Pelita Hidup Jangkau Dunia

Menyadari Keberadaan Tuhan Dalam Kehidupan Kita

menyadari-keberadaan-tuhan-dalam-kehidupan-kita1Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” Mazmur 46:11

Roda perputaran kerja di kota-kota besar sangatlah cepat. Manusia dituntut untuk bekerja lebih keras lagi untuk dapat bersaing dengan yang lainnya. Segala sesuatu serba cepat. Bahkan ada beberapa perusahaan yang menghitung waktu bukan dengan hari kerja lagi, tapi setiap jamnya merupakan standar bagi mereka untuk dapat menyelesaikan target. Kesibukan semakin menyita waktu manusia. Banyak keluarga yang dikorbankan demi karir pekerjaan dan target yang mereka kejar. Tidak hanya itu, Tuhan yang memberikan anugerah agar kita dapat memperoleh pekerjaan tersebut juga mendapat prioritas nomor ke-sekian. Manusia hanya datang kepada Tuhan pada hari Minggu saja, yaitu pada waktu ibadah raya. Itupun kalau tidak lupa atau tidak ada kegiatan-kegiatan lainnya seperti acara hiburan maupun piknik yang seringkali mengambil waktu di hari Minggu.
Sudah lupakah manusia terhadap Tuhannya? Apakah Tuhan juga membiarkan hal itu semua? Apa yang dikatakan Alkitab/Firman Tuhan mengenai hal ini?

Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” 2 Taw 16:9
*courtesy of PelitaHidup.com
Dari ayat ini kita ketahui bahwa Tuhan tidak tinggal diam. Dia justru sedang menjelajahi seluruh muka bumi ini untuk mencari apakah masih ada manusia yang bersungguh-sungguh mencari wajahNya. Dan Dia akan melimpahkan kekuatan bagi setiap orang yang mau bersungguh hati di dalam Dia.

Bekerja keras bukanlah suatu kesalahan. Bahkan dalam 2 Tes 3:10 dikatakan jika seseorang tidak mau bekerja maka ia tidak boleh makan. Bekerja merupakan keharusan bagi setiap manusia, khususnya umat Tuhan. Tetapi jika karena bekerja keras kita menjadikan Tuhan di prioritas nomor kedua bahkan nomor kesekian, maka cepat atau lambat kita akan meninggalkan Tuhan. Dan hidup kita akan menuju kepada kehancuran, karena dalam Yer 17:5 dikatakan Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”
Tuhan menginginkan agar kita dapat senantiasa memprioritaskan Dia dalam hidup kita. Tuhan mau agar kita senantiasa menyadari keberadaan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita.

Bagaimana agar kita tetap dapat menyadari keberadaan Tuhan?



Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!” Maz 46:11a.

Ketika kita sibuk dengan kegiatan dan pekerjaan kita, bahkan kita terus menuntut Tuhan untuk segala sesuatu yang kita inginkan, kita tidak lagi memberi kesempatan bagi Tuhan untuk menyatakan diriNya. Saat teduh merupakan waktu yang paling indah untuk datang kepada Tuhan. Saat teduh merupakan cara untuk dapat mengetahui keberadaan Tuhan. Dan saat teduh merupakan waktu dimana kita memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk menyatakan diriNya kepada kita.
*courtesy of PelitaHidup.com
Ambillah waktu untuk bersaat teduh, jauh dari segala kesibukan pekerjaan, hiruk pikuk dunia ini. Sediakan waktu untuk menyadari bahwa kita membutuhkan Dia. Kita tidak dapat berjalan tanpa penyertaan Tuhan.
Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” Yes 55:6. Ada saat-saat dimana Tuhan masih memberi kesempatan bagi kita untuk datang kepadaNya. Jangan menunggu sampai kita kehilangan momen tersebut dan kita menyesalinya.

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 54.000 member di Facebook Page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Biarlah di dalam kesibukan pekerjaan dan segala aktivitas kegiatan kita, kita tetap mau menyadari keberadaan Tuhan dalam hidup kita. Kita senantiasa memprioritaskan Tuhan di atas segalanya dengan mengambil waktu untuk ber-saat teduh. Ambil waktu saat teduh setiap hari. Mulailah hari Anda dengan bersaat teduh, dan lihatlah hasilnya dalam pekerjaan dan kehidupan Anda. Tuhan kita bukanlah Tuhan yang mati, tetapi Dia adalah Tuhan yang hidup yang akan menyatakan segala kuasaNya dalam kehidupan kita.


Riva Sinjal
Riva Sinjal adalah penulis & pendiri Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: