Pelita Hidup Jangkau Dunia

Hidup Berkenan di Hadapan Tuhan

hidup-berkenan-di-hadapan-tuhanJagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu. Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.” Amsal 4:23-27

Dalam jaman akhir ini semakin banyak kejahatan terjadi di mana-mana. Kalau kita melihat berita-berita yang muncul di media massa, berita mengenai kejahatan selalu ada. Pelakunya-pun tidak mengenal umur, jenis kelamin, status dan lainnya. Siapapun bisa menjadi pelakunya.

Menjadi umatNya bukan berarti terlepas dari segala niat jahat yang bisa muncul kapan saja. Tuhan mengajar kita agar senantiasa menguasai diri dalam segala keadaan, sehingga kita dapat hidup berkenan di hadapanNya.

Berikut 4 J yang dapat dilakukan untuk dapat hidup berkenan di hadapanNya:

 

1. Jaga Hati (Ams 4:23)

Sebagaimana yang Rasul Paulus katakan dalam 2 Kor 4:16, “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”, manusia terdiri dari manusia jasmani dan manusia roh. Dalam Amsal 4:23, hati disini berbicara mengenai kehidupan rohani kita. Oleh karena itu kita harus senantiasa menjaga agar kehidupan rohani kita dapat terus berjalan sesuai dengan kehendakNya.

Jangan biarkan emosi menguasai hati kita. Segala keinginan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan harus disingkirkan.

Biarkan Roh Kudus bekerja dalam kehidupan kita, menuntun hidup kita, agar kita dapat berjalan sesuai dengan kehendakNya.

2. Jaga Mulut (Ams 4:24)

Melalui mulut kita dapat mengeluarkan kata-kata berkat, tapi juga dapat mengeluarkan kutuk. Ketika kita mengucapkan kata-kata yang negatif, maka hal itu akan menjadi kutuk (Yak 3:10).

Tuhan juga tidak mau kita mengucapkan hal-hal yang merupakan kebohongan. Walaupun kita ingin bermaksud baik dalam mengucapkan kebohongan, tetap saja itu merupakan dosa di hadapan Tuhan. Mari kita belajar mengucapkan ya di atas ya, dan tidak di atas tidak.

Tidak ada kompromi jika kita mau hidup berkenan di hadapan Tuhan.

3. Jaga Mata (Ams 4:25)

Mata merupakan sumber input yang memegang peranan paling penting dalam tubuh kita. Dengan melihat, maka otak kita dapat memproses apa yang dilihat, kemudian tindakanpun dilakukan. Jika input yang diterima mata kita tidak baik, maka besar kemungkinannya menghasilkan tindakan yang tidak baik juga.

Keinginan mata merupakan salah satu hal yang berasal dari dunia (1 Yoh 2:16). Begitu banyak kesenangan dan kenikmatan yang ditawarkan oleh dunia ini. Melalui iklan-iklan yang begitu gencar dipasang di media massa, banyak sekali umat Tuhan yang termakan oleh iklan-iklan komersil ini. Pola hidup konsumtif menjadi sesuatu hal yang biasa.

Tayangan-tayangan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan juga banyak beredar saat ini. Melalui tontonan inilah iblis berusaha menghancurkan kehidupan umat Tuhan, bahkan juga anak-anak.

Biarlah kita menggunakan mata kita untuk hal-hal yang positif. Kita harus belajar untuk selektif dalam melihat apa yang ada dunia tawarkan.

4. Jaga Langkah (Ams 4:26-27)

Berjalan dalam Tuhan adalah kehidupan yang tidak ada kompromi sama sekali dengan jalan yang biasa digunakan oleh orang yang tidak mengenal Tuhan.

janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Yos 1:7b

Ketika kita berjalan dalam kejujuran, maka Tuhan akan memberkati setiap langkah hidup kita. Apapun, kemanapun, dan dimanapun kita berada, maka keberuntungan akan selalu menyertai kita.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Maz 1:1-3


Riva Sinjal
Riva Sinjal adalah penulis & pendiri Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: