Hidup Melekat Kepada Kristus
“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Yohanes 15.4-5
Sebuah pohon yang bertumbuh besar akan mempunyai banyak cabang serta ranting. Pohon itu akan terus bertumbuh hingga menghasilkan buah pada waktunya. Dan buahnya akan dinikmati banyak orang.
Tetapi jika ada cabang atau ranting yang rusak atau patah maka cabang/ranting tersebut akan menjadi kering, karena sari makanan tidak akan bisa mengalir ke cabang/ranting tersebut. Dan tentunya tidak akan ada buah yang dapat dihasilkan dari cabang/ranting tersebut.
*courtesy of PelitaHidup.com
Sang pemilik pohonpun juga akan membersihkan pohon tersebut dan memotong cabang/ranting yang dianggap tidak diperlukan. Cabang/ranting yang rusak dianggap tidak akan menghasilkan buah dan merusak keindahan pohon.
Dalam kitab Yohanes, kehidupan rohani umat Kristiani digambarkan seperti cabang/ranting pohon. Sedangkan batang utamanya adalah Kristus.
Ketika hidup kita melekat dengan baik kepada Kristus, maka aliran kehidupan, sukacita, damai sejahtera, kekuatan, penghiburan, hikmat dan lainnya akan mengalir bagaikan sari makanan yang mengalir pada ranting pohon yang baik.
Kasih Kristus akan senantiasa mengalir dalam hidup kita dan terang Kristus dari hidup kita. Hidup kita akan menghasilkan buah yang baik yang dapat dinikmati oleh orang banyak. Kebaikan hati kita akan diketahui oleh orang banyak.
Tanpa Kristus hidup kita akan menjadi hampa. Segala yang kita miliki tidak akan berarti tanpa Kasih Kristus yang mengalir dalam hidup kita.
Biarlah hari-hari yang ada kita lalui dengan kehidupan yang intim dengan Kristus. Jangan biarkan berkat terlepas dari kehidupan kita karena kita lupa untuk bersekutu denganNya. Raih kehidupan yang penuh dengan berkat berkelimpahan di dalam Kristus Yesus. Haleluya!
Suka renungan ini? Klik Like, Tweet atau Share:
Tentang Penulis:
![]() |
Riva Sinjal |
|
Ingin terima update melalui Email jika ada renungan baru? Silahkan isi Nama & Email Anda:
|
P.S: Kami mempersilahkan untuk mengambil bahan renungan dari blog ini untuk keperluan bahan khotbah ataupun keperluan-keperluan lainnya dengan ketentuan sebagai berikut:
~ Jika anda ingin menayangkan ulang artikel yang ada pada tulisan/naskah anda sendiri, mohon dapat mencantumkan sumbernya: www.PelitaHidup.com
~ Jika digunakan pada situs/blog anda sendiri, silahkan copy dan cantumkan kode berikut:
<a href=”http://www.pelitahidup.com”>Pelita Hidup</a>
Sehingga menjadi link aktif seperti berikut ini: PelitaHidup
Cara mengcopy: Highlight/blok semua teks yang ingin dicopy, tekan ctrl+C untuk mengcopy, dan kemudian paste di dokumen kosong dengan menekan ctrl+V




























































diluar Kristus kita tidak dapat/mampu lakukan apa-apa,,karena siapakah kita manusia????tak berarti apa-apa tanpa Kristus yang mengingat dan mambuat kita indah,,,untuk itu jangan mau berada diluar Dia karena kita tak akan berarti apa-apa baik bagi sesama terlebih dihadapan TUhan!!! dekat dengan Nya pasti kita akan hidup dalam aliran kasihNya, sukacitaNya, damai sejahteraNya, sehingga menghasilkan buah yang berati bagi diri sendiri, sesama terlebih buat Tuhan Yesus yang baik…amin
memang benar bahwa tidak mungkin akan hidup dan menghasilkan buah yaitu hidup yang berkualitas yang dapat dinikmati atau menjadi berkat bagi orang lain dan mempermuliakan nama Tuhan kalau tidak melekat dengan sumber hidup, yaitu Yesus Kristus…
thanks ya…
melalui renungan ini saya semakin disadarkan bahwa untuk dapat menghasilkan buah2 yang lebat tidak cukup hanya dekat kpd Tuhan, tetapi hrs hidup didalam Yesus dan Yesus hidup didalan kita, sebagaimana ranting melekat pada pokok demikian juga saya harus melekat kpd Yesus,karena dengan melekatlah maka sari makanan dari pokok bisa mengalir ke ranting,klo hanya dekat dan tidak melekat maka sari makanan dari pokok tidak dapat mengalir ke ranting.Terimakasih Tuhan Yesus u FirmanMU yang mengingatkanku untuk tetap hidup didalamMu dan Aku mohon agar Engkau tetap tinggal didalam hidupku
orang-orang yang luar biasa akan mnghadapi tantangan yang luar biasa juga… Jika kita menyadari akan hal itu, kita tidak akan takut & mengeluh lagi, melainkan dengan berani kita akan melangkah maju bersama dengan Tuhan……
I LOVE JESUS
GB_us…………………………..
saya sudah download 100 Renungan Pelita Hidup….
makasih, sukses selalu !!!!
Imanuel
melekat berarti bukan hanya nempel saja, tapi kita membutuhkan makanan untuk tetap hidup. yang saya maksudkan disini adalah sebagai anak Tuhan tentunya kita membutuhkan makanan rohani (fiman-NYA) dan jasmani, rohani dan jamani yang sehat/sukacita mencerminkan/menjadikan daya tarik bagi setiap orang yang kita jumpai di sepanjang hidup kita, yang berarti kita sudah menghasilkan salah satu buah cerminan kasih Kristus, bagaimana kita bisa melakukan sesuatu yang terbaik bagi sesama kita yaitu dengan cara memahami hati saudara kita dengan memberikan solusi dlm permasalahan yang dihadapi, jadikan mereka patner dlm perjalan kita untuk mencapai tujuan yaitu kasih yang kekal.
ranting tidak dapat hidup tanpa pohon.ranting yang mati tidak dapat mengeluarkan buah.ranting seharusnya lekat pada pohon untuk berbuah.ingat kita tidak boleh lepas dari Kristus sebab tanpa Kristus kita tidak berbuat apa-apa.saya sangat diberkati untuk renungannya.Amin
Amin… Melekat PASTI HIDUP, lepas … MATIII… Terima kasih pak Riva