Pelita Hidup Jangkau Dunia

Kunci Pintu Berkat

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Lukas 6:38

Dengan semakin naiknya harga kebutuhan pokok di pasaran, maka manusia semakin mengatur keuangan dengan sebaik mungkin. Pengeluaran-pengeluaran yang dirasa tidak terlalu penting, dipangkas. Sebisa mungkin mereka tidak melakukan pemborosan dengan hal-hal yang tidak penting. Prinsip memberi menjadi suatu hal yang dilupakan bagi banyak orang. Mereka berpikir bahwa untuk kebutuhan sendiri saja sudah pas-pasan, bagaimana jika mereka harus membantu orang lain juga.

Sebagai umat Tuhan kita harus mengerti prinsip yang Tuhan ajarkan kepada kita. Jalannya Tuhan tidak bisa dibatasi dengan akal dan logika kita. Logika mengatakan bahwa dua tambah dua sama dengan empat, tetapi Tuhan justru mengadakan mujizat dengan memberi makan 5000 orang hanya dengan 5 buah roti dan 2 ekor ikan. Bahkan masih ada sisa sebanyak 12 bakul (Mrk 6:34-44).

Mari kita melihat bagaimana caranya agar mujizat dapat terjadi dalam kehidupan kita :

1. Mengucap syukur dengan apa yang kita miliki

“Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat” Mrk 6:41

Tuhan sendiri mengucap syukur atas apa yang ada pada saat itu. Dia tidak melihat keterbatasan yang mereka miliki saat itu. Mereka membutuhkan jauh lebih banyak dibanding hanya 5 roti dan 2 ikan. Tetapi Dia Allah yang Maha Kuasa. Dia sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada.

Apapun yang kita miliki saat ini, biarlah kita mengucap syukur di dalamnya. Mungkin penghasilan kita tidak seberapa. Mungkin harta kekayaan yang kita miliki tidak ada artinya dibanding dengan orang lain. Atau bahkan kita dalam keadaan yang selalu berkekurangan. Marilah kita belajar mengucap syukur dalam segala keadaan kita. Mengucap syukur merupakan kunci menuju pintu berkat kelimpahan.

2. Belajar memberi

Berilah maka kamu akan diberi….” Luk 6:38

Prinsip memberi harus kita terapkan dalam kehidupan kita. Jika kita rindu diberkati oleh Tuhan, kita harus belajar untuk memberi. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa ketika kita belajar untuk memberi, maka di saat itulah kita akan menerima berkat dari Tuhan.

Belajar menyisihkan sedikit dari apa yang kita miliki. Walaupun keuangan kita mungkin sudah tidak mungkin lagi untuk memberi, kita tetap harus belajar untuk memberi. Belajar mengembalikan perpuluhan dari penghasilan kita, belajar memberi bagi mereka yang membutuhkan, kita akan melihat pintu-pintu berkat akan dibukakan bagi kita. Bahkan Tuhan mengatakan, “Ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan” Mal 3:10

Tuhan tidak akan berhutang kepada umatNya. Dia akan semakin memberkati kehidupan kita, ketika kita belajar untuk memberi.

3. Beri dengan apa yang ada pada kita

“Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.” Mrk 6: 38

Tuhan Yesus dan murid-muridnya memberi makan 5000 orang hanya dengan apa yang ada pada mereka dan mujizatpun terjadi. Berkat berkelimpahan dialami oleh 5000 orang tersebut, mereka makan sampai kenyang.

Kunci berkat yang ketiga adalah memberi dengan apa yang kita miliki, bukan dengan apa yang tidak kita miliki. Seringkali kita ingin membantu orang lain, padahal kita sendiri belum bisa membantu mereka. Sehingga pada akhirnya kita membantu mereka dengan sedikit dipaksakan, yaitu dengan berhutang kepada pihak lain atau bahkan menjual harta yang ada untuk dapat membantu orang tersebut.

Memberi bukanlah dari sesuatu yang tidak kita miliki, tetapi dari apa yang kita miliki. Tetapi bukan berarti ini menjadi alasan bagi kita untuk tidak belajar memberi. Minta hikmat kepada Tuhan, kapan saatnya untuk memberi. Tuhan akan menuntun kehidupan kita, sehingga kita akan tetap dapat memberi dengan apa yang ada pada kita.

Mari kita syukuri dengan apa yang ada pada kita saat ini. Ada kuasa yang luar biasa dari sebuah pengucapan syukur, mujizat bisa terjadi lewat ucapan syukur. Belajar memberi dari segala kekurangan kita. Dan beri dengan apa yang memang kita miliki. Kita akan melihat kuasa Tuhan bekerja dalam kehidupan kita. Pekerjaan dan usaha kita akan semakin diberkati. Bahkan pintu-pintu berkat yang baru Tuhan bukakan bagi kita.


Riva Sinjal
Riva Sinjal adalah penulis & pendiri Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 45 respon

  1. Puji Tuhan biarlah Tuhan Yesus memberkati kita semua, apabila kita mendahulukan kerajaan Allah dan kebenaranNYA niscaya semua tu akan di tambahkan kepada kita.Amiin

  2. Puji Tuhan,.. aku yakin aku pasti bisa melalui ini semua didalam naungan kasihMU Bapa..

  3. terberkati dengan renungan ini. semoga roh kudus memberikan kekuatan untuk dapat melakukan kehendak-Nya

  4. Shalom pak…thank’s buat Renungan yg selalu menguatkn saya pribadi…yg mn saat kita memberi dgn sukacita didlmx ada kelimpahan berkat…yg luar bisa dicurahkan bg hidup kita..Tuhan memberkati n semakin Dahsyat dlm pelayanan…

  5. Tan Siang Gatang
    Monday 21 May 2012, 3:01 pm

    hendaknya memberi menjadi gaya hidup org percaya, artinya kita memberi sesuai berkat yg Tuhan percayakan pada kita untuk dapat menjadi saluran berkat bagi org lain.

  6. Terima kasih Buat renungan ini yang mengajarkan bagaimana bersyukur dalam mendapatkan berkat.

  7. Firman Tuhan sungguh luar biasa….Terima kasih Tuhan buat berkat yang setiap hari kami diberikan. Saya belajar banyak tentang Berkat Memberi…Puji Tuhan

  8. Shallom Pelita Hidup
    Renungan anda sangat berarti bagi kehidupan kami.
    Tuhan bimbing slalu pada stiap langkah sisa hidup kami,agar snantasa dijalanMU Amen….

  9. PUJI TUHAN kerna firman ini ……Saya bersyukur kepada TUHAN yg MahaEsa, kerna tlh mberi Khidmat & kemampuan kpd Pa Pdt Riva utk menerbitkan ruangan pelita hidup ini. Ruangan ini amat memberkati hidup saya, dan menjadi bacaan dan renungan saya setiap hari. Iman saya di segarkan setiap hari.

    Mari lah kita semua sbg pembaca ruangan ini sentiasa mendokong Pa Pdt Riva agar dpt berkembang dari segi kualiti dan kuantitinya, spy ramai lagi umat kristian mendapat berkat dari ruangan PELITA HIDUP INI. HALLELUYAH !!!!

  10. MUSTIKAWATI BUNTORO
    Tuesday 29 November 2011, 9:37 pm

    Belajar dari pengalaman hidup,saat kita kurang ,tapi tetap sisihkan persembahan ,sungguh nyata,TUHAN YESUS tahu ,mengerti ,hati kita yg bersyukar ,meski lama -lama sekali ,pelan tapi pasti ,kekurangan menjadi kecukupan dan kelebihan ,semua tergantung cara pandang kita ,merasa cukup ,yg muncul ada kelebihan dan seperti TUHAN yg nggak pernah lupakan kita ,menjadikan kita juga suka mengingat sesama kita ,meski nggak terlalu berlebih ,tapi BOLEH MENJADI BERKAT BAGI SESAMA ,JELAS KARYANYA lalui kita ,semua milikNYA yg dititipkan ,THANKS GOD.

  11. selamanya Tuhan jangan biarkan saya melangkah tanpa bimbinganMu. . . . Amin

  12. Mari kita syukuri dengan apa yang ada pada kita saat ini. Ada kuasa yang luar biasa dari sebuah pengucapan syukur, mujizat bisa terjadi lewat ucapan syukur. Belajar memberi dari segala kekurangan kita. Dan beri dengan apa yang memang kita miliki. Kita akan melihat kuasa Tuhan bekerja dalam kehidupan kita. Pekerjaan dan usaha kita akan semakin diberkati. Bahkan pintu-pintu berkat yang baru Tuhan bukakan bagi kita.

  13. Trimakasih untuk Firman ini…. sy dan keluarga ingin melalukan hal ini…. mohon dukungan doa Pak…sekarang ini saya sedang menguji diri saya sendiri, sebagaimana hukum tabur tuai, siapa menabur akan menuai…., berilah maka kamu akan diberi… dan sy sudah mengalami hal ini, sekalipun dalam porsi kecil… ketika saya menabur, setelah itu saya pasti menuai… luar biasa kuasa Tuhan, tidak terselami….Amin.

  14. Memang kadang kita lupa, bahwa TUHAN kita adalah TUHAN yang punya segalanya….
    Terima kasih atas Renungan ini ….
    TUHAN YESUS, jadikan hidupku ini menjadi KUNCI BERKAT bagi sesama….

  15. saya di berkati.Gbu

  16. Shalom ………. Pelita Hidup
    Saya mengucap syukur atas renungan ini ,membawa berkat kehidupan Rohani bagi saya tapi saya kadang kurang mengucap syukur karena keluarga saya lagi ada masalah khususnya suami saya masalah Hutang yang begitu banyak tanpa sepengetahuanku karena usaha yang ditipu bawahannya saya kadang merasa capek berdoa karena Tuhan Yesus tidak mendengan doaku,Tapi saya kadang merenung saya bersyukur dengan masalah ini Tuhan Menguatkan kehidupan keluarga saya Tks Minta doanya Bapak Riva Sinjal serta Saudara2 dalam keluarga Kristus

    • Sering kali datang mudah kita berkata kita tidak akan pernah mampu bahwa kita tidak akan pernah bisa melewati segala sesuatu yang ada di hadapan kita hari ini, namun satu yang kita perlu ingat bahwa didalam menempuh perjalanan hidup ini, disaat kita naik gunung maupun turut ke dalam lembah bahwa kita tidak pernah dibiarkan sendiri lewat segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita Tuhan selalu ada bersama dengan kita dan satu yang perlu kita ingat bahwa Ia tidak pernah mengijinkan sesuatu yang terjadi dalam hidup kita tanpa seijin dari padaNya sebab sementara kita melewati segala sesuatu itu Dia senantiasa memberikan kekuatannya bagi kita untuk kita boleh cakap dalam menanggung segala perkara, itu sebabnya dalam segala keadaan kita jangan pernah menyerah kalah sebab Allah yang menyertai kita jauh lebih besar dari segala persoalan yang ada dalam kehidupan kita dan satu lagi yang perlu kita catat bahwa apapun yang kita alami tidak akan melampaui kekuatan kita untuk mananggungnya

    • Terpenting cari dahulu kerajaanNya, sdhkah kita seperti yg diinginkan Tuhan dengan perbuatan kita (renungkan), setelah direnungkan saya yakin sebagai anak Allah kita tahu apa yang seharusnya kita lakukan karena sebenarnya itulah jawabannya. Tuhan memberkati

  17. Sallom Bapak….
    Thx renunganx bapak, biarlah renungan ini menjadi refrensi kami dlm menjalani hidup dan kehidupan yg Tuhan msh anugrahkan bg kami sekeluarga, utk selalu menaruh Kasih buat sesama, dan terlebih buat Tuhan, ….Amien Tuhan memberkati bapak.

  18. Pelita Hidup………shallom,
    sungguh luar biasa artikel anda saya sungguh di berkati…….saya rindu sekali menjadi berkat bagi orang lain,…tapi terkadang….apa yang di lakukan kurang berkenan bagi orang lain…..itu di pandang sesuatu yang salah…dan pemborosan…..gimana…donk kan semua yang kita terima dariNYA bukan karna hebat kita .mohon…bantuannya….

  19. Shalom Riva setelah saya membaca renungan ini saya menjadi teguh dalam mingimani setiap firman Tuhan, kalau kita berada dan berjalan dalam terang kasih Tuhan maka semua janji Tuhan akan digenapinya dan ada tiga hal yang penting yaitu Iman, Pengharapan dan Kasih apabila setiap kita telah memiliki tiga hal tersebut maka sebagai anak Tuhan saya bercaya hidup kita selalu diberkati….Amin
    Tuhan Yesus memberkati

  20. Shalom Riva, Gereja saya sering kali mengalami defisit keuangan, jumlah jemaat +/- 220 orang, tetapi yang memberikan persembahan persepuluhan +/- hanya 30 % dari jumlah jemaat yang setiap Minggu hadir di ibadah, sudah beberapa kali dikotbahkan tetantang persembahan persepuluhan, tetapi tetap banyak yang belum memberikan persembahan persepuluhan, bagaimana jalan ke luarnya ? terima kasih, Tuhan Yesus memberkati pelayanan Bapak.

  21. Memberi itu ibarat seorang petani yang menabur benih di ladangnya, jika menabur benih cabe dia akan menuai / panen cabe, begitu juga kalau kita menabur/memberi uang kepd mereka yang membutuhkan atau di ladang penginjilan maka kita akan menuai uang juga atau pendapatan kita meningkat sebaliknya jika kita tidak menabur maka kita akan berhenti menuai juga. Jesus bless us.

  22. shalom pak..
    terkadang sya selalu menangis kalau teringat dengan renungan firman pelita hidup.
    saya terkadang selalu berbuat keslahan yg tak baik,namun penuh sesal yg saya alami.
    kapan kah saya benar2 dapat berubah dan jlan di dalam tuhan kristus.

  23. Shalom pak salam kenal di dlm Kristus, tulisan bapak sangat bagus thx gbu

  24. Shalom puji Tuhan,saya sangat bersukur bisa membaca artikel P,Rifa yang bisa menambah wawasan
    saya sebagai Diaken di salah satu Gereja di Jawa,perihal kunciberkat yang sangat berhubungan erat dengan kehidupan kami setiap hari,mujijat memang nyata & benar adanya,jika P,Rifa membuka
    2kor 8 :12 kalau boleh saya akan menambahkan “2kor 9 :7” hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya,jangan dengan sedih hati /karena paksaan,sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan suka cita.jadi kita memberi dengan yang kita punya/ada, tidak dengan mencari-cari/berhutang.

  25. Trima kasih Tuhan untuk firmanMU yg selalu mengingatkan hambamu untuk selalu memberi kepada siapapun. semoga hambamu bpk. Riva selalu diberkati dalam tugas dan pelayananNya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Amin.

  26. Eko Andrianto Pasaribu
    Friday 9 July 2010, 4:02 pm

    Terpujilah Tuhan yang selalu memiliki beragam cara untuk menyalurkan berkat dan isi hati-Nya. Kehadiran renungan dan artikel ini sangat membantu saya dalam pelayanan; terutama sebagai bahan refrensi yang mendukung khotbah dan renungan yang akan dilayankan. Semoga semakin berjaya yah; dan Tuhan memberkati kita semua.

  27. bagaimana cara mengukur memberi secara tulus, ikhlas? dan kepada siapa kita memberi? dan siapa yg pantas diberi?

  28. Stevanus Amat Tusiam
    Friday 25 June 2010, 9:07 am

    jika hati kita ter-gerakan untuk memberi …apapun, berapapun dan kepada siapapun… yang penting kita tulus tidak ada pamprih…, maka, tingkap-tingkap langit akan dibukakan dan berkat akan dicurahkan kepada kita sampai berkelimpahan…

    Bapak Riva, terima kasih atas artikel renungan ini… GBU

  29. Shalom,
    Sungguh saya sangat diberkati dengan adanya artikel maupun renungan harian yang dapat menguatkan iman saya, betapa besar kasih Allah kepada saya dan tentunya orang-orang percaya, dengan adanya Pelita Hidup yang hadir setiap saat kepada saya sungguh membawa menfaat yang sungguh luar biasa sehingga saya yakin betul (dari dulu juga sudah yakin lho..) bahwa Allah di dalam Yesus Kristus selalu hadir dalam kehidupan saya, jaya terus Pelita Hidup Tuhan memberkati.

  30. Shalom.
    Saya punya pengalaman tentang perpuluhan. Sebelumnya perpuluhan kami (saya dg suami) berikan setelah pendapatan dikurangi dengan pengeluaran bulanan rumah tangga, sisanya baru diambil sepersepuluhnya. Selama hal ini kami lakukan, pendapatan bukannya bertambah malah setiap bulan semakin berkurang (kebetulan kami wirausaha). Setiap awal bulan sewaktu perhitungan kami lakukan untuk memberi perpuluhan kami semakin terpukul dan cemas karena pendapatan semakin menurun sehingga tidak bisa disisakan sebagai simpanan. Suatu waktu Tuhan mengingatkan kami dengan Firman Tuhan dalam Maleakhi 3:10. Saya dan suami kemudian berkomitmen bahwa kami akan memberi perpuluhan dari pendapatan kami berapapun itu tanpa dikurangi biaya rutin rumah tangga. Kami mau membuktikan Firman Tuhan tersebut walaupun awal untuk berkomitmen tersebut ada ketakutan. Setelah kami melakukan komitmen kami, Puji Tuhan!, Tuhan tidak menunggu lama, bulan berikutnya pendapatan kami naik dan naik setiap bulannya. Haleluyah…..janjiNya terbukti. Pengalaman ini kami bagikan kepada saudara-saudara kami di Kelompok sel kami, dan saya bagikan juga di sini mudah-mudahan ada yang diberkati dengan kesaksian ini.
    Saya juga mohon ijin untuk share renungan Bapak di atas dalam kelompok sel kami. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati!!

  31. Yasinta heni yuliastuti
    Saturday 15 May 2010, 1:30 pm

    Ya Tuhan Yesus hari ini saya berdoa untuk siapapun yang membaca renungan ini yang sedang mengalami kesulitan ekonomi keuangan ampuni dosa – dosa mereka , berkati kehidupan mereka, pulihkan kan ekonomi mereka supaya mereka boleh jadi saluran berkat . Nama tuhan dipermuliakan .Amin

  32. Saya dan istri tadinya sering memberikan berkat kpd Mama saya / kalau istri berarti mertua ke orangtua saya. Setiap kali saya memberi ke dia selalu berkomentar “sedikit amat…? ” begitu katanya. Dan sampai dia mengultimatum begini katanya :”Orang mah tiap bulan kasih keq 100-150rb buat tambahin beli beras” Nah omongan itu didengar oleh istri saya,spontan beliau kaget bukan main. Kenapa mamamu di beri segitu koq nggak bersyukur yah, itukan sama saja menerima tapi kurang puas dengan yang di terima. Sejak saat itu saya dan istri jadi segan lagi memberikan ke mama saya. Karena kalau caranya seperti itu sama saja berkat yang kita berikan tidak di terima dengan rasa syukur. Jadi bagaimana tanggapan dari pak Riva, apakah pantas saya memberikan berkat materi ke beliau jika hal ini. Dan apakah saya salah jika tidak memberikan berkat materi dalam bentuk uang ke beliau jika sementara saya saja hidup dalam arti pas-pasan buat makan. Coba gimana jika bpk Riva di posisi seperti saya ini. tolong tanggapannya.

    • @Andreas,
      Tetap lakukan apa yang pernah bapak lakukan. Orang mungkin melihat nilainya, tapi Tuhan melihat dasar hati kita. Oleh karena itu berilah dengan rasa sukacita, walaupun mungkin itu hanya sedikit atau kecil nilainya. Dengan tetap melakukan prinsip memberi, Tuhan akan lebih memberkati hidup kita. Sehingga pada waktunya nanti kita akan bisa memberi dengan nilai yang lebih besar lagi. GBU always 🙂

  33. Saya benar – benar di berkati dengan artikal di atas.Ia mengajar saya lagi dan lagi untuk memahami erti berkat..saya sangat bersyukur dan memahami bacaan ini.Semoga Tuhan terus berkerja dalam diri kita masing2x..saya memang selalu mengamalkan ketiga langkah diatas iaitu memberi syukur atas segala apa yang saya ada setiap hari,saya belajar memberi(persepuluhan) dari segala apa yang saya dapat dan memberi dari apa yang saya ada.Terima kasih ya kerana artikal ini menguatkan lagi iman dam menberi dorongan kepada saya agar terus mengamalkan ketiga prinsip di bawah “Kunci Pintu Berkat” ini…kepada yang lain,marilah kita belajar dari artikal ini supaya Tuhan memberkali kita semua…terima kasih buat penulis artikal ini,semoga Tuhan memberkati saudara juga.God bless..

  34. Terima Kasih Yesus, Engkau mengajarkan kami untuk selalu Mengucap Syukur atas berkat-berkat yang kami terima, Terima kasih ……… kasihMu tidak pernah berkesudahan … selalu nyata dalam kehidupan kami setiap hari.

    Terima Kasih Tuhan ……….. Terimakasih Yesus ……. Amin

  35. Shalom Grace,
    Tuhan bekerja melalui cara-cara yang tidak dapat kita pikirkan sebelumnya dan Dia senantiasa mencurahkan berkatNya bagi kita melalui cara-caraNya tersebut.
    Biarlah Tuhan juga senantiasa menjadikan Grace saksiNya melalui kehidupan Grace dan banyak jiwa juga yang diberkati melalui kesaksian Grace.
    GBU always…

  36. Shalom Riva,

    Terima Kasih banyak untuk pelayanan Anda dalam website ini. Saya merasa sangat diberkati dengan artikel-artikel yang Anda tulis. Semoga Tuhan semakin menambahkan berkat-berkatNya atas pelayanan Anda dan semakin menambah pelayanan Anda di ladangNya sehingga semakin banyak yang diselamatkan dan dikuatkan.

    Tuhan Yesus Memberkati

  37. Shalom Hanns,
    Terima kasih untuk sharingnya. Memang masing-masing pribadi mempunyai ukuran dalam hal memberi. Mari kita coba lihat apa yang Alkitab ajarkan.
    Pada dasarnya Tuhan memang mengajarkan kita untuk rela dalam hal memberi. Ini dijelaskan dalam 2 Kor 8:12,
    “Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. ”

    Tetapi di bagian akhir dari ayat itu juga dijelaskan bahwa pemberian itu harus berdasar dari apa yang ada pada kita, bukan sebaliknya.
    Kalau kita melihat ayat sebelumnya lagi di 2 Kor 8:11,
    “Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu. ”

    Melalui ayat ini Rasul Paulus berbicara mengenai pelayanan kasih, yaitu dalam hal memberi. Anda dapat baca keseluruhan pasal tersebut. Dan disana ditegaskan bahwa pelayanan kasih ini harus dilakukan dengan apa yang ada pada diri mereka.
    Demikian juga dengan pemberian yang merupakan bagian dari pelayanan hidup kita, juga harus dilakukan sesuai dengan apa yang ada pada kita.

    Mengenai hutang,jelas sekali dikatakan dalam Amsal 22:7,
    “Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.”
    Roma 13:8 juga melarang kita untuk berhutang. Topik hutang ini perlu penguraian yang cukup panjang. Mungkin belum bisa saya sampaikan disini. Saya akan coba sampaikan di lain kesempatan.

    GBU

    • Terimah kasih banyak pak atas artikel ini dan pendalamannya dalam hal memberi, dimana kita sebaiknya/sepatutnya memberi sesuai dengan apa yang kita punya/miliki, karena sy mengalami bahwa keinginan hati untuk memberi dalam keadaan kekurangan membuat kita menjadi berhutang, dan tentunya malah menjadi beban hidup, semoga Tuhan mengarahkan berkatnya untuk melunasi semuanya, Tuhan memberkati, amin

  38. salam kenal… sy masih ragu dengan pernyataan artikel diatas, pada bagian kunci berkat ke-3: “Sehingga pada akhirnya kita membantu mereka dengan sedikit dipaksakan, yaitu dengan berhutang kepada pihak lain atau bahkan menjual harta yang ada untuk dapat membantu orang”.
    Menurut sy: (1) sah-sah saja membantu orang bahkan dengan berhutang pada orang lain (tetapi tetap sy yg membayar/bertanggungjawab), (2) menjual harta untuk membantu org lain, kalau memang dia lebih membutuhkan harta tersebut, asal saya memang rela dan berniat dengan tulus guna membantu orang tersebut. mohon respon or jawabannya, maaf jiaka comment saya ini agak aneh, just sharing. Terima Kasih. Tuhan Memberkati…

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: