Pelita Hidup Jangkau Dunia

Bagaikan Bejana

bagaikan-bejana
Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?” Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?” Roma 9:20-21

Dalam kitab Yeremia pasal 18, diceritakan tentang Nabi Yeremia yang diperintahkan Tuhan untuk pergi ke tukang periuk. Disana Yeremia diberi pengertian bagaimana tukang periuk membuat sebuah periuk dari tanah liat. Tanah liat diproses sedemikian rupa sehingga dapat menjadi sebuah bejana/periuk. Mulai dari diinjak-injak, dipukul, diremas, kemudian dibentuk, diberi air, hingga dimasukkan ke dalam tungku untuk dibakar dan pada akhirnya dihias agar kelihatan lebih indah. Bejana yang sudah jadi memiliki nilai yang berharga dan mempunyai banyak fungsi.

Tukang periuk mempunyai hak penuh terhadap tanah liat untuk membentuk sesuai dengan kemauannya. Jika bejana yang dibentuk tidak sesuai dengan keinginannya, maka bejana itu akan dihancurkannya lagi, diproses dan dibentuk kembali hingga menjadi sesuai.

Tuhan senantiasa membentuk umatNya agar menjadi pribadi yang sempurna di hadapanNya. Setiap langkah hidup kita senantiasa penuh dengan proses yang diijinkanNya terjadi. Apapun masalah dan pergumulan yang dihadapi, itu semua adalah untuk memproses umatNya agar dapat menjadi bejana yang indah. Banyak sekali keadaan yang dapat Tuhan pakai untuk dapat membentuk kita menjadi lebih indah, mulai dari kesombongan kita yang dikikis, harga diri yang dihilangkan bahkan kita merasa harga diri terinjak-injak, hati yang pedih, sampai kepada masalah yang membuat seakan-akan hidup kita terbakar dalam tungku.

Jika kita memberontak pada proses ini, Tuhan akan menghancurkan kita kembali agar dapat dibentuk ulang sama seperti tanah liat di tangan tukang periuk.

Tetapi jika kita berserah dan membuka hati kita, maka kita akan melihat karya Tuhan yang maha indah yang akan terjadi dalam hidup kita.

Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pkh 3:11). Tidak ada sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita tanpa seijinNya.

Jalani setiap proses yang Dia lakukan bagi kehidupan kita, maka kita akan menerima bagian yang telah disediakanNya bagi umatNya yang setia.


Riva Sinjal
Riva Sinjal adalah penulis & pendiri Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 2 respon

  1. Biarkan Dia membentuk kita sesuai dengan yang diinginkanNya agar kita menjadi lebih indah di mataNya. Jangan biarkan kesempatan2 ini berlalu begitu saja karena Bapa tahu apa yang terbaik baik anak2Nya Amin…

  2. MUSTIKAWATI BUNTORO
    Friday 23 March 2012, 12:10 am

    CINTA TUHAN sangat hebat ,kalau kita berontak ,malah diremukkanNYA ,masih akan dibentuk lagi ,masih ada kesempatan ulang ,tapi ya ,jangan di-sia 2 -kan .DIA terus berusaha keras ,agar kita jadi seperti RENCANANYA bagi kita ,INDAH DIMATA TUHAN YESUS ,trima kasih YESUSku .

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: