Pelita Hidup Jangkau Dunia

Pikiran dan Perasaan Kristus

pikiran-dan-perasaan-kristusHendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus YesusFilipi 2:5

Ilmu pengetahuan semakin berkembang, dan banyak sekali inovasi-inovasi yang diciptakan oleh manusia. Manusia semakin berlomba-lomba untuk dapat menjadi yang terbaik di masing-masing bidangnya. Akal pikiran / logika menjadi tumpuan mereka untuk dapat semakin maju meraih kesuksesan. Manusia menjadi lebih mementingkan dirinya sendiri ketimbang memperhatikan orang lain. Manusia semakin tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini sangat jelas sekali terlihat di kota-kota besar apalagi kota metropolitan. Sifat individu semakin kuat bertumbuh dalam diri mereka. Mereka kurang lagi mementingkan kebersamaan dan persatuan. Sikut-menyikut bahkan dihalalkan untuk mencapai tujuan mereka, yaitu kesuksesan.

Sementara di sisi lain, masih banyak orang yang memerlukan bantuan dan belas kasihan dari kita semua. Masih banyak orang yang kekurangan bahkan kelaparan di sekitar kita. Sifat ketidakpedulian manusia semakin memperbesar jurang pemisah antara orang yang berada dan yang tidak punya.

Selain hukum yang pertama yaitu harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita, Alkitab juga mengajarkan ktia untuk dapat mengasihi sesama manusia. “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” Mat 22:39. Ini berarti bahwa kita harus memperhatikan orang lain sama seperti kita memperhatikan diri sendiri.

Sifat kepedulian kita terhadap sesama tidak boleh dilupakan. Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Dia menanggalkan segala keberadaanNya sebagai Allah untuk menjadi manusia dan bahkan rela mati di kayu salib (Fil 2:5-8). Itu semua dilakukanNya karena Dia begitu mengasihi manusia. Dia-pun telah memilih dan menetapkan kita untuk melanjutkan tugasNya di muka bumi ini.

Untuk dapat melakukan kehendak Tuhan, kita harus memiliki pikiran dan perasaan Kristus. Tanpa pikiran dan perasaan dari Kristus, kita akan sulit untuk mengasihi sesama kita, karena pikiran dan perasaan kita akan sangat mempengaruhi kehendak kita. Kasih Kristus yang akan memampukan diri kita untuk mengasihi orang lain.

Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga” Fil 2:2-4

Miliki pikiran dan perasaan Kristus. Dengan membaca dan merenungkan firmanNya serta melakukan segala perintahNya, hidup kita akan semakin diubahkan. Hidup kita tidak akan menuruti kehendak pribadi saja, melainkan kehendak Bapa di sorga, oleh karena kita memiliki pikiran dan perasaan Kristus. Bapa di sorga rindu agar setiap manusia dapat datang kepadaNya melalui Kristus. Masih banyak orang yang belum mengenal kasihNya, masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Bersediakah anda menjadi alatNya ? Mari kita berjalan dengan pikiran dan perasaan Kristus.


Riva Sinjal
Riva Sinjal adalah penulis & pendiri Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: