Pelita Hidup Jangkau Dunia

Harmoni Dalam Pernikahan: Perhiasaan Yang Kekal 2

harmoni-dalam-pernikahan-perhiasaan-yang-kekal-2Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.” 1 Petrus 3:4

Dari renungan sebelumnya (Harmoni dalam Pernikahan 1) telah kita pelajari mengenai kunci untuk meraih harmoni dalam pernikahan yaitu dengan menjaga komunikasi dan keterbukaan satu sama lain. Selain itu perlu adanya upaya dari suami maupun isteri untuk dapat meraih keharmonisan dalam pernikahan.

Usaha yang berkesinambungan perlu dijaga agar keharmonisan dapat diraih tidak hanya untuk jangka pendek saja, melainkan untuk jangka panjang, karena pernikahan adalah untuk seumur hidup.
*courtesy of PelitaHidup.com
Mari kita lihat apa yang Firman Tuhan katakan bagi suami dan isteri berikut ini.

.

1. Isteri


Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. ” 1 Pet 3:1-2

Tuhan telah menetapkan seorang wanita menjadi isteri dari seorang pria untuk menjadi penolong bagi suaminya. Sedangkan suami ditetapkan oleh Tuhan sebagai kepala rumah tangga. Otoritas dari Tuhan turun melalui suami hingga kepada seluruh keluarganya.
*courtesy of PelitaHidup.com
Oleh karena itu Tuhan menetapkan juga bahwa isteri harus tunduk kepada suami. Hal ini akan menjadi mudah jika karakter dari sang suami sudah terbentuk menjadi pribadi yang lemah lembut dan penuh kasih sayang.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Tetapi ada sebagian isteri yang masih menghadapi suami mereka yang masih memiliki karakter yang keras dan bahkan tidak menghargai isterinya. Bukan hal yang mudah bagi seorang isteri yang selalu dimarahi, mungkin juga hingga mengalami kekerasan fisik; untuk menerima keadaannya dan tetap tunduk kepada suaminya serta tetap setia menjadi penolong bagi suaminya bahkan hingga akhir hidupnya. Tahun-tahun yang dilalui dengan berbagai penderitaan merupakan suatu ujian bagi para isteri.
*courtesy of PelitaHidup.com
Firman Tuhan senantiasa mengingatkan kita bahwa tidak ada segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita yang tanpa sepengetahuan Tuhan. Se-negatif apapun sikap suami terhadap isteri, sebagai seorang isteri yang sudah mengenal Tuhan harus memegang teguh apa yang telah diperintahkan Tuhan.

Dengan tunduk kepada suami, tetap mengasihi dia dalam segala keadaan, tetap sabar dalam kesesakan, tetap percaya dan berdoa kepada Yesus, maka sang isteri akan melihat karya Tuhan yang bekerja dalam diri sang suami (1 Pet 3:1-2).

Karakter lemah lembut dan penuh penundukkan diri dari seorang isteri akan membuat suami yang sebelumnya memiliki karakter yang keras, akan berubah. Kasih akan mengalir lewat sang isteri dan menjamah hati suami. Suami akan dimenangkan melalui perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Tidak ada hati yang terlalu keras untuk dapat dilembutkan oleh aliran kasih Yesus.

.

2. Suami

Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. ” 1 Pet 3:7
*courtesy of PelitaHidup.com
Suami memiliki tanggung jawab yang besar atas keluarganya, baik isteri maupun anak-anaknya. Suami merupakan gambaran Kristus dan isteri merupakan gambaran dari umat Tuhan. Suami harus bisa menjadi pribadi yang senantiasa mengasihi, menjaga, melindungi, mencukupi, merawat, menemani, menghibur, dan memotivasi isterinya, kapanpun dan dimanapun diperlukan. Ini merupakan tugas yang sangat berat bagi suami. Kecenderungan akan mengejar karir dalam pekerjaan maupun harta kekayaan dapat membuat suami tidak dapat sepenuhnya mengasihi isterinya.

Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.” Ef 5:33

Mengasihi isteri bukanlah berarti hanya mencukupi segala kebutuhannya dengan materi bahkan memberikan segala kemewahan yang ada di dunia ini, tetapi lebih kepada sikap suami terhadap isteri.

Firman Tuhan mengatakan bahwa suami harus mengasihi isterinya seperti dirinya sendiri. Pertanyaan ini perlu diajukan kepada diri para suami: “Apa yang akan Anda lakukan demi kebutuhan, keperluan, keinginan/kemauan diri Anda sendiri?” Jawaban atas pertanyaan tersebut harus juga dilakukan oleh para suami untuk isterinya.

Kunci utama bagi suami untuk dapat mengasihi isteri seperti mengasihi diri sendiri adalah dengan melepaskan harga diri atau yang sering disebut dengan ego.

Isteri bukanlah sebagai pelengkap kehidupan, melainkan teman pewaris dari kasih karunia. Jika Firman Tuhan katakan “Teman Pewaris”, artinya adalah bahwa isteri mempunyai hak yang sama dengan hak yang dimiliki oleh suami.

Lepaskan segala keinginan untuk merasa lebih tahu, merasa lebih pintar, merasa selalu benar, merasa tidak pernah salah, merasa lebih hebat dan lain sebagainya. Berikan perhatian khusus bagi isteri sehingga mereka dapat merasa bahwa mereka adalah seorang pribadi yang memiliki arti yang spesial bagi hidup suaminya. Hargai setiap pendapat isteri, dengarkan nasehat yang diberikan isteri dan perhatikan apa yang dikatakan oleh isteri.  Dan dengan demikian sikap suami terhadap isterinya tidak akan menjadi penghalang bagi doa yang dinaikkan.

.

*courtesy of PelitaHidup.com
.

Pada akhirnya, kasih Kristus harus menjadi pengikat bagi suami dan isteri. Jangan jadikan hal lain sebagai pengikat atau pemersatu bagi rumah tangga.

Ada beberapa pasangan yang bisa dikatakan terlalu berlebih memberi perhatian kepada anak-anak mereka, sehingga tanpa sadar kasih kepada pasangannya mulai meluntur. Hal ini akan membawa dampak yang negatif ketika anak-anak tumbuh menjadi dewasa hingga menikah dan meninggalkan orang tua mereka. Banyak pasangan yang retak pada titik ini, oleh karena mereka menjadi anak-anak mereka sebagai pemersatu Sehingga pada saat anak-anak mulai membangun rumah tangga mereka sendiri, tidak ada lagi yang dapat mengikat rumah tangga mereka.

Kasih Yesus merupakan tali pemersatu yang begitu kuat. Tidak ada satupun yang dapat melepaskan ikatan tali kasihNya dalam rumah tangga. Pasangan suami-isteri yang menjadikan kasih Yesus sebagi pengikat akan merasakan kasih sayang di antara mereka semakin bertambah hari demi hari bahkan terus bertambah hingga pada masa tuanya.

Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. ” Yud 1:21


Riva Sinjal
Riva Sinjal adalah penulis & pendiri Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 16 respon

  1. Bagaimana ya saya bisa melupakan perbuatan yg dilakukan suami saya… Baru kemaren dia menceritakan bahwa setahun terakhir dia telah berselingkuh, saya menghargainya karena dia sudah berani untuk mengakuinya, meminta maaf dan sudah mengakhirinya dan dia berjanji untuk tidak melakukannya lagi karena dia takut akan Tuhan. Saya tidak marah, saya memaafkannya, tetapi saya tidak bisa melupakan karena dia sudah berbohong sama saya, karena dari awal pernikahan kami (10 tahun) saya tidak punya rasa curiga sama sekali, saya sangat percaya padanya. Karena kejadian ini sekarang kepercayaan saya padanya berkurang. Mohon bantuan doa supaya saya tidak mengingat-ingat kejadian ini lagi. Terima kasih.

  2. Tuhan memberi saya istri yang memiliki karakter dan latar belakang keluarga jauh berbeda dengan saya. Perbedaan2 itu tanpa sadar membuat istri saya tertekan selama ini, dan saya tidak menyadarinya. Saya sungguh menyesal saat Tuhan menunjukkan kepada saya semua penderitaan istri saya. Namun kini saya tahu kenapa hal itu terjadi, karena Tuhan ingin merubah karakter2 saya yang buruk menjadi lebih baik. Kini saya mulai berbenah atas diri saya, dan saya belajar berserah kepadaNya. Saat ini istri saya masih belum mau berbicara kepada saya (kebetulan pekerjaan kami berbeda kota). Saya yakin Tuhan akan memberikan jalan tepat pada waktunya, yang harus saya lakukan adalah berubah lebih baik sesuai kehendakNya. Saya sangat mengasihinya, dan saya yakin di dalam lubuk hatinya dia masih mengasihi saya. Mohon bantuan doa….terima kasih

  3. Saudara yang terkasih, perlu kita ketahui bahwa pasangan kita adalah bukan pasangan yang sempurna atau yang selalu dapat mengikuti kemauan kita, jangan rendahkan pasanganmu, justru dengan kekurangan dan kelemahan pasangan kita maka Tuhan akan menunjukan kasihNya kepada kita, mari kita minta anugrah dari Tuhan untuk mendapatkan keluarga yang harmonis. Kalau anak muda baca masalah rumah tangga di sini , bagaimana kita dapat menyarakan mereka memilih pasangan yang seiman sedang yanag dibaca adalah contoh-contoh yang tidak baik. Mari serahkalanlah segala persoalan kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh dan mari kita lihat perubahan apa yang terjadi dan jangan selalu menyalahkan pasangan kita. Tuhan memberkati.

  4. Bagaimana halnya dengan suami yang menyeleweng dan berkata sudah tidak cinta,tidak jodoh dan tidak mau hidup dengan istrinya lagi? Bahkan mau menceraikan istrinya? Apa yang harus istri lakukan? Menceraikannya? Karena suami tersebut juga sudah menghamili selingkuhannya?

  5. istri saya suka merajuk,dan suka menjadikan masalah kecil diperbesar untuk dijadiakan dasar pertengkaran rumah tangga ,
    bagaimana sikap saya cara menghadapinya.

  6. Untuk saudaraku Risma
    Hal ini pernah terjadi dalam kehidupanku, pengalaman anda tak jauh beda dengan yang aku alami, bahkan itu tidak sebentar 18 tahun perkawinan kami. Untung kehidupanku selalu dikelilingi oleh teman2 yang takut akan Tuhan. Keaktifanku dalam pelayanan gereja sering meluruskan pikiran2 negatifku.
    Satu hal aku lakukan tiap harinya, aku perhatikan tiap kebutuhan suamiku, sekecil apapun, pulang kantor aku siap menunggu, jika terlambat kutunjukkan rasa kawatirku, di rumah aku selalu siapkan minuman hangat untuknya, tiap makan aku coba selalu temani, saat kami menonton tv selalu aku raih tangannya untuk aku pijitin, saat dia lembur di depan komputer aku siapkan teh hangat dan cemilan untuknya,dan banyak lagi. karena pria suka diperhatikan. Kadangkala aku rayu untuk kuajak nonton film berdua, makan di resto juga berdua. Tidak sering memang tapi aku lakukan dengan mencari sikon yang tepat.
    Tuhan itu baik, Dia perhatikan hal sekecil apapun, semua aku lakukan dengan tulus karna aku memang mencitainya, dan buah kasih sayang dan perhatian kini tinggal kupetik untuk kunikmati bersama anak anaku.
    Cinta mengalahkan segalanya, aku mampu melupakan kesalahannya, aku tetap ingin memeluknya, menciuminya saat aku merindukannya, yang aku bisa menceritakan tentang kebaikan2annya.
    Awalnya semua itu sulit, bahkan sangat sulit. Pertentangan batin sering terjadi, rasa gengsi, tidak terima direndahkan, dihina, dilecehkan, tidak dihargai, tidak danggap sebagai, dan banyak hal yang lain. Bahkan aku dulu sempat berfikir untuk mengakhiri pernikahanku, karena yang aku lakukan tiada arti baginya.
    Hanya memafkan dan mencintainya dengan tulus yang mampu merubah segalanya. jangan lagi suka bersungut2 di depannya, lihatlah hal2 baik yang ada padanya, maka yang terlihat juga kebaikannya.
    Semoga pengalamanku ini bisa Risma mengerti, percayalah Tuhan melihat dan mendengar segala sesuatunya. aku kan berdoa untukmu. Tuhan memberkati

    • @Poerwati,
      Terima kasih ya atas support yang diberikan untuk saudari kita Risma.
      Memang kejadian seperti ini banyak dialami oleh para isteri.
      Tapi ketika para isteri mau melakukan seperti yang dijalani oleh Ibu Poerwati, apalagi disertai dengan doa pada waktu menemani/melayani suami, maka Tuhan tidak akan tinggal diam.
      KuasaNya akan bekerja memulihkan rumah tangga mereka.
      Saya pribadi berdoa agar Tuhan senantiasa memberi kekuatan bagi para isteri yang sedang menghadapi pergumulan seperti ini. Biarlah Tuhan memberikan kekuatan bagi isteri-isteri untuk tetap menjalani tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan Firman Tuhan. Dan tetap bertahan hingga pemulihan yang Tuhan curahkan bagi setiap rumah tangga yang ada. Haleluya. GBU all…

  7. Terima kasih sebelumnya.Sungguh semua yg terjadi di dalam hidup saya saat ini sangat berat,saya sdh merasa diluar batas kekuatan saya, dimana saat ini sdg dlm krisis kepercayaan.salahkah saya jika saya meminta dinafkahi oleh suami saya?saya wanita karir yg memiliki penghasilan cukup,namun setelah saya bekerja suami saya sama sekali eidak lagi menafkahi saya.dia seorang yg sangat perhitungan.sdh belasan kali hal ini kami bicarakan tapi dia tidak pernah berubah.saya sudah diambang keputusasaan,penyesalan,kejenuhan&cape hati.apa yg harus saya lakukan….

    • @Yani,
      Dalam 1 Korintus 10: 13 dikatakan sebagai berikut:
      “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. ”

      Mungkin kita merasa bahwa semua yang kita hadapi sudah terlalu berat dan kita tidak sanggup lagi menjalaninya. Satu hal yang harus kita lakukan pada momen seperti adalah datang dan bersujud di bawah kaki Yesus. Cari wajahNya dan berserah sepenuhnya kepada Dia.
      Di saat itulah Tuhan akan memberikan penghiburan dan kekuatan bagi kita. Hanya dengan kekuatan dari Tuhan kita dapat menjalani masalah/pergumulan yang kita hadapi.
      Carilah wajah Tuhan, Dia akan memberikan jalan keluar bagi kita. GBU Yani…

  8. Bagaimanakah dan dengan cara apakah saya harus bicara dengan istri yang tidak mau lagi mendengarkan isi dari renungan Firman Tuhan? Dan hampir 2 tahun saya hanya hidup berserah pada Tuhan Yesus dan berharap agar hatinya yang keras bisa dilembutkan? semuanya yang Tuhan sudah berikan pada saya khususnya materi itu tidak ada gunanya lagi! Secara persuasif sudah dilakukan baik melalui hukum dan keluarga sudah dilakukan tapi hasilnya nol besar. hanya berharap dan berharap kapan janji Tuhan terpenuhi karena saya memikirkan keadaan anak2 yang sangat kecil ( saya sudah dikaruniai 2 anak dan sepasang ). Karena Firman Tuhanlah saya bertahan dan berharap bahwa semua maslah saya dapat terselesaikan…mohon bantuannya?

    • @G.Seubelan,
      Tetap naikkan doa kepada Tuhan dan serahkan segalanya kepada Dia. Percaya bahwa Tuhan tetap pegang kendali atas segala yang terjadi. Segala yang terjadi merupakan proses agar kita dapat lebih dekat lagi kepada Tuhan. Demikian juga masalah-masalah yang timbul dalam pernikahan. Memang bukan hal yang mudah jika ini terjadi pada kita. Tapi hanya dengan kekuatan dari Tuhanlah kita dapat bertahan. Hanya oleh Yesuslah segala masalah ada jalan keluarnya. Jangan berharap kepada manusia dan segala kekuatannya. Berharaplah kepada Yesus, karena Dialah yang akan memberikan jalan keluar bagi kita. Kami senantiasa berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan dan jalan keluar bagi pernikahan bapak. GBU.

  9. Bagaimana kalau hanya istri yg slalu memperhatihan suami sementara tidak pernah ada imbal balik, ( 9 tahun pernikahan) lama2 bosan sendiri menghadapinya , hampir setiap hr tidak ada perhatian , sepertinya hanya pelengkap di dlm hidup suami aja , ketika sakitpun tdk ada perhatian nanya basa basi mau makan apa, malah seakan- akan tidak suka kalau kita sakit, sekali[pun dlm keadaan mengandung, kadang saya mikir apakah slaku yg mengerti firman berlaku seperti ini? Kadang saya malah jd sering bandingkan sama teman kantor yg hangat dengan istrinya , sering cerita anak2nya dan istrinya , belakangan saya kehabisan ide untuk cara berbagi perhatian? mohon bantuanya.

    • @Risma,
      Semua yang kita hadapi merupakan proses bagi diri kita agar kita dapat semakin disempurnakan hari demi hari. Karakter kita senantiasa dibentuk agar menjadi seperti Yesus.
      Ingat bahwa Yesus sendiri juga senantiasa mengalami anianya di saat Dia melakukan kehendak Bapa di surga.
      Tetapi ketika Yesus taat dan setia hingga akhir, maka Dia ditinggikan dan dimuliakan di atas segala yang ada di muka bumi ini.
      Tetap lakukan kebenaran, tetap lakukan tugas dan tanggung jawab sebagai isteri, karena itulah yang Tuhan perintahkan melalui FirmanNya, yaitu untuk tunduk kepada suami.
      Tetap berbuat baik kepadanya, karena suatu saat suami anda akan dimenangkan oleh perbuatan yang anda lakukan.
      Dan Tuhan tidak akan tinggal diam, Dia senantiasa melihat apa yang menjadi kebutuhan anak-anakNya.
      Serahkan segalanya pada Dia, maka Dia akan membereskan semuanya bagi kita. GBU

  10. bagai mana jika istri yang selalu ingin manjadi penguasa rumah tangga ?

    • @No buddy:
      Perlu adanya pemahaman Firman Tuhan bagi keluarga. Suami & istri mempunyai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Ketika kedua pihak memahami perintah Tuhan bagi mereka, maka masing-2 akan mengerti fungsinya dalam rumah tangga. Tetap berdoa untuk istri anda agar Tuhan membukakan mata hatinya sehingga dapat melihat terang Firman Tuhan bagi hidupnya. GBU.

  11. Suamiku sayang …………….. seandainya engkau membaca kesaksian ini, maka aku bisa berharap kehidupan keluarga kita lebih harmonis seperti yang aku inginkan …. amin, GBU

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: