6 Author

    Ada sedikit renungan yang indah, saya mau berbagi. Memang sedikit puitis, tapi sungguh sangat dalam artinya.

    KENALKAN, NAMAKU PENDERITAAN …

    Salam kenal, namaku Penderitaan. Aku selalu hidup diantara kalian, manusia. Aku
    buruk rupa, tubuhku menjijikkan dan bau, hingga aku tidak pernah diinginkan oleh manusia.
    Aku berasal dan naik ke atas dunia dari kerak bumi yang paling dalam dan gelap, tapi aku
    diciptakan oleh Sang Pencipta yang sama dengan saudaraku yang bernama Kebahagiaan. Sang
    Pencipta kami ada di atas sana, di atas awan biru yang indah. Dia memiliki jiwa-jiwa
    manusia yang ada di seluruh muka bumi ini. Dia bahkan memiliki seluruh angkasa dan alam
    raya beserta isinya. Kami berdua, Penderitaan dan Kebahagiaan, diciptakan untuk tujuan
    yang sama. Hidup di tengah-tengah manusia dan berada diantara jiwa-jiwa dan
    pikiran mereka. Kebahagiaan selalu berurusan dengan menciptakan senyum dan tawa manusia,
    hati yang berbunga-bunga, keindahan rasa, keindahan segalanya. Sedangkan aku berurusan
    dengan tangis dan keputusasaan, derita, kemarahan, kedegilan hati, dan bahkan
    kematian. Aku sadar mengapa manusia tidak menginginkan aku. Seandainya aku, Penderitaan,
    bisa memberi sebanyak keindahan yang ditawarkan oleh saudaraku, Kebahagiaan. Tapi aku
    menerima takdirku. Inilah takdirku. Takdir yang diperuntukkan Sang Pencipta untukku.
    Sebenarnya tujuan kami berdua sama, semua untuk menjadikan hidup manusia lebih berarti.
    Manusia tidak pernah tahu apa yang mereka dapatkan bersamaku, Penderitaan. Mereka tidak
    pernah dan tidak mau memaknai aku. Padahal aku mengerjakan untuk mereka ‘sakit’, agar
    mereka menjadi lebih kuat dan menguasai masalah hidup mereka, bukan sebaliknya. Karena aku telah melihat, banyak yang dikuasai oleh masalah-masalah hidup mereka, dan jatuh karenanya. Aku mengerjakan ‘sedih’ dalam hati mereka, agar mereka tahu arti bahagia yang sejati. Aku mengerjakan ‘kekurangan’ dalam hidup mereka, agar mereka tahu bagaimana bersyukur atas kelimpahan mereka. Aku mengerjakan ‘tangis’, agar mereka tahu arti senyum dan tawa. Aku mengerjakan ‘putus asa’, agar mereka tahu arti berharap dan percaya. Semua itu nyata. Namun mereka tak pernah mau mendengarku. Mereka selalu menghindar dan takut padaku. Jika saja seandainya manusia mau menerimaku dan mensyukuri nilai yang terkandung padaku, semuanya jauh lebih besar dan berarti dari nilai yang ditawarkan saudaraku, Kebahagiaan. Namun manusia selalu terburu-buru, mereka
    menghindar dari maknaku. Manusia tidak pernah tahu apa yang akan aku berikan di masa yang
    akan datang jika mereka sedikit saja mau bersabar dalam ujung kepahitan dan keputus-asaan mereka. Mungkin Sang Pencipta menciptakan aku buruk rupa, menjijikkan dan bau, tapi Dia memasrahkan padaku berkat dan rahmat karunia-Nya yang paling besar, indah dan luar biasa. Semua untuk makhluk yang paling dicintai-Nya, MANUSIA. Dia sangat mencintai manusia dalam kelebihan dan kekurangannya. Dia mencintai mereka dengan utuh. Sebaliknya, manusia sering menganggapNya menjadi Penolong yang tak mau menolong dalam kesusahan. Mereka memang menganggapNya sebagai Penolong, tapi mereka sulit percaya padaNya. Bagaimana Dia bisa menolong jika manusia tidak percaya bahwa Dia bisa menolong mereka? Sedih dan sulit dipercaya rasanya. Tahukah manusia berkat dan rahmat karuniaNya yang akan diberikan pada mereka jika mereka mampu bersyukur, berlapang dada dalam menerima aku, Penderitaan? Kebahagiaan yang
    melampaui segala akal dan pikiran! Kebahagiaan yang tak pernah bisa terenggut oleh apapun!
    Melebihi keinginan manusia yang terucap saat berdoa. Mereka tidak tahu bahwa Dia sedang
    merencanakan sesuatu yang lebih dari apa yang bisa mereka pikirkan dan bayangkan. Dia tahu bahwa manusia akan menangis, lelah, berputus asa dalam perjalanan hidup mereka. Dia tidak menyalahkan manusia atas kesedihan yang dirasakannya. Dia ingin manusia bangkit
    dari kemalangan, itu yang membuatNya bahagia. Dia ingin manusia mampu mengalahkan
    kemalangannya, namun bagaimana manusia bisa jika ia sebelumnya tidak dilatih olehku,
    Penderitaan? Bagaimana ia menguasai dan mengalahkan penderitaan jika ia tidak pernah kenal
    penderitaan? Sedih dan sulit dipercaya rasanya, karena manusia seringkali menjadi seperti
    ini, menyerah pada anggapan-anggapan mereka sendiri yang terbatas. Bahkan mereka sempat
    memusuhi diri sendiri, menganggap apa yang terjadi benar menurut pikiran mereka, dan bukan
    hikmat mereka. Mereka seringkali dikuasai jalan pikiran mereka sendiri yang disebut ego mereka …

    Inilah aku, Penderitaan, sebagai bagian dari hidup kalian, manusia …
    Sampai jumpa, aku akan kembali meniti jalanku di dunia …

    Salam,
    Penderitaan

    Reply

  • Edwin.W.Maramis

    February 16, 2012 #8 Author

    terima kasih buat renungan yang sangat baik ini, semoga dengan membaca ini saya lebih kuat menghadapi masalah dalam rumah tangga saya.Tuhan Yesus memberkati.

    Reply

  • daniel tobing

    January 25, 2012 #9 Author

    thanks renungannya, memang selama kita masih di dunia pasti akan berhadapan dengan masalah, tapi justru didalam ketidakberdayaan, dan kelemahanlah acapkali mujizat terjadi. Supaya kita senantiasa menyadari bahwa hidup ini ternyata di topang kemahakuasaan Allah. Tidak mudah memang bagi kita, apalagi kalo hal tersebut terjadi pada diri sendiri. Ternyata…. lipatan kedua tangan, tekukan lutut dan ungkapan hati yang tercurah pada Allah adalah satu-satunya sumber kekuatan bagi kita, ya… di doamu, di doaku.. di doa kita semua… kita pasti bisa.. jangan pernah menyerah, semangat trus..

    Reply

  • Marsel

    January 13, 2012 #10 Author

    Manusia siapa yg senang hidup dalam penderitaan ??? Tetapi justru ada penderitan maka hidup manusia akan lebih baik dihadapan mata Tuhan. Justru ada penderitaan, rencana Tuhan semakin nyata dalam sepanjang hidup kita.

    Reply

  • wempy erol m

    January 4, 2012 #11 Author

    Terima kasih Tuhan yesus atas renungan yb boleh menguatkan kami pandang terus kedepan salip YESUS apapun yg kita hadapi masalah seberat apapun apa bila kita mau mengandalkan Tuhan dlm hidup ini pasti ada jalan keluar YESUS lah jawabanku amien

    Reply

  • mutiara

    December 3, 2011 #12 Author

    uufttttt,,,,
    memang susah tuk tetap semangat dalam keadaan yana susah,harus ada 1 perinsip dalam hati bahwa Tuhan mamapu menyelesaikn mslh sebesar apa pun…
    percaya padaNya,,,

    saat aku punya masalah aku bergumul mencritakan semua isi hatiku pada Tuhan,dan sabar menunggu Tuhan menjawab Doaku dan tidak bersungut”…..
    tetap tegar dlm kesesakan jalani hidup dan beserah padaNya….
    TUHAN YESUS MEMBERKATI….

    Reply

  • tommy

    November 30, 2011 #13 Author

    yaahhh….emang masalah membuat kita benar-benar bisa menikmati TUHAN lebih dalam..cuma..namanya juga manusia…terbatas…lemah…gak berdaya…dan yang lebih parah adalah..terkadang meski sudah “tau” secara logika dan kognitif kalau TUHAN pasti tetap perduli, tetap mengasihi kita jauh lebih besar dibandingkan diri kita sendiri…sesungguhnya mungkin kita malah makin “gak tau” secara hati dan roh..

    kadang..pengetahuan, pengalaman kognitif dan logika membuat kita makin tidak lagi menggunakan hati dan roh kita..akhirnya kita frustasi..merasa kita udah paham, mengerti ttg masalah sebagai jalan membuat kita makin deket dengan TUHAN, tapi sebenarnya hati dan roh kita protes, menolak dan bahkan jadi berontak karena masalah yang DIA ijinkan terjadi pada kita…

    so..what should we do? maybe we should put our problem not in our mind and see our trouble more deep in our heart and let the Spirit of GOD guide our spirit to know HIS will through our problem…till we could sing…”as a deer pants for stream of water..so my soul pants for YOU..”

    Reply

  • julius bolla

    November 24, 2011 #14 Author

    renungan firman Tuhan sungguh menguatkan setiap kita yang tengah mengalami perderitaan karena berbagai hal baik dari dalam diri kita sendiri maupun dari luar diri kita, itulah hidup sebagai orang yang telah menyatakan diri percaya kepada Kristus Tuhan dan juruselamat dunia yang lebih dahulu menderita karena kita.

    Reply

  • desy

    November 7, 2011 #15 Author

    terima kasih pelita hidup…. saat ini banyak masalah yg sedang di hadapi. ketika suami tiba-tiba di phk dari pekerjaan.. sungguh berat rasanya hadapi hidup ini.

    Reply

    • Damanik

      November 28, 2011 #16 Author

      renungan ini……… saat ini mengalami masa sulit.. keputusan yg aku pikirkan matang-matang ternyata setelah aku jalankan tidak berjalan sesuai harapan bahkan hanya berjalan di tempat… hutang sdh melilit…. tp aku percaya… PASTI ada jalan KELUAR… bersama TUHAN aku tegar….

      Reply

  • ayet yadi

    October 28, 2011 #17 Author

    Trima ksh pk mbri renungan ni,utamanye terima ksh pd TUHAN YESUS mberi teguran,semangat dlm hidup dan beri keselamatan slmnye….

    Reply

  • suryadiniaga

    August 9, 2011 #18 Author

    Trim,s atas renungan yg diberikan kepada saya. Tuhan Yesus memberkati Amin

    Reply

  • ALBERTS

    June 4, 2011 #19 Author

    Semakin sering kita membaca renungan …. semakin bertambah teguh dalam iman kita. Semoga Bapa memberikan berkat yg berlimpah buat semua yg telah membuat renungan ini.Tuhan Yesus memberkatin

    Reply

  • Noovy

    May 25, 2011 #20 Author

    Syallom, terima kasih untuk renungannya karena telah menjawab pergumulan saya dan saya semakin dikutkan. sekali lagi terima kasih. Tuhan Yesus sayang dan membrkati selalu.

    Reply

  • haan

    May 16, 2011 #21 Author

    maka adanya pelitahidup ini , kita dapat di bantu dalam pertumbuhan Rohani kita.

    Reply

  • KENDARTI SATITI

    May 12, 2011 #22 Author

    terima kasih untuk renungannya. Renungan ini sungguh luar biasa…. memang kita tidak bisa lepas dari tawar hati. Hidup kita kadang semplah (bhs jawa) tapi dengan berharap dapa Yesus yang selalu ada [pengharapan akan hidup kekal kita menjadi bersemangat… karena secara jujur saya menyadari bahwa berkat Tuhan sungguh luar biasa dalam hidup kami. Tuhan berikan kami kesehatan, berkat dan semua yang kami perlukan yang sungguh …. mungkin bagi orang lain merupakan sesuatu yang sangat mustahil. Tapi karena kami selal berserah padaNya… maka Tuhan tidak pernah meninggalkan kami. GBU

    Reply

  • samrin

    May 12, 2011 #23 Author

    terima kasih buat pelita hidup..
    yang selalu memberi kekuatan dikala saya lemah
    semoga menjadi saluran berkat bagi semua orangs

    Reply

  • sri

    May 10, 2011 #24 Author

    betapa indahnya hidup ini. . . . . trima kasih Tuhan!

    Reply

  • Tiyox66

    March 26, 2011 #25 Author

    Karena masalah kita mengerti arti jalan keluar dan maksud Tuhan. Oleh sebab itu mengucap syukurlah dalam segala hal sebab itu yang dikehendaki Allah bagi kamu.

    Reply

  • asti

    March 23, 2011 #26 Author

    terimakasih atas renungan yang sungguh menguatkan ….. jangan Tawar Hati…… ya jika kita tawar hati maka kita akan semakin jatuh …. Thank’s Good

    Reply

  • Marthen Lius

    March 8, 2011 #27 Author

    Tawar hati no….., semangat yes….
    kiranya kita semua tetap semangat alias gembira….karena Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita dari kutuk dosa.

    Reply

  • Edyanto

    February 10, 2011 #28 Author

    Syalom, Berbahagialah saudaraku yang saat ini sedang menghadapi masalah, pergumulan, atau penderitaan apa saja dan jangan tawar hatimu, karena Tuhan akan hadir di dalamNya dan saudara akan merasakan kehadiraan serta campur tanganNya, karena tidak pernah Tuhan Bersabda; Berbahagialah orang yang kaya, bergembira, bersuka cita…. tapi justru Tuhan Bersabda; Berbahagialah orang miskin, menderita, dianiaya,…. Dan hati-hati saudaraku, karna sabda Tuhan ;Matius 19:23 “Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Jadi berbahagialah saudaraku yg menderita saat ini, asal mau rela menerima dan menjalaninya bersama Yesus, karena Yesus sudah lebih dulu menderita buat saudara, jadi Dia punya pengalaman untuk menolong kita, dan sangat tau caranya jadi PASRAH SAJA PADANYA. Dan ingat, penderitaan saudara tidak seberapa jika dibandingkan dengan penderitaan Kristus dan di dunia ini masih banyak yang menderita lebih dari penderitaan saudara, PERCAYALAH… Tuhan Yesus Memberkati.

    Reply

  • Maria Etty Rosalina

    December 6, 2010 #29 Author

    Renungan ini luar biasa..ya,,jangan lah kita tawar hati tetapi tetap lah mengucapkan syukur d stiap keadaan karna JUSTRU di dalam kelemahan itulah KUASA TUHAN menjadi sempurna..oleh karena itu Kuat kan lah hati mu..GoD BLeSS..

    Reply

  • Dewi Barus

    November 18, 2010 #30 Author

    Tuhan Yesus…kuatkan aq agar tetap kuat dan tidak tawar hati dlm menghadapi hidup….
    Terima kasih Yesus ku…..Engkau sungguh luar biasa…..

    Reply

  • Niken

    November 18, 2010 #31 Author

    Renungan ini sangat menguatkan saya.Selama hidup selama itu juga proses pemurnian dan ujian iman terus berlangsung.Saya terus mengamini bahwa dalam semuanya itu Tuhan bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.thanx buat renungannya.Tuhan Memberkati

    Reply

  • Wahyudi

    November 16, 2010 #32 Author

    Firman yang indah untuk menguatkan rohani kami … Amin Tuhan Yesus Selalu menyertai ..

    Reply

  • joshua

    November 16, 2010 #33 Author

    masalah menolong kita untuk melihat mujizat dan penyertaan Tuhan. Glory to God. Amin

    Reply

  • musa tami liubana

    November 15, 2010 #34 Author

    Shalom Riva terima kasih atas renungan firman Tuhan ini, dapat menyejukkan hati dan menguatkan iman saya dan saya merasa setelah membacanya saya boleh dikuatkanNya….Amin GBU

    Reply

  • kanny lee

    November 6, 2010 #35 Author

    Trima ksih untuk renungan ini…ia amat bmakna bt sy..GBU ( ^ _ ^ )…

    Reply

  • winarto

    November 4, 2010 #36 Author

    Salib adalah lambang penderitaan, tetapi melalui Yesus Salib adalah merupakan kemuliaan, melalui penderitaan akan ada buah Roh yang membuat kita tegar seperti Yesus.

    Reply

  • Restu Zebua

    November 4, 2010 #37 Author

    Thanks bwt renungannnya.GBU all

    Reply

  • habeahan robinto

    November 4, 2010 #38 Author

    renungan yang menguatkan, thanks for YESUS, I love YESUS!

    Reply

  • Rico Suwandi

    November 4, 2010 #39 Author

    thx…. bngt buat renungannya …. klo mau saran di tambahin kisah atau kesaksian dong
    thx…..

    Reply

  • Leo Sukamto

    November 3, 2010 #40 Author

    Penderitaan merupakan awal dari suatu kebahagiaan, renungan dari kitab Amsal ini memberikan kekuatan batin maupun jiwa kita bahwa Kristus semata-mata tidak akan membiarkan umat-Nya untuk berkesedihan tetapi merupakan awal dari suatu kebahagiaan , janganlah engkau lari ke illah-illah yang lain ataupun malah justru ke paranormal , akan lumerlah ke-imananmu akan tetapi bersandarlah kepada Kristus niscaya akan diselamatkan bila engkau percaya aka Karunia-Nya
    Mukjizat banyak terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari renungkanlah dirimu , terima kasih ” Pelita Hidup Community”

    Reply

  • karolus

    November 2, 2010 #41 Author

    FIRMAN TUHAN adalah FIRMAN YG HIDUP..yg mengetahui setiap persoalan yg sedang kita alami,bahkan FIRMAN TUHAN senantiasa memberi solusi terbaik di stiap perjalanan hidup kita.”Tidak menjadi tawar hati karena penderitaan..Thanks JESUS..yg memberkati lewat FIRMAN-NYA..memberkati juga “PELITA HIDUP” sebagai saluran FIRMAN MU.Amen..

    Reply

  • bey prasetyo

    November 2, 2010 #42 Author

    shalom mr riva, thx for attention 4 me

    saya mengalami lahir baru tahun 2004, walau pendidikan kita tinggi, walau kita punya tetap Tuhan tegor kita lewat apa saja. Puji Tuhan sekarang saya semakin ingin dekat dgn Tuhan sebab kita harus punya prinsip kita menjadi murid Yesus, murid harus selalu belajar. Walau tak punya apa-apa saya selalu membawa keinginan untuk dekat Tuhan, Hp selalu isi lagu-lagu pujian (drpd macet di jalan ga bs ngapa-ngapain) semakin hari selalu rindu jamahanNya.
    Semoga Bapak akan selalu menjadi berkat bagi orang lain dan KerajaanNya Semakin luas menjamah orang-orang yg belum percaya

    Reply

  • opa

    November 2, 2010 #43 Author

    Puji Tuhan.. sy di kuatkan lagi hari iny.. Thx.. GBU

    Reply

  • Maurits

    November 2, 2010 #44 Author

    Terima kasih untuk renungannya yang dasyat, sudah ingatkan saya untuk tetap kuat menghadapi segala tantangan dan hambatan dalam pelayanan, Tuhan Yesus memberkati, Syalom !!

    Reply

  • Elda

    November 2, 2010 #45 Author

    Terima kasih atas kirimman renungan ini,bisa membantu saya lebih sabar lagi

    Reply

  • alpha t

    November 2, 2010 #46 Author

    Terima kasih atas firman yang sungguh memguatkan semua orang beriman.Juga terima kasih atas komentar2 yg juga memberi semangat. Tuhan pasti memberkati saudara2.

    Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *