Pelita Hidup Jangkau Dunia

Penyembah Yang Benar

“Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.“ Yohanes 4:23-24

Tuhan menginginkan kita agar menyembah Dia dalam roh dan kebenaran. Menyembah Dia dengan benar dan tulus. “Penyembahan yang sejati bukan tentang lagu yang dinyanyikan atau musik yang dimainkan, tetapi inti penyembahan adalah saat hati dan jiwa seseorang, serta semua yang ada dalam dirinya memuja dan berhubungan dengan Roh Allah“ (D.Zschech-Extravagant Worship).

Bagaimana caranya agar kita dapat menjadi penyembah-penyembah yang benar?

Banyak cara di Alkitab yang dapat dilakukan untuk menjadi penyembah-penyembah benar. Beberapa di antaranya:

1. MEMPERSEMBAHKAN PUJIAN YANG LUAR BIASA

“Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kakiNya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu” Luk 7:37-38

Bayangkan kedalaman air mata perempuan ini sehingga cukup untuk membersihkan kaki Yesus yang berdebu!

Apa yang dilakukan perempuan itu dengan buli-buli pualam berisi minyak wangi juga merupakan hal yang melampaui batas, berkelimpahan, mahal, berlebihan, mewah, bernilai tinggi, mulia, kaya, tak ternilai, berharga, dst.

Kita harus mempersembahkan pujian yang “luar biasa” seperti yang dilakukan perempuan itu.

2. MEMPERSEMBAHKAN KORBAN

“Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepadanya: ‘Abraham, Abraham.’ Sahutnya: ‘Ya, Tuhan.’ Lalu Ia berfirman: ‘Jangan bunuh anak itu…sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku’ ” Kej 22:11-12

Abraham siap memberikan kepada Tuhan sesuatu yang paling dikasihinya. Dia tidak segan-segan untuk menyerahkan anaknya.

Pada jaman dahulu korban yang dipersembahkan adalah yang terbaik.

Penyembahan juga melibatkan korban. Ada harga yang harus dibayar agar penyembahan kita menjadi hal yang menyenangkan hati Allah.

Penyembah-penyembah yang benar akan memberikan yang terbaik bagi Tuhan.


Riva Sinjal
Riva Sinjal adalah penulis & pendiri Pelita Hidup. Beliau sudah aktif menulis renungan sejak tahun 1998.

Pelita Hidup Jangkau Dunia

Terima update renungan baru via email:

Respon: 8 respon

  1. Pengertian yang dangkal. Menjadi penyembah-penyembah yang benar tidak terlepas dari pemahaman akan Darah Yesus yang mengkuduskan, menyucikan dan memberikan keberanian untuk masuk dalam hadiratNya. Menjadi penyembah yang benar tidak lain tujuannya adalah masuk dalam HadiratNya.
    Pujian dan Penyembahan tidak dapat membawa kita dalam hadiratNya, TAPI pujian dan penyembahan itu sebagai “korban”. Masuklah ke dalam hadiratNya DENGAN pujian dan penyembahan. Ibarat mempelai laki yg akan meminang mempelai wanita, dia bawa seserahan. Pujian dan penyembahan itu seserahan kita saat kita masuk dalam hadiratNya. Tapi ingat sebelum masuk hadiratNya, kita harus memahami bahwa dengan DARAH YESUS itulah yang membawa kita masuk dalam hadiratNya. Setelah kita berada di dalam HADIRATNYA, kita bisa berbahasa roh, berpuasa, sujud,dan manifestasi lainnya.(Ibrani 10:19-21)

  2. Puji Tuhan, Haleluya……………
    KALAU ADA PENYEMBAH BENAR BEARTI ADA YANG TIDAK BENAR. DIBERKATILAH KITA YANG MENYEMBAH YESUS DALAM ROH DAN KEBENARAN. AMIN……………………..

  3. Shalom……Trima kasih Tuhan..ajarilah kami selalu menyembah dengan tulus dalam roh dan kebenaran sehingga kami boleh menjadi penyempah – penyembah sejatu….Haleluyah…Amin

  4. Nora Wemay (Ambon)
    Monday 1 August 2011, 8:10 pm

    Ya memang TUHAN mw kita menyembahNya dlm Roh Dan Kebenaran.

  5. Saya baru disadarkan oleh Roh Kudus,maksud dari menyembah dalam roh dan kebenaran.Menyembah dalam ‘roh dan kebenaran’ tidak bisa dipisahkan,artinya seorang yang penyembah yang dicari/yang berkenan kepada Tuhan,adalah yang pertama: orang yang hidup dan sikap hati yang selalu menyembah Tuhan dalam roh (roh yang dikuduskan,terkoneksi dan dipimpin oleh Roh Allah/Roh Kudus),yang kedua : orang yang sama selalu melakukan kebenaran dalam hidupnya(dalam posisi menyembah).Jadi itu satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam hidup.Tidak bisa seorang penyembah satu sisi menyembah dalam roh,tapi kenyataan perbuatannya tidak benar,itu berarti seorang penyembah dalam posisi yang tidak menyembah,walaupun sedang ‘menyembah’,karena tidak benar dihadapan Tuhan.Gbu

  6. intinya tuhan melihat hati kita yang selalu mau menyembah….. thx tuhan yesus aq bangga punya tuhan Allah seperti Engkau…. amin

  7. Kita tidak lebih dari perempuan yang menyeka kakiYesus dengan rambutnya,mencium dan memimyakiNYa.Teladan yang luar biasa yang perlu kita contoh.Terima kasih saya diingatkan melalui renungan ini untuk mau melayani Tuhan Yesus seperti halnya Perempuan itu

  8. Blog ini menginspirasi. Saya jg ada satu blog rohani di wordpress dot com tp kini kena suspend entah kenapa, padahal PRnya sdh 2. Sptnya rencana mau saya pindah artikel2 yg sdh saya tulis ke artihidup dot com. Ada saran niche content apa yang masih blm byk yg menulis saat ini ? saya sdr seorang dokter umum 24 thn.

Masukkan Respon Anda



Tidak menemukan topik yang Anda cari? Ketik kata kunci yang Anda cari dan tekan Enter: