Pelita Hidup Jangkau Dunia

Sikap Pantang Menyerah: Menarik Perhatian Yesus

Sikap Pantang Menyerah-Menarik Perhatian Yesus46. Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak berbondong-bondong,  ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. 47. Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”. 48. Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”. 49. Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!”. Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau”. 50. Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. 51. Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”. 52. Lalu kata Yesus  kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!”. Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalananNya. Markus 10: 46-52

Bartimeus adalah seorang yang buta, yang duduk di pinggir jalan. Ia belum pernah melihat bukti yang nyata bahwa Yesus mampu melakukan mujizat. Meskipun  dia tidak dapat melihat dengan mata jasmaninya, tetapi  ia memiliki mata hati yang terbuka,  mampu melihat kuasa Yesus, dan percaya akan apa yang ia telah dengar tentang  Yesus. Bartimeus percaya  pada kemampuan Yesus  yang  sanggup untuk menciptakan bola mata yang baru baginya. Bartimeus ini adalah orang yang beriman, karena mata hatinya terbuka, ia percaya pada hal yang belum dilihatnya secara jasmani.

Ketika ia mendengar bahwa Yesus sedang  berjalan di dekatnya, maka iapun segera berseru memanggil nama Yesus. Berada dekat dengan  kerumunan orang banyak yang berbondong-bondong itu, tentunya suasananya sedang ramai, banyak suara orang yang sedang berbincang-bincang, mereka mungkin sedang membicarakan mengenai mujizat-mujizat yang telah dilakukan oleh Yesus.  Dalam suasana seperti  itu, Bartimeus menggunakan kesempatan supaya dapat  memperoleh mujizat dari Yesus. Yang dilakukan oleh Bartimeus ialah  berseru untuk memanggil namaNya. Sekalipun banyak orang menyuruhnya agar dia diam, tetapi ia tetap teguh pada pendiriannya sebab ia memiliki sebuah tekad  yaitu agar suaranya yang sedang memanggil-manggil  nama Yesus itu, dapat didengar langsung  oleh Yesus sendiri. Usahanya itu tidak sia-sia, akhirnya iapun memperoleh apa yang diharapkannya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Kisah yang menarik mengenai Bartimeus ini, mari kita bandingkan  sejenak dengan kisah Yosua yang memerlukan mujizat dari Allah pada waktu ia berperang melawan musuh-musuhnya, dalam Yosua 10:12-14 , “Lalu Yosua berbicara kepada Tuhan pada hari Tuhan menyerahkan orang Amori itu kepada Israel; ia berkata dihadapan orang Israel:”Matahari berhentilah di atas Gibeon dan engkau bulan, di atas lembah Ayalon!”. Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak , sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur?  Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh”.  Yosua meminta sebuah mujizat dari Allah, pada saat mereka  berperang melawan musuh-musuhnya. Permohonan Yosua itu dikabulkan oleh Allah, untuk menolong mereka memperoleh kemenangan. Iman Yosua sanggup menghentikan matahari, sedangkan jeritan iman dari Bartimeus sanggup menarik perhatian Yesus, dan  menghentikan langkah Yesus.

Hidup dalam dunia ini  setiap orang selalu diperhadapkan dengan berbagai  macam tantangan dan kesulitan. Menghadapi  berbagai  macam persoalan yang begitu kompleks, kadang-kadang membuat kita bingung, sepertinya jalan yang kita temui buntu, tidak mengerti lagi apa yang harus dilakukan,  sehingga kitapun membutuhkan pertolongan yang datangnya dari Tuhan, yaitu mujizat.

Suatu hal yang sungguh menarik untuk diperhatikan dari Bartimeus ialah sikapnya yang pantang menyerah itu, dapat menghentikan langkah Yesus, ia  dapat menarik perhatian Yesus. Bagaimanakah sikap pantang menyerah  Bartimeus ini sehingga menarik perhatian  Yesus kepadanya?

Ada empat hal, dalam sikap pantang menyerah yang dimiliki oleh Bartimeus untuk menarik perhatian Yesus, yaitu:

1. Tidak mau diam

Bartimeus buta, tidak dapat melihat, ia tidak mengetahui dimana tepatnya posisi Yesus sedang  berada. Bartimeus  juga tidak bisa berjalan  mendekat  untuk  menghampiri Yesus, sebab tidak ada yang menuntun dia datang kehadapan Yesus, namun ia tidak  diam saja dengan keadaannya itu. Ia tidak mau menunggu, Bartimeus tidak mau tinggal diam, ia melakukan sesuatu tindakan iman, yang dapat dilakukannya yaitu, dengan   berteriak  berseru memanggil  nama Yesus. Dorongan yang membuat dia berseru ialah mata rohaninya yang percaya pada Yesus. Imannya timbul, melalui apa yang telah ia dengar tentang Yesus.  Ia telah mendengar berita tentang Yesus yang sanggup mengadakan tanda-tanda mujizat. Imannya adalah sangat percaya kepada kuasa Yesus yang sanggup memberikan apa yang ia butuhkan, yaitu supaya ia dapat melihat, karena itu iapun berseru sekeras-kerasnya memanggil nama Yesus, supaya  terdengar oleh Yesus di tengah kerumunan orang banyak itu.  Pada Ayat 47, ketika ia mendengar bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru :”Yesus Anak Daud, kasihanilah aku!”


Dalam menghadapi berbagai-bagai persoalan dalam kehidupan ini, apakah kita mengandalkan iman kita hanya pada penglihatan saja? Atau telah mampukah  kita  memiliki iman, sekalipun belum melihat, karena telah mendengar akan Firman Allah, dan percaya. Sebab Kitab Roma mencatat bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus.   “ sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat”, 2 Korintus 5:7. Mampukah kita terus berjalan dengan iman, dan bukan berjalan dengan penglihatan. Milikilah iman.

Bartimeus beriman, setelah mendengar Firman  Allah, walaupun ia tidak melihat bukti-bukti nyata dari kuasa/mujizat yang telah dilakukan oleh Yesus. Bartimeus hanya mendengar, mungkin dari cerita orang lain, atau ia mendengarkan dengan seksama tatkala beberapa orang sedang membicarakan  kuasa  yang dimiliki Yesus itu. Bartimeus sungguh percaya pada apa yang telah didengarnya itu, sebab itu ia tidak mau tinggal diam saja,  ia berseru dengan iman pada Yesus dan memanggil nama Yesus. Ia percaya akan dapat  menerima kesembuhan juga dari  Yesus.
*courtesy of PelitaHidup.com
Tatkala menghadapi persoalan, janganlah kita diam saja, dan janganlah kita menunggu. Kita harus bertindak, datanglah  pada Yesus, dengan berseru dengan iman  melalui  doa.   Allah Maha Tahu, Yesus  tahu kalau dalam perjalanannnya itu ada orang buta bernama Bartimeus yang duduk di pinggir jalan itu. Yesus tertarik dengan seruan Bartimeus. Respon  dari  Bartimeus itu , yang berseru memanggil  namaNya, adalah sangat menarik perhatian Yesus.  Allah mau kita bertindak. Melalui perbuatan atau sikap yang kita nyatakan,  Allah akan melihat apakah ada iman pada kita.  Allah mengetahui segala hal tentang kehidupan kita, baik kesulitan, penderitaan, dan kebutuhan kita. Allah tidak tertarik dengan masalah kita, tetapi Allah sangat tertarik pada iman kita. Tindakan iman kita, dapat menarik perhatian Allah kepada kita.  “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak diserti perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati”, Yakobus 2:17.

2.Tidak terpengaruh oleh keadaan

Meskipun saat  itu orang banyak menyuruhnya supaya diam, mungkin ada yang  menghardiknya, memarahinya, yang berusaha untuk membungkam dia, namun Bartimeus tidak mau dipengaruhi, ia tidak peduli dengan omongan orang lain, ia tetap fokus pada Yesus saja.  Pada ayat 48, banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin  keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanlah aku!” Bartimeus tidak mau terpengaruh oleh keadaan, yaitu sikap mereka  yang mau menahan  Bartimeus supaya diam. Semakin dilarang, bahkan ia semakin keras  berseru  untuk  memanggil Yesus. Ia tetap mengarahkan hatinya dan fokusnya pada Yesus.  Bisa kita bayangkan, keadaan itu sedang ramai, ada banyak suara, dan  Bartimeus  ingin sekali teriakannya  itu sampai  terdengar oleh Yesus.  Bartimeuspun  berusaha  agar seruannya itu mampu melebihi  suara mereka, supaya Yesus dapat mendengarnya.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Banyak kali kita terhenti, terdiam, bingung bahkan sampai putus asa bila kita hanya fokus pada persoalan atau keadaan yang sedang kita hadapi. Ketika kita hanya memikirkan pada  besarnya dan  beratnya persoalan hidup ini, maka sepertinya tiada jalan keluar lagi yang dapat kita temui. Keadaan itu dapat mempengaruhi membuat kita menjadi  lemah tak berdaya, lelah, capek, marah, patah semangat dan kecewa. Hal-hal ini akan menghalangi kita untuk memfokuskan diri pada pertolongan dari Allah.  Seberat apapun persoalan yang  sedang kita hadapi janganlah terpengaruh oleh keadaan, sekalipun itu buruk keadaannya, tetapi pandanglah kepada Yesus diatas segala persoalan. Ingatlah kepada Yesus, bersama Yesus pasti ada jawaban.
*courtesy of PelitaHidup.com
Daud katakan, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku”. Doa mampu menutup mata jasmani kita sehingga kita tak mudah terpengaruh oleh keadaan dan kenyataan pahit yang sedang terjadi dalam hidup kita.  “Tetaplah berdoa”, 1 Tesalonika 5:17. “Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan”, Mazmur 145:18. Berdoalah dengan tidak jemu-jemu.

3. Tidak malu

Karena iman yang dimiliki oleh Bartimeus, maka ia tidak malu atau gengsi di antara orang banyak yang berbondong-bondong itu, walaupun ia hanya seorang buta, yang cuma mampu duduk di pinggir jalan. Ia percaya bahwa Yesus mengasihi semua orang.  Justru karena iman yang ia miliki itu, ia tidak malu dengan keadaannya, bahkan  ia memiliki kekuatan untuk terus berusaha mencari perhatian dari Yesus.  Semua orang yang menantikan Tuhan tidak akan mendapat malu, dan siapa yang percaya kepadaNya tidak akan dipermalukan.  “ kepadaMu mereka percaya, dan mereka tidak mendapat malu”, Mazmur 22: 6b. Seruan Bartimeus itu, sangat berharap pada belas kasihan Yesus, dan ia mampu membuat Yesus memperhatikannya, dan menerima kesembuhan.

Janganlah malu dengan keberadaan, dan status kita.  Yesus tidak pernah pilih kasih untuk menyatakan kuasaNya. Yesus mengasihi semua orang, bahkan ia selalu mencari  orang-orang  yang miskin,  yang menderita, orang sakit,  dan orang berdosa, untuk memulihkan hidup mereka. Setiap orang berharga di mata Tuhan dan dikasihiNya. Tidak  ada yang  tersembunyi  bagi  Tuhan, setiap hati yang  mau terbuka  kepada  Yesus, pasti  dipulihkanNya.  Jangan terintimidasi oleh keadaan atau keberadaan kita, yang melemahkan  iman.  Rendahkan saja diri dihadapan Yesus, akui saja semua keberadaan kita pada Yesus, terbukalah dan percayalah  bahwa Yesus tidak pernah mempermalukan.  Mata Tuhan tertuju  kepada  setiap orang yang berharap akan kasih setiaNya.

“Tuhan itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang  yang sombong dari  jauh”, Mazmur 138:6. “Rendahkanlah dirimu dihadapan Tuhan, dan  Ia akan meninggikan kamu”, Yakobus 4:10. Kalau  orang banyak itu tidak menghargai Bartimeus, malah disuruh supaya ia diam, artinya orang banyak itu merasa Bartimeus tidak layak menerima mujizat dari  Yesus. Namun, Yesus  malah memberikan perhatianNya kepada  Bartimeus, sampai  Yesus menghentikan langlahNya, dan memanggilnya.

4. Tidak menyerah

Bartimeus pantang menyerah, ia tidak mau menyerah, karena iman, ia tidak mau berhenti  untuk terus berseru  memohon sampai  Yesus menjawab dia.  Seruannya itu mampu menghentikan langkah Yesus.  Sikap pantang menyerah Bartimeus itupun membuat Yesus berhenti.  Pada  ayat 49, Lalu Yesus berhenti  dan memanggilnya, supaya ia datang dihadapanNya. Akhirnya  kesempatan yang ditunggu oleh Bartimeus itu datang. Ia menanggalkan jubahnya, artinya ia segera  mengambil  kesempatan itu, langsung mengampiri Yesus. Bartimeus  mau memiliki hidup yang baru.

“Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang  kau kehendaki  supaya  Aku perbuat bagimu?”, Markus 10:51.  Luar biasa, adalah hal yang sangat luar biasa, bila Yesus mengatakan itu juga bagi saudara saat ini, apakah yang saudara akan  katakan kepadaNya ?  Haleluya!  Bila saudara  merasakan, Tuhan sedang mengatakan ini kepadamu “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Katakanlah , katakan  saja, apa yang saudara kehendaki dari Tuhan, ucapkanlah padaNya, bila saudara dapat merasakan kehadiranNya saat  ini dalam hidupmu. Haleluya!

Dihadapan Yesus, dan kepada Yesus, Bartimeus meminta supaya ia dapat melihat. Yesus telah melihat perbuatan iman Bartimeus yang pantang menyerah, karena itu Yesus mengatakan kepadanya “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan Engkau!”. Pada saat itu juga melihatlah ia. Bartimeus memperoleh apa yang dibutuhkannya dari Yesus.

Iman, membuat  kita  pantang menyerah, iman memampukan kita  berseru tiada henti dalam doa kepada Tuhan. Orang  yang pantang menyerah tetap kuat pada pendiriannya, dan  tidak putus-putusnya,  akan terus  menerus berseru  untuk mengetuk pintu hati Tuhan. Orang  yang pantang menyerah, tidak  kenal  putus  asa, sekalipun  harus mengetuk  pintu Surga selama bertahun-tahun.

Sikap yang pantang menyerah merupakan sebuah kendaraan yang akan membawa kita kepada perbuatan iman untuk menerima pertolongan dari Tuhan. Jangan menyerah, sebab  orang  yang pantang menyerah dapat menarik perhatian Allah.  Apapun yang  sedang saudara alami saat ini, jangan menyerah,  tetap berharap pada  pertolongan Tuhan, Tuhan  tidak akan meninggalkan orang  yang mencariNYa.  “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan, dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak”, Mazmur 37:5.
*courtesy of PelitaHidup.com
Yesus adalah orang yang pantang menyerah, Dialah teladan kita. Pandanglah pada salib Yesus, Dia tetap memikul salib itu sampai mati di kayu salib untuk menggantikan kita yang  berdosa ini. Yesus tidak menyerah, sekalipun ia  harus menderita, disiksa,  ditikam sampai mati disalibkan, Yesus tidak menjadi lemah dan putus asa.  Yesus tetap memuliakan Allah dan  tidak goyah dalam penderitaanNya, Yesus tetap mengampuni dan  tidak  malu diolok-olok, dituduh sebagai orang.  Yesus melakukannya bukan saja untuk menarik perhatian Allah, karena  melaksanakan  Firman Allah. yaitu Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan (Matius 26:2), tetapi untuk menarik perhatian dunia ini  pada kasihNya  yang  begitu besar. Rela berkorban untuk menebus dosa dan menyelamatkan manusia. Penyaliban telah berubah menjadi kebangkitan.

Kiranya Paskah yang kita rayakan,  membawa semangat kepada kita ” pantang menyerah”, jangan menyerah sampai Tuhan memberi pertolonganNya.  “Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diriNya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa”, Ibrani 12:3.

“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang  menuruti apa yang ada tertulis didalamnya, sebab waktunya sudah dekat”. Wahyu 1:3.


Rita Ribka Tarigan
Rita Ribka Tarigan adalah salah satu kontributor di Pelita Hidup.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 30 respon

  1. Tak akan ada perubahan ke  arah yg lebih baik jika kita tidak melakukan suatu tidakan yaitu tindakan iman, Ora et labora berdoa dan bekerja adalah keniscayaan. Bartimeus sanggup menarik perhatian Yesus karena tindakan imannya.  Di tengah ketidakberdayaannya dia tetap punya keyakinan Yesus pasti medengar Yesus pasti peduli. Puji Tuhan. Yesus memberi jawaban atas pendeitaannya.
    Ada banyak orang melek mata tapi buta rohaninya sehingga tidak dapat lagi melihat  kuasa Tuhan Yesus benar benar nyata.   Kiranya  melalui renungan ini mata rohani yang buta dicelikkan dan doa kami Ibu Rita terus dipakai oleh Tuhan Yesus sebagai terang-Nya. Syalom, horas mejuah juah namboru.Tuhan Yesus memberkati selalu. 

  2. LUAR BIASA……………… smua pasti kagum membaca tulisan ini. BarTimeus (yakni anak Timeus) siap selalu dlm peperangan imannya utk tetap berjuang dlm hidupnya. Setelah bertemu dengan Yesus, ia sadar bahwa jawaban pertarungan sulitnya hidup ada di dalam tangan Kristus Yesus.
    Praise The Lord. Kuyakin…Engkau memberi janji yg dapat dipercaya.

  3. Puji Tuhan kita YESUS KRISTUS,yang senangtiasa mendengar dan menjawab setiap terikan kita kepadaNya, dan marilah kita memuji dan memuliakan DIA dengan semua yang ada pada kita, dan kita terus menyaksikan namaNya keseluruh dunia, Amin.

  4. syalom,,
    trimakasih Tuhan smoga artikel yang sy bc saat ini smakin menambah iman ku, untuk slalu berharap trus kepada Mujizat Mu yg akan TUhan nyatakan dlm hidup ku , sperti Tuhan yg sudah nyatakan ke ajaiban Mu terhadap Bartimeus, seorang yg buta yang sungguh2 meminta di dlm iman nya, smoga artikel ini bisa menjadi teladan bagi sy yg saat ini dlm pergumulan, Tuhan aq percaya Engkau mendengar setiap doa dan harapan ku, dan sy percaya di dlm nama Yesus kristus sy akan mendapatkan jwaban dr doa sy, sebab tiada yang mustahil bagi Dia. GBU………..

  5. tuhan tetaplah pegang tanganku dalam menghadapi badai kehidupanku …… ku percaya kau selalu besertaku,, ku bangga jadi anakMU……..

  6. Puji Tuhan,di saat2 mslh berat yg terjdi di rmh tangga sy saat ini,ketika sy membaca renungan ini,sy sangat merasa dikuatkan…sy banyak belajar dri Bartimeus,bgm dia pantang menyerah utk meminta pertolongan pd Yesus…soalnya kadang2 qt suka tdk sabar utk menunggu pertolongan dri Yesus…bahkan seblm pertolongan dtg malahan qt suka bertindak menurut kehendak qt sendiri…tpi dg membaca pengalaman dri Bartimeus sangat menguatkan sy utk slalu beriman kpd Yesus…skali lgi thx utk renungan ini…biarlah qt semua slalu tetap beriman pd Yesus sampai Maranatha Yesus dtg yg ke 2x…Amien!!!

  7. Shalom, thanks untuk kiriman renungan ini.saya sangat di berkati apa lagi hari2 ini.saya seperti mau give up dengan apa yang berlaku pada diri saya.saya mahu seperti ci buta itu yg tidak akan menyerah kalah. Sehingga imannya telah menyembuhkan dia..saya mahu mengalami kuasa yg sama..Thanks.GBu..

  8. Shallom, Artikel ini membawa saya pada sebuah pencerahan dalam pergumulan saya. Saya mendapatkan sesuatu hal yang saya cari yaitu keberanian untuk tidak menyerah pada keadaan. Semoga artikel ini juga berperan bagi orang lain seperti yang saya alami, melalui penyertaan Yesus Kristus kita telah disembuhkan. Haleluya. Amin.Tuhan Berkati

  9. Shallom. Melalui artikel ini saya percaya, dalam pergumulan yang saya dan anak-anak saya hadapi, Tuhan Jesus akan menjawab doa kami. Saya yakin bahwa di dalam Jesus Kristus, Iman saya dan anak-anak saya akan dimenangkan melawan kuasa kegelapan dan iblis yang telah merengut kebahagiaan itu dari kami.

  10. Shallom,saya sangat diberkati dan dikuatkan melalui artikel ini..walaupun setiap perkara yang saya mahu kadang-kadang tidak terjadi seperti yang saya mahu bahkan kekadang sepertinya seperti melalui jalan buntu tapi saya percaya Tuhan yang kita sembah itu tahu apa yang Dia harus lakukan,setiap peristiwa yang berlaku ketika Dia masih melayani di dunia ini menunjukan setiap orang yang datang kepadanya tidak pernah dikecewakan orang yang sakit disembuhkan,yang dipandang hina dikasihi dan banyak lagi..semasa zaman perjanjian lama lagi Tuhan tidak pernah meninggalkan orang-orang yang tetap berharap kepadaNya..ini sudah cukup meyakinkan saya dan pastinya Tuhan pasti memberikan pertolongan kepada mereka yang tetap mengasihi Dia,ya,..jangan pernah menyerah kerana Tuhan tidak pernah mengecewakan orang-orang yang mengasihi Dia.. Dia tetap sama dulu,sekarang dan selamanya..immanuel..maranatha..GOD IS ABOVE ALL!!!

  11. Syaloom…. sungguh luar biasa hotbah bagaimana kesabaran dan kekuatan hati Bartolomeus untuk tetap memanggil Yesus, tidak mempedulikan sekitarnya. Suatu iman yang perlu menjadi teladan kita dalam hidup ini, untuk tetap memanggil Yesus biarpun menghadapi banyak kendala atau banyak masalah disekitar kita, tetapi tetap memanggil Tuhan, Sampai Tuhan akan bertanya apa yang akan kuberikan kepadamu,, pertanyaan itulah karunia yang luar biasa . amin

  12. Hi semua dan Pendeta Ribka,
    Saya sangat di berkati dengan pembacaan firman tuhan di atas dan terharu apabila teks yang mengatakan jika Tuhan bertanya”Apa yng kau kehendaki supaya AKU perbuat kepada mu?”,saya terus berdoa,jika saya ditanya sebegitu,tentulah saya minta Tuhan memberi masa depan yang terbaik buat saya dan keluarga….minta sokongan doa dari kalian semua agar saya terus cekal,tabah dan diperkuatkan iman saya dalam menempuhi segala cobaaan,godaan dan apa2x juga situasi yang saya alami…Semoga Tuhan memberkati kita semua dan teriam kasih ya di atas perkongsian ini..GOD BLESS…..

  13. syalom,..
    Haleluya,..Hosana puji Tuhan,..Tuhan Yesus yang saya sembah,.Tuhan Yesus yang mengurapi Bartimeus, Tuhan Yesus yang Menebus dosa manusia dan mati di kayu salib adalah Tuhan yang hebat,..hari ini dia juga menolong saya, mengampini dosa saya,..memberikan kekuatan dalam pekerjaan saya,..memulihkan saya dari kekawatiran akan pekerjaan saya,..memulihkan kekawatiran akan omset di perusahaan tempat saya bekerja, Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sudah memulihkan aku. Amin.

  14. Thanks God. Firman ini me-reminding saya untuk pantang menyerah dalam menghadapi setiap masalah, sekalipun banyak tantangan dan kemungkinan masalah belum terselesaikan, tapi kalau kita pandang Yesus dan berharap sepenuhnya pada Dia, maka tidak ada yang mustahi – mujizatNya nyata – dan masalah menjadikan kita semua semakin dewasa kerohaniannya. U’re blessed.

  15. syaloom …
    Langkah iman Bartimeus yang sangat luar biasa ditambah lagi Bartimeus tidak terfokus kepada masalah yang sedang dihadapinya yaitu ” BUTA ” melainkan dia terfokus kepada YESUS yang sanggup memulihkan dia. Karena itu saya berpesan kepada saudara2 ku, jangan takut, jangan cemas atau kuatir saat kita menghadapi berbagai permasalahan ” fokuslah kepada Janji Tuhan Yesus, jangan berfokus kepada masalah yang sedang kau hadapi, karena Tuhan kita akan melakukan dengan cara2 yang tidak pernah kau lihat dengan mata, tak pernah kau dengar dengan telinga dan yang tidak pernah timbul dalam hati dan pikiran mu, itu yang disediakan Tuhan bagi kita yang mengasihi DIA.

  16. wow sangat luar biasa, artikal ini sangat membangun dan mengubah hidup saya dan prinsip-2 benar dari firman Tuhan yang kita bagi, dan selalu email buat hidup saya.
    Tuhan membrkati kita semua.

    keep in touch

  17. renungan ini sungguh menguatkan iman saya, di tengah problem penyakit mata yang tengah melanda mata saya saat ini. saya bersyukur punya Tuhan yang penuh belas kasihan. saya mengucapkan terima kasih atas renungan yang sudah dikirimkan.

  18. saya sungguh diberkati oleh uraian Firman yg sangat jelas, dan saya berdoa agar Pelita Hidup bisa menjadi berkat bagi setiap org yg merindukan akan Kasih Tuhan. Amin

  19. yang aku dapet adalah:

    kita harus menpunyai iman yg besar. kalau kita beriman niscaya semua persoal yg kita hadapi akan di selesaikan dlm kuasa TUHAN.
    Jgn mudah menjerah tapi kita harus kuat dalam persolan dan kita berseru dlm doa.
    Mengaku dosa di hadapan TUHAN jgn ada yg di sembujikan krn TUHAN suka dan sayang sama org yg mengaku dosa dan minta ampun dgn sunggu2,
    jgn pernah menjerah TUHAN kita TUHAN yg hebat,,,,,
    Aku percaya dgn iman dan yakin semua permasalahan yg aku hadapi saat ini dapat jln keluar yg indah,,,,,dan aku percaya dgn iman aku,,,,,

  20. sangat memberkati…
    saya juga pengen sekali mengalami mujizat Tuhan pada hari ini…

    amen

  21. renungan yang menarik thanks gbu

  22. Halleluya,saya sangat di berkati dengan renungan ini dan segala kemelut dalam berhadapan dengan karena anak kami telah saya perolehi jawaban lewat ini,terima kasih Tuhan memberkati dengan kelimpahan yang lebih lagi buat sdri.

  23. Shalom. Semangat dan keteguhan hidup Bartimeus, memberi inspirasi dan sikap positif terhadap kenyataan hidup yang ada sekarang ini, dengan berharap dan mengandalkan Tuhan Yesus. MuzijatNya tetap nyata dalam kehidupan ini. Amin. Selamat melayani. GBU all PelitaHidup.

  24. Puji Tuhan. Renungan hari ini sangat meneguhkan saya. Iman yang dianugerahkan Tuhan kepada saya membuat saya tidak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan. tetapi seringkali juga bila saya sudah lelah, fisik tidak dapat diajak kompromi saya memang memilih untuk tidur seperti para murid yang enggan berjaga-jaga dan berdoa bersama Yesus di taman getsemani. Tuhan memberkati.

  25. Artikel yang menggugah iman. Terima kasih Tuhan

  26. Syukur dan terima kasih atas renungan yang sangat mendorong.
    Semoga Tuhan membuka mata rohani kita senantiasa, guna untuk melihat
    segala kebaikan dan berkat yang Tuhan janjikan bagi setiap umatnya yang setia
    dan yang mencari wajahNya.

  27. Terima kasih banyak yah mba atas renungan ini, saya jadi bisa lebih kuat dan terus berharap mujizat Tuhan Yesus akan terjadi dalam hidup saya, meskipun saat ini saya sedang dalam beban hidup yang berat, saya tidak akan berhenti untuk berdoa kepada Tuhan Yesus, amin….mohon bantuan doanya yah

  28. Tuhan memang baik kepada semua orang, tetapi kita sebagai anak-anak Tuhan tidak boleh manja dan harus tetap bertumbuh imannya walaupun dalam keadaan apapun. Tuhan menyukai anak-Nya yang pantang menyerah. Amin

  29. terima kasih atas renunganya, saya adalah orang yang mudah menyerah terhadap keadaan, saya akan belajar menjadi seperti orang buta ini,,,,,

  30. Dear friend,

    Thanks untuk kirimanya, kiranya semakin menguatkan kita segala firman yang Tuhan telah sampaikan.
    Sekarang ini memang saat yang sulit, terutama dalam dunia usaha, dan akal tidak mampu lagi menghitung semuanya, sekarang aku hanya diam, berdoa dan merenung serta terus berteriak kepada TUhan Jesus, dan berteriak kepada Roh Penolong Roh Kudus untuk menjaga hatiku ini, agar Roh Kudus memberikan suka cita kepadaku.

    Thanks untuk semua yang telah membantu

    Lili

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: