|

Penyerahan Diri Seutuhnya

Penyerahan Diri SeutuhnyaDan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,” Filipi 2:8-9

Bapa di sorga telah mengaruniakan anakNya yang tunggal untuk dapat menebus dosa setiap manusia. Hanya oleh karya penebusanNya di kayu saliblah manusia dapat diselamatkan. Sebagai seorang Raja di atas segala raja, Yesus mempunyai hak atas segala yang ada. Bahkan dari setiap cobaan, ejekan, aniaya, fitnah dan tuduhan yang dilontarkan kepadaNya, Dia bisa saja menggunakan hakNya untuk melawan semuanya itu. Dia berhak atas peninggian diriNya di atas bumi ini, walaupun Dia mengambil rupa sebagai manusia. Tetapi Dia tidak menggunakan semua hak-hakNya itu. Bahkan dia merelakan apa yang seharusnya Dia dapatkan/miliki. Dia menanggalkan segala kehormatan dan kekuasaanNya. Dia mau menjadi manusia yang hina dan menanggung segala dosa manusia. Dia bahkan rela disiksa sampai mati di atas kayu salib.

Yesus tahu benar bahwa tugasnya adalah menebus dosa setiap manusia melalui kayu salib. Dia harus melakukan kehendak Bapa, yaitu agar setiap umat manusia dapat diselamatkan dan masuk ke dalam anugerahNya yang besar.
*courtesy of PelitaHidup.com
Ada saat dimana Yesus berkata, Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. (Luk 22:42). Yesus tahu bahwa bisa saja Dia tidak menjalani penyaliban itu, tetapi Dia tidak ingin itu terjadi jika bukan kehendak Bapa. Dia menyerahkan dirinya seutuhnya di bawah kehendak Bapa. Dia takluk kepada kehendak Bapa.

Daud juga adalah salah satu karakter yang memiliki penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika Daud memiliki kesempatan untuk membunuh Saul di dalam gua, dia tidak mempergunakan kesempatan itu. Padahal kalaupun dia membunuh Saul, Daud bisa meraih tahta kerajaan lebih cepat. Ketika tahtanya Daud direbut oleh Absalom, anaknya, Daudpun mengalah. Dan kita melihat bahwa Tuhan mengembalikan tahta kerajaan Israel kepada Daud. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang membuktikan penyerahan diri Daud kepada Tuhan. Oleh karena itu, dialah satu-satunya orang yang disebut orang yang berkenan kepadaNya (man after His own heart).

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita banyak diperhadapkan kepada pilihan untuk melakukan kehendak Bapa atau memilih untuk mementingkan diri sendiri. Kita cenderung untuk meraih/mendapatkan segala sesuatu demi keinginan kita sendiri. Pilihan tetap jatuh di tangan kita. Tetapi ketika kita memilih untuk menyerahkan diri kita seutuhnya di bawah kehendak Bapa, kita akan melihat kemenangan dan pembelaan yang akan Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita, sebagaimana teladan yang telah diberikan oleh Yesus. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, (Fil 2:9)

Penulis:
Riva Sinjal

Lihat detail penulis, klik disini

_________________________________________________

P.S: Kami mempersilahkan untuk mengambil bahan renungan dari blog ini untuk keperluan bahan khotbah ataupun keperluan-keperluan lainnya dengan ketentuan sebagai berikut:

~ Jika anda ingin menayangkan ulang artikel yang ada pada tulisan/naskah anda sendiri, mohon dapat mencantumkan sumbernya: www.PelitaHidup.com

~ Jika digunakan pada situs/blog anda sendiri, silahkan copy dan cantumkan kode berikut:
<a href=”http://www.pelitahidup.com”>Pelita Hidup</a>
Sehingga menjadi link aktif seperti berikut ini:PelitaHidup

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
Copying without writing the source link is Plagiarism. Any Plagiarism will be detected by Copyscape.


Tags:


Ebook Kristen
Mohon tidak mencantumkan link/url yang tidak relevan pada kotak/form komentar.

3 Responses for “Penyerahan Diri Seutuhnya”

  1. eliz says:

    saya diberkati oleh bacaac teks di atas..kita memang seharusnya menyerahkan diri kita untuk dipakai tuhan..biarlah kita minta camput tangan tuhan dalam kehidupan kita,bukan dengan kekuatan kita bahkan dengan pimpinan Roh Kudus….

  2. Ani says:

    Pada dsarny saat menyadari kenyataan akan penyerahan diri kpd Allah akan menghasilkan sesuatu yg terbaik. Bhkan melebihi apa yg kita pikirkan. Mari tanggalkan ego kita, dgn menyrhkan segala sesuatuny kpd Allah. Dgn demikian apapun yg kita hdapi kita tahu Allah yg memelihara n membela..

  3. sasmito says:

    Tuhan adalah segalanya…kita memang seharusnya menyerahkan semua kepada Tuhan Yesus agar dalam hidup ini kekawatiran tidak mnejadi berhala dalam hidup kita…kadang kita lebih menonjolkan kekawatiran akan hidup dari pada Melihat Tanagn Tuhan yang siap terulur untuk kita yang mau berserah di segala perkara..makasih Tuhan yesus atas pengorbananmu pada dunia ini…jadikan aku selalu ingat akan kasihmu tersebut karena Kau allah yang layak di sembah..Halleluya

Leave a Reply


ShoutMix chat widget
Powered by  MyPagerank.Net RSSMicro FeedRank Results

free counters


Mohon hati-hati terhadap segala bentuk penawaran yang ada. Kami tidak bertanggung jawab atas isi iklan yang tampil. Sponsor utama: Penulis Konten