Membangun Bahtera Keluarga
“Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.” Kejadian 6:18
Tuhan selalu ingin agar perjanjianNya dapat nyata dalam setiap kehidupan umatNya. Tetapi agar perjanjianNya dapat berlaku atas hidup kita, tentunya kita harus memiliki hubungan yang benar dahulu dengan Tuhan.
Tuhan mengadakan perjanjian yang baru dengan Nuh dan keluarganya. Tetapi ada yang harus dilakukan oleh Nuh, agar dia dan keluarganya dapat menerima perjanjian yang baru itu.
Bagaimana caranya agar janji-janji Tuhan nyata dalam hidup kita dan keluarga kita?
1. MEMBANGUN BAHTERA
“Buatlah bagimu sebuah bahtera dari….” Kej 6:14
Tuhan meminta Nuh membangun bahtera. Sebelum Nuh menerima janji Tuhan (Kej 9:9-16), dia harus membangun bahtera terlebih dahulu.
Membangun bahtera berbicara mengenai membangun hubungan dengan Tuhan.
Harus ada yang berdiri sebagai imam (perantara antara Tuhan dan manusia) untuk membangun bahtera bagi keluarganya.
2. MASUK KE DALAM BAHTERA BERSAMA KELUARGA
“Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu…” Kej 7:1
Tuhan memerintahkan Nuh agar masuk ke dalam bahtera dengan membawa seluruh keluarganya. Tidak hanya itu, bahkan juga para menantunya dan seisi rumahnya.
„Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.“ Kis 16:31
Bawa seluruh keluarga kita untuk masuk dalam hubungan yang intim dengan Tuhan. Bangun mezbah keluarga, maka janji-janjiNya akan digenapi dalam hidup kita dan keluarga kita.
Nuh yang membangun bahtera dan membawa keluarganya masuk ke dalam bahtera. Pada saat turun hujan (kesulitan/musibah terjadi), Nuh dan keluarganya, melalui bahteranya, malah diangkat oleh Tuhan semakin tinggi mengatasi segalanya.
Bangun hubungan yang intim dengan Tuhan, jadilah imam bagi keluarga. Bangun mezbah keluarga, ajak keluarga untuk menyembah Tuhan.
Suka renungan ini? Klik Like, Tweet atau Share:
Tentang Penulis:
![]() |
Riva Sinjal |
|
Ingin terima update melalui Email jika ada renungan baru? Silahkan isi Nama & Email Anda:
|
P.S: Kami mempersilahkan untuk mengambil bahan renungan dari blog ini untuk keperluan bahan khotbah ataupun keperluan-keperluan lainnya dengan ketentuan sebagai berikut:
~ Jika anda ingin menayangkan ulang artikel yang ada pada tulisan/naskah anda sendiri, mohon dapat mencantumkan sumbernya: www.PelitaHidup.com
~ Jika digunakan pada situs/blog anda sendiri, silahkan copy dan cantumkan kode berikut:
<a href=”http://www.pelitahidup.com”>Pelita Hidup</a>
Sehingga menjadi link aktif seperti berikut ini: PelitaHidup
Cara mengcopy: Highlight/blok semua teks yang ingin dicopy, tekan ctrl+C untuk mengcopy, dan kemudian paste di dokumen kosong dengan menekan ctrl+V




























































terima kasih atas renungannya. , semoga lewat renubgan kehidupan keluarga saya menjadi ibu yang lebih bijak bagi anak-anak dan suami. Semoga gambaran keluarga nih yang taat akan menjadingambaran kehidupan keluarga kami juga. GBU
trima kasih untuk renungan yg sangat baik,,biar selaku kepala keluarga yg adalah Imam di tengah keluarga dapat belajar lewat lawatan firman Tuhan ini,, YELOU
Terima kasih Brur, menjadi berkat bagi pelayanan saya, paling tidak saya bisa dapatkan thema2 nya. Tuhan Yesus memberkati