Pelita Hidup
Meraih Berkat Melalui Cara Pandang Yang Benar Meraih Berkat Melalui Cara Pandang Yang Benar
“Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus’ ” Lukas 23:43 Bacaan Firman... Meraih Berkat Melalui Cara Pandang Yang Benar

Meraih Berkat Melalui Cara Pandang Yang Benar“Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus’ ” Lukas 23:43

Bacaan Firman Tuhan: Lukas 23:33-43

 

Yesus disalibkan di tempat yang bernama Tengkorak. Dalam bahasa Latin disebut Kalvari, kalau dalam bahasa Aram disebut Golgota. Bersama Yesus ada juga dua orang penjahat yang disalibkan, yaitu disebelah kiri dan di sebelah kanan Yesus. Kedua penjahat itu telah ikut menghujat Yesus bersama dengan banyak orang yang menonton penyaliban Yesus, yaitu imam-imam kepala, bersama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-ngolok Yesus. Perkataan yang mereka lontarkan pada Yesus, sungguh mengejek dan menghina.

Salah satu dari dua penjahat yang ikut disalibkan bersama dengan Yesus memperoleh berkat keselamatan dari Yesus. Banyak orang yang beranggapan bahwa berakhirlah sudah kehidupan Yesus di kayu salib itu. Yesus diangggap hina, dan tidak punya kuasa lagi. Namun salah satu dari penjahat itu memiliki cara pandang yang benar tentang penyaliban Yesus, sehingga ia memperoleh berkat anugerah keselamatan.

Seperti apakah cara pandang yang benar untuk meraih berkat yang Tuhan sediakan?

.

1. Tidak ikut arus yang salah

Pada awalnya penjahat ini mengikuti orang banyak, ikut menghujat Yesus (Matius 27:44). Ia kemudian mengubah cara pandangnya yang salah, dan menyadari adalah sebuah kekeliruan jika tidak memandang pada Yesus dan kuasa kebangkitanNya. Penjahat ini juga menyadari bahwa ia adalah orang jahat yang seharusnya tidak layak mendapat anugerah dari Tuhan. Penjahat ini tidak mau lagi ikut arus keadaan yang dilihatnya, seperti banyak orang, pemimpin-pemimpin menghujat Yesus dan prajurit-prajurit mengolok-ngolok Yesus. Ia mengubah pendiriannya. Penjahat itu mengubah cara pandangnya tentang Yesus. Penjahat itu mengalihkan perhatiannya dari Yesus yang menderita tersalib bersama dengannya, kepada Yesus yang akan menang dan akan datang sebagai Raja. Itulah alasan baginya untuk menghargai Yesus, dengan ucapannya kepada Yesus, : “Yesus, Ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja”, dalam ayat 42.

Sekiranya ia belum merubah cara pandangnya itu, masih mempertahankan cara pandangnya yang lama tentang Yesus, sama seperti mereka yang menghujat Yesus, maka ia tentu tidak mungkin berkata demikian kepada Yesus. Tetapi penjahat itu melawan kenyataan tersebut, tidak ikut arus lagi, karena ia telah memiliki sebuah cara pandang yang benar tentang Yesus. Iapun berubah, yang tadinya ikut menghujat Yesus menjadi orang yang menghargai Yesus dan mengagungkanNya sebagai Raja. Penjahat itu kini lebih percaya pada kebenaran Yesus daripada kenyataan penderitaan yang sedang terjadi dialami oleh Yesus.

Barangkali dalam menghadapi persoalan kehidupan ini, kita sudah tak berdaya lagi, karena dikuasai oleh persoalan yang sulit, mungkin dalam masalah pekerjaan, ekonomi, keluarga, sakit penyakit, fitnah atau akibat dari kesalahan/dosa yang kita perbuat. Persoalan itu terasa begitu berat, rumit dan mungkin telah menyiksa bathin dan jiwa kita. Dalam keadaan seperti ini rasanya semuanya telah hancur, tidak ada orang yang menolong, tidak ada harapan lagi untuk perbaikan, kesembuhan atau pemulihan, selain pasrah pada masalah, dengan susah dan sedih hati.

Bila hal ini sedang dialami, ubahlah cara pandang itu karena hal ini akan membuat putus asa dan tawar hati serta menjadi lemah dan tak berdaya.

Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu”, Amsal 24:10.

Masalah boleh ada, persoalan boleh datang bertubi-tubi tapi milikilah cara pandang yang benar, sebab dengan cara pandang yang benar kita akan tetap menjadi kuat. Jangan pasrah pada keadaan, jangan menyerah begitu saja, jangan setuju dengan keadaan yang merugikan dan menyakitkan itu, jangan hanyut ikut arus masalah itu, lakukan suatu hal yaitu melawan masalah itu dengan sebuah cara pandang baru yang benar, bahwa diatas segala persoalan yang sulit itu ada Yesus yang sanggup menolong dan memulihkan.

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang”, Amsal 23:18.

Jangan pandangi masalah itu, yang dapat menekan dan menghimpit kita, sehingga ketika kita ikut larut di dalamnya maka membuat kita tidak berdaya dan menjadi lemah dan pasrah pada masalah. Alihkanlah perhatian kepada FirmanNya yang pasti digenapiNya bagi setiap orang percaya. Pandanglah kepada Yesus yang empunya segala kuasa itu. Ingatlah bahwa Allah yang kita sembah ialah Allah yang penuh kasih. Dia akan memberikan anugerahNya kepada setiap orang yang menaruh harapannya kepadaNya, dan penjahat itupun memperoleh berkat anugerah keselamatan dari Yesus.

.

2. Menanggalkan keegoisan dan mau bertobat

Awalnya penjahat itu telah ikut menghujat Yesus, namun kemudian ia tidak malu untuk mengemis belaskasihan dari Yesus, ia melawan kedagingannya, dengan menanggalkan keegoisannya. Ia tidak gengsi untuk meminta belaskasihan Yesus. Penjahat itu telah mengubah cara pandangnya tentang Yesus, bahwa Yesus tidak bersalah, Yesus adalah orang benar. Pada ayat 39 sampai 41, digambarkan di sana bahwa teman dari penjahat itu tetap menghujat Yesus, dengan meminta supaya mereka segera diselamatkan oleh Yesus yang disebut Mesias.

Teman penjahat ini sangat egois, ia menuntut Yesus supaya mereka dibebaskan. Teman penjahat ini mengeluh tentang hukumannya, itulah sikap orang yang tidak mau bertobat. Tetapi penjahat itu menegur temannya dan mengatakan bahwa mereka berdua sepantasnyalah menerima hukuman itu karena setimpal dengan perbuatan mereka. Yang tidak pantas adalah Yesus yang harus menerima hukuman yang sama dengan mereka, padahal Yesus tidak berbuat sesuatu yang salah. Seperti yang dikatakan Pilatus kepada Imam-Imam kepala dan seluruh orang banyak itu: ”Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini”. (Lukas 23:4). Penjahat ini menyadari bahwa hukuman itu pantas dan layak ia terima, sebab itu ia tidak meminta pada Yesus supaya dibebaskan dari hukuman itu. Pertobatan adalah kemampuan untuk mengakui dosa dan menerima hukuman.

Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita, oleh karena kesalahan ataupun dosa yang telah kita perbuat yang tanpa kita sadari. Kita merasa benar, oleh sebab itu kita seringkali menyalahkan orang lain, atau keadaan yang ada, bahkan ada yang menyalahkan Tuhan, mengganggap Tuhan tidak adil. Sekalipun kita benar dan Tuhan ijinkan masalah datang, hadapilah itu sebagai sebuah ujian, pasti ada maksud Tuhan yang baik bagi kita, supaya kita belajar tentang kebenaran Tuhan.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”, Roma 8:28.

Jika kita ditegur oleh Firman Allah, terimalah dengan hati yang terbuka, akui saja dihadapan Tuhan, sebab tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Pakailah Firman Allah sebagai alat untuk menilai segala sesuatu, terutama untuk mengevaluasi diri kita. Jangan keras hati, lawanlah keegoisan, sikap yang membenarkan diri, dengan merendahkan diri dihadapan Tuhan dan mengakui kesalahan. Tuhan tidak pernah membiarkan celaka orang yang mau merendahkan diri dihadapanNya.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”, 1 Yohanes 1:9.

Penjahat itu menyadari bahwa ia orang berdosa, dan ia juga menyadari bahwa Yesus itu orang benar, percaya bahwa Yesus akan datang sebagai Raja.

Dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan”, Matius 23:12b.

Tatkala penjahat itu mau merendahkan dirinya dan meninggikan Yesus, maka Yesuspun mengangkatnya dengan memberikan anugerah keselamatan kepadanya.

Anugerah adalah pemberian Allah dengan cuma-cuma, gratis, yang diberikan pada orang yang tidak layak menerimanya. Hidup kita dihadapan Tuhan adalah anugerah. Jangan bertahan pada keadaan yang dapat merugikan, jangan egois. Sekalipun kita telah berbuat salah, keliru, atau berdosa, asalkan mau bertobat, berbalik dari jalan-jalan hidup yang lama, datang merendahkan diri dihadapan Tuhan, maka akan dipulihkan oleh Tuhan, dan percayalah mujizat dan pertolongan Tuhan akan diperoleh.

Mungkin rasa bersalah yang terus mengikuti, cara untuk menghilangkannya adalah dengan mengakui kesalahan itu dengan jujur dihadapan Tuhan. Pelanggaran yang belum diampuni akan mendatangkan jurang pemisah antara kita dengan Allah. Suatu pengakuan yang jujur adalah langkah untuk berdamai dengan Tuhan dan manusia, sebab yang Tuhan tuntut hanyalah, “Hanya akuilah kesalahanmu”, ( Yeremia 3: 13). Pengampunan dan kemurahan Allah tersedia bagi semua orang yang datang kepadaNya dengan pertobatan yang sungguh-sungguh. Pemulihan selalu disediakan Tuhan.

Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi”, Amsal 28:13.

.

3. Tidak mengandalkan pikiran manusia

Akal sehat manusia bisa saja berkata “ Jika Yesus itu Tuhan, pasti Ia bisa selamatkan diriNya dari salib. Kenyataannya, Yesus tidak berdaya, dihina, disiksa, menderita dan disalibkan. Jelas, Ia bukan Tuhan, sebab Ia tidak berdaya, jadi mana mungkin aku menaruh kepercayaan kepadaNya?”. Itulah yang terjadi pada saat Yesus disalibkan, banyak orang beranggapan demikian, mengandalkan pikiran manusia, cara pandang mereka tentang Yesus adalah salah, sebab itu mereka menghujat Yesus. Yesus berkata: “Ya, Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”, ayat 34a.  Jalan pikiran mereka bukanlah kebenaran.

Barangkali kita telah berdoa dan seolah-olah Tuhan tidak mampu menjawab doa-doa kita, Dia tidak dapat menolong kita, Dia tidak dapat mengerti keadaan kita, buktinya keadaan kita belum juga berubah. Cara pandang ini adalah salah. Penjahat itu tidak lagi mengandalkan pikiran manusia berdasarkan apa yang ia lihat sesuai kenyataan saat itu bahwa “Yesus tidak berdaya”. Penjahat itu tidak mau hanya melihat pada kenyataan Yesus yang disalibkan itu, tetapi ia melawan kenyataan itu dengan cara pandang yang benar yaitu melihat dengan hatinya yang beriman bahwa Yesus itu akan menang, yang akan datang sebagai Raja, penjahat itu mau melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata. Sebab itulah ia dengan berani dan percaya, berkata pada Yesus, agar Yesus kelak mengingat dirinya. Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”, ayat 43.

Luar biasa tanggapan dan jawaban Yesus kepadanya, yang ia minta adalah supaya Yesus mengingatnya kelak, tetapi yang ia peroleh adalah suatu berkat anugerah yang sungguh besar, yaitu ia memperoleh keselamatan. Allah melakukan bagi kita bukan saja  dari apa yang kita minta padanya melalui doa, tetapi Allah bahkan juga sanggup memberikan melebihi apa yang dapat kita pikirkan, dan doakan.

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” Efesus 3:20.

Kenyataan yang kita hadapi boleh saja jalan yang buntu, sudah tidak ada harapan, atau pintu sudah tertutup, namun kita bisa melawannya dengan memiliki cara pandang benar, mengandalkan iman.

Jawab Yesus: “Katamu: Jika Engkau dapat ?  Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Markus 9:23.

Maksud dari pernyataan Yesus ini bukanlah segala sesuatu yang dapat dipikirkan oleh manusia, tetapi memerlukan iman yang sungguh-sungguh percaya akan pekerjaan Tuhan yang sempurna.  Kenyataan yang susah, buruk, dan mencemaskan selalu kelihatan oleh mata jasmanai kita. Kenyataan yang dilihat mata itu memang sulit untuk disangkal dan itu selalu mengkhawatirkan hati. Untuk menghadapi kenyataan ini adalah melawannya dengan cara pandang yang benar, yaitu menggunakan Firman Allah.

.

Masalah boleh ada untuk melatih diri kita agar dapat melihat yang tidak kelihatan dengan memakai kebenaran Firman Allah. Kenyataannya ialah semua orang menolak Yesus, dan menghujat Yesus yang disalibkan. Penjahat itu mau melawan kenyataan yang dilihatnya, dengan cara pandangnya yang benar, ia tidak ikut arus lagi, ia menanggalkan keegoisannya dan bertobat, serta tidak mengandalkan pikiran manusia. Penjahat itu tidak lagi mau dikuasai oleh keadaan yang lihat oleh matanya, ia melawan kenyataan itu, percaya pada Yesus yang disalibkan itu adalah sebagai orang benar dan akan menang, kemudian datang sebagai Raja. Karena itu, iapun memperoleh kehidupan yang kekal, yaitu berkat keselamatan dari Yesus.

Kita akan berhasil ketika kita mau melawan kenyataan hidup yang pahit dan sulit itu, dengan cara pandang yang benar sesuai kebenaran Firman Allah. Kita harus terus belajar untuk menilai segala sesuatu dengan cara pandang yang benar, supaya kita dapat menerima berkat Tuhan. Percaya saja pada kemampuan Allah yang sanggup untuk menolong kita, maka kita pasti menerima berkat dan mujizatNya yang tidak terbatas itu. Tuhan memberkati saudara.

Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.” Wahyu 1:3.

Rita Ribka Tarigan

 adalah salah satu kontributor di Pelita Hidup.

  • jury

    June 27, 2010 #1 Author

    trimakasih yaTuhan Q kiranya Engkaw terus menegur AQ untk menhindari segala godaan iblis dan membimbing AQ untuk melakukan sesuai dengan firman Mu “AMIN”

    Reply

  • feliks

    June 19, 2010 #2 Author

    renungan ini sungguh luar biasa moga TUHAN YESUS kiranya selalu membuka jalan dan menunjukkan jalan yang terbaik untuk memperoleh berkat yang TUHAN kehendaki..Amin

    Reply

  • Eka

    June 16, 2010 #3 Author

    Halelluyah!
    Terima kasih Tuhan, melalui hambaMu renungan ini telah mengajarkan kepada saya untuk memahami arti “Memandang Palang Rajaku” dengan Hati yang lebih sungguh mau berserah.
    Terima kasih untuk renungan ini,Tuhan Yesus Memberkati.

    Reply

  • Agung

    June 13, 2010 #4 Author

    Shalom,
    Terima kasih atas renungan yang indah dan sangat berarti ini.
    Tuhan Yesusku adalah Tuhan yang Teramat Baik.
    Tuhan memberkati kita semua….

    Reply

  • Agung

    June 13, 2010 #5 Author

    Terima kasih atas renungan yang indah ini dan berarti ini.
    Sekarang saya yakin bahwa selalu masih harapan ketika kita mau mengakui dosa dan bertobat.
    Sungguh Tuhan Yesusku teramat baik….
    GBU all……..

    Reply

  • Ronny

    June 5, 2010 #6 Author

    Puji Tuhan,
    Melalui renungan PELITA HIDUP ini berkat Firman Tuhan semakin banyak disebarkan bagi orang-orang yang membutuhkan diseluruh Indonesia sehingga semakin banyak orang yang mendapat kekuatan, penghiburan, ketenangan, kelegaan, sukacita dan damai sejahtera.
    Imanuel

    Reply

  • Mario

    June 5, 2010 #7 Author

    Shalom
    Puji Tuhan untuk renungan nya, jujur ini bagus banget membuat saya mengerti akan cara pandang saya yg salah selama ni…
    jujur firman ini membuat saya bisa mengoreksi diri saya….
    thx…
    maaf saya baru komentar soalnya jarang online
    Than memberkati kita semua

    Reply

  • Rudy

    June 4, 2010 #8 Author

    Shalom,

    Memang benar bila kita dapat mengubah cara pandang hidup kita, dari yang semula kita percaya dengan segala sesuatu yang kelihatan dengan mata jasmani kita dan berubah untuk selalu melihat dengan menggunakan mata rohani kita, maka itulah yang dinamakan IMAN. Dan dengan iman percaya kpd Tuhan kita, Yesus Kristus, maka kita akan senantiasa diberikan kekuatan & kemampuan untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang datang dlm kehidupan kita. Tuhan Yesus Memberkati.

    Reply

  • jojo

    June 3, 2010 #9 Author

    Trimakasi saya sudah santap firman TUHAN pada hari ini untuk menambah kokohnya iman rohani saya
    untuk itu saya harap PELITA HIDUP jangan bosan-bosan membagi firman TUHAN kepada kami pecinta
    PELITA HIDUP……… TUHAN YESUS berkati kita semua.

    Reply

  • Ichat

    June 2, 2010 #10 Author

    Sanatapan Rohani yang baguz…….mengingatkan kita manusia agar jangan salah arah.

    Reply

  • ojieea

    May 30, 2010 #11 Author

    Terima kasih atas perkongsian ini..adakalanya saya juga mulai memandang hidup ini dengan cara pandang manusia..berkat dari perkongsian ini saya terus didorong untuk tetap memandang segala sesuatu dengan cara pandang Tuhan yang maha tahu..God bless..

    Reply

  • rita san

    May 29, 2010 #12 Author

    yg saya alami skrg sama dgn topik yg dibahas,,sering kali sy anya meliat apa yg didepan mata dgn mengandalkan pikiran ku,yg akhirnya saya slalu berkutat di hal-hak yg itu-itu saja,thanks yah udah dikirimin renungan ini,,god bless

    Reply

  • lydia walujan

    May 29, 2010 #13 Author

    Amin Firman Tuhan yang menguatkan dan meneguhkan untuk kita dapat lebih dalam lagi di dalam DIA, semoga kita semua diberkati lewat artikel ini

    Reply

  • Lina

    May 28, 2010 #14 Author

    Saat kehidupan sulit, mungkin kita tidak dapat berdiri tegap apalagi tidur nyenyak, tapi setelah membaca renungan ini ada cara pandang yang berbeda yang harus kita ambil, kita tidak sendirian bila kita menyerahkan hidup kita dalam tangan Tuhan & menjadikan Dia perisai hidup kita, kita tidak akan hancur.Masalah boleh ada , tapi kita tidak boleh menyerah. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

    Reply

  • Ivonne

    May 28, 2010 #15 Author

    Shallom….
    Renungan ini kembali membuka pikirandan iman saya. sangat meneguhkan.
    Tuhan Yesus memberkati….

    Reply

  • Tina

    May 27, 2010 #16 Author

    Makasih untuk renungannya. “Cara kita memandang Allah, menentukan sejauh mana kita mengenal Dia”

    Reply

  • Desly

    May 27, 2010 #17 Author

    bagus…sangat membangun dan memberi kesegaran rohani…thanks.

    Reply

  • BARRY

    May 26, 2010 #18 Author

    Terimakasih untuk renungan yang baik ini, Renungan ini menolong saya untuk tahu cara menghadapi hidup ini. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua yang mau mendengar dan membaca firman Nya

    Reply

  • sudarmi

    May 26, 2010 #19 Author

    renungan yang sangat indah, menguatkan iman dan menyadarkan siapakah aku ini bila harus mengandalkan manusia yang membuat kecewa, sakit hati,dendam, tapi bila kita mengandalkan Tuhan tak pernah mengecewakan sekalipun kita sering mengecewakan Tuhan. GBU Pelita Hidup semakin subur

    Reply

  • dewi barus

    May 26, 2010 #20 Author

    Terima kasih buat renungan nya…sehingga saya mengerti bahwa sesulit apa pun hidup ini jika yakin dan percaya dlm iman kepada Yesus psti saya bisa jdi pribadi seorang pemenang….
    Tolong aq TUHAN…jadikan Aku pemenang…..AMIN…

    Reply

  • yeni

    May 26, 2010 #21 Author

    Thanks to Rita Ribka ,
    Renungannya sangat memberkati saya Gbu

    Reply

  • Bino

    May 26, 2010 #22 Author

    Terimakasih, artikelnya sangat menguatkan dan sy terberkati. U/ penulis GBU

    Reply

  • Simon

    May 26, 2010 #23 Author

    Terimakasih. Renungan yang sangat membangkitkan harapan ditengah masalah-masalah yang sedang saya dan anak-anak saya hadapi. Tuhan memberkati. Amin.

    Reply

  • Leo Tatang

    May 26, 2010 #24 Author

    Thanks Ribka……..teruslah menulis utk memberkati lebih banyak orang.
    Kiranya Tuhan memberkatimu senantiasa………

    Reply

  • nur vantari

    May 26, 2010 #25 Author

    Firman Tuhan hari ini sangat memberkati saya, belajar untuk tidak memandang besarnya masalah yg ada, tp memandang pd Yesus dan janji2nya. GB

    Reply

  • elisa lian

    May 25, 2010 #26 Author

    renungannya sangat berarti bagi saya bahkan banyak teman yang diberkati ketika saya bagikan. Tuhan berkati.

    Reply

  • Heni

    May 25, 2010 #27 Author

    makasih renungannya bikin aku semngat hadapi hidup ini, shgg kehiudapan ini terasa indah

    Reply

  • Gunsar Sihombing

    May 25, 2010 #28 Author

    Terimakasih buat firmanNya, kiranya berkat Tuhan belimpah bagi hambaNya yg bekerja diladang Tuhan.

    Reply

  • Pr. Anris Yanus

    May 25, 2010 #30 Author

    Shallom!
    Untuk keluarga besar Pelita Hidup. Tuhan kita hebat dan luar biasa Dia tidak pernah lupa bahkan tidak pernah menghampakan anak-anaknya ketika di dalam kesulitan yang berat. Sebenarnya manusia harus pandang pada ALLAH ketika dalam keadaan yang genting itu, tetapi manusia lebih cepat putus asa lalu ambil jalan yang salah kerana bagi manusia masalah itu tidak ada jalan penyelsaian yang baik. AMIN

    Reply

  • Catharina

    May 25, 2010 #31 Author

    Karena itu Aku berkata kepadamu : “apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu” (Markus 11:24)

    Reply

  • Herty

    May 25, 2010 #32 Author

    Shalom, wah bagus banget dech artikelnya, smoga setiap yang membacanya
    dapat melakukannya dan diberkati dan juga penulisnya yach..GBU

    Reply

  • Tina

    May 25, 2010 #33 Author

    Cara pandang kita terhadap/mengenai Tuhan, menentukan pengenalan kita kepada Tuhan

    Reply

  • Rachel Eni Widayati Digdotanoyo

    May 25, 2010 #34 Author

    dari pengalaman, tidak mudah mengubah cara pandang…kecuali dg pertolongan Roh Kudus !
    terimakasih , renungan ini sangat memberkatiku…
    Tuhan Yesus memberkati !

    Reply

  • Atik

    May 25, 2010 #35 Author

    Terima kasih buat bahan renungannya. Sangat memberkati saya. GBU

    Reply

  • desy

    May 25, 2010 #36 Author

    itu benar banget klo kita ingin mendapatkan berkat harus dengan iman dan berharap penuh akan janji tuhan dalam hidup kita. dia pasti buka jalan dlm setiap masalah yg kita hadapi . amin

    Reply

  • Felicia Emeliani

    May 25, 2010 #37 Author

    Berkat yg luar biasa, saya sungguh percaya juga alami dan blajar memandang situasi sulit dg cara pandang Tuhan. Karena kita tdk akan bisa mengatasi kesulitan hidup kalau tdk mengubah cara pandang kita dari sudut pandang Allah. Masalah akan semakin banyak dan semakin tinggi sperti tembok yg tdk dpt ditembus, ketika kita izinkan kuasa Allah dan karya Allah bekerja dlm kita maka DIA yg punya kuasa mengubah hati kita dan cara pandang kita menjadi berbeda masalah semakin kecil dan Allah semakin besar dlm hidup kita.

    Selalu mperkatakan Firman Hidup akan membangun iman kita, Allah tdk menyatakan mujizat dlm hidup kita karena belas kasihan tetapi iman yg mengerakkan kuasa dan tanganNya mlakukan mujizat yg luarbiasa bagi umatNya. Percayalah kpd Allah kita bahwa DIA sangat ingin memberkati kita dan rindu spy kita selalu intim dgNya, mengerti akan isi hatiNya dlm hidup kita membuat hati Allah disenangkan. Praise God!

    Reply

  • wawan

    May 25, 2010 #38 Author

    Terima kasih untuk kiriman renungannya, itu jadi penguat dalam hidup saya.
    Tuhan memberkati.

    Reply

  • septu

    May 25, 2010 #39 Author

    Renungan kali ini begitu dasyat bagi saya. sungguh orang yang berdosa besar itu diampuni Yesus dan diberkati, sebab dia merubah cara pandang yang salah tentang Yesus seperti orang orang yang menyalipkan Yesus. Cara pandang positif, tidak mengandalkan pikiran dan kemampuam sendiri, mengakui dosa dihadapan Yesus sungguh merubah posisi kita dalam kesesakan.
    Trimakasih buat renungannya. Tuhan Yesus dasyat…..

    Reply

  • -va

    May 25, 2010 #40 Author

    Bacaan ini adalah salah satu berkat yang saya terima hari ini,dan menjadi renungan khusus. Thx for Pelita Hidup…. God Bless Us….

    Reply

  • ardo

    May 25, 2010 #41 Author

    Very blessed me.benar sekali…untuk memulai langkah yg baru dalam hidup ini kita perlu meombak cara pandang/cara berpikir kita.kita tdk bisa meraih atau menjangkau hal yg lebih besar dr sebelum nya klo cara pandang kita msh sm dr sebelumnya.untuk itu kita perlu memikirkan/memandang yg spectakuler agar kita bs menjangkau hal yg spectakuler tsb.apa yg kita pikirkan itulah keadaan kita.have nice day.GOD BLESS us:)

    Reply

  • juliana

    May 25, 2010 #42 Author

    makasi bwt renungannya……
    jui bisa semakin semangat dalam menjalani hari2 ini..
    walaupun saat ini saya sedang bergumul karna belum mendapatkan pekerjaan
    yang seperti juli impikan sejak kuliah…..
    tapi juli semakin berharap dan akan berusaha sebaik mungkin dalam menggapainya..
    mohon doanya…
    karna tidak akan ada yang mustahil dalam Yesus…^^

    Reply

  • Bambang Eko Kristiono

    May 25, 2010 #43 Author

    Luar biasa, Allah kita Allah yang dahsyaat. Memang benar ketika kita melihat dengan cara yang salah akan sangat fatal akibatnya. Mungkin yang kita lihat saat ini adalah sesuatu yang membahayakan bagi hidup kita, tapi lihatlah bagaimana Allah melihat, sangat berbeda.

    Reply

  • Mecky

    May 25, 2010 #44 Author

    Puji Tuhan, atas berkat rohaninya ( renungannya ) biarlah iman kita selalu bertumbuh dan rendah hati sesuai kehendak & FirmanMU…..Immanuel…amin

    Reply

  • Matthew

    May 25, 2010 #45 Author

    shalomm…. saya tidak tau kalau saya memperoleh bahan renungan hari ini… terima kasih untuk pelitahidup kadang saya sanggat rindu untuk bersekutu dengan Tuhan tapi saat saya membaca renungan harian saya kurang begitu mengerti isinya tp td saya membaca renungan pelita hidup seakan saya menerima teguran langsung dr Tuhan atas masalah hidup saya… terima kasih… dalam satu bulan ini saya mengalami kesesakan hidup, saya telah salah menginfestasikan dana saya sehingga saya mengalami kerugian hingga puluhan juta ruppiah saya sanggat menyesal sehingga kehidupan sehari2 saya seakan terasa berat dan pikiran saya hanya di isi dengan penyesalan dan penyesalan. saya tidak dapat menikmati kehidupan saya setiap harinya bahkan pada saat pelayanan di gereja, kebaktian di gereja setiap aktifitas saya selalu di bayangi penyesalan… hari ini dengan firman yang saya peroleh saya di sadarkan bahwa saya harus merubah cara pandang saya, penyesalan tidak akan merubah keadaan saya belajar untuk tunduk akan ajaran yang diberikan Tuhan Yesus terhadap saya, saya belajar untuk yakin bahwa ada hikmat dibalik setiap permasalahn yang terjadi dalam kehidupan saya….. terima kasih Tuhan memberkati…….

    Reply

  • Jack

    May 25, 2010 #46 Author

    Thanks God. Sarapan rohani di pagi hari yang mengenyangkan dan memuaskan dahaga akan kebenaran fiman Tuhan. Terimakasih Bu Ribka atas renungannya. U’re blessed.

    Reply

  • dede

    May 25, 2010 #47 Author

    Tuhan Yesus menuju ke bukit Golgota dengan memikul salib. Berat sekali salib itu. kata Yesus, “Barangsiapa mau mengikut Aku, ia harus menyangkal diri, memikul salib dan . . . ” Memikul salib yang berat. adakah kita siap memikul salib itu – sungguh salib itu berat. Di bukit sana dengan tersalibnya Yesus, kita mendapat kelegaan. memikul salib dan kelegaan dua hal berbeda namun tak boleh dipisahkan (?)

    Reply

  • siska

    May 25, 2010 #48 Author

    trims..artikelnya sgt memberkati sy..GBU

    Reply

  • Meisye

    May 25, 2010 #49 Author

    Oh yah…. Pembacaannya sangat tepat.Sungguh membawa berkat….
    Amin.

    Reply

  • Meisye

    May 25, 2010 #50 Author

    Maaf… Pembacaan diatas apakah Lukas 23:33-43 ???

    Reply

  • andy ringoringo

    May 25, 2010 #51 Author

    Renungan yg sngt membangkitkan iman. Jujur, kita sering melihat Allah dan kemahakuasaannya melalui sudut pandang kita, dan menganggap Tuhan tdk mampu melakukan perkara yg besar dan ajaib saat ini. Terima kasih untuk renungan yg sgt membangun, Tuhan memberkati Pelita Hidup. Shalom!

    Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *