Pelita Hidup Jangkau Dunia

Perlombaan Iman – Bag.1

“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” Filipi 3:10-14

Ayat diatas ditulis oleh Rasul Paulus dimana dia sudah mencapai usia yang sudah cukup tua. Tetapi kerinduannya tetap ingin mengenal Kristus lebih dalam lagi, supaya dia bisa memperoleh hadiah yang telah Tuhan sediakan baginya. Dia tidak hanya “berjalan” saja kepada tujuan, tetapi berlari-lari untuk memperoleh hadiah.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman” 2Tim 4:7.

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi” 1Tim 6:12.

Paulus mengajarkan hal pertandingan kepada Timotius, yang merupakan teman/rekan sepelayanannya. Hidup ini adalah pertandingan. Hidup ini adalah perlombaan. Demikianlah ditulis dalam Ibrani 12:1, “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.“

Bagaimana menjalani perlombaan/pertandingan ini ?

Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. 1Kor 9:24-27

1. Larilah begitu rupa, karena hanya ada satu hadiah utama dalam suatu perlombaan (1 Kor 9:24). Walaupun Tuhan menyediakan banyak tempat bagi umatNya. Tetapi Rasul Paulus ingin menyampaikan kepada kita untuk dapat meraih tujuan yang telah Tuhan tetapkan bagi umatNya dengan sedemikian rupa. Biarlah kita melakukannya dengan mata tertuju pada Yesus (Ibr 12:2). Fokuslah terhadap apa yang Tuhan sedang kerjakan melalui hidup kita. Jangan melihat ke kiri atau ke kanan, jangan menyimpang dari jalan Tuhan, atau bahkan berbalik seperti yang dilakukan istri Lot, sehingga ia menjadi tiang garam. Keterikatan dengan hal-hal duniawi (kompromi dengan dosa, masih melakukan adat-istiadat nenek moyang, penyembahan berhala, dll) akan mengakibatkan kematian secara rohani.

Carilah kesukaan Allah (Gal 1:10). Biarlah Tuhan yang menjadi bagian kita (Maz 73). Renungkan firman Tuhan siang dan malam.

(Bersambung ke Perlombaan Iman – Bag.2)


Riva Sinjal
Riva Sinjal adalah penulis & pendiri Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: